Susilawati, Rita
Buletin Sumber Daya Geologi

Published : 7 Documents
Articles

Found 7 Documents
Search

Bioremediation Experiment Using Hydrocarbon Degrading Bacteria Susilawati, Rita
Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral Vol 20, No 1 (2019): Jurnal Geologi dan Sumberdaya Mineral
Publisher : Pusat Survei Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.72 KB) | DOI: 10.33332/jgsm.geologi.20.1.1-7

Abstract

A laboratory experiment was set up to demonstrate the capability of microbe to remediate petroleum hydrocarbon contaminated beach sand. Oil contaminated soil was used as a source of inoculum for hydrocarbon degrading bacteria (HDB) while oil contaminated beach sand was used as remediation object. The growth of HDB in the inocula was enriched and stimulated through the addition of nutrient in the form of vitamin and mineral as well the addition of oil waste as a source of carbon. Experiment took place in the course of approximately five weeks. Microscopic observation clearly showed the interaction between microbe and oil contaminant both in enrichment and bioremediation samples. The result of the experiment also suggests that approximately 25% of the petroleum hydrocarbon mass in the contaminated beach sand was biodegraded over the course of one month. Overall, the results of this experiment suggest the potential of bioremediation method to treat petroleum hydrocarbon polluted environment.Keywords: bacteria, bioremediation, hydrocarbon DOI: 10.33332/jgsm.2019.v20.1.1-7
MENGENAL METADATA SEBAGAI SEBUAH ALAT INVESTASI DATA Susilawati, Rita
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 2, No 1 (2007): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Buletin Sumber Daya Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Metadata dapat didefinisikan sebagai data tentang data atau data yang menjelaskan tentang data. Dokumen metadata berisikan informasi yang menjelaskan karakteristik suatu data, terutama isi, kwalitas, kondisi dan cara perolehannya. Metadata digunakan salahsatunya untuk mendokumentasikan produk data yang dihasilkan serta menjawab pertanyaan mendasar tentang siapa, apa, kapan, dimana dan untuk apa sebuah data dibuat atau disiapkan.Metadata memegang peranan penting di dalam mekanisme pencarian maupun pertukaran suatu data. Sejak tahun 2002, Pusat Sumber Daya Geologi telah melakukan pekerjaan pembuatan metadata untuk produk data spasial yang dihasilkannya. Pekerjaan tersebut difokuskan pada pembuatan metadata peta potensi sumberdaya geologi Indonesia (mineral logam dan non logam, batubara serta panas bumi) berdasarkan lembar peta skala 1:250.000 serta dilaksanakan dengan tujuan utama untuk memelihara serta mempublikasikan data geospasialyang dimiliki Pusat Sumber Daya Geologi. Tulisan ini berisi penjelasan tentang pengertian, manfaat dan kegunaan, maupun cara penyusunan metadata. Sedangkan secara lebih spesifik, tulisan ini juga akan menjelaskan tentang pekerjaan pembuatan metadata peta potensi sumberdaya geologi Indonesia yang dilakukan oleh Pusat Sumber Daya Geologi.
STUDI PERBANDINGAN KARAKTERISTIK KIMIA DAN PETROGRAFI BATUBARA LAPANGAN X CEKUNGAN SUMATERA SELATAN DAN LAPANGAN Y CEKUNGAN SUMATERA TENGAH INDONESIA Baihaqi, Azmi; Susilawati, Rita; Fauzielly, Lili; Muljana, Budi
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 12, No 2 (2017): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Buletin Sumber Daya Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karakteristik batubara dari dua wilayah prospek batubara di Sumatera dievaluasi dengan menggunakan metode kimia dan petrografi batubara. Penelitian terfokus pada evaluasi peringkat (tingkat pembatubaraan di daerah penelitian), tipe (komposisi material organik dan lingkungan pengendapan batubara) serta grade (kandungan material inorganik yang bisa berpengaruh terhadap proses utilisasi) batubara. Lapangan X memiliki lapisan batubara yang merupakan bagian dari Formasi Muaraenim dan Kasai Cekungan Sumatera Selatan sedangkan batubara pada lapangan Y merupakan bagian dari Formasi Petani Cekungan Sumatera Tengah. Sebanyak enam conto batubara dari lapangan X dan 8 conto dari lapangan Y digunakan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua lapangan memiliki batubara dengan karakteristik yang berbeda. Walaupun batubara di kedua daerah termasuk dalam kategori lignit, nilai rata-rata reflektansi huminit batubara Lapangan Y sedikit lebih tinggi dari lapangan X. Hal ini mengindikasikan bahwa batubara lapangan Y mengalami pengaruh peningkatan termperatur dan pembebanan yang lebih tinggi dari lapangan X. Berdasarkan hasil analisis komposisi maseral, batubara lapangan X dapat dibedakan ke dalam 3 fasies: fasies 1 (huminit >90%, kandungan inertinit dan liptinit <10%), fasies II (huminit 80% s.d. 90%, inertinite 10% s.d. 15%, dan liptinit 10%) serta fasies III (huminit 75% s.d. 85%, inertinit 15% s.d. 20% dan liptinit <10%). Sementara batubara lapangan Y lebih homogen dan dapat digolongkan ke dalam satu fasies (huminit >90% dan liptinit serta inertinite <10%). Hasil plot Gelification index (GI) dan Tissue preservation index (TPI) menunjukkan bahwa batubara lapangan X diendapkan pada lingkungan limnic-marsh hingga limno telmatic sedangkan batubara lapangan Y pada lingkungan limnic hingga telmatic marsh. Banyaknya konkresi pirit pada batubara lapangan Y mengindikasikan bahwa batubara tersebut mendapat pengaruh laut yang lebih besar daripada batubara lapangan X Batubara di kedua lapangan dapat dianggap sebagai batubara grade tinggi atau batubara bersih karena memiliki kandungan sulfur (<10%) dan abu yang relatif rendah (<10%). Hanya satu conto (SJ2) yang memiliki kadar abu tinggi (>50%) menunjukkan bahwa conto tersebut bukan batubara. Sebagai kesimpulan, perbedaan karakteristik batubara lapangan X dan Y mendukung teori bahwa batubara dengan sejarah pengendapan yang berbeda akan menghasilkan karakteristik yang berbeda.
KOMODITAS EKONOMI PADA LINGKUNGAN ENDAPAN BATUBARA Susilawati, Rita; Purpato, Sabtanto Joko
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 4, No 2 (2009): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Buletin Sumber Daya Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batubara dikenal sebagai salah satu barang tambang yang bernilai ekonomi tinggi. Bersamaan dengan keterdapatan batubara,  bisa pula dijumpai komoditi lain  yang kemungkinan memiliki nilai ekonomi untuk diusahakan bersama-sama  dengan  pengusahaan  batubara.  Sebagai  contoh,  gas  methane  yang terperangkap dalam pori-pori  lapisan batubara, telah terbukti memiliki nilai ekonomi. Eksplorasi gas methane memberikan keuntungan tidak hanya karena menghasilkan sumber energi yang lebih ramah lingkungan  dibandingkan dengan batubara, tetapi  juga  dapat mengurangi kemungkinan terjadinya ledakan dalam tambang bawah tanah. Selain gas methan, sisa pembakaran batubara berupa abu batu bara, sebaiknya tidak selalu diperlakukan sebagai sarnpah, karena abu tersebut kemungkinan bisa dimanfaatkan untuk bahan baku dalam industri semen,  campuran beton, dan batako.Dalam eksplorasi batubara, perhatian sebaiknya juga diberikan pada komoditas ekonomi lainnya yang kemungkinan ditemukan bersamaan dengan keterdapatan batubara. Sehingga keberadaan seluruh potensi ekonomi bahan tambang yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal.
MINERAL MATTER IN COAL Susilawati, Rita
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 10, No 1 (2015): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Buletin Sumber Daya Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The term “mineral matter” in coal is defined as all inorganic, non-combustible material that is in or associated with coal which include discrete crystalline mineral particles, dissolved ions and other inorganic components in the pore water or surface water of the coal, and inorganic elements combined within the organic compounds of the coal macerals. The minerals existing in coal are aresult of processes that occur throughout the entire history of coal formation. Its distribution is influenced by biological, hydrological and geochemical factors. Quartz and the clay minerals are the most widespread and abundant mineral found in coal. Another common minerals are feldspars and carbonate in the form of siderite, calcite and dolomite and sulfide minerals such as pyrite. Coal mineral matter analysis and characterization are useful for various reasons, particularly to take as much as benefit from coal utilization and to avoid any negative influence of coal inorganic components to the environment.
NON-MINERAL INORGANIC CONSTITUENTS OF BUKIT ASAM COAL NATURE AND MODE OF OCCURRENCE Susilawati, Rita
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 10, No 2 (2015): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Buletin Sumber Daya Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The nature and mode of occurrence of the non-mineral inorganic fractions in coal from the Bukit Asam coalfield South Sumatra Basin Indonesia were analysed using a combination of selective leaching, low temperature ashing, XRD, XRF and electron micropobe techniques. Geologically the rank of coal at Bukit Asam was influenced by igneous intrusion. Fourteen coal samples were used in this study. Samples are chosen to represent different rank levels as well as seam horizons. The inorganic elements, in the form of dissolved salts, exchangeable ions and organometallic complexes, although present in small proportions, contribute significantly to the mineral matter components of Bukit Asam low rank coal. Electron microprobe analysis showed small but significant concentrations of inorganic elements (Al, Ca and Fe) occurring in the individual macerals in two sub bituminous and twosemi anthracite samples. There is a tendency for some of the elements, particularly Ca and Al to be lost from the organic matter with rank advance. The concentrations of elements indicated by the microprobe are relatively in good agreement with the levels of element mobility indicated by selective leaching of the same whole-coal samples. The results of this study also suggest that non-mineral inorganic was likely act as a precursor for the reactions resulting in the formation of new minerals in the high rank coals at Bukit Asam. 
BIOLEACHING FOR THE RECOVERY OF METALS PEMISAHAN UNSUR LOGAM DENGAN BIOLEACHING Susilawati, Rita
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 10, No 3 (2015): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Buletin Sumber Daya Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A simple laboratory experiment has been conducted in order to demonstrate the ability of bacteria to leach the metal elements from insoluble ores or solid substrates. The experiment was conducted in a leaching column that was set up using 5 cc syringe that contained 1 cc of glass wool and 3.5cc of mine tailings. The basal salt was used as an inoculation media while mine tailing was used as a leaching subject and a source of bacterial leaching. Bacterial leaching was isolated using the most probable number (MPN) technique. Overall, the results of the experiment showed the capability of bioleaching process to recover metals from the mine tailings.