Toreno, Eko Yoan
Buletin Sumber Daya Geologi

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

Karakteristik Cebakan Bauksit Laterit Di Daerah Sepiluk - Senaning, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat Toreno, Eko Yoan; Moetamar, Moetamar
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 7, No 2 (2012): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Buletin Sumber Daya Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan bauksit laterit di daerah Sepiluk-Senaning, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat terbentuk pada kemiringan lereng 10° s.d. 14°. Batuan asal yang terdapat di daerah ini adalah batuan gunungapi pra-Tersier dengan jenis fonolit kaya akan kandungan unsur aluminium dengan mineral gibsit, felspar dan cliachit yang mudah larut kemudian mengalami proses laterisasi. Penyelidikan bauksit didaerah ini dilakukan dengan channel sampling pada sumur uji dengan ketebalan rata-rata bauksit laterit sebesar 2,6 m dan pengambilan conto sebanyak 39.Hasil korelasi antara penampang sumur uji, memperlihatkan penyebaran bauksit lateritmenipis ke arah tenggara-baratlaut. Berdasarkan hasil analisis kimia terhadap conto laterit diperoleh kadar rata-rata 52,64 % Al O ; 3,60% SiO ; 9,83 % Fe O dan 1,34 % TiO dengan faktor konkresi 0,58 %.
PENYELIDIKAN ENDAPAN KROMIT DIDAERAH TOPOGARO- BUNGKU BARAT PROVINSI SULAWESI TENGAH Toreno, Eko Yoan
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 5, No 2 (2010): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Buletin Sumber Daya Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mineral Kromit merupakan salah satu bahan galian yang sangat dibutuhkan dalam industri-industri stainless steel, gray cast iron, iron free high temperature alloys, dan chromium plating untuk perlindungan permukaan. Di dalam mineral industri, khromit diproses bergabung dengan magnesite seperti magnesia sintered, magnesia calcined dan binders seperti clay, lime, gypsum, bauxite, dan corundum. Hasil yang diperoleh berupa bahan yang tahan terhadap tekanan, tahan terhadap perubahan temperatur, baik sebagai isolasi antara tembok bangunan terhadap asam. Biasanya persentase yang dicari adalah FeO.Cr2O3 dengan kadar Cr2O3 > 42% dan FeO <15% .Berdasarkan hasil analisis mineralogy butir terhadap contoh konsentrat hasil dulang yang diambil selama kegiatan pemboran didaerah Topogaro, Kabupaten Bungku Barat, Sulawesi Tengah diperoleh prosentase mineral kromit (Fe2Cr2O4) dengan kandungan Cr2O3 dalam konsentrat dulang berkisar 7.961%-13.93%Dari hasil penyelidikan permukaan, pemboran dan analisis laboratorium diketahui secara umum mineral kromit dapat dipisahkan dari mineral pengotor sehingga meningkatkan kadar kromit. Dalam hal ini, kandungan kromit tertinggi hasil pendulangan berada pada daerah Barat Laut