p-Index From 2015 - 2020
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal CANTILEVER
Suryadharma, Hendra
Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

PERILAKU GESER TANAH YANG DISTABILISASI DENGAN KAPUR ABU SEKAM PADI DAN TULANGAN SERAT SABUT KELAPA Suryadharma, Hendra; Hatmoko, John Tri
CANTILEVER Vol 7, No 1 (2018): Cantilever
Publisher : Jurusan Teknik Sipil & Perencanaan Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Serangkaian pengujian laboratorium dilakukan pada pengaruh individual dan pengaruh kombinasi dari inklusi serat sabut kelapa (SSK) yanng disebar secara acak didalam tanah yang distabilisasi dengan abu sekam padi dan kapur. Abu sekam padi dicampur dengan lempung dan pasir dengan proporsi yang berbeda. Sifat-sifat geoteknik dari abu sekam padi + tanah, dan abu sekam padi + tanah + 0,8 sampai dengan 1,2% SSK dengan waktu pemeraman yang berbeda telah diteliti melalui pengujian kuat tekan bebas, geser langsung dan triaksial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pada pengujian pemadatan, untuk kadar kapur 4 dan 8% menunjukkan peningkatan kepadatan MDD dan penurunan OMC sejalan dengan lamanya waktu pemeraman.Pada pengujian geser terlihat bahwa penambahan SSK kedalam tanah – RHA tidak secara konsisten meningkatkan parameter geser tanah yaitu kohesi (c) dan sudut gesek dalam (Φ). Namun demikian secara umum penambahan SSK menigkatkan kuat geser tanah.Didalam pengujian kuat tekan bebas, penambahan SSK meningkatkan daktilitas tanah baik yang distabilisasi maupun tidak distabilisasi dengan kapur.Peningkatan kuat tekan bebas pada tanah + RHA tanpa kapur sebagai akibat dari tulangan SSK tergantung pada kuat tekan pada sampel tanpa tulangan. Penambahan SSK meningkatkan tegangan tekan pada tanah yang tidak distablisasi. Kuat tekan bebas pada tanah + RHA meningkat akibat penambahan kapur dan SSK. Hal ini tergantung pada campuran dan masa pemeraman. Peningkatan kuat tekan bebas yang disebabkan oleh gabungan kapur dan SSK relatif besar.
PENGARUH TEMPERATUR PEMERAMAN PADA PERILAKU GESER TANAH LEMPUNG YANG DISTABILISASI DENGAN SEMEN Harmoko, John Tri; Suryadharma, Hendra
CANTILEVER Vol 7, No 2 (2018): Cantilever
Publisher : Jurusan Teknik Sipil & Perencanaan Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengaruh temperatur peneraman pada kekuatan beton, mortar atau tanah berbutir kasar yang distabilisasi dengan semen sudah banyak dilaporkan didalam literatur. Namun demikian, pengaruh tempertaur pemeraman pada tanah lempung yang distabilisasi dengan semen masih belum banyak dilakukan. Perbedaan mendasar antara kedua hal tersebut adalah adanya reaksi posolanik yang terjadi didalam tanah yang distabilisasi dengan semen yang menghasilkan perilaku geser yang lebih kompleks dibandingkan dengan pada beton, mortar maupun tanah berbutir yang distabilisasi dengan semen. Serangkaian pengujian dilakukan pada penelitian ini untuk mengkaji perbedaan tersebut dengan menggunakan lempung lokal yang diambil dari Wates yang distabilisasi dengan semen portland biasa (ordinary portland cement). Sejumlah komposisi campuran lempung Wates- semen diperam dengan temperatur pemeraman yang berbeda (25, 30, 40, dan 50OC). Kuat geser tanah tersebut diuji di dalam alat kuat tekan bebas dengan waktu pemeraman yang berbeda – sampai dengan 56 (limapuluh enam) hari (7, 14,21, 28, 36, dan 56 hari). Hasil penelitian menunjukkan bahwa : Kuat tekan bebas tanah lempung anorganik yang distabilisasi dengan semen meningkat dengan bertambahnya suhu pemeraman pada waktu pemeraman yang sama akibat tingginya derajat sementasi dan reaksi posolanik.Pada kandungan semen rendah, reaksi posolanik tetap berlangsung oleh adanya disosiasi silikat dan aluminat pada temperatur tinggi. Kadar air pada saat pencampuran berpengaruh pada hasil kuat tekan bebas walaupun waktu dan suhu pemeraman sama.Jika dibandingkan dengan hasil-hasil penelitian terdahulu yang diacu dari referensi, hasil penlitian menunjukkan kecenderungan yang mirip.