Sarkowi, Sarkowi
STIS MIFTAHUL ULUM LUMAJANG PRESS (STISMU PRESS)

Published : 7 Documents
Articles

Found 7 Documents
Search

Sistem Pendidikan Pesantren Kampus Islam Sarkowi, Sarkowi
qolamuna : Jurnal studi islam Vol 2 No 1 (2016): Juli 2016
Publisher : STIS MIFTAHUL ULUM LUMAJANG PRESS (STISMU PRESS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (752.003 KB)

Abstract

Artikel ini membahas tentang sistem pendidikan pesantrenkampus islam. Permintaan yang ditujukan kepada universitasadalah untuk menghasilkan sumber daya intelektual dankeagamaan manusia. Oleh karena itu, Universitas IslamNegeri Malang adalah sebagai universitas Islam memilikitanggung jawab untuk menciptakan sebuah sistem untukmengintegrasikan kedua sistem. Untuk menerapkan ide initidak hanya kegiatan akademis formal, tetapi juga diperlukankondisi islamic dan kondusif. Salah satu upaya yang dilakukanadalah sistem pendidikan penasihat yang dilakukan secaraintensif di Kampus Pesantren "Universitas Islam NegeriMalang" yang disebut "Mahad Sunan Ampel Al-Ali UIN MalikiMalang". Temuan penelitian adalah sistem pendidikan syntesadi pondok pesantren dan kampus untuk melaksanakanintelektual agama Universitas Islam.Kata kunci : Pesantren Kampus, Sistem Pendidikan.
Kepemimpinan Kyai Dalam Menumbuhkan Jiwa Kemandirian Santri di Pesantren Sarkowi, Sarkowi
qolamuna : Jurnal studi islam Vol 2 No 2 (2017): Februari 2017
Publisher : STIS MIFTAHUL ULUM LUMAJANG PRESS (STISMU PRESS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (774.172 KB)

Abstract

  Dalam rangkaian kehidupan di pesantren, tidak terlepas dari peran sentral seorang pimpinan atau kyai. Dalam kepemimpinannya, seorang kyai pondok pesantren yang menerapkan pola yang tidak sama. Hal tersebut ditunjukkan dengan beberapa model kepemimpinan dari generasi ke generasi berikutnya yang diterapkan oleh kyai khususnya dalam hal upaya menumbuhkan jiwa kemandirian santri. Santri yang hidup di dalam pesantren tidak hanya mendapatkan ilmu agama atau ilmu umum, tetapi juga belajar dan mendapatkan ilmu pengetahuan tentang hidup bermasyarakat sehingga lulusan pondok pesantren lebih mandiri dibandingkan dengan lulusan lembaga pendidikan non pesantren. Kata Kunci: Pondok Pesantren, Kepemimpinan, Kemandirian.
Teologi Islam: dari Teologi Klasik hingga Teologi Kontemporer sarkowi, sarkowi
qolamuna : Jurnal studi islam Vol 4 No 1 (2018): Juli 2018
Publisher : STIS MIFTAHUL ULUM LUMAJANG PRESS (STISMU PRESS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.788 KB)

Abstract

Konstruksi bangunan konsep teologi kontemporer harus memperhatikan warisan intelektual teologi klasik. Tradisi intelektual masa kontemporer tidak akan kokoh bila tanpa berakar, berhubung, dan berkesinambungan dengan dengan tradisi intelektual masa Klasik. Dari sudut pemahaman ini, maka formula keterkaitan antara prinsip kesinambungan dengan warisan pemikiran masa lalu dan keharusan pembaharuan masa kini dan masa depan terumus dalam sebuah kaidah al-muhafadhah ‘ala al-qadim salih wa akhd bi al-jadid al-aslah (memelihara yang lama yang baik dan mengambil yang baru yang lebih baik). Melalui formula ini, teologi kontemporer akan menjadikan ajaran agama Islam berfungsi secara efektif dalam kehidupan sosial masyarakat modern yang penuh pergolakan dan perubahan. Kata kunci: Teologi Islam, Teologi Klasik, Teologi Kontempore
Membangun Kesadaran Kolektif: Ikhtiyar Menuju Keberhasilan Pendidikan Islam Sarkowi, Sarkowi
qolamuna : Jurnal studi islam Vol 1 No 1 (2015): Juli 2015
Publisher : STIS MIFTAHUL ULUM LUMAJANG PRESS (STISMU PRESS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (789.371 KB)

Abstract

Keberhasilan dan kegagalan suatu proses pendidikan Islam secara umum dapat dinilai dari out-put-nya, yakni orang-orang sebagai produk pendidikan Islam. Jika Pendidikan Islam mengalami kegagalan dalam mengantarkan manusia kearah cita-cita manusiawi yang bersandar pada nilai-nilai ke-Tuhanan, maka yang akan terjadi adalah tumbuhnya prilaku-prilaku negatif dan destruktif, seperti kekerasan, ketidakpedulian sosial, dan lain sebagainya, yang semuanya itu mengakibatkan penderitaan semesta. Berbagai prilaku-prilaku destruktif tersebut, yang sering muncul dinegara Indonesia, merupakan akibat dari belum munculnya memiliki kesadaran. Pihak-pihak yang yang paling memegang kunci dan mempunyai peran utama dalam memupuk dan membangun kesadaran generasi penerus bangsa adalah; orang tua melalui lembaga keluarga, masyarakat dengan pengawasannya, sekolah dengan seluruh elemenya dan pemerintah dengan kebijakan dan keteladannya. Pihak-pihak ini harus mempunyai kesamaan dasar pandang, koordinasi, singkronisasi serta saling bahu membahu dalam membangun kesadaran generasi penerus bangsa.Kata kunci : Ikhtiyar, Pendidikan Islam
Keunggulan Bersaing; Kajian Tematis Tafsir Al-Qur’an Sarkowi, Sarkowi
qolamuna : Jurnal studi islam Vol 3 No 1 (2017): Juli 2017
Publisher : STIS MIFTAHUL ULUM LUMAJANG PRESS (STISMU PRESS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (774.6 KB)

Abstract

  Artikel ini akan membahas Tafsir Al-Qur’an tentang keunggulan bersaing organisasi. Kajian tematik strategi keunggulan bersaing ini pada tataran praktisnya akan membantu orang-orang Islam untuk melihat dari segi moralitas mengenai strategi keunggulan bersaing, yaitu pedoman yang harus dipegang dan dipahami dalam strategi keunggulan bersaing yang belandaskan al-Qur’an dan al-Hadits, yaitu mengenai apa ‘yang baik, dan seperti apa ‘yang tidak baik’, dalam strategi keunggulan bersaing, yaitu antara lain: Untuk mencapai tujuan yang diinginkan dalam lembaga pendidikan, strategi keunggulan bersaing penting untuk dilaksanakan. Strategi tersebut harus dilaksanakan guna menghadapi persaingan antar lembaga pendidikan yang semakin maju dalam menarik konsumen. Strategi harus disertai dengan sifat kebijaksanaan dan adil dari para penyelenggara lembaga pendidikan. Kata kunci : Keunggulan bersaing, Tafsir Tematik
Pendidikan Anak dalam Islam Perspektif Imam Ghazali Sarkowi, Sarkowi
qolamuna : Jurnal studi islam Vol 3 No 2 (2018): Februari 2018
Publisher : STIS MIFTAHUL ULUM LUMAJANG PRESS (STISMU PRESS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (919.315 KB)

Abstract

Artikel ini membahas tentang pendidikan anak dalam islam perspektif Imam Ghazali. Sebagai salah satu tokoh dalam pendidikan dalam Islam, Al-Ghazali di dalam karya-karyanya memberikan relasi antara potensi bawaan anak dan lingkungannya, watak dan tabiat, nature dan nurture (sifat dasar dan rekayasa budaya). Metode dan tahapan pendidikan anak perpsektif Al-Ghazali juga sesuai dengan hadis-hadis Rasulullah SAW. Dimana pendidikan untuk anak harus dilakukan semenjak masih dalam kandungan. Pola pendidikan anak yang dapat dipraktikkan adalah pola keteladaan, adat kebiasaan, nasihat, perhatian dan pola ganjaran dan hukuman. Pola-pola pendidikan yang dipraktikkan tersebut tidak berdiri sendiri, tetapi saling mendukung dan terkait satu dengan lainnya. Pola-pola tersebut juga dipraktikkan sesuai dengan situasi dan kondisi yang ada. Kata kunci: Pendidikan Anak, Perspektif Imam Ghazali
Perubahan Sosial Ekonomi Masyarakat Surulangun Pasca Menjadi ibukota Onder Adeling Rawas Tahun 1901-1942 Susilo, Agus; Sarkowi, Sarkowi
Diakronika Vol 19 No 1 (2019): DIAKRONIKA
Publisher : FIS Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The event of the conquest of the Palembang Sultanate from the Dutch Colonial nation became a major event. As a large Islamic Sultanate in the archipelago until finally after going through several phases of war must be subdued and accept the defeat agreement from the Netherlands. After mastering the Palembang Darussalam Sultanate, the Dutch Colonial government changed the order of the Sultanate's administration into an Palembang Residency. Of course the status change also affects the area below. This was done by the Dutch colonial government in an effort to regulate a democratic government system in order to support its policies. The Surulangun Rawas area is an area that previously belonged to the Palembang Sultanate, but after coming to power the Dutch Colonial government raised the status of Surulangun Rawas to become the capital of Onder Adeling Rawas. Surulangun became the capital of Onder Adeling Rawas making this area more lively and crowded, because it became the center of the Dutch Colonial government. In the social environment there are many newcomers to this area, not only the Colonial community, but also residents from other regions outside the Surulangun Rawas area. Then pluralism appears in this region. From an economic standpoint, after Surulangun became the capital of Onder Afdeling Rawas, many people were introduced to various new agricultural systems. Many new plants such as rubber, oil palm began to be planted by the people of Surulangun as supporting the export life of the Dutch Colonial government. In the trading system it was also more alive, where the Rawas river was traversed and visited by traders from various regions around Rawas and beyond Rawas.