Saryanti, Dwi
Universitas PGRI Semarang

Published : 3 Documents
Articles

Found 3 Documents
Search

Utilization of Secang (Caesalpinia Sappan L) Wood Extract in Optimization of Liquid Soap Formulation Saryanti, Dwi; Setiawan, Iwan
Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia Vol 15, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/pharmacon.v15i1.5702

Abstract

One of the plants used in traditional medicine is secang (Caesalpinia sappan L.). Liquid soap is now widely produced because of its practical use and better appearance. The use of anionic surfactants can cause irritation and dry skin due to strong binding of skin proteins. Cocamid DEA is used as nonionic surfactant in the liquid soap formulation to reduce the irritation caused by the anionic surfactant. The determination of optimal formula of secang wood extract liquid soap used D-optimal method by using parameter of pH test, viscosity, density and antibacterial activity. The organoleptic, pH, viscosity, density, antibacterial activity, foam stability, and physical stability of optimal formula were tested by cycling test. The ratio of sodium lauryl sulfate:cocamid DEA in optimal formula of secang wood extract liquid soap was (98.95: 1.05). The optimal formula of liquid soap has pH 4.6, viscosity 51.67 dPas, density 1.06 g / mL, antibacterial activity of Staphylococcus aureus 16.2 mm and foam stability 96.67%.
Edukasi Pemilihan Obat dalam Swamedikasi Penyakit Flu dan Batuk pada Anak Saryanti, Dwi; Anggraini, Truly Dian
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 9, No 2 (2018): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v9i2.1804

Abstract

Prevalensi penyakit ringan misalnya batuk dan flu cukup tinggi di daerah tersebut karena perubahan cuaca lingkungan terutama pada anak-anak. Jumlah anak-anak di wilayah RW 04 Padokan, Sawahan, Ngemplak, Boyolali cukup tinggi. Mudahnya akses pelayanan kefarmasian di sekitar daerah tersebut sangat memungkinkan untuk melakukan swamedikasi bagi masyarakat. Pelaksanaan swamedikasi harus didukung pengetahuan dan kesadaran dari masyarakat. Sasaran kegiatan yaitu warga di lingkungan RW 04 Desa Sawahan. Metode yang digunakan yaitu dengan memberikan kuisioner dan penyuluhan. Kuisioner diberikan 1 hari sebelum pelaksanaan kegiatan dan 1 hari setelah pelaksanaan kegiatan kepada 20 responden perwakilan tiap RT. Hasil kuisioner digunakan untuk mengetahui menilai pemahaman masyarakat tentang swamedikasi dan sebagai indikator keberhasilan dari kegiatan. Penyuluhan disampaikan oleh Dwi Saryanti, S.Farm., M.Sc., Apt dengan tema penggolongan obat dan dilanjutkan Truly Dian Anggraini, S.Farm., M.Sc., Apt dengan tema pemilihan obat dalam pengobatan flu dan batuk pada anak. Hasil penyuluhan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai swamedikasi yaitu dari 67,83% menjadi 90,43%. Berdasarkan hasil ini diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam memilih obat dalam melakukan swamedikasi untuk penyakit flu dan batuk pada anak.
Peningkatan Pengetahuan Masyarakat Tentang Penyakit Diabetes Melitus Saryanti, Dwi; Nugraheni, Dian
JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat) VOL. 3 NOMOR 1 MARET 2019 JPPM (Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat)
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/jppm.v3i1.3626

Abstract

Prevalensi penyakit Diabetes melitus (DM) cukup tinggi di Desa Mancasan, Kecamatan Baki Kabupaten Sukoharjo dan pengetahuan masyarakat terhadap penyakit ini masih rendah sehingga perlu adanya peningkatan pengetahuan tentang penyakit DM. Penyakit DM yang tidak terkontrol dapat mempengaruhi ginjal, mata, sistem saraf dan organ lain dalam tubuh. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi tentang penyakit DM dan cara pengatasannya, serta memberikan pelatihan pembuatan teh celup herbal yang dapat digunakan untuk menunjang pengobatan penyakit DM. Kegiatan dilakukan dengan memberikan edukasi kepada masyarakat tentang penyakit DM dan cara pengatasannya dan pelatihan pembuatan teh celup herbal dengan memanfaatkan biji mahoni yang merupakan bahan alam yang tersedia berlimpah disekitar lingkungan. Metode yang digunakan yaitu dengan memberikan penyuluhan dan pelatihan. Sebelum dan setelah penyuluhan dan pelatihan dilakukan diberikan pretes dan post tesĀ  untuk menilai pemahaman masyarakat tentang diabetes melitus dan sebagai indikator keberhasilan dari kegiatan. Hasil penyuluhan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai diabetes melitus yaitu dari 67,83% menjadi 90,43%. Berdasarkan hasil ini diharapkan masyarakat dapat lebih bijak dalam menggunakan obat diabetes melitus dan dapat memanfaatkan teh herbal dari bahan alam.