Ardiyanti, Septika Tri
Kementerian Perdagangan

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

THE IMPACT OF REAL EXCHANGE RATE VOLATILITY ON INDONESIA-US TRADE PERFORMANCE Ardiyanti, Septika Tri
Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan Vol 9, No 1 (2015)
Publisher : Trade Analysis and Development Agency, Ministry of Trade of Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (548.577 KB) | DOI: 10.30908/bilp.v9i1.17

Abstract

Studi ini mengkaji dampak volatilitas nilai tukar riil terhadap kinerja perdagangan bilateral Indonesia-Amerika Serikat (AS), dengan menggunakan data periode Q1:1990 sampai dengan Q3:2012. Studi ini menggunakan dua pendekatan untuk mengukur volatilitas nilai tukar riil, yaitu model Autoregressive Conditional Heteroskedasticity (ARCH-1) dan metode Moving Average Standards Deviation (MASD). Untuk menguji hubungan jangka panjang antara variabel penelitian, digunakan prosedur Autoregressive Distributed Lag (ARDL) bounds testing. Hasil analisis menunjukkan bahwa volatilitas nilai tukar riil berpengaruh negatif terhadap impor Indonesia dari AS tetapi tidak mempengaruhi ekspor Indonesia ke AS. Dengan demikian, semakin volatile nilai tukar maka volume impor Indonesia dari AS semakin rendah. Jika Indonesia ingin menjaga neraca perdagangan, maka dianjurkan untuk mempertahankan kebijakan nilai tukar yang mengambang dan terkendali. This sudy examines the impact of real exchange value volatilities on bilateral trade performance between Indonesia and the United States utilizing the data period between Q1:1990 to Q3 2012. This study deploys two approach to measure real exchange values volatilities, Autoregressive Conditional Heteroskedasticity (ARCH-1) and Moving Average standard Deviation methods. To test the long terms relationship between variables, it uses Autogressive Distributed Lag (ARDL) bounds testing procedure. The result shows that real exchange values volatilities has negative influence on Indonesia’s import from the United States but does not affect the Indonesia’s export to the United States. Hence, the more volatile an exchange value leads to a decrease of Indonesia’s import volume from the United States. If Indonesia attempts to balance its trade, it needs to keep intact monetary policies afloat and controllable.
DAMPAK PERJANJIAN PERDAGANGAN INDONESIA - JEPANG (IJEPA) TERHADAP KINERJA PERDAGANGAN BILATERAL Ardiyanti, Septika Tri
Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan Vol 9, No 2 (2015)
Publisher : Trade Analysis and Development Agency, Ministry of Trade of Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.829 KB) | DOI: 10.30908/bilp.v9i2.5

Abstract

Studi ini bertujuan untuk mengkaji dampak perjanjian Indonesia – Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) terhadap perdagangan bilateral Indonesia-Jepang dari sisi ekspor maupun impor, dengan menggunakan data bulanan Januari 1990 sampai dengan Juni 2014. Studi ini menggunakan pendekatan counterfactual dengan melakukan ekstrapolasi terhadap data perdagangan tanpa FTA (basis ekstrapolasi Jan 1990-Juni 2008) dan kemudian membandingkannya dengan data perdagangan aktual pada saat IJEPA telah diimplementasikan (Juli 2008-Juni 2014). Ekstrapolasi dilakukan dengan menggunakan metode Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA), sementara untuk menguji perbedaan antara kedua pengamatan data aktual dengan data ekstrapolasi digunakan uji t -berpasangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa IJEPA secara signifikan mampu meningkatkan nilai ekspor non migas Indonesia ke Jepang, namun tidak memiliki dampak signifikan terhadap peningkatan nilai impor non migas Indonesia dari Jepang. Dengan demikian, Indonesia terbukti mendapatkan keuntungan dari sisi perdagangan karena mampu meningkatkan nilai ekspornya ke Jepang. Oleh karena itu, kerjasama yang intensif antara kedua negara harus terus ditingkatkan untuk mengoptimalkan perjanjian tersebut. Pemerintah dapat mengusulkan adanya bilateral monitoring scheme kepada pemerintah Jepang dalam rangka meningkatkan pemanfaatan IJEPA. This study aims at examining the impact of Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) towards bilateral trade between Indonesia and Japan, using monthly data from January 1990 to June 2014. This research used a counterfactual approach by constructing extrapolated trade values with pre-FTA data (extrapolation based on January 1990-June 2008), then comparing those extrapolated data with the actual trade data in the period after the implementation of IJEPA (July 2008-June 2014). The extrapolation was done using Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA) model, while paired t-test was used to examine the difference between the actual data and the extrapolated data. The results show that IJEPA can significantly increase the value of Indonesia’s non-oil exports to Japan, but it has no significant impact on the value of Indonesia’s non-oil imports from Japan. It is proven that Indonesia gets benefits from IJEPA in terms of foreign trade since it can increase its export value to Japan. Therefore, intensive cooperation between Indonesia and Japan should be improved by proposing a bilateral monitoring scheme to the Japanese government in order to improve the functions of IJEPA.
DAMPAK KEBERADAAN PERWAKILAN PERDAGANGAN LUAR NEGERI TERHADAP KINERJA EKSPOR NON MIGAS INDONESIA Saputri, Ayu Sinta; Ardiyanti, Septika Tri
Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan Vol 10, No 2 (2016)
Publisher : Trade Analysis and Development Agency, Ministry of Trade of Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30908/bilp.v10i2.53

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pembentukan Atase Perdagangan (Atdag) dan Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) terhadap kinerja ekspor non migas Indonesia. Metode yang digunakan adalah random effect model fungsi permintaan dengan menggunakan nilai ekspor non migas Indonesia dan pangsa ekspor non migas Indonesia di negara mitra dagang sebagai indikator-indikator yang menggambarkan kinerja ekspor Indonesia. Kajian ini menunjukkan bahwa keberadaan Atdag dan ITPC memberikan pengaruh positif dan signifikan terhadap peningkatan ekspor Indonesia. Nilai ekspor dan pangsa ekspor non migas Indonesia di negara mitra dagang dimana terdapat Atdag dan ITPC lebih tinggi jika dibandingkan dengan negara mitra yang belum terdapat Atdag dan ITPC. Di samping itu, besaran anggaran yang diterima oleh para perwakilan perdagangan juga memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja ekspor Indonesia. Dengan demikian, penguatan dan pengembangan Atdag dan ITPC penting untuk dilakukan dalam rangka peningkatan ekspor Indonesia baik melalui peningkatan besaran anggaran dan atau penambahan jumlah perwakilan perdagangan Indonesia di luar negeri. This study analyzes the impact of establishing The Indonesia’s Trade Attaché (Atdag) and The Indonesias Trade Promotion Center (ITPC) on Indonesia’s non-oil exports performance. The method used in this study is random effect model of demand functions using  non-oil and gas export value, and  non-oil and gas export share of Indonesia in trading partner countries as the indicators of Indonesia’s export performance. The results indicate that the presence of Atdag and ITPC  gave a positive and significant effect to improve exports. The value of Indonesia’s non-oil and gas exports, and the share of Indonesia’s non-oil exports with some partner countries of Atdag and ITPC are higher compared to countries without Atdag and ITPC. Moreover, the amount of budget received by the trade representative also has a positive and significant effect on the export performance.Therefore, the government should strengthen and develop Atdag and ITPC in order to boost export by increasing the budget and the number of trade representatives abroad.
DAMPAK NON TARIFF MEASURES (NTMs) TERHADAP EKSPOR UDANG INDONESIA Ardiyanti, Septika Tri; Saputri, Ayu Sinta
Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan Vol 12 No 1 (2018)
Publisher : Trade Analysis and Development Agency, Ministry of Trade of Republic of Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1019.477 KB) | DOI: 10.30908/bilp.v12i1.244

Abstract

Kajian ini bertujuan untuk menganalisis dampak kebijakan non tarif terhadap ekspor udang dan olahannya dari Indonesia. Untuk mengetahui dampak NTM terhadap ekspor, studi ini menggunakan gravity model dengan panel data. Variabel yang digunakan antara lain volume ekspor udang dan olahannya, PDB negara tujuan ekspor, nilai tukar riil, jarak ekonomi, tarif bea masuk dan variabel NTM berupa SPS dan TBT. Kajian ini menunjukkan bahwa NTM memiliki pengaruh negatif terhadap ekspor udang dan olahan udang nasional. Pengenaan TBT di negara tujuan ekspor memiliki dampak negatif yang lebih besar dibandingkan dengan SPS. Volume ekspor udang dan olahan ke negara mitra yang menerapkan TBT 30,2% lebih rendah dibandingkan dengan negara yang tidak menerapkan TBT, sementara ekspor ke negara dengan SPS 21,3% lebih rendah dibandingkan dengan negara yang tidak menerapkan SPS. Hal tersebut menunjukkan bahwa Indonesia belum mampu untuk memenuhi standar dan persyaratan impor yang diterapkan di negara tujuan ekspor. Dengan demikian, pemerintah diharapkan dapat memberikan bantuan bagi para eksportir udang dengan memberikan bantuan informasi pasar serta regulasi yang berlaku di negara tujuan ekspor. Selain itu, pemerintah juga perlu untuk memberikan dukungan sehingga eksportir dapat memenuhi standar dan persyaratan yang berlaku di negara tujuan ekspor. This study aims to analyze the impact of non-tariff policy on shrimp and processed shrimp in Indonesia. To analyze the impact of NTM on Indonesia's shrimp export, this study uses gravity model with panel data. Variables used are export volume of Indonesia’s shrimp and processed shrimp, GDP of export destination countries, real exchange rate, economic distance, import duty and NTM variables (SPS and TBT). This study shows that NTM has  negative impact on shrimp exports. The imposition of TBT in export destination countries has a greater negative impact  on shrimp export c than SPS. The shrimp export volume to the partner countries appliying TBT is 30,2% lower than countries that not applying TBT, while exports to cpuntries imposing SPs is 21,3% lower than countries without SPS. This fact indicates that Indonesia’s exporters has not been able to meet standards and requirements applied by export destination countries. Therefore, the government is expected to provide assistance to the exporters by providing market information, regulation and requirements in export destination country. In addition, the government also needs to provide support so that exporters could meet the standards and requirements applied by export destination countries.