p-Index From 2015 - 2020
0.659
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Tuah Talino MABASAN
Asfar, Dedy Ari
Faculty of Languages and Arts, Yogyakarta State University

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

DIFTONGISASI DALAM BAHASA RIBUN Asfar, Dedy Ari
Tuah Talino Vol 11 (2017): TUAH TALINO
Publisher : Balai Bahasa Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.139 KB) | DOI: 10.26499/tt.v11i0.1046

Abstract

Ribun or Hibun language spoken around the District of TayanHulu, TayanHilir, Bonti, Kembayan, and Parindu, West Kalimantan. This paper discusses the diphthongization in Ribun language. This paper uses phonetic analysis (Collins, 1983, 2016). The result of this paper there are unique diphthongizationin Ribun. Firstly, diphthongization appear to indicate diphthongs with vowels of glide, namely high vowel /u/ and a middle vowel /o/ which followed by of glide at the end of a word, which is not followed by a consonant. Second, the high front vowel /i/, high back vowel /u/, low central vowel /a/, front middle vowel /e/, and the rear middle vowel /o/ experienced of glidein the final syllable position covered consonants. However, the style of thisdiphthongization is different, in this position, high vowel /i/ show of glide [ə] fronts /ʔ/, /h/, and nasal /ŋ/. High back vowel /u/ show of glide [a] front /h/ and of glide [ə] front /h/ and /ŋ/.
Telaah Struktur Naratif pada KKPK Ibuku Chayank, Muach Karya Penulis Cilik Izzati Inda, Dian Nathalia; Asfar, Dedy Ari
Tuah Talino Vol 10 (2016): TUAH TALINO
Publisher : Balai Bahasa Kalimantan Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (362.367 KB) | DOI: 10.26499/tt.v10i0.1502

Abstract

Today, children literature no longer  written by  adults, but children can share their creativity and imagination in this literature. Some publishers accommodate this creativity by publishing children books  named PCPK and KKPK. Children books is very interesting because it is written, read and enjoyed by children. In writing the story, the children have different styles with adults. They reveal things according to their own world. In that regard, not an anomaly if the writer want to analize it,  especially in terms of narrative structure and children literature genre in KKPK. The purpose of this study to examine the narrative structure and children literature genre in the stories of  Ibuku Chayank, Muach! This study used descriptive qualitative method. Sources of data in this study is the short story Ibuku Chayank, Muach! written by young writers, Izzati. The results of this study indicate a narrative structure in any event intertwined with slick and straightforward. One event to another is presented with a sequence so that readers can easily understand the story. Genre Ibuku Chayank, Muach! is realism because  Ibuku Chayank, Muach ! tells about the life that happens in real life.
JANGAN MAIN-MAIN DENGAN KELAMINMU: ANTARA WACANA SEKSUALITAS DAN FEMINISME Asfar, Dedy Ari
MABASAN Vol 9, No 1 (2015): Mabasan
Publisher : Kantor Bahasa Nusa Tenggara Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.552 KB) | DOI: 10.26499/mab.v9i1.153

Abstract

Karya sastra berunsur seks menjadi sajian yang kuat dalam kumpulan cerpen Jangan Main-Main dengan Kelaminmu karya Djenar Maesa Ayu. Kumpulan cerpen ini seperti menawarkan wacana seksualitas yang vulgar bagi pembaca awam. Namun, dibalik wacana seks yang vulgar ini ada corak feminisme di dalam kumpulan cerpen tersebut. Oleh karena itu, tulisan ini mengeksplorasi corak feminisme menurut Djenar Maesa Ayu dalam Jangan Main-Main dengan Kelaminmu sebagai seorang wanita pengarang ketika menggambarkan tokoh perempuan. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui pemikiran wanita pengarang tersebut dalam memunculkan citra tokoh perempuan dalam perspektif feminisme. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah metode deskriptif. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data adalah studi dokumenter. Dalam tulisan ini secara khusus digunakan pendekatan ginokritik dalam teori sastra feminisme dan teori strukturalisme-semiotik dalam membedah kumpulan cerpen ini. Unsur-unsur yang berkaitan dengan feminisme yang terdapat dalam Jangan Main-Main dengan Kelaminmu ditelaah berdasarkan watak-watak perempuan yang ada dalam karya-karya tersebut. Hasilnya, dalam perspektif feminisme kumpulan cerpen Jangan Main-Main dengan Kelaminmu merupakan wujud pemberontakan seorang perempuan mengenai posisi dan kedudukannya sebagai perempuan di antara banyak lelaki. Teks yang menampilkan seksualitas menunjukkan pemberontakan Djenar Maesa Ayu sebagai wanita pengarang terhadap penempatan kaum perempuan. Dapat dikatakan secara feminisme Djenar Maesa Ayu memberontak karena kaum perempuan ditempatkan hanya dalam ranah domestik.