p-Index From 2015 - 2020
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Lingua Idea
Resticka, Gita Anggria
Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

INTERFERENSI MORFOLOGI BAHASA INDONESIA KE DALAM PEMAKAIAN BAHASA JAWA DI MEDIA MASSA Resticka, Gita Anggria
Jurnal Ilmiah Lingua Idea Vol 6 No 2 (2015): Desember
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jili.2015.6.2.490

Abstract

In terms of language, every people influence each other. Polling other language elements will give the advantage that it can enrich the language concerned. language of the recipient will be harmed if the inclusion of other languages ​​impacts disrupt the structure so that in case of deviation usage rules or cause symptoms of interference. The greater the difference between the elements of the first language and a second language, the greater the problems in the process of learning the language. Can be implied that the fault in the process of learning a second language can be explained as a symptom interference (Weinrich, 1964: 1). The research method in this research is descriptive method to retrieve data from a magazine spreaders spirit. Data analysis refers to the qualitative problem-solving approach is distributional. Interference in the field of grammatical (grammar) in particular this morphology occurs when bilingual identify morpheme, class morpheme or relationship grammatical system second language with morpheme, class morpheme or relationship grammatical system first language and use it in tuturannya in a second language, and vice versa (Rusyana, 1975: 68). Interference in the field of Indonesian morphology in the use of the Java language is seen in the morphology process which includes the process of affixation, reduplication and compounding processes. This morphological interference includes interference prefixes di-, ter-, ke-, N-, uncle and dear; suffix -an interference; konfiks interference include to - / - s, N / -i, N - / - ake, in the - / - i, in the - / - ake, pa - / - s, and ka - / - late; and interference affixes join Men- (per-ake) and di- (per - / - ake). In addition affixation process, interference in morphology field also includes the full reduplication reduplication form and reduplication with the addition of the suffix -an and suffix -ne, but it also contained a compound interference. Interference grammatical morphology of Indonesian particularly into the use of the Java language is relatively rare compared with the interference of the Java language into Indonesian. Thus, this means that in the field of Java language grammatically more stable than Indonesian. It is caused by a factor pride Java native speakers of the language is still high.
Inventarisasi Sistem Pengetahuan Teknologi Perbatikan Dalam Masyarakat Banyumas resticka, gita anggria; nurdianto, erwita; haryanti, sri nani
Jurnal Ilmiah Lingua Idea Vol 8 No 2 (2017): Desember
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jili.2017.8.2.253

Abstract

Batik adalah salah satu warisan nusantara yang unik, keunikan batik ditunjukkan dengan berbagai motif yang memiliki makna tersendiri. Bahasa sebagai subsistem dari kebudayaan berfungsi sebagai alat penyusun, penyimpan, penyampai, dan penunjuk kebudayaan. Dari bahasa yang digunakan seseorang tercermin kebudayaan pemikirnya, yang meliputi cara hidup dan cara berfikir yang dapat ditelusuri atau dilihat dari kosakata atau leksikon yang digunakan oleh masyarakat bahasa pendukung suatu kebudayaan. Penamaan merupakan simbolisasi dari adanya usaha manusia untuk mengenali dan memahami segala sesuatu yang kompleks dan beragam. Fakta lingual ini sekaligus menunjukkan bahwa dalam bahasa Jawa terdapat simpanan kekayaan leksikon yang dapat menjadi potret harmoni orang Jawa dengan lingkungannya. Sejalan dengan hal tersebut, perkembangan budaya juga mempengaruhi perkembangan leksikon atau istilah yang berhubungan dengan budaya tertentu. Leksikon muncul seiring dengan kebutuhan manusia untuk mengidentifikasi hasil budaya yang ada. Pemakaian leksikon terkait erat dengan berbagai macam hal yang ada dalam budaya masyarakat pengguna leksikon tersebut. Berkembangnya kebudayaan pada masyarakat tertentu dapat dilihat salah satunya dari perkembangan leksikon tentang budaya tersebut. Konsep penamaan dalam sistem teknologi perbatikan adalah suatu sistem tanda bahasa yang dapat dijabarkan dalam pola, konteks, dan interpretasi. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang menguak sistem pengetahuan teknologi perbatikan masyarakat Banyumas yang tercermin dalam satuan lingual bahasa Jawa.