Tobing, Robert Lumban
Buletin Sumber Daya Geologi

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

GEOKIMIA ORGANIK DAN KANDUNGAN MINYAK PADA SERPIH SILAT, DI DAERAH NANGA SILAT, KABUPATEN KAPUAS HULU, PROVINSI KALIMANTAN BARAT Tobing, Robert Lumban
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 9, No 2 (2014): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Buletin Sumber Daya Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Serpih minyak merupakan salah satu sumber energi alternatif pengganti minyak bumi konvensional. Di Indonesia, serpih minyak tersebar di banyak tempat, salah satunya Serpih Silat berumur Eosen Atas. Penelitian geokimia organik dan kandungan minyak yang dilakukan pada Serpih Silat di daerah Nanga Silat, Kapuas Hulu bertujuan untuk mengetahui  kelimpahan, tipe, kematangan termal, kuantitas minyak, asal mula dan lingkungan pengendapan material organik yang terkandung di dalam conto batuan. Metode yang dipakai adalah menganalisis, mengkompilasi, dan mengestimasi data hasil analisis TOC (TotalOrganic Carbon), retort, pirolisis, ekstraksi dan GC (Gas Chromatography). Plot silang antara TOC terhadap PY, HI terhadap OI, dan T terhadap HI dan hasil analisis retort memperlihatkan bahwa material organik memiliki potensi yang baik hingga sangat baik untuk menghasilkan hidrokarbon, merupakan kerogen Tipe II (oil prone) dan Tipe III (gas prone), berada pada tahap awal matang, dan jumlah rata-rata kandungan minyak yang dihasilkan sebesar 4,55 liter/ton batuan. Dari hasil analisis kromatografi diperoleh bentuk konfigurasi alkana normal dua puncak (bimodal) yaitu C17 dan C27, C17 dan C28, serta C17 dan C23, serta Plot silang antara pristana/nC17 dan fitana/nC18 mengindikasikan adanya kontribusi material organik asal tumbuhan tinggi/darat dan alga lakustrin/laut pada kondisi oksidasi dan reduksi.
SERPIH SILAT DAERAH NANGASERAWAI, KABUPATEN SINTANG, PROVINSI KALIMANTAN BARAT DAN POTENSINYA SEBAGAI SERPIH GAS Tobing, Robert Lumban
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 8, No 1 (2013): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Buletin Sumber Daya Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Serpih Silat termasuk di dalam Cekungan Melawi yang terendapkan pada lingkungan lakustrin dan delta.Satuan ini tersusun oleh batuan serpih berwarna abu-abu kehitaman-kecoklatan, struktur laminasi,menyerpih, keras dan getas. Setempat-setempat terdapat sisipan batupasir halus berwarna kelabukekuningan.Hasil analisis geokimia organik dan maseral pada conto serpih terindikasi mengandung material organikdengan kategori sedang-baik. Material organik tersebut terdiri dari maseral vitrinit dan liptinit. Maseralvitrinit berasal dari tumbuhan tinggi, dan maseral liptinit berasal dari lemak tanaman atau alga laut.Berdasarkan hasil analisis TOC, kandungan organik pada serpih tersebut berkisar 0,54 -1,15%, yangmerupakan kerogen tipe III dan campuran antara kerogen tipe 11/111. Kerogen tipe III memilikikecenderungan untuk menghasilkan gas, sedangkan campuran kerogen tipe IIIIII memilikikecenderungan menghasilkan gas dan minyak.
CHARACTERISTICS OF GAS SHALE IN DAKEBO FORMATION, AT WAGHETE AREA - PAPUA PROVINCE Tobing, Robert Lumban
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 10, No 1 (2015): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Buletin Sumber Daya Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dakebo Formation is found in Akimeugah Basin. The formation is interpreted as Pliocene in age and it is sedimented on alluvial fan and flood plain environment, composed by conglomerate, sandstone, sandy shale, mudstone and lignite. In megascopic view, samples of rock in this area are blackish gray. Among shale beds there are thin sandstones and limestones layers as well as remains ofbrownish to blackish plants. The organic geochemistry and maceral analyses indicate that samples of rock contain organic material with fair to very good classification as source rocks, and consist of vitrinite and liptinite macerals. The presence of vitrinite maceral is ‘rare to major’ and liptinite is ‘rare to common’. Based on the TOC analysis, abundance of the organic material is about 3.11% to 12.62% with type II and type III kerogen. T value is about 401ºC to 431ºC and Rv is 0.28% to 0.31% indicated that organic material is immature. Kerogen type II has prone to produce oil and type III has prone to produce gas. 
KAJIAN AWAL SUMBER DAYA BATUBARA DAN NISBAH PENGUPASAN (STRIPPING RATIO), DI PULAU NIAS - PROVINSI SUMATERA UTARA Tobing, Robert Lumban
Buletin Sumber Daya Geologi Vol 2, No 3 (2007): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Buletin Sumber Daya Geologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pulau Nias terletak di Samudera Hindia dan berada di bagian Baratdaya Propinsi Sumatera Utara. Daerah ini memiliki sumber daya batubara yang terkandung dalam Formasi Lelematua berumur Miosen Awal – Pliosen Bawah dan dalam Formasi Gomo yang berumur Miosen Tengah – Pliosen Bawah. Singkapan batubara dari kedua formasi ditemukan masing-masing di Blok Alooa dan Blok Muzoi.Berdasarkan perhitungan sumber daya batubara daerah kajian, sumber daya batubara Formasi Lelematua  pada kedalaman 0-100 meter adalah sebesar 950.671 ton dengan  nisbah pengupasan berkisar 28~40, sedangkan pada kedalaman 100– 500 meter teridentifikasi sumber daya batubara sebesar 3.870.351 ton.Pada Formasi Gomo besar/jumlah sumber daya batubara pada kedalaman 0–100 meter adalah 8.707.353 ton dengan nisbah pengupasan berkisar 21~95, sementara pada kedalaman 100–500 meter teridentifikasi sumber daya batubara sebesar 26.920.070 ton.