Fihiruddin, Fihiruddin
poltekkes kemenkes mataram

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

KONSENTRASI CARBOL FUCHSIN DAN WAKTU PENYIMPANAN SEDIAAN HAPUSAN SPUTUM +2 HASIL PEWARNAAN ZIEHL NEELSEN Fihiruddin, Fihiruddin; Inayati, Nurul
Jurnal Kesehatan Prima Vol 9, No 2 (2015): Jurnal Kesehatan Prima
Publisher : poltekkes kemenkes mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (0.272 KB)

Abstract

Abstract: Tuberculosis (TB) is an infectious disease caused by Mycobacterium tuberculosis. Laboratory diagnosis of TB disease can be confirmed by microscopic examination using the Ziehl Neelsen Methode by carbol fuchsin dye with concentration is 0.3% which it is the standard prosedure. to reduce the error rate of performed sputum smear examination  must be carried out by laboratories established in a network of TB laboratory services. This study aims to determine the concentration of carbol fuchsin and time effective storage of performed sputum smear that show 2+ Ziehl Neelsen staining, and analyze the differences of each carbol fuchsin concentration and storage time. This study was an experimental study. The result showed the average number of acid-resistent bacteria with carbol fuchsin concentration  0.3% is as much as 23, the concentration  1% carbol fuchsin is as much as 54  and the concentration  2% carbol fuchsin is as much as 2. Based on the average amount of storage time, Acid-resistent bacteria (BTA) that storage under 1 month (0 mounth) was available as many as 34, storage for 1 month as many as 28 and stored for 2 months as many as 23, whereas stored for 3 months as many as 18. Based on the survey results know that the concentration of carbol fuchsin that provide maximum results for Ziehl Neelson staining is concentrations 1% and the storage time of performed  sputum smear  2+ is not more than 1 month. Results of statistical analysis indicating that there is significant different at each concentration carbol fuchsin and storage time with of  p value  <0.05.
EFEK IMUNOSTIMULATOR KUBIS (Brassica oleracea var. capitata alba) TERHADAP TITER IMUNOGLOBULIN G (Ig G) PADA KELINCI YANG DIINDUKSI DENGAN SEL DARAH MERAH DOMBA` Fihiruddin, Fihiruddin
Jurnal Analis Medika Biosains (JAMBS) Vol 3, No 1 (2016): JURNAL ANALIS MEDIKA BIO SAINS
Publisher : Jurusan Analis Kesehatan, Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (19.889 KB) | DOI: 10.32807/jambs.v3i1.52

Abstract

Kubis (Brassica aloracae var.capitata alba) adalah salah satu sayuran yang berpotensi sebagai imunostimulator. Kubis banyak megandung nutrien yang mempunyai nutrisi tinggi seperti vitamin, mineral, dietary fiber, glukosinolates, polyphenol dan phenolic acid. Disamping itu juga kubis mengandung peptida yang berperan sebagai imunoglobulin production stimulating factor (IPSF) sehingga dapat berfungsi sebagai imunostimulator yang akan dapat meningkatkan sistem imun tubuh dengan cara merangsang peningkatan sistem fagositik dan produksi interleukin 5.Penelitian ini merupakan penelitian ekprimental dengan desain statistic group comparation yang bertujuan mengetahui pengaruh pemberian kubis (Brassica oleracea capitata alba) untuk meningkatkan pembentukan immunoglobulin G (IgG) pada kelinci yang diinduksi dengan sel darah merah domba 2 %. Hewan coba yang digunakan dikelompokkan menjadi 2 kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kelompok kontrol. Hewan coba yang akan digunakan adalah kelinci dengan berat 700 – 800 gr sebanyak 20 ekor yang akan dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok perlakuan dan kontrol. Metode pemeriksaan yang digunakan adalah dengan uji heamaglutinasi dengan mengamati terjadinya aglutinasi antara serum yang diambil dari darah kelinci dengan sel darah merah domba   (SDMD) 2 %. Rata-rata titer Imunoglobulin G (IgG) pada kelompok perlakuan dan kelompok kontrol masing-masing adalah 2.26 µl/ml dan 1.62 µl/mlHasil uji statistik dengan paired t test dengan tingkat kepercayaan 0,95 %.menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan ( p < 0,05) antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol yaitu dengan nilai signifikannya adalah 0,043.