Setiawati, rahmi
Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia

Published : 4 Documents
Articles

Found 4 Documents
Search

STUDI AWAL PERUMUSAN INDIKATOR EVALUASI STRATEGI KOMUNIKASI PEMASARAN 12 DESTINASI WISATA DI JAKARTA UTARA Rahayu, Sri; setiowati, endang; Lusia, Amelita; Pranita, Diaz; Priyanto, Priyanto; Setiawati, rahmi; Rahmawati, Devi
Jurnal Vokasi Indonesia Vol 2, No 1 (2014): January - June
Publisher : Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.449 KB) | DOI: 10.7454/jvi.v2i1.21

Abstract

Abstrak - Setiap perusahaan dan lembaga harus memiliki strategi bisnis untuk mencapai tujuanyang diinginkan. Di sisi lain, strategi harus diterapkan untuk memenangkan kompetisi yang munculantar perusahaan atau lembaga yang bergerak di sektor yang sama. Penelitian ini berisi tentangstrategi komunikasi pemasaran yang dilakukan oleh Suku Dinas Pariwisata Kota Jakarta Utaradalam rangka mencapai tujuan yang diinginkannya. Sebagai salah satu pelaksana bisnis pariwisata,Sudin Pariwisata Kota Jakarta Utara menggunakan strategi komunikasi pemasaran. Dalammenggunakan strategi ini, Sudin Pariwisata Kota Jakarta Utara diharapkan dapat meningkatkan danmempertahankan jumlah pengunjung wisata yang datang. Pemasaran strategi komunikasi dariSudin Pariwisata Kota jakarta diwujudkan melalui alat bauran promosi. Pemilihan alat bauranpromosi yang dilaksanakan akan menentukan keberhasilan tujuan yang diinginkan.Kata Kunci: strategi komunikasi pemasaran, bauran promosi, pemasaran pariwisata
KOMUNIKASI RITUAL PEZIARAH “NGALAP BERKAH” DI KAWASAN WISATA GUNUNG KEMUKUS (Studi Etnografi Komunikasi Tentang Budaya Ritual Ziarah di Kawasan Wisata Gunung Kemukus, Desa Pendem, Kecamatan Sumber Lawang, Sragen-Jawa Tengah) Setiawati, Rahmi; Priyanto, Priyanto
Jurnal Vokasi Indonesia Vol 3, No 2 (2015): July - Desember
Publisher : Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.402 KB) | DOI: 10.7454/jvi.v3i2.36

Abstract

AbstractThis article is explain of ritual commucation pilgrim "ngalap berkah" in the Kemukus mountain, ethnographic study of communication about cultural tourism zone ritual pilgrimage in Mount Kemukus, Pendem Village, District Sumber Lawang, Sragen, Central Java. The results showed that for the local community a message of what is hidden behind this ritual is still ambiguity. But in the process of social interaction between indigenous communities with immigrant communities, both in terms of livelihoods, different behavior patterns, causing local people trying to accept changes to the meaning of "ngalap berkah". It is caused when the pilgrimage locations have changed or constructed for tourist commodification, and is thought to enhance the growth of local economies, which have an impact on improving social and economic conditions of the communities in Pendem.Keywords: ritual communication, ethnographic communications, ritual pilgrimage ngalap berkah, kemukus mountain
Bahasa Pada Komunikasi Ritual Ziarah Ngalap Berkah Di Kawasan Wisata Gunung Kemukus Sragen Jawa Tengah setiawati, rahmi
Jurnal Sosial Humaniora Terapan Vol 1, No 1 (2018): Volume 1, No.1 Tahun 2018
Publisher : Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.829 KB) | DOI: 10.7454/jsht.v1i1.34

Abstract

Penelitian ini mengungkapkan bahasa yang digunakan pada komunikasi ritual ziarah ngalap berkah. Penelitian ini menggunakan metode Etnografi Komunikasi yaitu penelitian yang menyeluruh atau holistik, karena apa yang diteliti di dalamnya mencakup aspek. Bahasa atau tutur bahasa yang digunakan dalam ritual ziarah “ngalap berkah”  adalah Bahasa Jawa Kromo Inggil, Sansekerta dan bahasa yang digunakan sesama para peziarah dengan juru kunci dengan menggunakan bahasa Jawa moko atau bahasa yang digunakan dalam sehari-hari dan bahasa Indonesia. Pola Komunikasi pada Ritual Ziarah “Ngalap Berkah”  dengan cara melakukan hubungan seksual, yaitu : Peziarah datang dengan membawa pasangan, hubungan seksual berdasarkan atas naluri atau hasrat dari individu peziarah, dilakukan dengan suasana mistis karena keyakinan mengikuti sumpah Pangeran Samudro, adanya kesepakatan dan kerjasama, dilakukan sebanyak tujuh (7) setiap malam Jum’at Pon, adanya tujuan dan niat yang sungguh-sungguh, harus dengan pasangan yang sama.Kata Kunci : Bahasa, Komunikasi, Ngalap Berkah, Ritual, Ziarah
PENGEMBANGAN WISATA DI KABUPATEN BURU MENGGUNAKAN ANALISIS SWOT setiawati, rahmi; Safiti, Karin
Jurnal Sosial Humaniora Terapan Vol 1, No 2 (2019)
Publisher : Program Pendidikan Vokasi Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (453.874 KB) | DOI: 10.7454/jsht.v1i2.56

Abstract

Kepariwisataan Indonesia harus secepatnya melakukan tindakan atau strategi untuk menghidupkan kembali tujuan-tujuan wisata, yang diikuti dengan program jangka panjang. potensi pengembangan pariwisata Kabupaten Buru bisa dikelompokkan menjadi 4 bagian yaitu, wisata alam, wisata bahari, wisata budaya, dan wisata agro. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana pengembangan wisata di Kabupaten Buru dengan menggunakan analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, dan Threats). Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dan data didapatkan dari Dinas Kepariwisataan Kabupaten Buru. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pengembagan Destinasi Pariwisata secara umum mencakup lima komponen yang akan berkontribusi pada keberhasilan suatu destinasi wisata secara khusus dan kepariwisataan secara umum, baik meliputi pemasaran, kelembagaan dan industri pariwisata yakni: 1) Menentukan perwilayahan lokasi destinasi pariwisata untuk lokal, nasional, dan internasional dengan melalui pemetaan obyek wisata dan membuat peta/jalur kawasan wisata. 2) Pembangunan daya tarik wisata (Atraksi wisata). 3) Prasarana Umum, Fasilitas Umum dan Pariwisata yang meliputi prasarana umum (listrik, air, telekomunikasi, pengelolaan limbah), fasilitas umum (kemanan, keuangan perbankan, bisnis, kesehatan, sanitasi dan kebersihan. 4) Pemberdayaan masyarakat meliputi sadar wisata dan pengembangan kapasitas masyarakat.