Articles

Found 28 Documents
Search

PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP LARVA IKAN BAUNG (Mystus nemurus) DENGAN KEDALAMAN AIR YANG BERBEDA ., Rachimi; ., Farida; Susanto, Didik
BULETIN AL-RIBAATH Vol 12, No 2 (2015): Jurnal Al-Ribaath
Publisher : LPPM UM PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.959 KB) | DOI: 10.29406/br.v12i2.162

Abstract

Penelitian ini mengkaji dampak kedalaman air pada media pemeliharaan terhadap kelangsungan hidup dan pertumbuhan benih ikan baung (Mystus nemurus). Kajian dilakukan dengan menggunakan rancangan acak lengkap dengan memvariasikan kedalaman air media pemeliharaan pada kedalaman 15 cm, 20 cm, 25 cm, dan 30 cm. Penelitian ini dilaksanakan dengan sampel larva ikan sebanyak 40 ekor/L dengan waktu penelitian selama 35 hari meliputi 4 hari persiapan penelitian, 1 hari masa adaptasi larva ikan baung dan 30 hari masa pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedalaman air yang terbaik dalam pemeliharaan larva ikan baung adalah pada pedalaman 15cm ditinjau dari pertumbuhan berat mutlak (0,32 g) dan pertumbuhan panjang mutlak (1,79 mm).This study examines the impact of water depth in the media maintenance on the survival and growth of yellow catfish (Mystus nemurus) larva. The study was conducted using a completely randomized design with varying water depth maintenance media at a depth of 15 cm, 20 cm, 25 cm and 30 cm. This research was conducted with a sample of fish larvae as many as 40 fish / L with research time during the 35 day study includes 4 days of preparation, one day adaptation period baung fish larvae and 30-day observation period. The results showed that the depth of the water is the best in the larval rearing fish in inland baung is 15cmditinjau of growth the absolute weight (0.32 g) and absolute length growth (1.79 mm).
PENGUATAN WORD OF MOUTH MELALUI STRATEGI INTERNAL BRANDING DI PERGURUAN TINGGI SWASTA INDONESIA ., Farida; Prabowo, Herry Agung; Wardhani, Diah; Husnur, Achmad
MIX: JURNAL ILMIAH MANAJEMEN Vol 9, No 1 (2019): MIX: Jurnal Ilmiah Manajemen
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this research is to generate a mapping the level of internal customer internalization of the PTS brands based on intellectual commitment and emotional commitment, as well as its influence on the power of WOM. The sample used is PTS' lecturer in Jakarta area as internal customer. Measurement of brand internalization in this research through the assessment of intellectual commitment, and emotional commitment of lecturers to PTS' brand. Data were collected through answers from questionnaires containing sample opinions on research variables. While the model of the influence of intellectual commitment and emotional commitment to WOM is done by using the model of Structural Equation Model (SEM) processed using the PLS program. The result of this research concludes that the lecturer is in the segment of brand activist. Another result of this research is intellectual commitment and emotional commitment are statistically significant influence on WOM. So that the WOM strength of the lecturer, can be built through the improvement of brand understanding, brand trust and brand delivery lecturers.
PENGUATAN WORD OF MOUTH MELALUI STRATEGI INTERNAL BRANDING DI PERGURUAN TINGGI SWASTA INDONESIA ., Farida; Prabowo, Herry Agung; Wardhani, Diah; Husnur, Achmad
MIX: JURNAL ILMIAH MANAJEMEN Vol 9, No 1 (2019): MIX: Jurnal Ilmiah Manajemen
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/mix.2019.v9i1.011

Abstract

The purpose of this research is to generate a mapping the level of internal customer internalization of the PTS brands based on intellectual commitment and emotional commitment, as well as its influence on the power of WOM. The sample used is PTS' lecturer in Jakarta area as internal customer. Measurement of brand internalization in this research through the assessment of intellectual commitment, and emotional commitment of lecturers to PTS' brand. Data were collected through answers from questionnaires containing sample opinions on research variables. While the model of the influence of intellectual commitment and emotional commitment to WOM is done by using the model of Structural Equation Model (SEM) processed using the PLS program. The result of this research concludes that the lecturer is in the segment of brand activist. Another result of this research is intellectual commitment and emotional commitment are statistically significant influence on WOM. So that the WOM strength of the lecturer, can be built through the improvement of brand understanding, brand trust and brand delivery lecturers.
PENGARUH SUHU YANG BERBEDA TERHADAP WAKTU PENETASAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP LARVA IKAN BIAWAN (Helostoma temmincki) ., Farida; ., Rachimi; ., Adrianus
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Ruaya
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (84.851 KB) | DOI: 10.29406/rya.v4i2.695

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menentukan suhu yang optimum pada proses penetasan telur ikan biawan. Rancangan percobaan adalah rancangan acak lengkap (RAL). Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan empat perlakuan dan tiga kali  ulangan. Konsentrasi Suhu antara lain adalah, Perlakuan A (26 °C), B (28 °C), C (30 °C), D (32 °C). Parameter pengamatan yang dilakukan adalah perkembangan embrio, waktu penetasan, derajat penetasan telur (HR), kelansungan hidup larva (SR). dan kualitas air. Hasil pengamatan penelitian  Pengaruh suhu yang berbeda terhadap waktu  penetasan dan kelangsungan hidup menunjukkan bahwa suhu yang terbaik untuk penetasan telur ikan biawan  adalah 27°C -28 °C. Sedangkan suhu terbaik 28 °C memberikan daya tetas tertinggi.Kata kunci : Suhu, penetasan telur dan kelansungan hidup larva biawan ABSTRACTThis study aims to determine the optimum temperature on fish egg hatching process biawan. The experimental design was a completely randomized design (CRD). This study used an experimental method with four treatments and three replications. The temperature of concentration include, Treatment A (26 ° C), B (28 ° C), C (30 ° C), D (32 ° C). Parameter observations made is the development of the embryo, hatching time, hatching eggs (HR), kelansungan live larvae (SR). and water quality. The results of observational studies Effect of different temperatures on hatching and survival time showed that the best temperature for hatching fish eggs biawan is 27 ° C -28 ° C. While the best temperature of 28C provide the highest hatchability.Keywords: temperature, hatching eggs and survival fish biawan
PENGARUH BEBERAPA JENIS PAKAN ALAMI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP LARVA IKAN TENGADAK (Barbonymus schwanenfeldi) ., Farida; Raharjo, Eka Indah; Sahrio, Mely
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Ruaya
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.883 KB) | DOI: 10.29406/rya.v4i2.694

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis pakan alami yang sesuai untuk larva ikan tengadak. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menurut Hanafiah (2012), yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Dalam penelitian ini telah diuji empat jenis pakan yaitu, Kuning telur, Artemia, Chlorella sp., dan Skeletonema costatum. Hasil peneitian menunjukkan bahwa pemberian pakan alami artemia memberikan hasil terbaik dari segi pertambahan berat ( 12,48%), pertambahan panjang (6,051%) dan lelangsungan hidup (65,33%).Kata Kunci: pakan alami, larva tengadak, pertumbuhan, kelangsungan hidup ABSTRACT The objective of the research is to determine the suit-able natural feed for tengadak fish larvae. Research using Complete Random Design ( CRD) according to Hanafiah (2012), consisting of 4 treatments and 3 replications. Four natural feed were evaluated in this study, egg yolk, Artemia, Chlorea sp., and Skeletonema costatum. Research result in addition  artemia resulted in higher grow performance (12,48%) of weight, (6,051%) total long and (65,33%) survival rate. Keywords: natutal feed, tinfoil barb, growth, survival rate
PENGGUNAAN MEDIA YANG BERBEDA DALAM MENINGKATKANPERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN ARWANA SILVER ( Osteoglossum bicirroshum ) DIFFERENT USE OF MEDIAIN INCREASING GROWTHAND SURVIVAL RATE SEED ARWANA SILVER FISH (Osteoglossum bicirroshum) Amri, Ulil; Raharjo, Eka Indah; ., Farida
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Ruaya
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.703 KB) | DOI: 10.29406/rya.v5i1.711

Abstract

Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui media budidaya yang terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan arwana silver. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan di BBI (Balai Benih Ikan) Klansin Kapuas Hulu.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 perlakuan dan 3  ulangan dengan wadah antara lain adalah perlakuan A (wadah kolam terpal), B (wadah bak semen), dan C (wadah fiberglass). Parameter pengamatan yang dilakukan adalahPertumbuhan Berat Mutlak, Pertumbuhan Panjang Mutlak, Efesiensi Pakan, Kelangsungan Hidup Larva, dan Parameter Kualitas Air. Hasil dari pengamatan menunjukanpenggunaan wadah bak fiberglass  dapat meningkatkan pertumbuhan berat benih, pertumbuhan panjang benih, nilai efesien pakan, dan kelangsungan hidup benih. Hal ini dikarenakan penggunaan bak fiber sangat berpengaruh terhadap intensitas cahaya yang masuk hingga ke dasar bak. Semakin kuat intensitasnya maka respon ikan semakin tinggi dalam hal mencari makanan.Perbedaan intensitas ini menyebabkan ikan memberikan respon yang berbeda pada setiap perlakuan dan pertambahan berat ikan disebabkan padat tebar yang rendah sehingga tidak terjadi persaingan terhadap ruang gerak dan makanan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal. Kata kunci : Kolam Terpal, Bak Semen, Wadah Fiberglass,Pertumbuhan Berat, Pertumbuhan Panjang, Kelangsungan Hidup,  BenihArwana Silver
PEMBERIAN PAKAN ALAMI ARTEMIA, CHLORELLA SP DAN TUBIFEX SP TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP LARVA IKAN KOMET (Carassius auratus) Septian, Hendra; Hasan, Hastiadi; ., Farida
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Ruaya
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.161 KB) | DOI: 10.29406/rya.v5i2.717

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis pakan alami yang terbaik untuk mendukung pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva pada ikan komet. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menurut Hanafiah (2012), yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Susunan perlakuan adalah Perlakuan A, pakan alami kuning telur (kontrol), Perlakuan B, pakan alami Artemia sp, Perlakuan C, pakan alami Chlorella sp, Perlakuan D, pakan alami Tubifex sp Hasil penelitian menunjukkan perlakuan. Hasil pertumbuhan berat mutlak, pertumbuhan panjang mutlak dan kelangsungan hidup terbaik terdapat pada perlakuan  (B) Pakan Alami Artemia sebesar 0,23 g   1,16 cm  dan  84,00 %. Kata Kunci : Pakan Alami, Larva Komet, Pertumbuhan, Kelangsungan Hidup.
PENGARUH PADAT TEBAR TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP LARVA IKAN GURAME (Osphronemus gouramy) Pranata, Adi; Raharjo, Eka Indah; ., Farida
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Ruaya
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.943 KB) | DOI: 10.29406/rya.v5i1.707

Abstract

Ikan gurame Osphronemus gouramy Lac. adalah salah satu komoditas budidaya air tawar yang tergolong dalam famili ikan labirin (Anabantidae). Ikan ini tersebar di kawasan tropis mulai dari India sampai Semenanjung Malaya dan Indonesia. Ikan gurame bernilai ekonomi penting dan harganya di pasar cukup tinggi. Menurut Anonimous (2006). Penelitian ini bertujuan mengetahui padat tebar yang terbaik dalam pemeliharaan larva ikan gurame, Rancangan percobaan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang dilakukan terdiri dari lima perlakuan padat tebar yaitu A (4 ekor/liter), B (6 ekor/liter), C (8 ekor/liter), D (10 ekor/liter) dan E (12 ekor/liter) dengan tiga kali ulangan. Analisis statistik menggunakan ANAVA (Analysis of Varians) dan untuk mengetahui perbedaan antara perlakuan satu dengan perlakuan yang lainnya dilakukan Uji Lanjutan yaitu Uji Beda Nyata jujur (BNJ) dan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan Padat tebar  yang berbeda memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan berat spesifik  dan panjang spesifik serta kelangsungan hidup larva ikan gurame. Dari hasil penelitian diperoleh data padat tebar  untuk pertumbuhan berat spesifik, pertumbuhan panjang spesifik dan kelangsungan hidup yang terbaik pada perlakuan A (4 ekor/liter) yaitu pertumbuhan berat spesifik sebesar 3,66 %, panjang spesifik sebesar 3,12 % dan kelangsungan hidup sebesar 85,83% .Padat penebaran yang rendah akan memberikan pertumbuhan bobot yang baik, karena tingkat persaingan rendah dalam hal makanan dan oksigen, dan juga berhubungan dengan kualitas air, bahwa rendahnya pertumbuhan pada larva ikan gurame pada padat penebaran yang relatif tinggi disebabkan oleh kualitas air yang menurun akibat dari pengaruh akumulasi sisa-sisa makanan. Ikan yang dipelihara dengan kepadatan rendah cenderung memiliki pertumbuhan panjang relatif tinggi, ini disebabkan oleh minimnya kompetisi dalam mencari pakan ataupun dalam memperebutkan ruang gerak.Kata kunci: larvaikangurami, padatpenebaran, pertumbuhan
PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP LARVA IKAN TENGADAK (Barbonymus schwanenfeldii) YANG DIPELIHARA PADA WARNA WADAH YANG BERBEDA ., Rachimi; ., Farida; ., Hidayatullah
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.029 KB) | DOI: 10.29406/rya.v4i2.485

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva ikan tengadak yang dipelihara pada warna wadah yang berbeda. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan 5 perlakuan dan tiga kali  ulangan dengan warna wadah perlakuan antara lain adalah perlakuan A  (transparan),  B (biru), C (hijau), D (kuning), E (orange). Parameter pengamatan yang dilakukan meliputi pertumbuhan, kelangsungan hidup, tingkah laku, respon pakan dan kualitas air. Berdasarkan hasil penelitian pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva  ikan tengadak yang dipelihara pada warna wadah yang berbeda dapat disimpulkan bahwa perlakuan E (orange) memberikan hasil yang tertinggi. Hasil penelitian perlakuan E (orange) adalah pertumbuhan berat (0,554%), pertumbuhan panjang (6,208%), kelangsungan hidup (71,67%) dan tingkah laku larva yang terbaik. Kata kunci : Ikan  tengadak,  larva, pertumbuhan, kelangsungan hidup, tingkah laku, respon pakan, rotifer warnaWadah
SUBSTITUSI FERMENTASI BUNGKIL KELAPA SAWIT DALAM PAKAN BUATAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN GURAMI (OSPHRONEMUS GOURAMY) ., Farida; Raharjo, Eka Indah; Sari, Arnis Maylinda
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Ruaya
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.19 KB) | DOI: 10.29406/rya.v4i1.686

Abstract

ABSTRAKPenelitian bertujuan untuk mengetahui penggunaan fermentasi bungkil kelapa sawit dalam pakan buatan.Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan 3 ulangan.Susunan perlakuan adalah Perlakuan A : bungkil kelapa sawit 12%, Perlakuan B : fermentasi bungkil kelapa sawit 15%, Perlakuan C : fermentasi bungkil kelapa sawit 18%, Perlakuan D : fermentasi bungkil kelapa sawit 21%. Penelitian ini dilakukan selama 60 hari untuk mengetahui laju pertumbuhan spesifikberat, laju pertumbuhan harianpanjang, konversi pakan, kelangsungan hidup dan kualitas air sebagai penunjang.Hasil penelitian menunjukkan pemberian pakan buatan dengan fermentasi bungkil kelapa sawit menghasilkan respon yang baik terhadap pertumbuhan ikan gurami. Pemberian pakan buatan dengan fermentasi bungkil kelapa sawit 18% (perlakuan C), memberikan hasil terbaik dengan laju pertumbuhan dengan rata – rata laju pertumbuhan spesifik berat 1.502%, laju pertumbuhan harian panjang 4.06%, nilai konversi pakan rata – rata 3.48 dan kelangsungan hidup rata – rata 90%.Kata Kunci : Fermentasi Bungkil Kelapa Sawit, Ikan Gurami, Laju PertumbuhanThe study aims to determine the use of fermentation residue oil palm in artificial feed .Research using a completely randomized design ( CRD ), which consists of 4 treatment three replications.The composition of the treatment is the treatment  A : 12 % of palm oil cake , Treatment B : fermented palm oil cake 15 % , Treatment C : fermented palm oil cake 18 % , Treatment D : fermentation residue palm oil 21 %.This research was conducted for 60 days to determine the specific growth rate of heavy , long daily growth rate , feed conversion , survival and quality of water as a supporter.The results showed the artificial feeding with fermented palm cake to produce a good response to the growth of carp.Feeding artificially by fermentation cake palm oil 18 % ( treatment C ) , gives the best results with a growth rate with the average - average growth rate of the specific weight of 1.502 % daily growth rate long- 4:06 % , the value of feed conversion average - average 3:48 and median survival - average of 90 % .Keywords : Fermentation Palm Kernel Oil, Fish carp, Growth Rate