Articles

Found 4 Documents
Search

Introduksi Teknologi Pengemasan Gula Aren di Desa Kekait Kabupaten Lombok Barat Kurniawan, Hary; Yuniarto, Kurniawan; Irfan Khalil, Fakhrul
WIDYABHAKTI Jurnal Ilmiah Populer Vol 1 No 1 (2018)
Publisher : Bagian P2M STIKOM Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (912.337 KB)

Abstract

Salah satu sentra penghasil gula aren di NTB berada di Desa Kekait, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat. Gula aren yang diproduksi di Desa Kekait berupa gula merah, gula briket dan gula semut. Gula aren mudah rusak jika disimpan pada suhu ruang, akibat kenaikan kadar air, sehingga gula aren menjadi lembek, umur simpannya pendek, dan harga jual rendah. Solusi yang dapat dilakukan melalui pengemasan. Tujuan dari kegiatan ini adalah mengintroduksi teknologi pengemasan produk gula aren pada kelompok pengrajin gula aren Maju Bersama di Desa Kekait. Metode yang dilakukan melalui pemberian materi, diskusi serta praktik mengemas produk gula aren. Peserta diberikan penyuluhan mengenai teknik pengemasan gula merah, gula briket dan gula semut menggunakan teknologi vakum. Peserta juga diberikan pengetahuan mengenai Cara Pengolahan Pangan yang Baik dan Benar (CPPB) dalam menunjang kualitas dan kuantitas produk olahan nira aren. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa respons peserta terhadap materi dan praktik yang disampaikan oleh tim sangat baik, peserta sangat komunikatif dan berlangsung secara efektif. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa peserta mendapatkan wawasan dan keterampilan baru dalam teknik pengolahan nira aren dan pengemasan gula aren sehingga diharapkan perlu dilakukan kegiatan serupa dengan mengoptimalkan potensi dan sumber yang tersedia di lokasi tersebut agar dapat menjadi produk lokal unggulan. 
KARAKTERISTIK PENGERINGAN SAWUT MOCAF MENGGUNAKAN ALAT PENGERING TENAGA SURYA TIPE GREENHOUSE Murad, Murad; Sabani, Rahmat; Kurniawan, Hary; Muttalib, Surya Abdul; Khalil, Fakhrul Irfan
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 7 No 1 (2019): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jrpb.v7i1.103

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mempelajari karakterisitik Pengeringan Sawut Mocaf  menggunakan alat pengering tenaga surya tipe greenhouse. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental dengan mengukur beberapa parameter, yaitu  penurunan berat bahan, kadar air, suhu pengering, suhu lingkungan, kelembaban udara dan laju pengeringan. Alat yang digunakan adalah pengering tenaga surya tipe greenhouse, termokopel CA tipe CC (Cooper Constanta), timbangan digital, timbangan analitis, anemometer, rekam data, luxmeter, stopwatch, termometer batang dan alat tulis. Pengambilan data dilakukan setiap 30 menit. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik suhu di dalam ruang pengering ERK yang diukur pada setiap rak dan pada bagian saluran udara keluar melalui exhaust fan. Peningkatan radiasi surya pada umumnya terjadi pada tengah hari yaitu sekitar pukul 12.00 wita sampai pukul 13.00 wita, sedangkan pada saat pemantauan ERK kondisi cuaca cukup berawan sehingga terjadi penurunan radiasi surya. Didapatkan rata-rata temperatur ruang pengering selama pengeringan adalah 39oC, kelembaban udara relatif rata-rata 63%, penurunan berat bahan tiap jam rata-rata 0,95 gram/jam, laju penurunan kadar air rata-rata 55,25% db/jam dari kadar air awal sebesar 67% db sampai kada air mencapai 10%db dan rata-rata Me diperoleh sebesar 14,22%. Dari hasil penelitian pengeringan sawut mocaf  yang diperoleh, maka disimpulkan bahwa laju perubahan kadar air MOCAF  memiliki karakteristik laju menurun terhadap waktu.
Introduksi Alat Pengering bagi Pengerajin Gula Semut di Desa Kekait Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat Rizqia Septiyana, Kiki; Adnand, Muhammad; Adriansyah, Imam; Nurkayanti, Hasmi; Kurniawan, Hary
WIDYABHAKTI Jurnal Ilmiah Populer Vol 1 No 3
Publisher : Bagian P2M STIKOM Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.3 KB)

Abstract

Gula semut merupakan diversifikasi produk gula palma berbentuk butiran yang berasal dari nira aren, nira kelapa atau nira siwalan. Desa Kekait berlokasi di Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, NTB merupakan salah satu sentra gula semut aren. Salah satu kelompok pengrajin gula semut di Desa Kekait yaitu Maju Bersama. Salah satu proses penting dalam pembuatan gula semut yaitu pengeringan. Namun selama ini gula semut yang diproduksi oleh mitra tidak dikeringkan sehingga umur simpannya pendek. Solusi yang ditawarkan kepada mitra yaitu teknologi tepat guna berupa alat pengering yang diharapkan meningkatkan kualitas gula semut sehingga memiliki umur simpan lebih lama selama pengemasan dan penyimpanan. Tujuan kegiatan ini yaitu memperbaiki mutu proses selama produksi khususnya pada proses pengeringan gula semut melalui penerapan alih teknologi berupa alat pengering gula semut, mengintroduksi teknologi pengemasan gula semut, dan meningkatkan strategi pemasaran produk agar menjadi produk lokal unggulan. Hasil kegiatan yang telah dilaksanakan, diperoleh bahwa pemahaman dan kesadaran mitra terhadap cara pengolahan pangan yang baik meningkat, keterampilan mitra dalam mengoperasikan dan mengeringkan gula semut juga meningkat. Selain itu pemahaman dan keterampilan mengenai pentingnya pengemasan produk juga meningkat. Manajemen usaha dan strategi pemasaran produk juga diberikan untuk menciptakan kondisi usaha yang berkelanjutan serta memperluas jangkauan pemasaran.
PENDUGAAN UMUR SIMPAN GULA SEMUT DALAM KEMASAN DENGAN PENDEKATAN ARRHENIUS (Shelf Life Prediction of Palm Sugar on Packaging using Arrhenius Equation) Kurniawan, Hary; Bintoro, Nursigit; W.K., Joko Nugroho
Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem Vol 6 No 1 (2018): Jurnal Ilmiah Rekayasa Pertanian dan Biosistem
Publisher : Fakultas Teknologi Pangan & Agroindustri (Fatepa) Universitas Mataram dan Perhimpunan Teknik Pertanian (PERTETA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jrpb.v6i1.68

Abstract

The purpose of this research was to determined the shelf life of packaged palm sugar at various temperatures and relative humidity (RH) storage using Arrhenius model based on changes in water content. The palm sugars were packed with 0.675 mm polyethylene packaging and stored at 15, 25, 30 and 35°C at RH of 77% and 98%. Measured parameters included the determination of critical parameters of palm sugar, initial moisture content and critical moisture content of palm sugar, changes in moisture content during storage. The Arrhenius model approach was used in this study to predict the shelf life period of palm sugar. The results showed that the texture was one of palm sugar critical parameters. Initial moisture content and critical moisture content of palm sugar were obtained at 1.51% (db) and 6.80% (db), respectively. Increase in moisture content of palm sugar occurred in various temperature variations and RH storage. The higher the storage temperature, the higher the moisture content of the palm sugar, which was characterized by the greater slope of moisture content relationship graph with respect to storage period at both RH 77% and 98%. The longest duration of palm sugar occurredat 15°C, RH 77%; the shortest duration occurred at 35°C, RH 98%. Keywords: palm sugar, packaging, relative humidity, temperature, shelf life   ABSTRAK Tujuan dari penelitian in adalah menentukan umur simpan gula semut dalam kemasan pada berbagai suhu dan RH penyimpanan mengunakan model Arrhenius berdasarkan perubahan kadar air. Gula semut dikemas menggunakan kemasan polietilen ketabalan 0,675 mm dan disimpan pada suhu 15, 25, 30 dan 35oC pada RH 77% dan 98%. Parameter yang diukur antara lain penetuan parameter kritis gula semut, kadar air awal dan kadar air kritis gula semut, perubahan kadar air selama penyimpanan. Pendekatan model Arrhenius digunakan dalam penelitan ini untuk memprediksi umur simpan gula semut. Hasil menunjukkan bahwa tekstur merupakan salah satu parameter kritis gula semut. Kadar air awal dan kadar air kritis gula semut diperoleh masing-masing 1,51 % (db) dan 6,80% (db). Terjadi peningkatan kadar air gula semut pada berbagai variasi suhu dan RH penyimpanan. Semakin tinggi suhu penyimpanan maka kenaiakn kadar air gula semut semakin besar yang ditandai dengan semakin besar kemiringan grafik hubungan kadar air terhadap waktu penyimpanan baik pada RH 77% dan 98%. Umur simpan gula semut paling lama terjadi pada suhu 15oC RH 77% dan umur simpan gula semut yang paling pendek terjadi pada suhu 35oC RH 98%.     Kata kunci: gula semut, kelembaban relatif, kemasan, temperatur, umur simpan