Articles

Found 2 Documents
Search

PELATIHAN BAGI DAIYAH MUSLIMAT NAHDLATUL ULAMA KABUPATEN PASURUAN UNTUK MEWUJUDKAN KELUARGA MASLAHAH Silfiah, Rossa Ilma
Conference on Innovation and Application of Science and Technology (CIASTECH) CIASTECH 2018 "Inovasi IPTEKS untuk mendukung Pembangunan Berkelanjutan"
Publisher : Universitas Widyagama Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1081.373 KB)

Abstract

Muslimat Nahdlatul Ulama merupakan organisasi perempuan terbesar di Indonesia, mempunyai peran penting dalam mengambangkan dakwah, pendidikan masyarakat maupun peran sosial lainnya. Begitu juga Muslimat Nahdlatul Ulama Kabupaten Pasuruan, selalu berperan aktif dalam mengembangkan dakwahnya, melalui tersebarnya daiyah di berbagai desa se Kabupaten Pasuruan. Dalam menjalankan roda organisasi, Muslimat Nahdlatul Ulama mengedepankan komunikasi antar anggotanya, yang dikemas dalam kegiatan Majelis Taklim. Selama ini, kajian dakwah hanya konsentrasi pada pengembangan keluarga sakinah mawaddah wa rahmah dalam perspektif Islam. Para Daiyah yang terdiri dari pengurus maupun anggota, sangat berpotensi untuk mempengaruhi anggotanya bahkan masyarakat sekitar. Sehingga pelatihan bagi daiyah dengan mengkaji keluarga maslahat dari perspektif hukum positif sangat diperlukan. Keluarga merupakan sasaran inti dalam organisasi muslimat, karena membangun keluarga, hakikatnya adalah membangun negara. Keluarga maslahat akan menciptakan negara yang maslahat pula. Kegiatan Majelis Taklim telah dilaksanakan sampai tingkat desa, bahkan sampai pada tingkat Rukun Tetangga. Pelaksanaan di tingkat kabupaten, dilaksanakan satu bulan sekali, di tingkat kecamatan dua minggu sekali, dan di tingkat Rukun Tetangga seminggu sekali. Kegiatan Majelis Taklim ini sangat efektif, dan sebagai sarana kesinambungan negara dengan masyarakat. Karena keberlanjutan komunikasi antar anggota menjadi kebutuhan bagi terwujudnya keluarga maslahat bahkan menuju negara yang maslahat.
HUKUM KAUSALITAS PERSPEKTIF AL-QUR’AN Silfiah, Rossa Ilma
AL MURABBI Vol 3 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (502.139 KB)

Abstract

Hukum Kausalitas merupakan hukum keniscayaan bagi alam semesta, dan merupakan fitrah manusia untuk memahaminya bahwa setiap akibat/peristiwa merupakan hasil dari sebuah sebab. Akan tetapi secara keilmuan, hukum kausalitas dicetuskan oleh Aristoteles yang hidup sekitar 350 SM. Tidak banyak yang mengetahui, bahwa Aristoteles hidup bersama dengan masa Sang Raja Iskandar Dzul-Qarnain yang kisahnya diabadikan dalam Surat Al-Kahfi Ayat 84 “Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di (muka) bumi, dan Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu”. Kata Sabab yang berarti jalan/proses seorang Iskandar Dzul-Qarnain ini merupakan tanda kekuasaan Allah yang tertulis secara tekstual dalam Al-Qur’an. Sedangkan kisah Raja Iskandar Dzul-Qarmain merupakan ayat-ayat kauniyah bagi manusia.