Nurhayani, Siti
Department of Biology, Faculty of Mathematics and Sciences, Semarang State University . Ro

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

EFEKTIVITAS METODE PENYULUHAN KESEHATAN TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN, SIKAP DAN TINDAKAN TENTANG PENCEGAHAN KEPUTIHAN PATALOGIS Panghiyangani, Roselina; Arifin, Syamsul; Fakhriadi, Rudi; Kholishotunnisa, Syarifah; Annisa, Annisa; Nurhayani, Siti; Herviana, Noor Samirah
Jurnal Berkala Kesehatan Vol 4, No 1 (2018): JURNAL BERKALA KESEHATAN
Publisher : Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (694.422 KB) | DOI: 10.20527/jbk.v4i1.5655

Abstract

World Health Organization (WHO) menyatakan hampir seluruh wanita dan remaja putri pernah mengalami keputihan 60% pada remaja putri dan 40% pada wanita usia subur (WUS). Berdasarkan prevalensi kanker serviks di Indonesia sebesar 0,8%, prediksi tertinggi di Provinsi Kalimantan Selatan  yaitu Kabupaten Banjar sebanyak 286 orang, yang dihitung dari jumlah wanita subur usia 15-39 tahun sebanyak 115.297 orang, usia 15-49 tahun sebanyak 154,136. UPT. Martapura 1 didapatkan 123  wanita yang dilakukan deteksi dini kanker leher rahim. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas penyuluhan dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap tentang pencegahan keputihan patologis pada santriwati Darul Hijrah Putri Banjarbaru. Rancangan penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimental, dengan jumlah sampel 65 responden. Instrumen penelitian dalam penelitian ini yaitu kuesioner. Hasil analisis data dengan regresi logistic. Responden kontrol menunjukkan tidak terdapat perbedaan antara sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan p-value (0,176). Berbeda dengan hasil analisis dari responden perlakukan yang menunjukkan terdapat hubungan antara sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan p value (0,000). Kesimpulan dari penelitian ini tidak terdapat hubungan pengetahuan pada responden control dan terdapat hubungan pada responden perlakukan dengan peningkatan pengetahuan, sikap dan tindakan tentang pencegahan keputihan patalogis.
In Vitro Propagation of Bambusa balcooa as Alternative Material of Wood Nurhayani, Siti; Megia, Rita; Purnamaningsih, Ragapadmi
Biosaintifika: Journal of Biology & Biology Education Vol 10, No 1 (2018): April 2018
Publisher : Department of Biology, Faculty of Mathematics and Sciences, Semarang State University . Ro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/biosaintifika.v10i1.11079

Abstract

A diversion of raw material from wood to bamboo is necessary. In vitro culture of bamboo can be used to provide a high number of seedling. The aim of this study was to increase the multiplication of a high quality Bambusa balcooa as a wood alternative material. Part of plants used was the sterile axillary shoot. The explants were planted on MS0 medium for 2 weeks and later on multiplication medium MS+0.3 mg/l BAP + 0.3mg/l TDZ. The shoots obtained were fragmented into clusters (3-5 shoots) used for the next multiplication stage using five different medium formulas: (1) MS0; MS containing: (2) 0.1 mg/l BAP, (3) 0.3 mg/l BAP, (4) 0.1 mg/l BAP + 0.1 mg/l TDZ and (5) 0.3 mg/l BAP + 0.1 mg/l TDZ. The results showed that MS medium containing 0.1 mg/l BAP + 0.1mg/l TDZ was the best medium for B. balcooa propagation. The shoots produced from aforementioned medium had a better quality compared to the other medium. Forty days after planting, the average number of shoots in this medium was 14.25. MS medium containing 0.3 mg/l BAP + 0.1 mg/l TDZ produced the highest number of shoot but in lower quality. Rooting medium containing 10 mg/l IBA + 5 mg/l NAA produced 9-16 root in 8 weeks. Vermicompost was more prevalent for the acclimatization of B. balcooa compared to compost. The use of B.balcooa resulted in in vitro propagation as a substitute alternative for wood is expected to save the environment from illegal logging.  
PENGETAHUAN DAN SIKAP WANITA PEKERJA SEKS TENTANG HIV/ AIDS BERDASARKAN KARAKTERISTIK USIA DAN TINGKAT PENDIDIKAN DI LOKALISASI PEMBATUAN LANDASAN ULIN TIMUR BANJARBARU Zainab, Zainab; Rizkiyah, Rizkiyah; Nurhayani, Siti
Jurnal Kesehatan Vol 6, No 1 (2015): Jurnal Kesehatan
Publisher : Politeknik Kesehatan Tanjungkarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (444.161 KB) | DOI: 10.26630/jk.v6i1.31

Abstract

Zainab1 ,Rizkiyah2, Siti Nurhayani31,2,3 Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Banjarmasine-mail: keperawatan.banjarmasin@gmail.com Abstrak: Pengetahuan Dan Sikap Wanita Pekerja Seks Tentang HIV/AIDS Berdasarkan Karakteristik Usia Dan Tingkat Pendidikan Di Lokalisasi Pembantuan Landasan Ulin Timur Banjarbaru. HIV-AIDS merupakan sekumpulan gejala penyakit yang menyerang tubuh manusia setelah sistem kekebalannya dirusak oleh virus HIV (Human Immunodeficiency Virus). HIV/ AIDS adalah merupakan masalah darurat global. Penyakit ini merupakan salah satu dampak dari pelacuran dan kegiatan seks yang menyimpang. Di seluruh dunia lebih dari 20 juta orang meninggal.Penelitian ini bersifat deskriptif, dengan pendekatan secara Cross Sectional. Teknik Pengambilan data secara Simple Random Sampling yaitu melakukan pengundian pada seluruh populasi untuk mendapatkan sampel sebanyak 67 responden. Secara statistik penelitian ini menunjukkan bahwa pengetahuan responden tentang penyakit HIV-AIDS paling banyak yaitu pada kategori pengetahuan kurang sebanyak 31 responden (46,3%). Sikap responden tentang penyakit HIV-AIDS paling banyak yaitu pada kategori sikap negatif sebanyak 42 responden (62,7%). Pengetahuan tentang HIV-AIDS dengan usia terbanyak adalah 26 responden (38,8%) pada responden berpengetahuan kurang dengan usia dewasa sedangkan sikap tentang HIV-AIDS dengan usia terbanyak adalah 32 responden (47,8%) pada responden bersikap negatif dengan usia dewasa. Pengetahuan tentang HIV-AIDS dengan pendidikan terbanyak adalah 19 responden (28,4%) memiliki pengetahuan kurang dengan pendidikan tinggi (Tamat SMA) sedangkan sikap tentang HIV-AIDS dengan pendidikan terbanyak adalah 24 responden (35,8%) pada responden bersikap negatif dengan pendidikan tinggi (Tamat SMA). Kata Kunci: pengetahuan- sikap- HIV-AIDS