Widjaja, Hinijati
Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknologi Lingkungan

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

Kajian Perseptual Terhadap Revitalisasi Lanskap pada Makam Juang Mandor, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat (Perceptual Study to Landscape Revitalisation at Juang Mandor Grave, Landak Regency, West Kalimantan) Ryan, Achmad; Widjaja, Hinijati; Uniaty, Quintarina
Seminar Nasional Kota Berkelanjutan 2018: Prosiding Seminar Nasional Kota Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknologi Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/psnkb.v1i1.2896

Abstract

Makam Juang Mandor merupakan kawasan situs cagar budaya, terletak di wilayah pedalaman Kalimantan Barat, tepatnya di Kabupaten Landak (10°19’02,38’’ LU –109°20’10,94’’ BT) dengan permasalahan fisikmaupun non-fisik yang memerlukan upaya revitalisasi. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian dengan pendekatan kualitatif yang dikombinasikan dengan observasi langsung ke lokasi penelitian sebagai bahan kajian penyusunan kriteria pengembangan revitalisasi lanskap. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dimana data yang dikumpulkan akan diolah dan dikelompokan menjadi tabel, metode perolehan data dilakukan melalui kuesioner terhadap 100 responden yang disebarkan keberbagai lapisan masyarakat di Kalimantan Barat; mulai dari pelajar, ibu rumah tangga, karyawan swasta, sampai pegawai negeri. Hal ini dilakukan untuk menggali persepsi dan aspirasi masyarakat Kalimantan Barat terhadap rencana pengembangan revitalisasi kawasan Makam Juang Mandor, dan juga menggali nilai-nilai kesejarahan bagi upaya penyusunan kriteria perancangan lanskap. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa mayoritas responden menyetujui untuk dilakukan revitalisasi lanskap yang bertujuan untuk meningkatkan nilai sejarah, kebudayaan, dan peningkatan perekonomian masyarakat sekitar dengantetap memperhatikan nilai budaya dari masyarakat setempat. Usulan kepada PEMDA daerah Kalimantan Barat dalam bentuk revitalisasi kawasan Makam Juang Mandor pada berberapa segmen tetap mempertahankan nilai keorisinilan, kesejarahan, dan pengembangan situs cagar budaya serta tempatwisata bagi masyarakat.Kata Kunci: cagar budaya, ekonomi kawasan, makam juang mandor, nilai budaya, revitalisasi
Peran Serta Masyarakat Menunjang Pembangunan Ruang Terbuka Hijau di Tangerang Selatan, Jawa Barat (Community Participation Supporting Development of Green Open Space in South Tangerang City, Banten) Widjaja, Hinijati
Seminar Nasional Kota Berkelanjutan 2018: Prosiding Seminar Nasional Kota Berkelanjutan
Publisher : Fakultas Arsitektur Lanskap dan Teknologi Lingkungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/psnkb.v1i1.2902

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai penyebab kurangnya peran serta masyarakat dalam pembangunan infrastruktur ruang terbuka hijau (RTH) di kota Tangerang Selatan (Tangsel) Provinsi Banten. Pembangunan RTH tidak seimbang apabila dibandingkan dengan kebutuhan pembangunan fisik lainnya,seperti pembangunan propert dan gedung pemerintah. Fenomena ketidakserasian lingkungan kota tersebut tampak dari hasil pembangunan tersebut. Untuk itu perlu diantisipasi dengan mengajak peran serta masyarakat penghuni kota itu sendiri. Upaya peran serta masyarakat dalam pembangunan RTH, dengan tujuan untuk menjadikan kota yang asri di Tangsel sesuai Permendagri No. 1 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang Terbuka Hijau Kawasan Perkotaan (RTHKP). Karena itu timbul pertanyaan, seperti bagaimana masyarakat berperan serta dalam membangun RTH, serta bagaimanakah cara-cara mengajak masyarakat berperanserta dalam pembangunan RTH oleh aparat Pemda, dan apakah ada kebijakan yang mendukung. Kajian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif, dan analisa studi kasus padaKota Tangerang Selatan juga peran serta masyarakat dalam pembangunan RTH yang diperkirakan hanya 9% dari luas wilayah. Keberhasilan pembangunan RTH dapat dilihat pada beberapa aspek yang meliputi 5 (lima) faktor seperti, dukungan peraturan dan undang-undang, eksternalitas, informasi yang tepat, sistem network yang biasanya horizontal, dan peran lembaga masyarakat yang peduli lingkungan hidup,sehingga akan tampil kota berkelanjutan.Kata Kunci: kota berkelanjutan, masyarakat, peran serta, ruang terbuka hijau (RTH)