Sujadmi, Sujadmi
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung

Published : 7 Documents
Articles

Found 7 Documents
Search

PEMBERDAYAAN MASYARAKAT BERPARADIGMA ”PEOPLE CENTERED DEVELOPMENT” (PENANGGULANGAN DAMPAK BURUK PERTAMBANGAN DENGAN PEMETAAN DAN PEMANFAATAN MODAL SOSIAL) Harahap, Fitri Ramdhani; Sujadmi, Sujadmi
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 2 No 2 (2015): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberdayaan masyarakat di Desa Gunung Muda, Riding Panjang, dan Desa Lumut, Kecamatan Belinyu Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) bertujuan untuk memetakan dan mengidentifikasi masalah-masalah mendasar yang dialami oleh masyarakat Bangka Belitung khususnya masyarakat di Desa Gunung Muda, Riding Panjang, dan Desa Lumut, Kecamatan Belinyu terkait kegiatan penambangan timah, merencanakan dan mengembangkan potensi modal sosial yang dimiliki masyarakat untuk kepentingan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan masyarakat di Kecamatan Belinyu dan memetakan modal modal sosial yang potensial untuk dijadikan sebagai modal untuk mengatasi dampak buruk pertambangan timah. Kegiatan pemberdayaan dengan pendekatan People Centered Development sebagai sebuah model pembangunan partisipatoris yang berpusat pada rakyat menggunakan metode pemetaan sosial dan pemetaan fisik.Pemetaan sosial dan pemataan fisik fokus untuk memetakan permasalahan yang ditimbulkan sebagai dampak buruk pertambangan timah yang dihadapi oleh masyarakat di Kecamatan Belinyu. Dalam upaya memetakan permasalahan sosial lingkungan fisik, maka yang dilakukan adalah mengidentifikasi modal sosial potensial dan dampak buruk pertambangan timah, menemukan alternatif solusi penanganan dampak buruk pertambangan timah, meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat terkait penanganan dampak buruk pertambangan timah, meningkatkan peran serta masyarakat dan pemerintah, serta membentuk dan menguatkan sistem kelembagaan sosial dalam penanganan dampak buruk pertambangan timah.Adapun hasil pelaksanaan kegiatan sebagai bentuk program KKN-PPM 2015 ditemukan beberapa metode yang dituangkan dalam kegiatan yaitu (1) pemetaan sosial dan pemetaan fisik dalam upaya mengidentifikasi modal sosial potensial dan dampak buruk pertambangan, (2) diskusi kelompok terarah (focus group discussion) dan sosialisasi untuk menemukan alternatif solusi penanganan dampak buruk pertambangan timah, (3) penyuluhan dan pelatihan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat, (4) penyuluhan, pelatihan dan kunjungan lapangan (site visit) untuk meningkatkan peran serta masyarakat dan pemerintah, dan (5) pendampingan kelompok untuk membentuk dan menguatkan sistem kelembagaan sosial dalam penanganan dampak buruk pertambangan timah.
PEMETAAN FISIK LINGKUNGAN TAMBANG, DAMPAK DAN POTENSI YANG DAPAT DIKEMBANGKAN Irvani, Irvani; Harahap, Fitri Ramdhani; Sujadmi, Sujadmi
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung Vol 2 No 2 (2015): Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penambangan timah selama ratusan tahun di Pulau Bangka menyebabkan kerusakan puluhan ribu hektar lahan. Melalui Kuliah Kerja Nyata Pemberdayaan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) dilakukan pemetaan fisik kerusakan lingkungan akibat penambangan beserta potensi yang dapat dikembangkan di Desa Lumut, Riding Panjang dan Gn. Muda Kec. Belinyu, Kab. Bangka. Pemetaan fisik dilakukan melalui observasi lapang wilayah tambang, diskusi kelompok terarah (FGD) dan sosialisasi potensi kolong. Lebih dari 3.000 ha lahan berupa lahan kritis, kerusakan lingkungan mengakibatkan erosi, sedimentasi, banjir, kekeringan dan potensi longsoran. Kolong memiliki potensi dikembangkan sebagai sumber air bersih, budidaya ikan dan wisata kolong. Umumnya masyarakat memanfaatkan kolong sebagai sumber air bersih pada musim kemarau. Sebanyak 40 dari 128 kolong memiliki potensi dikembangkan sebagai sumber air bersih, lokasi budidaya ikan air tawar dan pengembangan wisata kolong.
Upaya Pencegahan Sexual Violence Pada Remaja Sekolah di Merawang Kabupaten Bangka Sujadmi, Sujadmi; Febriani, Luna; Herdiyanti, Herdiyanti
Society Vol 6 No 2 (2018): Society
Publisher : Laboratorium Rekayasa Sosial FISIP Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (223.278 KB) | DOI: 10.33019/society.v6i2.69

Abstract

Salah satu bentuk tindak kekerasan yang sering dialami oleh anak dan kelompok remaja khususnya perempuan adalah tindak kekerasan seksual atau pelecehan seksual. Berbagai bentuk dan modus pelaku tindakan kekerasan secara seksual ini mayoritas dilakukan oleh kelompok orang dewasa dan bahkan anggota keluarga terdekat. Para pelaku pendidik yang notabene menjadi panutan para anak didiknya justru melakukan tindakan yang diluar etika, nilai dan norma. Menghadapi permasalahan ini, maka sekiranya dibutuhkan wawasan dan sebuah strategi guna mencegah terjadinya tindak kekerasan seksual yang menimpa kalangan usia anak dan remaja khususnya perempuan. Upaya yang dapat dilakukan adalah mengedukasi pendidikan seksual pada beberapa pihak terkait dan pada anak dan remaja perempuan agar mampu mengenali jenis atau bentuk dari kekerasan seksual. Bentuk edukasi yang dilakukan menggunakan metide atau teknik sosialisasi dan penyuluhan. Sosialisasi dilakukan dengan membagikan atau kampanya dengan menyebarkan pamflet dan stiker kepada kelompok-kelompok remaja dan warga masyarakat umum. Instansi sekolah tingkat SLTP dan SLTA menjadi bagian sasarannya. Metode penyuluhan dilaksanakan  dengan mitra SMAN 1 Merawang. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari latar belakang kesehatan dan psikologi.  Harapannya dengan adanya wawasan tentang ragam jenis dan bentuk tindakan kekerasan, para orang tua, masyarakat bahkan anak dan remaja perempuan dapat membentengi diri dari ancaman tindak kekerasan yang ada disekitarnya.
PEREMPUAN DALAM ARENA KEKERASAN DOMESTIK: (Studi Dokumen Penyebab Kekerasan pada Perempuan dalam Rumah Tangga di Pulau Bangka) Sujadmi, Sujadmi
Society Vol 5 No 1 (2017): Society
Publisher : Laboratorium Rekayasa Sosial FISIP Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (702.439 KB) | DOI: 10.33019/society.v5i1.23

Abstract

Tulisan ini mencoba untuk menganalisis berbagai bentuk kekerasan yang terjadi pada perempuan dalam rumah tangga atau keluarga. Lebih lanjut mencoba menggali kemungkinan penyebab yang melatarbelakangi terjadinya tindak kekerasan pada perempuan. Mansour Fakih mengemukakan bahwa pada dasarnya penyebab terjadinya kekerasan terdiri atas dua faktor yakni internl dan eksternal. Berangkat dari pandangan tersebut, maka tulisan ini akan mencoba mengkajinya melalui studi dokumentasi. Data-data yang digunakan untuk melakukan analsis adalah hasil penelusuran dokumentasi dari beberapa sumber. Hasil analisis menyebutkan bahwa tindak kekerasan yang dialami oleh perempuan di Pulau Bangka mayoritas disebabkan oleh faktor internal yakni terkait persoalan ekonomi rumah tangga. Lebih lanjut adanya pandangan tabu akan persoalan keluarga jika dipublikasikan sehingga perempuan cenderung lebih memilih diam dan tidak melaporkan pada pihak yang berwajib. Disini menunjukkan adanya faktor internal dan eskternal baik dari sisi perempuan maupun keluarga itu sendiri.
YANG MINORITAS : YANG TERTINDAS (ANALISIS KONFLIK AHMADIYAH VS "ISLAM") Sujadmi, Sujadmi
Society Vol 1 No 1 (2013): Society
Publisher : Laboratorium Rekayasa Sosial FISIP Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (81.062 KB) | DOI: 10.33019/society.v1i1.44

Abstract

Kekuasaan ada di mana-mana, demikian diungkapkan oleh Foucault. Kekuasaan yang dimiliki oleh mayoritas yang tidak jarang membawa adanya konflik dengan pihak minoritas. Sama halnya dengan agama, agama seperti dua sisi mata uang. Di satu sisi kepercayaan memberi jalan menuju perdamaian, tetapi di sisi lain agama dianggap sebagai sumber perpecahan dalam masyarakat. Agama agama mayoritas dianggap sebagai yang kuat atau memiliki kekuatan dalam masyarakat bahkan lebih dominan daripada negara dengan agama lain yang minoritas. Konflik agama sering terjadi di berbagai negara dan bahkan Indonesia pada kenyataannya sebagai negara multikultural dalam agama. Konflik tidak hanya antara agama yang berbeda, bahkan beberapa konflik internal / co-agamawan karena perbedaan dalam penafsiran tulisan suci yang akhirnya mengarah pada anarki. Masalah agama akan sulit diatasi jika kedua belah pihak menggunakan mata mereka untuk mencari kebenaran. Sebagai negara multikultural, semestinya semua pihak dapat saling menghargai dan menghormati satu sama lain serta memahami dan memahami Hak Asasi Manusia yang dimiliki oleh masing-masing indivvidu. Kebebasan beragama adalah salah satu hak yang harus dilindungi. Dalam kasus-kasus minoritas di negara ini, seandainya pemerintah negara dalam hal ini mampu melindungi warganya dan menjunjung tinggi hak asasi manusia dalam pelukan dan meyakini suatu agama.
PERLINDUNGAN HUKUM DAN ANALISIS POTENSI DESAIN INDUSTRI PADA EKONOMI KREATIF YANG BERBASIS ILMU PENGETAHUAN YANG DIHASILKAN OLEH UMKM DI KOTA PANGKALPINANG Nugroho, Sigit; Sujadmi, Sujadmi
PROGRESIF: Jurnal Hukum Vol 10 No 2 (2016): PROGRESIF: Jurnal Hukum
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.863 KB) | DOI: 10.33019/progresif.v10i2.194

Abstract

Businesses creativity is needed in maintaining Indonesia's economy, especially in the field of industrial design, so that the resulting industrial design businesses in Indonesia can be protected. One measure that can boost the economy of a region is how much the intellectual property to protected and developed as a defense of wealth and the economy of a region or nation. The purpose this research is to analyze the legal protection and the potential for industrial design in the creative economy in Pangkalpinang. This research, using qualitative research with descriptive research strategy (descriptive research). Object in this research regarding legal protection and the potential for industrial design in the creative economy. From this research can be generated that design in the creative economy in Pangkalpinang not many. The resulting designs are still not adequately protected. Industrial designs in Pangkalpinang still have the potential to be featured as one proponent of the community's economy, especially in Pangkalpinang.
Pemberdayaan Kelompok Remaja Berbasis Kultural Sebagai Upaya Penanggulangan Dan Pencegahan Kenakalan Remaja Dan Narkoba Di Desa Penagan Kecamatan Mendo Barat Sujadmi, Sujadmi; Saputra, Putra Pratama
Society Vol 5 No 2 (2017): Society
Publisher : Laboratorium Rekayasa Sosial FISIP Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.765 KB) | DOI: 10.33019/society.v5i2.54

Abstract

Remaja dan kenakalan renmaja khususnya narkoba senantiasa menjadi persoalan yang menarik perhatian dan utuh perhatian serius dari berbagai pihak. Generasi muda merupakan generasi penerus dan pelurus bangsa di kemudian hari. Mewujudkan generasi yang aktif, kreatif dan inovatis sudah tentu menjadi tugas bersama oleh berbagai kalangan. Program ini mencoba untuk mengupayakan penanggulangan dan pencegahan kenakalan remaja dan narkoba pada kelompok remaja di Desa Penagan Kecamatan Mendo Barat. Perspektif yang digunakan untuk melaksanakan program ini adalah perspektif pembangunan yang berpusat pada manusia/masyarakat yakni pemberdayaan masyarakat. Konsep pemberdayaan masyarakat yang selama ini digadang-gadang sebagai upaya melakukan perubahan sosial yang efektif akan digunakan dalam pelaksanakan program ini. Metode pemberdayaan yang digunakan mengacu pada strategi pemberdayaan yang mencakup tiga hal. Pertama yaitu perencanaan, kedua aksi sosial dan yang ketiga peningkatan kesadaran dan pendidikan. Ketiga strategi ini akan dilaksanakan melalui beberapa tahapan dalam proses pemberdayaan. Pertama, menghadirkan kembali pengalaman yang memberdayakan dan tidak memberdayakan. Kedua,mendiskusikan alasan mengapa terjadi pemberdayaan dan penindakberdayaan. Ketiga, mengidentifikasikan suatu masalah atau poyek. Keempat, mengidentifikasi basis daya yang bermakna untuk melakukan perubahan dan kelima, mengembangkan rencana-rencana aksi dan mengimplementasikannya. Strategi pemberdayaan tersebut akan direalisasikan ke dalam empat kegiatan yang berbasiskan kultur masyarakat. Keempat kegiatan yang dimaksud adalah pesantren kilat, nganggung bersama, perkemahan sehari semalam, dan pekan olahraga dan seni. Keempat kegiatan ini akan menyasar para remaja yang ada di lokasi program. Hasil akhir dari program ini menyasar pada terbentuknya Kelompok Remaja/Pemuda Aktif Penagan. Kelompok ini diharapkan dapat meneruskan upaya memberdayakan masyarakat setempat dalam upaya menanggulangi dan mencegah kenakalan remaja dengan menciptakan remaja yang aktif, kreatif dan inovatif.