Lubis, Humairah Medina Liza
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Published : 7 Documents
Articles

Found 7 Documents
Search

Kajian Molekuler P53 Pemanfaatan Tanaman Herbal Buah Legundi (Vitex Trifolia L) Terhadap Massa Tumor Jaringan Kulit Lubis, Humairah Medina Liza
Buletin Farmatera Vol 3, No 1 (2018): Buletin Farmatera
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.212 KB) | DOI: 10.30596/bf.v3i1.1242

Abstract

Tujuan jangka panjang penelitian adalah untuk (1) membuktikan dan menganalisa potensi antikanker dari ekstrak etanol buah legundi (V. trifolia) pada tikus putih yang diinduksi benzoalphapyrene, (2) membuktikan adanya hubungan antara molekul protein p53 dengan kejadian sel kanker kulit, (3) membuktikan dan menjelaskan patogenesis terjadinya kanker kulit dengan melihat ekspresi protein p53 yang diduga kuat mengalami mutasi dan kerusakan gen.Target khusus yang ingin dicapai dari penelitian ini adalah memperoleh data yang valid dan akurat tentang potensi ekstrak buah legundi (V. trifolia) sebagai antikanker berdasarkan pemeriksaan biomolekuler protein p53 pada tikus putih yang diinduksi benzoalphapyrene.Metode yang dipakai adalah dengan menggunakan sampel 25 blok jaringan tumor kulit dari tikus putih jantan jenis Wistar yang dibagi atas 5 kelompok, yaitu (1) blok parafin K1 = blok histologi kelompok kontrol negatif yang diambil dari jaringan kulit tikus normal (tikus hanya diberi diet standar tanpa induksi benzoalphapyrene), (2) blok parafin K2 = blok histologi kelompok kontrol positif (tikus diberi diet standar, diinduksi benzoalphapyrene pada lapisan subkutan, setelah timbul massa tumor tidak diberi ekstrak buah legundi, dan diterminasi pada minggu ke-3 untuk melihat jenis tumor kulit secara mikroskopik), (3) blok parafin P1 = blok histologi perlakuan 1 (tikus diberi diet standar, diinduksi benzoalphapyrene pada lapisan subkutan bersamaan dengan pemberian ekstrak buah legundi0,5g/kgBB/hari selama 2 minggu secara oral), (4) blok parafin P2 = blok histologi perlakuan 2 (diberi diet standar, diinduksi benzoalphapyrene pada lapisan subkutan, setelah timbul massa tumor diberi ekstrak buah legundi0,5g/kgBB/hari selama 2 minggu secara oral), (5) blok parafin P3 = blok histologi perlakuan 3 (diberi diet standar, diinduksi benzoalphapyrene pada lapisan subkutan, setelah timbul massa tumor diberi ekstrak buah legundi1g/kgBB/hari selama 2 minggu secara oral).Hasil penelitian didapatkan 3 slide (60%) dari kelompok kontrol yang diinduksi benzoalphyrene adalah tumor ganas (non keratinizing squamous cell carcinoma), 1 slide (20%) adalah lesi atipik, dan 1 slide (20%) adalah lesi jinak. Dengan menggunakan pewarnaan imunohistokimia p53 didapatkan bahwa 2 tumor ganas menunjukkan ekspresi protein p53 kuat sedangkan 1 tumor ganas menunjukkan ekspresi sedang. Pada sel atipik menunjukkan ekspresi lemah sedangkan lesi jinak tidak menunjukkan ekspresi protein p53.  
High-Grade Endometrial Stromal Sarcoma Lubis, Humairah Medina Liza
Buletin Farmatera Vol 2, No 2 (2017): Buletin Farmatera
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.115 KB) | DOI: 10.30596/bf.v2i2.937

Abstract

High-Grade Endometrial Stromal SarcomaAbstrak: High-grade endometrial stromal sarcoma merupakan tumor yang agresif dan pada kebanyakan kasus, kematian sering terjadi tiga tahun setelah histerektomi.Ditandai dengan ketiadaan diferensiasi spesifik dan gambaran histologis yang tidak menyerupai stroma endometrium. Insidensinya diperkirakan sekitar 10% dari keseluruhan tumor mesenkim uterus dan hanya 0,2% dari seluruh keganasan uterus. Sering ditemukan pada korpus uterustetapi dapat meluas ke ekstrauterus.Umumnya keluhan berupa perdarahan pervaginam, nyeri panggul dan pada pemeriksaan fisik terkadang menunjukkan pembesaran uterus atau penonjolan tumor melewati cervical os. Kami melaporkan satu kasus yang ditemukan di praktek swasta dokter spesialis Patologi Anatomi dan RSUP H. Adam Malik Medan pada seorang wanita berumur 27 tahun dengan keluhan perdarahan pervaginam sejak 6 tahun yang lalu. Dilakukan STAH dan BSO di rumah sakit daerah dan beberapa bulan kemudian dilakukan biopsi serviks. Pemeriksaan histopatologi pada endometrium dan serviks didapatkan gambaran yang sama berupa komponen sarcomatous yang diduga berasal dari stroma endometrium. Imunohistokimia menggunakan marker S-100 protein, Vimentin, Desmin, SMA dan CD10, dengan komponen mesenkim yang positif pada Vimentin, Desmin dan SMA, sedangkan komponen epitelial negatif dengan S-100 protein. Kemudian untuk membedakannya dengan limfoma Non Hodgkin dipakai marker CD10 dengan hasil negatif.Sehingga dapat disimpulkan sebagai kasus High-Grade Endometrial Stromal Sarcoma pada endometrium dan serviks.Kata kunci: high-grade endometrial stromal sarcoma, low-grade endometrial stromal sarcoma, stroma endometrium, imunohistokimia. High-Grade Endometrial Stromal Sarcoma Abstract: High-grade endometrial stromal sarcoma is an aggressive tumor, and death occurs from tumor dissemination within three years after hysterectomy in most cases. A high grade endometrial sarcoma that lacks specific differentiation and bears no histological resemblance to endometrial sarcoma. Represent approximately10% of all uterine mesenchymal tumors. Most occurs in corpus uterine and adjacent to extra uterine. The patient had vaginal bleeding, pelvic pain and on physical examination findings uterine enlargement throughout cervical os. We report an unusual case of ESS arising in a-27-year-old woman had vaginal bleeding since 6 years previously. She had undergone subtotal hysterectomy and bisalphyngoovorectomy previously and a few months ago had cervical biopsy. On histological findings, sarcomatous component was suspectly endometrial stromal origin. Immunostaining showed that mesenchymal component were vimentin, desmin, and SMA-positive, whereas epithelial component were S-100 protein-negative. Distinction ESS from Non Hodgkin lymphoma was usedCD10 antigen, and the result was stained negative for CD10. The conclusion for this case was High-Grade endometrial stromal sarcoma on endometrial and cervical uterine.Keywords: High-Grade Endometrial Stromal Sarcoma, Low-Grade Endometrial Stromal Sarcoma, endometrial stromal, imunohistochemistry
Penghambat Aktifitas Proliferasi Sel dan Perubahan Histopatologi Epitelial Jaringan Paru dengan Pemberian Ekstrak Buah Pare ( Momordica charantia ) Chan, Muhammad Zulfikar Karim; Ulfa, Isnaini; Harahap, Muhammad Farouq Hilmi; Utami, Tania Mulia; Putri, Rizkitha Martono; Lubis, Humairah Medina Liza
Buletin Farmatera Vol 2, No 2 (2017): Buletin Farmatera
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (136.171 KB) | DOI: 10.30596/bf.v2i2.1063

Abstract

Penghambat Aktifitas Proliferasi Sel dan Perubahan Histopatologi Epitelial Jaringan Paru dengan Pemberian Ekstrak Buah Pare ( Momordica Charantia )                                                   Abstrak: Indonesia  merupakan  negara  tropis  yang  mempunyai  dua  iklim,  yaitu musim panas dan musim hujan. Hal ini menyebabkan perkembangan nyamuk di Indonesia  semakin  meningkat,  terutama  selama  musim  pancaroba. Hal ini dimanfaatkan oleh produsen obat nyamuk terutama obat nyamuk bakar oleh karena daya beli masyarakat yang kurang. Padahal obat nyamuk jenis ini sangat berbahaya bagi kesehatan paru. Banyak tanaman herbal yang sudah diteliti untuk kesehatan manusia, salah satunya adalah tanaman pare yang memiliki kandungan antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh  pemberian  ekstrak buah pare (Momordica charantia) terhadap aktifitas proliferasi sel dan perubahan histopatologi epitelial jaringan paru tikus Wistar yang diinduksi obat nyamuk bakar. Penelitian ini terdiri dari dua perlakuan yaitu kelompok kontrol dan kelompok yang dipapar asap obat nyamuk selama 6 jam perhari. Nekropsi untuk pengambilan sampel dilakukan setelah 1 bulan perlakuan pada tikus dan dibuat sediaan histopatologi. Analisis berupa nekrosis, perdarahan, peradangan dan kongesti yang dilakukan dengan pengamatan histopatologi jaringan dibawah mikroskop dengan pembesaran 100x dan 400x pada empat lapangan pandang. Data hasil penelitian ditabulasi, diskoring,dan dianalisis dengan menggunakan uji non parametrik Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan nyata antara skor nekrosis, perdarahan, peradangan dan kongesti antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Dapat disimpulkan bahwa terdapat perbaikan pada gambaran histopatologi parenkim paru.Kata kunci: aktifitas proliferasi sel, ekstrak buah pare,, epithelial jaringan paru, histopatologi, obat nyamuk bakar. The Effect of Giving Pare Extract (momordica charantia) to Cell Proliferation Activity and Epistastial Histopathological Changes of Wistar Lung Tissue Abstract: Indonesia is a tropical country that has two climates, namely summer and rainy season. This causes the development of mosquitoes in Indonesia is increasing, especially during the transition season. It is utilized by mosquito repellent manufacturers, especially mosquito coils, because of the poor peoples purchasing power. Though this type of mosquito repellent is very dangerous for lung health. Many herbs that have been studied for human health, one of them is a pare that has antioxidant content. This study aimed to determine the effect of giving pare extract (Momordica charantia) to cell proliferation activity and epistastial histopathological changes of Wistar lung tissue. This study consisted of two treatments, namely control group and the group that exposed the smoke of mosquito coil exposed for 6 hours per day. Necropsy for sampling was performed after 1 month of treatment in mice. Sample organ taken in the right and left lung for histopathology making process. Analysis of necrosis, bleeding, inflammation and congestion is done by histopathological observation of tissue under a microscope with 400x and 1000x magnification with four field of view. The research data was tabulated, diskored, and analyzed using non parametric Kruskal-Wallis test. The results showed that there were significant differences between necrosis score, bleeding, inflammation and congestion between treatment group and control group. It can be concluded that there are improvements in the histopathology of the pulmonary parenchyma.Keyword: cell proliferative activity, histopathology, pulmonary tissue epithelial, smoke of mosquito coil.
CROHN DISEASE Lubis, Humairah Medina Liza
JURNAL IBNU SINA BIOMEDIKA Vol 1, No 2 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (780.395 KB) | DOI: 10.30596/isb.v1i2.1651

Abstract

Crohn disease merupakan salah satu dari idiopathic inflammatory bowel disease disamping ulcerative colitis. Crohn disease, dikenal juga dengan granulomatous colitis, regional enteritis dan terminal ileitis adalah penyakit autoimun yang melibatkan banyak area dari traktus gastrointestinal mulai dari esofagus hingga anus, tetapi kebanyakan melibatkan small intestine (ileum terminalis) dan kolon, biasanya multifokal. Gejala khas nyeri abdomen flare up, berulang, mereda dan bersifat kronis. Didapatkan satu kasus Crohn Disease pada seorang wanita berusia 52 tahun dengan keluhan nyeri perut seperti disayat pisau yang telah dialaminya selama 1 tahun. Dari hasil mikroskopik didapatkan gambaran yang mendukung suatu lesi Crohn disease.
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BUAH PARE (MOMORDICA CHARANTIA) TERHADAP GAMBARAN HISTOPATOLOGI ORGAN TRAKEA PADA TIKUS WISTAR YANG DIINDUKSI OBAT NYAMUK BAKAR Utami, Tania Mulia; Lubis, Humairah Medina Liza; Delyuzar, Delyuzar; Sutysna, Hendra
JURNAL IBNU SINA BIOMEDIKA Vol 2, No 1 (2018)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.5 KB) | DOI: 10.30596/isb.v2i1.1907

Abstract

Background: indonesia is a tropical country and has two seasons, there are summer and rainy season. This condition will  increase the population of mosquito especially in transition period. The producer of insect-repellent use this opportunity to make mospuito coil. In fact, mosquito coil is dangerous for the healthy of trachea. There are many herbs has been investigated, including pare, because it contains antioxidant. Objective: This experiment is about the effect of pare’s extract (Momordica charantia) in  histopathology of trachea in wistar mouse which is induced by mosquito coil. Method : laboratoric experiment with posttest only with control group design. Mouses divide into 4 groups and will be treat for 30 days. After that, the extract will be given in250mg/bw and500mg/bw. This experiment will examine the histopathology of trachea with HE and  light microscope. The data will be analyzed with Kruskal-wallis post Hoc Mann-Whitney. Result: there are significant diffrentiation  in degeneration, metaplasia, necrosis, and mucose thickening score in experiment and control group. Giving 250mg/bw and 500mg/bw of pare’s extract show improvement in trachea tissue. Conclusion: giving mosquito coil can induce the damage of trachea tissue with degeneration, metaplasia, necrosis and mucose thickening process. Giving pare’s extract as antioxidant show the improvement of trachea histopathologyKeywords: pare’s extract, mosquito coil, trachea histopathology, flavonoid.
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN LEMBAYUNG (Vigna unguiculata) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH TIKUS DIABETES MELLITUS DENGAN INDUKSI ALOKSAN Afelita, Tia; Sari, Indah Permata; Zulkarnain, Rizki Chairani; Hasanah, Nurul; Lubita, Mardiyah; Lubis, Humairah Medina Liza
JURNAL IBNU SINA BIOMEDIKA Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.427 KB) | DOI: 10.30596/isb.v1i1.1112

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak dan lembayung terhadap kadar glukosa darah tikus putih yang diinduksi aloksan. Daun lembayung ini diketahui mengandung flavonoid yang mempunyai efek hipoglikemik.Penelitian ini bersifat eksperimental dan pre dan post group design. Hewan uji yang digunakan 20 ekor tikus putih jantan galur wistar dengan berat badan ±200 gram. Tikus putih dibagi dalam 4 kelompok masing-masing 5 ekor, yaitu, kelompok II sebagai kelompok positif (aloksan), kelompok III dan IV masing-masing diberikan ekstrak daun lembayung 3,6 mg/kgbb dan 7,2 mg/kgbb secara oral. Pengukuran kadar glukosa darah puasa tikus putih dilakukan pada hari pertama (sebelum pemberian aloksan), setelah pemberian aloksan, serta setelah pemberian perlakuan. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANOVA dengan nilai p = 0,000. Hasil analisis uji Pos Hoc menunjukkan kelompok perlakuan pemberian ekstran daun lembayung memiliki perbedaan bermakna dengan kelompok kontrol. Hasil analisis uji T-Tes kelompok perlakuan menunjukkan perbedaan kadar glukosa darah yang signifikan antara sebelum dan setelah perlakuan. Abstrak Lembayung leaf extract contains flavonoids compound known as hypoglycemic agents. This research aimed to know the effect of lembayung leaf extract on the blood glucose in hyperglycemic white rad induced by alloxan.This was an experimental research with pre-end post-test design. The subjects were twenty wistar mal write rats selected by a simple random technique. They were divided into 4 groups, normal control group (Aquades group), positive control group (alloxan), and two group of lembayung leaf extract based on dose 3,6 mg/kgbb and 7,2 mg/kgbb. Blood glucose were measured in the first day as GDP1, after alloxan induced as GDP2, and the last, after treatment. The data were analyzed by Anova test followed by Post Hoc Test using SPSS.This research showed that there was significant difference between four groups p = 0,000 by Anova. All lembayung leaf extract group has significant difference with control group by Post Hoc Test. All treatment group has significant difference between pre- and post-test by T-TestKeywords : lembayung leaf extract, blood glucose, flavonoid 
Kajian Molekuler Interleukin-4 pada Aspirat Limfadenitis sebagai Faktor Risiko Kejadian Tuberkulosis Ekstra Paru Lubis, Humairah Medina Liza
Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 2 (2017): JURNAL KEDOKTERAN DAN KESEHATAN
Publisher : Faculty of Public Health, Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada infeksi tuberkulosis, sitokin mempunyai efek biologis metabolik seperti hipoglikemia, pireksia, inflamasi, dan dalam kadar tinggi dapat merusak sel terutama endotel, bahkan dapat menguntungkan pertumbuhan kuman karena meningkatkan sitoadherens. Pada kadar yang tepat bersifat protektif namun pada kadar yang berlebihan justru berefek patologis  Timbulnya  tuberkulosis  ekstra  paru  ditentukan oleh  keseimbangan  antara  kadar sitokin proinflamasi dan anti-inflamasi, yaitu berupa rasio Interleukin 4 (IL-4) rendah dan meningkatnya produksi IFN-γ. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) membuktikan dan menganalisa peran Interleukin 4 sebagai   faktor   resiko   kejadian   limfadenitis   tuberkulosis, (2) menjelaskan patogenesis terjadinya limfadenitis tuberkulosis  berdasarkan ekspresi Interleukin 4 yang tertampil pada aspirat limfadenitis tuberculosis Penelitian ini menggunakan sampel 25 slide yang diperoleh dari pasien pembengkakan kelenjar getah bening leher dan didiagnosis sebagai limfadenitis tuberkulosis. Dilakukan pewarnaan imunositokimia dengan antigen Interleukin 4. Limfadenitis TB berupa badan-badan  kecil  berbentuk  oval  gelap  di  dalam  kelompokan  makrofag dijumpai 6 kasus positif (67%) dan 3 kasus negatif (33%), sedangkan limfadenitis TB berupa bercak bercak gelap dengan massa amorf eosinofilik 14 kasus positif (88%) dan 2 kasus negatif (12%). Dari analisa data memiliki nilai yang bermakna. Tampilan IL-4 pada badan- badan kecil oval berwarna gelap di dalam kelompokan beberapa makrofag dan bercak-bercak gelap dengan massa amorf eosinofilik merupakan proses imunologi terhadap bakteri basil yang masuk kedalam tubuh manusia dan dapat dipakai sebagai petanda faktor resiko kejadian limfadenitis tuberkulosis. Kata kunci: Interleukin-4, aspirat limfadenitis, faktor resiko, tuberkulosis ekstra paru