Hutapea, Adeline Norawati
Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Published : 14 Documents
Articles

Found 14 Documents
Search

Analisis Pendapatan Usahatani Sawi Manis di Kelurahan Oelami, Kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara Opat, Emanuel; Hutapea, Adeline Norawati
AGRIMOR Vol 2 No 03 (2017): AGRIMOR - July 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.305 KB) | DOI: 10.32938/ag.v2i03.306

Abstract

Masyarakat Kelurahan Oelami yang berada di Kecamatan Bikomi Selatan pada umumnya menggantungkan hidup mereka pada usahatani sayuran daun seperti sawi, kangkung, bayam, dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) gambaran usahatani sawi manis; 2) pendapatan yang diperoleh dari usahatani sawi manis; dan 3) keuntungan relatif yang diperoleh dari usahatani sawi manis di kelurahan Oelami, Kecamatan Bikomi Selatan. Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Oelami, Kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten TTU, pada Bulan Mei sampai Agustus 2016. Populasi dalam penelitian ini adalah semua petani sawi manis yang berjumlah 50 KK dengan 33 orang diambil sebagai responden. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh dengan teknik wawancara langsung dengan responden atau petani dan data sekunder diperoleh dari instansi terkait. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kualitatif, analisis pendapatan dan analisis R/C Rasio. Hasil penelitian menunjukkan usahatani sawi manis yang dilakukan petani di Kelurahan Oelami menggunakan lahan sendiri. Tahap kegiatan usahatani sayur sawi manis dimulai dari pengolahan lahan, persemaian, penanaman, penyulaman, pemeliharaan, pengendalian hama, pemupukan, panen dan pasca panen. Biaya yang di keluarkan dalam kegiatan usahatani sayur sawi manis adalah biaya variabel dan biaya tetap dengan rata-rata total biaya sebesar Rp 962.255,55 dan total biaya sebesar Rp 31.754.433, sedangkan penerimaan dari petani sayur manis dalam satu kali musim tanam rata-rata Rp. 2.754.090 dan total penerimaan sebesar Rp. 90.885.000, sehingga petani sayur sawi manis memperoleh pendapatan rata-rata sebesar Rp. 1.791.835,354 dengan total pendapatan sebesar Rp. 59.130.566. Rata-rata keuntungan relatif dalam kegiatan usahatani sayur sawi manis yang diperoleh petani sebesar 2,86 artinya kegiatan usahatani sayur sawi manis yang dilakukan oleh petani di kelurahan Oelami menguntungkan secara ekonomis. 
Faktor - Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Harian Pedagang Ikan di Kefamenanu Kabupaten Timor Tengah Utara Hutapea, Adeline Norawati
AGRIMOR Vol 1 No 01 (2016): AGRIMOR - January 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (486.083 KB) | DOI: 10.32938/ag.v1i01.26

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum pendapatan harian pedagang ikan di Kefamenanu dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini dilaksanakan  pada bulan Juli 2015 dengan fokus penelitian dilakukan kepada pedagang ikan yang berjualan di Terminal, Pasar Lama, Pasar Baru dan pedagang ikan keliling. Metode analisis yang digunakan adalah regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pendapatan harian pedagang ikan di Kefamenanu bervariatif dan fluktuatif. Harga ikan yang dijual oleh para pedagang ikan bervariasi tergantung jenis ikan, yaitu antara Rp. 10.000 - Rp. 50.000/kumpul dengan rata-rata pendapatan berkisar antara Rp. 50.000 - Rp. 300.000. Berdasarkan hasil uji hipotesis ternyata modal dan jumlah jam kerja berpengaruh secara signifikan terhadap pendapatan harian pedagang ikan, sedangkan variabel harga ikan dan biaya operasional tidak berpengaruh secara nyata terhadap pendapatan harian pedagang ikan. 
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi dan Strategi Pengembangan Usahatani Bawang Putih di Kecamatan Miomaffo Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara Falo, Marsianus; Kune, Simon Juan; Hutapea, Adeline Norawati; Kapitan, Origenes Boy
AGRIMOR Vol 1 No 04 (2016): AGRIMOR - October 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (302.801 KB) | DOI: 10.32938/ag.v1i04.113

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan keragaan usahatani bawang putih; 2) menganalisis  kandungan unsur metabolid sekunder; 3) menganalisis faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi usahatani bawang putih; 4) menganalisis pendapatan yang dipeoleh petani dari usahatani bawang putih, dan; 5) mengetahui startegi pengembangan usahatani bawang putih.  Metode yang dugunakan adalah survei dan eksperimen laboratorium. Analisa data menggunakan analisis FTIR dan GC-MS, Analisis Cobb Douglass, analisis pendapatan dan Analisis SWOT. Hasilnya keragaan usahatani meliputi pengolahan lahan, persiapan bibit, penanaman, pemeliharaan, panen, pasca panen dan pemasaran. Unsur metabolid sekunder yang terdapat dalam bawang putih adalah adsiri, faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produksi antara lain lahan, benih, tenaga kerja, pengalaman, dan pendidikan. Pendapatan yang diperoleh sebesar 534.429.503/musim tanam. Strategi pengembangannya adalah 1) strategi SO : kekuatan yang dimiliki adalah letak   lahan  yang strategis, kerjasama dalam kelompok, iklim yang mendukung dan pengalaman dan   peluangnya dukungan dari PEMDA,   permintaan pasar yang selalu ada, eban merupakan sentral/pusat produksi bawang putih di wilayah TTU; 2) strategi WO : meningkatkan modal  berusahatani bawang putih, kurang promosi, sistim pemasaran dan penguasaan teknik budidaya yang masih rendah; 3) Strategi ST : kekuatan yang ada  adalah letak lahan memiliki  sendiri, kerja sama dalam kelompok, iklim yang mendukung dan pengalaman yang telah dimiliki; 4) Strategi WT : meningkatkan modal yang di miliki petani untuk dapat bersaing deengan usahatani bawang putih sejenis lainnya dari luar daerah Eban dan meningkatkan promosi untuk jangkauan pemasaran yang lebih luas lagi. 
Prospek Pengembangan Usaha Abon Ikan di Kelurahan Humusu C, Kecamatan Insana Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara Kobesi, Petrus; Hutapea, Adeline Norawati
AGRIMOR Vol 1 No 02 (2016): AGRIMOR - April 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (419.82 KB) | DOI: 10.32938/ag.v1i02.100

Abstract

Kelompok Pantura Wini merupakan salah satu kelompok pengolahan ikan yang berada di Kelurahan Humusu C, Kecamatan Insana Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara dengan produk unggulan abon ikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran umum pembuatan abon dan prospek pengembangan usaha abon dengan menggunakan  metode analisis deskriptif kualitatif dan Analisis SWOT. Penentuan sampel dilakukan secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa proses produksi abon ikan dimulai dari pengadaan bahan baku, pembersihan ikan, perebusan, pengepresan I, pencabilan I, persiapan bumbu, penggorengan, pengepresan II, pencabilan II, sampai Pengemasan, hasil analisis SWOT diperoleh titik koordinat 0,44:0,66 berada pada kuadran II Agresif artinya usaha abon ikan pada kelompok Pantura mempunyai kekuatan dan peluang yang sama-sama besar. Berdasarkan matriks QSPM strategi utama yang dilakukan adalah memanfaatkan teknologi untuk diversifikasi produk sehingga dapat disimpulkan bahwa dari berbagai alternatif strategi pengembangan untuk pemanfaatan teknologi merupakan solusi untuk diversifikasi produk sehingga kelompok bisa bertahan menghadapi kompetitor, memenuhi permintaan konsumen dan diharapkan mampu menerapkan strategi berdasarkan skala prioritas sesuai kebutuhan, perkembangan,  persaingan dan mempunyai target secara terukur dalam mengembangan usaha pengolahan abon ikan. 
Strategi Pengembangan Usaha Biskuit Jagung di Kelompok Wanita Tani Lestari Desa Subun Tua’lele, Kecamatan Insana Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara Kolo, Delfiana; Hutapea, Adeline Norawati
AGRIMOR Vol 1 No 03 (2016): AGRIMOR - July 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (640.736 KB) | DOI: 10.32938/ag.v1i03.107

Abstract

Penelitian ini  bertujuan  untuk mengetahui gambaran  umum  usaha biskuit jagung di Kelompok Wanita Tani Lestari Desa Subun Tualele Kecamatan Insana Barat, dan untuk mengetahui strategi pengembangannya. Metode analisis data yang digunakan  adalah 1) Analisis Deskriptif Kualitatif untuk mengetahui gambaran umum strategi pengembangan usaha biskuit jagung; 2) Analisis SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang menjadi kekuatan,  kelemahan, peluang dan ancaman dalam pengembangan usaha biskuit jagung. Berdasarkan hasil penelitian dalam pembahasan dapat disimpulkan bahwa kelompok wanita tani lestari merupakan salah satu kelompok tani yang berada di desa subun  tualele, kecamatan insana barat, yang di bentuk pada Tahun 2000, dan  melakukan usaha biskuit jagung pada Tahun 2012,  yang semua anggotanya  terdiri dari para wanita dalam  melakukan  kegiatan  usaha  melalui pengolahan jagung menjadi biskuit jagung. Berdasarkan hasil penelitian dari analisis SWOT  di peroleh titik koordinat (0,86, 1,02) yang mana koordinat ini berada pada kuadran 1 (agresif), artinya usaha biskuit jagung  pada kelompok Wanita Tani Lestari memiliki kekuatan dan peluang yang sangat baik, sehingga Kelompok Wanita Tani Lestari dapat memanfaatkan peluang dan kekuatan yang ada untuk mengembangkan usaha biskuit jagung selanjutnya. Mariks SWOT menghasilkan 4 alternatif strategi yaitu WT1,WT2,WT3,WT4.dan analisis QSPM di gunakan untuk mengevaluasi dan memilih strategi–strategi terbaik yang paling utama  di lakukan Kelompok Wanita Tani Lestari dalam mengembangkan usaha biskuit jagung yaitu strategi 1 (WT3). II (WT1), III (WT4), IV (WT2). 
Strategi Pengembangan Usaha Pembuatan Tepung Tapioka pada Kelompok Tani Basamtasa Kecamatan Insana Barat Naibano, Goni Gundo; Hutapea, Adeline Norawati
AGRIMOR Vol 1 No 03 (2016): AGRIMOR - July 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.564 KB) | DOI: 10.32938/ag.v1i03.108

Abstract

Penelitian ini di lakukan di Kecamatan Insana Barat, tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bagaimana gambaran umum pengelolahan tepung dan strategi pengembangan industri tepung tapioka. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif kualitatif dan analisis SWOT. Pembuatan tepung tapioka yang dilakukan dikelompok tani basamtasa semi modern dan relatif mudah mulai dari pengadaan bahan baku, pemotongan ubi, pengeringan, pengilingan, pengayakan sampai pemasaran. Berdasarkan grafik analisis SWOT titik kordinat 0,88 dan 1,24  berada pada kuadran I (Agresif) yang berarti posisi ini menandakan bahwa  situasi dalam usaha kelompok tani menguntungkan. Sesuai hasil matriks SWOT di peroleh 4 strategi utama yang dilakukan berdasarkan matriks SWOT diantara:1) Strategi SO : Kekuatan yang ada memiliki lahan sendiri,  ketersediaan bahan baku, kebersamaan yang dimiliki kelompok, dan komitmen dalam berusaha produksi tapioka  untuk memperoleh peluang dukungan PEMDA dan permintaan pasar yang ada. 2) Strategi WO : meningkatkan SDM untuk memproduksi tapioka, belum ada surat ijin,  dan promosi harus segara diatasi pelayanan yang lebih baik dari pemerintah  daerah untuk lebih membuka peluang permintaan pasar, yang lebih tinggi. 3) Strategi ST : Kekuatan yang ada komitmen dalam berusaha, dengan ketersedian bahan baku lebih diperkuat untuk mengantisipasi ancaman persaingan produk sejenis dari luar TTU. 4) Strategi WT : Meningkatkan SDM untuk dapat bersaing dengan pengusaha sejenis dari luar TTU dan meningkatkan promosi untuk jangkuan pemasaran yang lebih luas. 
Analisis Finansial Usaha Abon Ikan pada Kelompok Pengolahan Ikan Pantura di Kelurahan Humusu C, Kecamatan Insana Utara, Kabupaten Timor Tengah Utara Kaet, Leonardus; Hutapea, Adeline Norawati
AGRIMOR Vol 1 No 04 (2016): AGRIMOR - October 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.797 KB) | DOI: 10.32938/ag.v1i04.112

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan usaha Abon ikan dengan menggunakan NPV, IRR, Net B/C, ROI, dan BEP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kelompok pengolahan ikan Pantura merupakan salah satu kelompok yang dibentuk pada tahun 2012 yang terletak di Kelurahan Humusu C Kecamatan Insana Utara. Kelompok ini terkenal dengan ciri khas usahanya berbahan baku ikan yakni Abon Ikan. Kelompok Pengolahan ikan Pantura menjadi wadah berkumpulnya beberapa Ibu Rumah Tangga yang berusaha untuk membantu dan menambah pendapatan yang belum maksimal memenuhi dan membiayai kebutuhan dalam rumah tangga mereka sehingga 100 % tenaga kerja berasal dari dalam kelompok. Pada tingkat suku bunga 12% usaha Abon ikan Pantura merk Anggrek layak untuk dikembangkan dengan nilai NPV Rp. 3.700.383; IRR 29,61% (lebih besar dari nilai suku bunga pinjaman yang digunakan 12 %); Net B/C 1,02; ROI 20,79% dan nilai Break Event Point (BEP) sebesar 435 unit/tahun atau usaha abon ikan di Kelurahan Humusu C akan mencapai titik impas jika mereka memproduksi abon ikan sebanyak 435 unit per tahun, dan sampai saat ini produksi abon ikan dari pusat usaha abon ikan di Kelurahan Humusu C rata-rata bisa mencapai produksi 480 unit per tahun. Hal ini menandakan bahwa usaha abon ikan ini bisa dikembangkan karena memberikan keuntungan yang besar. 
Analisis Kelayakan Finansial Industri Tempe di Kelurahan Oelami, Kecamatan Bikomi Selatan Hutapea, Adeline Norawati; Fallo, Yosefina Marice
AGRIMOR Vol 2 No 01 (2017): AGRIMOR - January 2017
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (196.133 KB) | DOI: 10.32938/ag.v2i01.122

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kelayakan finansial industri kecil tempe di Kelurahan Oelami Kecamatan Bikomi Selatan Kabupaten Timor Tengah Utara tahun 2015. Penelitian menggunakan metode deskriptif analitis dan menggunakan data primer dan data sekunder. berupa modal, tenaga kerja, bahan baku, teknologi, produksi, pemasaran dan kelayakan finansial dengan teknik sampling sensus. Analisis kelayakan investasi menggunakan analisis Net Present Value (NPV), dan untuk mengetahui industri kecil tempe layak atau tidak untuk terus dijalankan menggunakan analisis Benefit Cost Ratio (BCR), sedangkan analisis Internal Rate of Return (IRR) untuk mengetahui kelayakan investasi dan operasional industri tempe. Hasil penelitian menunjukkan nilai BCR (1,1) > 1, artinya industri tempe layak dilanjutkan, dan nilai NPV positif (+) menunjukkan industri tempe tersebut layak dilakukan investasi. Sedangkan nilai IRR (30,3519%) > bunga pinjaman (DF=18%) menunjukkan industri tempe di Kelurahan Oelami layak untuk dilakukan investasi dan menjalankan operasional perusahaan dan Break Event Point (BEP) sebesar 180.496 unit/tahun. Dengan demikian industri kecil tempe bisa dikembangkan karena memberikan potensi keuntungan. 
Analisis Pendapatan Usahatani Selada Air di Desa Popnam, Kecamatan Noemuti, Kabupaten Timor Tengah Utara Nana, Febronius; Kune, Simon Juan; Hutapea, Adeline Norawati
AGRIMOR Vol 3 No 1 (2018): AGRIMOR - January 2018
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (344.921 KB) | DOI: 10.32938/ag.v3i1.241

Abstract

Desa Popnam adalah salah satu desa di kecamatan Noemuti, kabupaten TTU yang masyarakatnya mengembangkan usahatani selada air yang berjalan secara turun temurun karena wilayah ini memiliki kondisi alam yang mempunyai potensi sumber air dan lahan pertanian yang cocok untuk membudidayakan selada air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) gambaran umum usahatani selada air; 2) pendapatan yang diperoleh dari usahatani selada air; dan 3) keuntungan relatif yang diperoleh dari usahatani selada air di desa Popnam, kecamatan Noemuti, Kabupaten TTU. Penelitian dilaksanakan di desa Popnam, kecamatan Noemuti, Kabupaten TTU, pada bulan April sampai November 2017. Populasi berjumlah 342 KK dengan sampel berjumlah 50 petani yang ditentukan menggunakan metode purposive sampling. Untuk mengetahui gambaran umum usahatani selada maka digunakan metode analisis deskriptif kualitatif, untuk mengetahui pendapatan usahatani maka dilakukan analisis pendapatan sedangkan untuk mengetahui keuntungan relatif dari usahatani selada digunakan analisis R/C Rasio. Hasil penelitian menunjukkan Lahan usahatani yang digarap oleh petani adalah lahan milik sendiri dengan kisaran luas lahan bervariasi antara 3-15 are. Tahapan kegiatan usahatani dimulai dari persiapan lahan, persiapan bibit, penanaman, pemeliharaan (penyiangan, pemupukan dan pengendalian hama penyakit), panen dan pasca panen. Pendapatan usahatani selada air di desa Popnam adalah sebesar Rp201.724.000,00 dengan rata-rata pendapatan usahatani selada air sebesar Rp4.034.480,00. Nilai R/C Ratio sebesar 7,103. Artinya kegiatan usahatani selada air di desa Popnam menguntungkan secara ekonomis dan layak untuk dilanjutkan karena setiap biaya yang dikeluarkan sebesar Rp1,00 akan memberikan penerimaan sebesar Rp7,103,00. 
Analisis Pendapatan Usaha Industri Jamu di Kelompok Tani Prima Mandiri Desa Usapinonot Sako, Maria Elftrida; Hutapea, Adeline Norawati
AGRIMOR Vol 1 No 03 (2016): AGRIMOR - July 2016
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.891 KB) | DOI: 10.32938/ag.v1i03.265

Abstract

Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Insana Barat Kabupaten Timor Tengah Utara, tujuan penelitian ini untuk mengetahui pendapatan usaha industri jamu di Kelompok Tani Prima Mandiri, dan untuk mengetahui keuntungan relatif usaha industri jamu di Kelompok Tani Mandiri. Metode pengambilan data dilakukan secara survei dengan jenis data berupa data primer dan data sekunder. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis deskriptif, analisis pendapatan dan analisis R/C ratio. Hasil penelitian ini menunjukkan beberapa kesimpulan yakni, penerimaan untuk keseluruhan responden dalam empat kali produksi (1 bulan) adalah sebesar Rp. 44.000.000 dengan rata-rata per responden adalah sebesar Rp. 4.000.000. Total biaya produksi untuk keseluruhan responden dalam empat kali produksi (bulan) adalah sebesar Rp. 18.329.500 dengan rata-rata Rp. 1.666.318 per responden. Total pendapatan usaha industri jamu untuk keseluruhan responden dalam satu kali produksi adalah sebesar Rp. 4.776.500 dengan rata-rata Rp. 434.277, sedangkan total pendapatan untuk keseluruhan responden dalam empat kali produksi (bulan) adalah sebesar Rp. 19.248.000 dengan rata-rata per responden adalah sebesar Rp.1.749.818. hal ini menunjukkan bahwa penerimaan, biaya produksi dan pendapatan sangat bervariasi. Nilai rata-rata R/C ratio dari usaha industri jamu adalah sebesar 1,9 sehingga usaha industri jamu tersebut secara ekonomis menguntungkan dan dapat dilanjutkan.