p-Index From 2015 - 2020
1.665
P-Index
This Author published in this journals
All Journal AGRIMOR
Fallo, Yosefina Marice
Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Published : 10 Documents
Articles

Found 10 Documents
Search

Analisis Kelayakan Finansial Industri Tempe di Kelurahan Oelami, Kecamatan Bikomi Selatan Hutapea, Adeline Norawati; Fallo, Yosefina Marice
AGRIMOR Vol 2 No 01 (2017): AGRIMOR - January 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.133 KB) | DOI: 10.32938/ag.v2i01.122

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kelayakan finansial industri kecil tempe di Kelurahan Oelami Kecamatan Bikomi Selatan Kabupaten Timor Tengah Utara tahun 2015. Penelitian menggunakan metode deskriptif analitis dan menggunakan data primer dan data sekunder. berupa modal, tenaga kerja, bahan baku, teknologi, produksi, pemasaran dan kelayakan finansial dengan teknik sampling sensus. Analisis kelayakan investasi menggunakan analisis Net Present Value (NPV), dan untuk mengetahui industri kecil tempe layak atau tidak untuk terus dijalankan menggunakan analisis Benefit Cost Ratio (BCR), sedangkan analisis Internal Rate of Return (IRR) untuk mengetahui kelayakan investasi dan operasional industri tempe. Hasil penelitian menunjukkan nilai BCR (1,1) > 1, artinya industri tempe layak dilanjutkan, dan nilai NPV positif (+) menunjukkan industri tempe tersebut layak dilakukan investasi. Sedangkan nilai IRR (30,3519%) > bunga pinjaman (DF=18%) menunjukkan industri tempe di Kelurahan Oelami layak untuk dilakukan investasi dan menjalankan operasional perusahaan dan Break Event Point (BEP) sebesar 180.496 unit/tahun. Dengan demikian industri kecil tempe bisa dikembangkan karena memberikan potensi keuntungan. 
Analisis Pendapatan Usahatani Kangkung Darat di Desa Takin Kecamatan Bikomi Tengah Kabupaten Timor Tengah Utara Mona, Maria Goreti Tasi; Fallo, Yosefina Marice
AGRIMOR Vol 3 No 2 (2018): AGRIMOR - April 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.695 KB) | DOI: 10.32938/ag.v3i2.243

Abstract

Timor Tengah Utara (TTU) merupakan kabupaten yang sebagian masyarakat berusahatani sayur-sayuran untuk memenuhi kebutuhan hidup dan juga untuk diperdagangkan. Desa Takin adalah salah satu desa yang memproduksi sayur seperti sayur kangkung darat terbanyak di kecamatan Bikomi Tengah, kabupaten TTU tetapi petani di desa Takin tidak melakukan analisis usahatani untuk mengetahui besarnya biaya produksi, penerimaan dan pendapatan mereka dari usahatani kangkung darat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui 1) gambaran usahatani kangkung darat; 2) pendapatan yang diperoleh dari usahatani kangkung darat; dan 3) keuntungan relatif yang diperoleh dari usahatani sayur kangkung darat di desa Takin, kecamatan Bikomi Tengah, kabupaten TTU. Penelitian dilaksanakan di desa Takin, kecamatan Bikomi Tengah, Kabupaten TTU, pada bulan Oktober 2017 sampai Januari 2018. Populasi dalam penelitian ini adalah semua petani di desa Takin, yang mengusahakan kangkung darat yang berjumlah 150 KK dengan metode pengambilan sampel purposive sampling sehingga diambil 40 responden. Pertimbangan utama dalam penentuan sampel adalah responden telah mengusahakan sayur kangkung darat paling tidak tiga tahun atau lebih. Untuk mengetahui gambaran umum usahatani sawi maka digunakan metode analisis deskriptif kualitatif, sedangkan mengetahui pendapatan usahatani kangkung darat maka dilakukan analisis pendapatan. Untuk mengetahui keuntungan relatif dari usahatani sayur kangkung darat digunakan analisis R/C Rasio. Hasil penelitian menunjukkan tahapan usahatani kangkung darat yang dilakukan di desa Takin meliputi persiapan lahan, pemberian pupuk dasar, penanaman, pemeliharaan, panen dan pasca panen. Biaya yang dikeluarkan meliputi biaya tetap dan biaya variabel dengan rata-rata biaya sebesar Rp333.960,41 dan total biaya sebesar Rp13.358.416,67. Total penerimaan usahatani kangkung darat dalam satu kali musim tanam sebesar Rp102.250.000,00 sehingga petani memperoleh rata-rata permintaan sebesar Rp2.556.250,00. Total pendapatan kangkung darat sebesar Rp88.891.583,33 dengan rata-rata pendapatan sebesar Rp2.222.289,58. Rata-rata nilai R/C Ratio adalah 7,36 sehingga kegiatan usahatani kangkung darat yang dilakukan oleh petani di desa Takin layak untuk dikembangkan karena menguntungkan secara ekonomis. 
Analisis Pendapatan Usahatani Kacang Hijau di Kecamatan Wewiku Kabupaten Malaka Tetik, Adiyanti Hoar; Fallo, Yosefina Marice
AGRIMOR Vol 1 No 03 (2016): AGRIMOR - July 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.882 KB) | DOI: 10.32938/ag.v1i03.261

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran usahatani kacang hijau di Kecamatan Wewiku Kabupaten Malaka, mengetahui besarnya pendapatan yang diperoleh petani dari usahatani kacang hijau di Kecamatan Wewiku Kabupaten Malaka, dan mengetahui besarnya keuntungan relatif dari usahatani kacang hijau di Kecamatan Wewiku Kabupaten Malaka. Dilaksanakan di Kecamatan Wewiku Kabupaten Malaka mulai dari bulan Mei sampai dengan bulan Juni 2016. Teknik pengambilan sampel dilakukan secara random sampling dari populasi yang berjumlah 525 kk sehingga total responden 52 orang. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif untuk menegetahui tujuan pertama, analisis pendapatan untuk mengetahui tujuan kedua, dan analisis keuntungan relative untuk mengetahui tujuan ketiga. Berdasarkan hasil penelitian dapat digambarkan bahwa tahapan usahatani kacang hijau terdiri dari persiapan lahan, persiapan benih, penanaman, penyiangan, panen dan pasca panen. Besarnya pendapatan usahatani kacang hijau tertinggi sebesar Rp. 2.225.125 dan terendah Rp. (2.482) dengan rata-rata Rp. 1.493.494. Tinggi rendahnya pendapatan tergantung dari biaya yang dikeluarkan, harga jual dan produksi kacang hijau pada musim tanam 2015/2016. Nilai rata-rata R/C ratio dari usahatani kacang hijau sebesar 2,2 maka dapat disimpulkan bahwa usahatani kacang hijau secara ekonomis menguntungkan sehingga usahatani tersebut mempunyai prospek yang lebih baik untuk terus dikembangakan. 
Faktor Sosial Ekonomi yang Mempengaruhi Produksi Usahatani Sayuran Sawi di Kelompok Tani Mitra Timor Usboko, Adelina Maria; Fallo, Yosefina Marice
AGRIMOR Vol 1 No 03 (2016): AGRIMOR - July 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (252.103 KB) | DOI: 10.32938/ag.v1i03.263

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran usahatani sayuran sawi dan untuk mengetahui faktor sosial ekonomi  yang mempengaruhi produksi usahatani sayuran sawi pada Kelompok Tani Mitra Timor di Kelurahan Benpasi, Kecamatan Kota Kefamenanu, yang dilaksanakan di Kelompok tani Mitra Timor Kelurahan Benpasi Kecamatan Kota Kefamenanu Kabupaten Timor Tengah Utara pada bulan Desember 2015 – bulan Maret 2016, dengan metode penetuan sampelnya  adalah  metode sensus yakni keseluruh anggota kelompok tani Mitra Timor di Kelurahan Benpasi  sebanyak 20 orang dijadikan sebagai responden. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran usahatani sayuran sawi terdiri dari pengolahan lahan, persemaian, pemeliharaan terdiri dari penyiraman dan penyingan, panen, dan pasca panen. Berdasarkan uji F, secara bersama-sama luas lahan, bibit, pupuk kandang, curahan tenaga kerja, umur, pendidikan, dan jumlah tangungan keluarga berpengaruh nyata terhadap produksi sawi. Sedangkan berdasarkan uji t, secara parsial variabel luas lahan, bibit, pupuk kandang, dan jumlah tangungan keluarga berpengaruh nyata terhadap produksi sawi, sedangan variabel curahan tenaga kerja, umur, dan pendidikan, tidak berpengaruh nyata terhadap produksi sawi. 
Analisis Pendapatan Budidaya Ikan Nila di Kelompok Tani Mandiri Desa Popnam Kecamatan Noemuti Neno, Oktovianus; Fallo, Yosefina Marice; Falo, Marsianus
AGRIMOR Vol 1 No 03 (2016): AGRIMOR - July 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.431 KB) | DOI: 10.32938/ag.v1i03.267

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran budidaya ikan Nila, besarnya pendapatan petani yang diperoleh dari budidaya ikan Nila, dan keuntungan relatif dari budidaya ikan Nila di Kelompok Tani Mandiri Desa Popnam Kecamatan Noemuti Kabupaten Timor Tengah Utara. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan metode sensus sebanyak 25 orang pada kelompok tani Mandiri, metode pengumpulan data dilakukan dengan metode survey, data yang diambil berupa data primer dan sekunder, sedangkan metode analisis data yang digunakan adalah metode analisis data deskripsi kualitatif, metode analisis pendapatan dan metode analisis keuntungan relatif. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pembudidayaan ikan Nila dilalui 4 tahap dan tahap awal atau pertama yaitu persiapan kolam dan kegiatan persiapan kolam terdiri dari 2 kegiatan besar yaitu mengeringkan kolam kemudian kolam dijemur sampai tanah terlihat retak dan mengisi air pada kolam lalu dibiarkan terkena sinar matahari, tahap yang kedua penebaran benih yang mana umur benih ikan Nila, selanjutnya adalah pemeliharaan kolam dan ikan Nila, pemeliharaan kolam dilakukan dengan memungut sampah yang jatuh di atas kolam dan pemeliharaan ikan dilakukan dengan pemberian pakan ikan secara rutin dua kali sehari dan tahap terakhir yaitu panen dan pasca panen dilakukan setelah melewati masa pemeliharaan selama 4 bulan. Perolehan pendapatan dari anggota kelompok tani berkisar antara Rp. 2.051.741,- sampai Rp. 5.803.695,- dengan rata-rata pendapatan dari satu kali produksi budidaya ikan Nila sebesar Rp. 3.082.665,-  sedangkan total pendapatan anggota kelompok tani dalam satu kali produksi budidaya ikan Nila Rp. 77.066.633,-. Keuntungan relatif dari anggota kelompok tani berkisar antara 2 sampai 4 dan rata-rata keuntungan relatif dari anggota kelompok tani adalah 3 sehingga bisa dikatakan bahwa budidaya ikan Nila yang di lakukan oleh anggota kelompok tani secara ekonomis menguntungkan sebab hasil perhitungan keuntungan relatif dari anggota kelompok tani lebih dari 1 (> 1). 
Strategi Pengembangan Usahatani Bawang Putih dalam Upaya Peningkatan Pendapatan Petani di Kecamatan Miomaffo Barat Waridjo, Waridjo; Fallo, Yosefina Marice
AGRIMOR Vol 1 No 01 (2016): AGRIMOR - January 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.991 KB) | DOI: 10.32938/ag.v1i01.25

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan usahatani bawang putih sebagai upaya peningkatan pendapatan petani di Kecamatan Miomaffo Barat KabupatenTimor Tengah Utara. Penentuan desa sampel dilakukan secara sengaja (porpusive sampling) yaitu Desa Fatuneno (luas lahan usaha 15 Ha dengan produksi sebanyak 48 Ton)  dan Desa Noepesu (luas lahan usaha 10 Ha  dengan produksi 32 Ton). Responden diambil secara acak 10 % dari setiap desa. Desa Fatuneno sebanyak 46 KK dari 460 KK dan Desa Noepesu 42 dari 423 KK. Total responden yang diambil yaitu 88 KK. Hasil penelitian menunjukan bahwa Sistem usahatani bawang putih di Kecamatan Miomaffo Barat belum dikembangkan secara intensif karena petani belum menerapkan sistem panca usahatani, diantaranya bibit yang dipakai adalah bibit lokal yang sudah dipakai oleh petani secara turun-temurun, tidak menggunakan pupuk baik pupuk organik maupun angornik , sehingga produksi yang dihasilkan juga belum optimal. Pendapatan yang diperoleh oleh petani dalam sekali musim tanam dengan luas garapan rata-rata 15 are sebesar Rp 2.472.898,00. Hasil analisis SWOT diperoleh koordinat (-0.08 ; 0.03) yang mana koordinat ini pada kuadran III. Posisi ini menandakan sebuah kegiatan usaha yang lemah namun sangat berpeluang. Rekomendasi strategi yang diberikan adalah Ubah Strategi, artinya disarankan untuk mengubah strategi sebelumnya. Sebab, strategi yang lama dikhawatirkan sulit untuk dapat menangkap peluang yang ada sekaligus memperbaiki usahatani yang tepat. 
Kajian Pendapatan Agroindustri Tortila di Kecamatan Insana Barat Kabupaten Timor Tengah Utara Falo, Marsianus; Fallo, Yosefina Marice
AGRIMOR Vol 1 No 02 (2016): AGRIMOR - April 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.832 KB) | DOI: 10.32938/ag.v1i02.99

Abstract

Pemberdayaan kelompok tani merupakan upaya yang harus dilakukan untuk meningkatkan produktivitas kelompok tani tersebut yang Penelitian ini dilakukan di Kelompok tani Basam Tasa Kelurahan Atmen Kecamatan Insana Barat Kabupaten Timor Tengah Utara sejak bulan Februari sampai bulan April 2014 dengan tujuan: 1) Untuk mengetahui gambaran proses produksi tortila pada Kelompok Tani Basam Tasa di Kecamatan Insana Barat Kabupaten Timor Tengah Utara, 2) Untuk mengetahui pendapatan yang diperoleh dari usaha agroindustri tortila pada Kelompok Tani Basam Tasa di Kecamatan Insana Barat Kabupaten Timor Tengah Utara. Metode yang digunakan adalah metode survei. Untuk menjawab tujuan pertama dan kedua digunakan metode deskriptif dan pendapatan, Hasil penelitian menunjukkan : 1) Dalam proses pengolahan tortila, tahapannya: a.) Jagung yang digunakan adalah jagung kuning yang sudah dijemur kering. b) Jagung yang telah ditumbuk, dicuci kemudian dimasak. c). Jagung yang telah masak digiling dengan menggunakan blender sampai halus. d. Pencetakan dilakukan saat adonan yang dikukus sudah berubah warna. e) adonan yang telah dicetak dijemur sampai setengah kering, lalu dipotong persegi panjang dan di jemur lagi sampai kering. f). Tortila yang sudah kering dikemas untuk di jual. 2) Berdasarkan  analisis pendapatan dapat diketahui bahwa: Produksi tortila adalah jumlah fisik tortila yang dihasilkan mencapai 2790 bungkus  dengan rata-rata produksi yang diperoleh mencapai 174,375 bungkus bahan baku yakni jagung sebanyak 557 kg. Rata-rata penerimaan Rp.1.064.250 dengan variasi penerimaan tertinggi adaalah Rp.1.290.000 dan penerimaan terendah Rp. 900.000. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa rata-rata pendapatan adalah Rp.556.938/responden/bulan dengan variasi pendapatan tertinggi adalah Rp.640.000 dan pendapatan terendah adalah Rp.384.500. 
Pengaruh Faktor Sosial Ekonomi Petani terhadap Produksi Usahatani Jagung di Desa Badarai Kecamatan Wewiku Kabupaten Malaka Hoar, Evylinda; Fallo, Yosefina Marice
AGRIMOR Vol 2 No 03 (2017): AGRIMOR - July 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.886 KB) | DOI: 10.32938/ag.v2i03.307

Abstract

Untuk mempertahankan atau meningkatkan produksi usahatani jagung di desa Badarai maka perlu diketahui gambaran usahatani secara detail dan faktor sosial ekonomi yang berpengaruh. Penelitian ini dengan tujuan untuk mengetahui 1) gambaran usahatani jagung; dan 2) faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi usahatani jagung di desa Badarai kecamatan Wewiku kabupaten Malaka. Penelitian dilaksanakan di desa Badarai, Kecamatan Wewiku, kabupaten Malaka, pada Bulan Mei sampai Agustus 2016. Teknik pengambilan dan penetapan jumlah sampel penelitian dilakukan dengan cara menggunakan rumus slovin. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder diperoleh dari instansi atau lembaga terkait. Data yang diperoleh dikumpulkan kemudian ditabulasi dan dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan usahatani jagung di desa Badarai dilakukan melalui tahapan 1) persiapan dan pengolahan lahan dengan cara tofa rumput atau membabat rumput-rumput liar lalu membakarnya; 2) penanaman dilakukan dua kali setiap musim tanam yakni batar ahuklean (jagung musim panjang) dan batar tinan (jagung umur pendek) dengan cara ditugal menggunakan asuak, setiap lubang diisi 2-3 biji jagung lalu lubang ditutup dengan tanah; 3) pemeliharaan dilakukan dengan cara manual yakni tofa rumput yang telah tumbuh lalu dikumpulkan dan ditumpuk di sekitar tanaman sehingga nantinya berubah menjadi kompos;  4) pemanenan dilakukan dengan manual yakni jagung dipatah dan dipisahkan dari tangkainya lalu dikumpulkan untuk diangkut ke tempat penyimpanan. Luas lahan, bibit, curahan tenaga kerja, pengalaman, jumlah tanggungan keluarga, pendidikan, dan umur secara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani jagung, sedangkan secara parsial hanya variabel luas lahan,  bibit, dan pendidikan yang berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani jagung, sedangkan pengalaman berusahatani, jumlah tanggungan keluarga, umur, dan tenaga kerja tidak berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani jagung.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Usahatani Kacang Hijau di Desa Tunabesi Kecamatan Io Kufeu Kabupaten Malaka Moy, Esterlina; Fallo, Yosefina Marice; Falo, Marsianus
AGRIMOR Vol 2 No 04 (2017): AGRIMOR - October 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.911 KB) | DOI: 10.32938/ag.v2i04.312

Abstract

Io kufeu adalah salah satu kecamatan di kabupaten Malaka yang sebagian besar masyarakatnya melakukan usahatani kacang hijau. Salah satu faktor yang menentukan keuntungan ekonomis suatu usahatani adalah jumlah produksi usahatani tersebut, sementara produksi itu sendiri dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor-faktor yang mempengaruhi produksi sebuah usahatani sangat penting untuk diteliti agar diketahui bagaimana kontribusi setiap faktor terhadap produksi usahatani tersebut, sekaligus menjadi dasar bagi petani agar menjaga efisiensi pemanfaatan dari setiap faktor produksi serta sebagai input pengambilan keputusan dalam pengembangan usahatani. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi produksi kacang hijau di desa Tunabesi, kecamatan Io kufeu, kabupaten Malaka. Penelitian dilaksanakan di desa Tunabesi, Kecamatan Io Kufeu, kabupaten Malaka, pada Bulan Februari sampai Juni 2016. Populasi berjumlah 554 orang dengan sampel sebanyak 51 orang. Data yang diperoleh dikumpulkan kemudian ditabulasi dan dianalisis menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebesar 82,3% produksi usahatani kacang hijau dipengaruhi oleh luas lahan, benih, curahan tenaga kerja, tingkat pendidikan, dan pengalaman secara bersama-sama sedangkan sisanya 17,7% adalah variabel lain. Secara parsial hanya variabel benih dan pengalaman petani yang berpengaruh terhadap produksi kacang hijau sedangkan luas lahan, curahan tenaga kerja dan tingkat pendidikan tidak berpengaruh nyata terhadap produksi usahatani kacang hijau. 
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Padi Sawah di Kecamatan Biboki Moenleu Kabupaten Timor Tengah Utara Provinsi Nusa Tenggara Timur Fallo, Yosefina Marice; Tenaya, I Made Narka; Agung, I Dewa Gede
AGRIMOR Vol 3 No 4 (2018): AGRIMOR - October 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.345 KB) | DOI: 10.32938/ag.v3i4.483

Abstract

Usahatani padi sawah yang merupakan sumber utama pendapatan petani di Kecamatan Biboki Moenleu yang masih bersifat semi komersial, produksi padi sawah yang dihasilkan tidak semuanya dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan hidup rumah tangga tetapi sebagian untuk di konsumsi. Upaya peningkatan produksi padi sawah dipengaruhi oleh berbagai faktor di antaranya faktor produksi, lingkungan, serta faktor sosial ekonomi. Pada kenyataannya petani belum sepenuhnya memanfaatkan lahan secara baik, sehingga masih tersisa lahan tidur padahal air bukanlah menjadi kendala. Dalam setahun petani dapat melakukan dua kali penanaman. Penelitian dilakukan di Kecamatan Biboki Moenleu, Desa Oepuah, Oepuah Utara, dan Oepuah Selatan. Obyek penelitian adalah petani padi sawah sebanyak 200 responden. Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh secara simultan antara faktor-faktor produksi terhadap produksi padi sawah, untuk mengetahui dan menggambarkan pengaruh secara parsial antara faktor-faktor produksi terhadap produksi padi sawah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan menunjukkan bahwa secara bersama-sama faktor produksi utama satu dan faktor produksi utama dua yaitu: luas lahan, bibit, penggunaan tenaga kerja, umur, dan pendidikan sedangkan, faktor produksi pendukung satu, dan faktor produksi pendukung dua yaitu: yaitu penggunaan pupuk, obat-obatan, dan sistem pengelolaan yang berpengaruh terhadap produksi padi sawah adalah sangat nyata. Faktor produksi utama satu yakni luas lahan, bibit, penggunaan tenaga kerja, umur, dan pendidikan sedangkan, faktor produksi pendukung satu yaitu penggunaan pupuk, obat-obatan, dan sistem pengelolaan yang berpengaruh nyata terhadap produksi padi sawah. Sedangkan, yang lainnya tidak berpengaruh.