Soetoyo, Soetoyo
Buletin Sumber Daya Geologi

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

PERAN BATUAN TEROBOSAN KEGIATAN VULKANIK KUARTER DI DAERAH PANAS BUMI SAMPURAGA, MANDAILING NATAL, SUMATERA UTARA Soetoyo, Soetoyo
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 4, No 3 (2009): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Buletin Sumber Daya Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batuan vulkanik Kuarter di Daerah Panas Bumi Sampuraga terdiri dari dasit, Endapan Aliran Piroklastik dan Lahar Sorik Marapi. Satuan Dasit dijumpai di Bukit Kemuning, berupa batuan terobosan berjenis dasit  yang  berumur  Kala  Plistosen  Awai.  Satuan  Endapan  Aliran  Piroklastik  mengisi  celah  depresi Panyabungan dan mengikuti celah yang dibentuk jalur sesar diperkirakan berumur Plio-Plistosen. Pada proses akhir erupsi celah ini larutan sisa magma yang tidak tererupsikan keluar permukaan akan turun kembali ke dapur/ kantong2 magma dan sebagian lagi akan membeku pada celah2 penghantar larutan dibawah permukaan, sebagai batuan terobosan. Kedua batuan terobosan yang berumur muda ini dimungkinkan masih memiliki tubuh panas, sehingga berfungsi sebagai sumber panas dalam sistem panas bumi di daerah Sampuraga. Struktur sesar yang sangat dominan di daerah Sampuraga adalah sesar normal pembentuk graben. Sesar ini sebagai jalur lemah akan berfungsi sebagai media naiknya fluida panas ke permukaan, dan muncul sebagai menifestasi panas bumi.
KONDISI LINGKUNGAN PASCA PENGEBORAN SUMUR EKSPLORASI AT-1 DAN AT-2 DI LAPANGAN PANAS BUMI ATADAI, LEMBATA, NUSA TENGGARA TIMUR Soetoyo, Soetoyo
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 3, No 2 (2008): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Buletin Sumber Daya Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengujian uap/monitoring sumur eksplorasi panas bumi AT-1 dan AT-2 di Lapangan Panas Bumi Atadei Nusa Tenggara Timur bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang karakteristik sumur -sumur eksplorasi tersebut,sehingga dapat dipergunakan sebagai dasar dalam pengembangan selanjutnya. Hasil pengujian uap/monitoring menunjukan tekanan kepala sumur AT-1 adalah 7.0 kg/cm 2 sedangkan semur AT-2 adalah 0 kg/cm 2 . Temperatur kepalasumur relatif sama dengan temperatur udara luar. Sumur eksplorasi AT-2 tidak menunjukan adanya aktifitas baik tekanan kepala sumur (TKS) maupun temperatur pada kepala sumur. Komposisi gas dari sumur eksplorasi AT-1 padasetiap kegiatan monitoring dilakukan didominasi oleh gas CO 2 dan N 2 . Namun demikian dari dalam sumur tidak didapatkan fluida. Tidak terdapat penambahan/munculnya manifestasi baru pasca pemboran, baik pada pelataransumur maupun pada daerah sekitar sumur eksplorasi.
VULCANO TEKTONIC DEPRESTION DI LAPANGAN PANAS BUMI SEMBALUN, LOMBOK TIMUR, NUSA TENGGARA BARAT Soetoyo, Soetoyo
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 3, No 3 (2008): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Buletin Sumber Daya Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vulkano Tektonik yang terjadi pada Zaman Kuarter mengakibatkan Gunungapi tua Sembalun ini terbentuk sebuah kaldera pada bagian puncaknya. Pada saat ini lantai kaldera dengan ketinggian lebih dari 1000 meter diatas permukaan laut berupa dataran dan morfologi bergelombang lemah berada di sekitar Sembalun Bumbung dan Sembalun Lawang. Kaldera berbentuk tapal kudamembuka ke arah utara bergaris tengah lebih dari 1 km. Satuan batuan tertua dibentuk oleh Satuan Lava Sembalun terdiri dari lava andesit, andesit piroksen (dominan) dan basaltik, serta breksi lava dan piroklastik sebagai hasil erupsi gunungapi tua Sembalun. Penyebarannya sepanjang satuan geomorfologi sisa tubuh gunungapi tua Sembalun, merangkai dari G. Pergasingan, G. Batujang, G. Anakdare, G. Asah, G. Seladare, G. Nangi, G. Bonduri dan G. Lelonten membentuk dinding Kaldera Sembalun. Satuan Endapan Aliran Piroklastik Sembalun merupakan hasil erupsi paroksisma Gunungapi tua Sembalun, menyebar ke arah barat, baratlaut dan berada di atas satuan lava Sembalun, serta di bukaan Kaldera Sembalun yang mempunyai ketebalan 10 – 15 meter. Satuan ini memiliki ciri warna putih kotor kekuningan sampai coklat kemerahan serta coklat gelap dan merah muda, melapuk kuat, tekstur breksi dengan matriks halus – kasar, banyak mengandung juvenile pumice yang melapukdengan diameter 5 – 30 cm. Sesar – sesar berkembang yang dikelompokkan menjadi Dinding Kaldera Sembalun, Kawah Propok, Sesar Normal Pusuk, Bonduri, Seribu, Tanakiabang, Lantih, Sesar Lentih, Orok, Libajalin, Batujang, Grenggengan dan Berenong.
HUBUNGAN STRUKTUR SESARDENGAN TERBENTUKNYA ENDAPAN ALIRAN PIROKLASTIKDI DAERAH PANAS BUMI SAMPURAGA, MADAILING NATAL - SUMATERA UTARA Soetoyo, Soetoyo
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 3, No 1 (2008): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Buletin Sumber Daya Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Satuan Endapan Aliran Piroklastik ini diperkirakan berumur Kuarter Bawah, menutupi struktur sesar yang ada di daerah telitian,  diperkirakan  sebagai  endapan  vulkanik  dari  kegiatan  erupsi  celah  (fissure  eruption) dan  dimungkinkan  struktur sesar  di  daerah  ini  sebagai  media pembentukannya.Satuan Endapan Aliran  Piroklastik  berkomposisi  dominan  dasitan berukuran pasir - bongkah, fragmen batuan andesitan dan batuapung (pumice) berukuran pasir - kerikil yang cukup padu. tersebar  di  bagian  selatan  dan  tengah  mengisi  celah  depresi  Panyabungan  menutupi  struktur  sesar.  Satuan  ini  terbentuk sebagai endapan aliran piroklastik daratan yang berumur Plio Pleistosen.Pada bagian didaerah dimana endapan piroklastik ini terpotong oleh struktur sesar tersebut, ditafsirkan struktur sesar didaerah ini aktif kembali setelah terbentuknya Endapan Aliran Piroklastik. Sesar normal umumnya berarah baratlaut – tenggara/ berpola hampir berarah utara -selatan, satu dengan lainnya  membentuk  step  fault,  dan  berfungsi  sebagai  pengontrol  pemunculan  manifestasi  panas  bumi    di daerah Sampuraga. Mata  air  panas muncul  ke  permukaan  sebagai  manifestasi  panas  bumi  di  daerah  Sampuraga, melalui  sistim rekahan yang ada.
GUNUNGAPI KARUA DI DAERAH PANAS BUMI BITTUANG, TANA TORAJA, SULAWESI SELATAN:SALAH SATU GUNUNGAPI AKTIF TIPE B(?) DI INDONESIA Soetoyo, Soetoyo
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 5, No 1 (2010): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Buletin Sumber Daya Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gunungapi  Karua merupakan  Gunungapi strato  yang pembentukannya  dimulai pada Kuarter Bawah.  Gunungapi  soliter  di  Kabupaten  Tana  Toraja,  Sulawesi  Selatan  ini geomorfologinya terdiri  dari: Satuan morfologi Puncak  Gunungapi  Karua, Tubuh Gunungapi  Karua, dan Kaki  Gunungapi  Karua.  Batuan  penyusunnya  diawali  dengan lava berkomposisi andesit dan produk selanjutnya mengarah ke dasitik.Pada  akhir  periode  pembentukan  terjadi  letusan  besar  dan  terbentuk  Kaldera  Karua berbentuk  Tapal  kuda, yang membuka  kearah  utara. Kegiatan  Gunungapi  Karua  diakhiri oleh  pembentukan  lava  dome  pada  bagian  puncaknya. Akhir  kegiatan  Gunungapi  Karua, meninggalkan sebuah kaldera dan lava dome yang berada di tengah-tengah Kaldera Karua.Sisa  kegiatan lain berupa  hembusan  gas  solfatara,  air  panas  dan  lapangan  solfatara  yang berada pada graben sempit di tubuh bagian selatan Gunungapi Karua.Gunungapi Karua tidak  pernah bererupsi lagi pada masa sejarah, tetapi  menurut informasi penduduk setempat, pernah terlihat asap tebal dipuncak Gunungapi Karua, yang ditafsirkan sebagai asap yang keluar dari puncak Gunungapi Karua.Gunungapi  Karua  dapat  diklasifikasikan  sebagai  gunungapi  Tipe  B (?) dan  merupakan tambahan kelompok gunungapi aktif di Indonesia.
PENGARUH SESAR NORMAL CEUNOHOT TERHADAP LANDAIAN TEMPERATUR SUMUR JBO-1 DAN JBO-2 DI LAPANGAN PANAS BUMI JABOI, SABANG, NANGGROE ACEH DARUSSALAM Soetoyo, Soetoyo; Widodo, Sri
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 5, No 3 (2010): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Buletin Sumber Daya Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sesar Ceunohot yang teridentifikasi dari survei geologi dan geofiska, memotong/melintang daerah prospek panas bumi Jaboi di antara Gunung Lemo Matee dan Gunung Semeureuguh dengan arah baratdaya – timurlaut. Sesar ini diduga menjadi media naiknya fluida panas bumi dari reservoir menuju permukaan. Hal ini didukung dengan data pengeboran sumur landaian suhu JBO-1 dan JBO-2.Dalam sumur JBO-1 didapati hilang sirkulasi sebesar 55,5 lpm di kedalaman 90,64 sampai 90,84 m dan sebesar 10 lpm pada kedalaman 172 sampai 238 m, dengan landaian suhu sekitar 21 °C. Dalam sumur JBO-2 didapati hilang sirkulasi dengan kisaran 30 sampai 350 lpm di zona kedalaman 21 sampai 43,15 m dan sebesar 30 lpm pada kedalaman 141 sampai 142 m, dengan landaian suhu sekitar 17 °C.Tingginya temperatur gradient di sumur JBO-1 disesbbkan karena letaknya berada lebih dekat dengan zona rekahan sesar Ceunohot.