Koeswanti, Henny Dewi
LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Published : 17 Documents
Articles

Found 17 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS PADA MUATAN MATEMATIKA KELAS 4 Sari, Selly Purwita; Koeswanti, Henny Dewi; Giarti, Sri
Jurnal Basicedu Vol 3, No 2 (2019): Pages 263- 837
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.249 KB) | DOI: 10.31004/basicedu.v3i2.15

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis matematika melalui model Problem Based Learning pada kelas IV semester II. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan empat tahapan yaitu, perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi yang dilakukan dalam dua siklus pembelajaran. Setiap siklus terdiri dari tiga pertemuan. Data diperoleh melalui teknik tes dan non tes. Adapun subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Mulyoharjo 05 Jepara sebanyak 23 siswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran matematika sebesar 73,8 % dengan kategori sangat kritis dan kritis pada siklus I, 100% siswa dengan kategori sangat kritis dan kritis pada siklus II. Meningkatnya keterampilan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran matematika berdampak pada peningkatan hasil belajar matematika sebesar 78,2 siswa tuntas pada siklus I dan 95,6 % siswa tuntas pada siklus II. Dengan demikian telah terbukti bahwa model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan mata pelajaran matematika
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL DISCOVERY LEARNING DI KELAS IV SD Prasasti, Dianita Eka; Koeswanti, Henny Dewi; Giarti, Sri
Jurnal Basicedu Vol 3, No 1 (2019): Pages 1-262
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.978 KB) | DOI: 10.31004/basicedu.v3i1.98

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa melalui model Discovery Learning pada pembelajaran matematika di kelas IV semester II. Penelitian ini berupa penelitian tindakan kelas dengan empat tahapan yaitu, perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi yang dilakukan dalam dua siklus pembelajaran. Setiap siklus terdiri dari tiga pertemuan. ang dilakukan dalam dua siklus pembelajaran aan, pelaksanaan, observasi dan refleksiPerolehan data melalui teknik tes dan non tes. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri  Tegalrejo 02 Salatiga sebanyak 26 siswa. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) terdapat peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa dari pra siklus 38% meningkat pada siklus I menjadi 73% kemudian meningkat menjadi 81% pada siklus II. Peningkatan keterampilan berpikir kritis berdampak pada hasil belajar siswa yaitu pada pra siklus 35% meningkat pada siklus I menjadi 77% kemudian meningkat menjadi 85% pada siklus II; (2) penerapan langkah-langkah model pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar siswa melalui pemberian stimulasi, merumuskan masalah, pengumpulan data, pemrosesan data, pembuktian data, dan menarik kesimpulan
Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Melalui Model Problem Based Learning pada Muatan Matematika Kelas V SDN Salatiga 01 Hagi, Nanda Afrita; Koeswanti, Henny Dewi; Radia, Elvira Hosein
Jurnal Basicedu Vol 3, No 1 (2019): Pages 1-263
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.383 KB) | DOI: 10.31004/basicedu.v3i1.68

Abstract

Penelitian tindakan kelas ini menggunakan model Kennis dan Taggart yang terdiri dari 2 siklus, setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, tindakan-observasi, dan refleksi dengan tujuan melihat peningkatan kemampuan berpikir kritis pada muatan matematika dengan menggunakan model Problem Based Learning (PBL). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Salatiga 01 sejumlah 41 siswa. Kriteria keberhasilan sebesar ≥70% pada kategori baik. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) Model Problem Based Learning dapat meningkatkan kemapuan berpikir kritis siswa secara klasikal.hal ini dilihat dari observasi siswa pada siklus I dan II. Skor rata-rata observasi siswa pada siklus I sebesar 2,28 atau 57% dan siklus II sebesar 2,85 atau 73,18%. (2) Kemampuan berpikir kritis mempengaruhi hasil belajar dilihat dari peningkatan skor ketuntasan hasil belajar siswa yang mencapai 48,78% pada siklus I dan 73,18% pada siklus II. Dari hasil tersebut model PBL dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis yang berpengaruh pada hasil belajar siswa pada muatan matematika siswa kelas V SDN Salatiga 01.
PERBEDAAN PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM SOLVING DAN INQUIRY TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS 4 SD Ella, Ella; Koeswanti, Henny Dewi; Giarti, Sri
e- Jurnal Mitra Pendidikan Vol 2 No 7 (2018): Jurnal Mitra Pendidikan Edisi Juli
Publisher : Kresna Bina Insan Prima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.764 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan hasil belajar matematika siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Problem Solving dan model pembelajaran Inquiry di kelas 4 SD pada gugus Sultan Agung dan Gugus Teuku Umar yang dilakukan pada bulan April tanggal 12 sampai 18 April 2018 . Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan jenis penelitian eksperimen semu menggunakan  desain  Non-equivalent control group design. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan instrumen test yang telah dilakukan uji reliabilitas dan uji validitas item soalnya. Hasil uji hipotesis menggunakan uji Ttest  pada hasil belajar matematika memperoleh Fhitung sebesar 2,963 dengan taraf signifikansi/probabilitas sebesar 0,088. Dikarenakan 2,963 > 0,088 maka H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya hasil ada perbedaan hasil belajar antara siswa yang menggunakan model Problem Solving dan Inquiry. Hasil tersebut didukung dengan rerata hasil yang diperoleh menggunakan model pembelajaran problem solving sebesar 63,86 dan model pembelajaran Inquiry sebesar 69,63. Kesimpulannya adalah hasil belajar yang diperoleh menggunakan model Inquiry lebih tinggi dari model Problem Solving. Dari hasil diatas penelitian ini disaran kan agar para guru menggunakan model pembelajaran Inquiry.
Peningkatan hasil belajar matematika melalui model pembelajaran problem based learning (PBL) siswa Kelas 4 SD Eismawati, Eka; Koeswanti, Henny Dewi; Radia, Elvira Hoesein
Jurnal Mercumatika : Jurnal Penelitian Matematika dan Pendidikan Matematika Vol 3, No 2 (2019): Artikel In Press
Publisher : Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.289 KB) | DOI: 10.26486/jm.v3i2.694

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar matematika siswa kelas 4 SDN Ngasinan 01 Kecamatan Susukan Kabupaten Semarang Semester 2 Tahun Pelajaran 2018/2019 dengan menggunakan model Problem Based Learning. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilakukan sebanyak dua siklus dan masing-masing siklus tiga kali pertemuan. Subjek dalam penelitian ini siswa kelas 4 SDN Ngasinan 01 yang berjumlah 25 siswa. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel bebas yaitu model Problem Based Learning dan variabel terikat yaitu hasil belajar matematika. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes. Teknik analisis data menggunakan deskriptif komparatif yang berupa presentase dari hasil belajar matematika antara pra siklus dan setelah siklus.  Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan model Problem Based Learning  dapat meningkatkan  hasil belajar pada mata pelajaran matematika materi bangun datar.  Hasil sebelum dilakukan tindakan yaitu pada pra siklus hanya 11 siswa atau 44% yang tuntas, pada siklus I meningkat menjadi 16 siswa atau 64% yang tuntas belajar matematika dan pada siklus II meningkat lagi menjadi 22 siswa yang tuntas belajar matematika atau 88%. Penelitian ini dikatakan berhasil karena mencapai indikator kinerja yaitu  ≥ 80%  dari seluruh siswa dengan KKM ≥ 70. 
Penerapan Pembelajaran Kooperatif Tipe TGT (Teams Games Tournament) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Tema 7 Pada Siswa Kelas IV SDN Klampok 1 Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan Fidari, Anastasia Ratna; Koeswanti, Henny Dewi; Radia, Elvira Hoesein
PAX HUMANA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Yayasan Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPembelajaran tematik melapangkan jalan bagi terciptanya suatu kesempatan untuk siswa mengamati dan menyusun keterkaitan konsep informasi antar bidang studi. Hal ini tentunya akan sangat membantu dalam meningkatkan keterampilan berpikir holistik (menyeluruh) siswa dan kebermaknaan belajar yang dialami oleh siswa. Melalui kurikulum 2013 ini, pengetahuan yang diterima siswa dapat tersimpan dengan lebih baik karena informasi yang masuk ke alam bawah sadar pikiran siswa melalui proses yang logis dan akan dapat membuat siswa lebih dekat dengan objek yang sedang dipelajarinya. Sistem TGT (Teams Games Tournement) merupakan model pembelajaran dalam strategi pembelajaran kooperatif yang menekankan adanya kerjasama antar anggota kelompok untuk mencapai tujuan belajar. Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana penerapan model pembelajaran TGT (Teams Games Tournament) pada pembelajaran tema 7 untuk meningkatkan hasil belajar tematik pada siswa kelas IV SDN Klampok 1 Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan. Untuk mengetahui bahwa penerapan model pembelajaran TGT (Teams Games Tournament) dapat meningkatkan hasil belajar tematik pada siswa kelas IV SDN Klampok 1 Kecamatan Godong Kabupaten Grobogan. Metode penelitian merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan sampel penelitian 22 siswa kelas IV SDN Klampok 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe TGT ini dinilai berhasil dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Salah satu pembelajaran yang menyenangkan adalah dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif yang salah satunya adalah tipe Teams Games Tournaments (TGT) di mana terdapat game akademik yang sesuai dengan sifat anak usia sekolah dasar yang senang bermain.Kata Kunci: Tematik, TGT (Teams Games Tournament), dan Hasil Belajar
Upaya Peningkatan Hasil Belajar Materi Tematik Melalui Penerapan Model SQ3R pada Peserta Didik Kelas IV SD Negeri Mangunsari 02 Salatiga saroh, Mae; Koeswanti, Henny Dewi; Radia, Elvira Hoesein
PAX HUMANA Vol 5, No 2 (2018)
Publisher : Yayasan Bina Darma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK : Salah satu kesulitan yang dihadapi oleh peserta didik kelas IV SD Negeri Mangunsari 02 Salatiga  dalam mempelajari materi tematik adalah memahami isi bacaan. Materi pelajaran tematik lebih banyak berupa uraian teks yang sering kurang dipahami isinya oleh peserta didik. Salah satu alternatif model pembelajaran yang dapat membantu meningkatkan kemampuan membaca dan memahami materi tematik adalah model SQ3R (Survey, Question, Read, Recite, dan Review).. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar tematik melalui usaha perbaikan pembelajaran dengan menerapkan model SQ3R dalam pembelajaran kooperatif. Metode pembelajaran SQ3R merupakan metode belajar yang meliputi langkah-langkah survey, question, read, recite, dan review yang mempunyai tujuan agar kegiatan membaca dapat dilaksanakan sesingkat mungkin dan dengan daya serap yang tinggi. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di kelas IV SD Negeri Mangunsari 02 Salatiga. Penelitian dirancang dalam dua siklus, dengan tiap siklus terdiri dari: (1) Perencanaan, untuk mengidentifikasi masalah dan merencanakan kegiatan pembelajaran serta menyusun instrumen penelitian; (2) Pelaksanaan, yaitu melaksanakan pembelajaran tematik dengan menerapkan model SQ3R dalam pembelajaran kooperatif; (3) Pengamatan, yaitu pengambilan data melalui tes dan lembar observasi; (4) Refleksi, yaitu menganalisis hasil pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menerapkan model SQ3R dalam pembelajaran kooperatif pada materi tematik, hasil belajar peserta didik mengalami peningkatan pada masing-masing siklus. Hal ini dapat dilihat dari adanya peningkatan nilai rata-rata peserta didik dari masing-masing siklus, yaitu pada siklus I sebesar 66,95 dengan ketuntasan klasikal sebesar 78,05%; pada siklus II nilai rata-rata meningkat menjadi 73,78 dengan ketuntasan klasikal 87,80%. Dari hasil pengamatan aktivitas peserta didik pada saat pembelajaran diperoleh skor 26 dengan kategori baik, sedangkan pada siklus II diperoleh skor 33 dengan kategori sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model SQ3R dalam pembelajaran kooperatif dapat digunakan untuk meningkatkan hasil belajar IPS peserta didik kelas IV SD Negeri Mangunsari 02 Salatiga pada materi tematik. Saran yang dapat dikemukakan adalah hendaknya metode ini dapat dijadikan alternatif pembelajaran bagi guru sebagai upaya meningkatkan hasil belajar peserta didik dan diharapkan perlu kajian-kajian penelitian lebih lanjut untuk menyempurnakan penelitian ini, sehingga lebih bermanfaat bagi peningkatan hasil belajar peserta didik. Kata Kunci : Hasil Belajar, Metode Survey, Question, Read, Recite, Review (SQ3R), Pembelajaran Kooperatif, Pendekatan Saintifik. 
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE THINK PAIR SHARE DAN DIONASI UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN BERPIKIR KRITIS PADA TEMA 9 SISWA KELAS IV SD N SOLOWIRE Septiningtyas, Rosyana Puji; Koeswanti, Henny Dewi; Radia, Elvira Hoesein
Jurnal Basicedu Vol 3, No 2 (2019): Pages 263- 837
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.929 KB) | DOI: 10.31004/basicedu.v3i2.20

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar dan berpikir kritis siswa kelas IV SDN Solowire dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif Tipe Think Pair Share dan Dionasi. Jenis penelitian adalah penelitian tindakan kelas yang terdiri dari 2 siklus. Setiap siklus dilaksanakan melalui 2 tahap yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Data yang diperoleh melalui observasi dan tes. Data observasi aktivitas guru dan siswa dianalisis dalam bentuk persentase. Data tes hasil proses belajar siswa dianalisis berdasarkan persentase ketuntasan belajar secara individu dan klasikal. Hasil penelitian menunjukkan hasil belajar siswa dengan ketuntasan belajar klasikal mengalami peningkatan. Pada Pra siklus persentase ketuntasan belajar sebesar 46% menjadi 71% pada Siklus I dan mengalami peningkatan pada Siklus II yaitu 86%. Hasil belajar siswa juga diikuti dengan peningkatan hasil berpikir kritis yang mengalami peningkatan sebesar 12% yaitu dari Pra siklus dengan skor 49 kategori cukup kritis meningkat pada Siklus I dengan skor 62 dalam kategori kritis dan mengalami peningkatan lagi sebesar 19% pada Siklus II dengan skor 81 kategori sangat kritis. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Think Pair Share dan Dionasi dapat meningkatkan hasil belajar dan berpikir kritis.
Peningkatan Hasil Belajar Matematika Melalui Model Make A Match Berbantuan Media Konkret Kelas 4 SD Kurniasari, Ekka; Koeswanti, Henny Dewi; Radia, Elvira Hoesein
JTAM | Jurnal Teori dan Aplikasi Matematika Vol. 3, No. 1, April 2019
Publisher : Muhammadiyah University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1014.98 KB) | DOI: 10.31764/jtam.v3i1.761

Abstract

Abstrak: Permbelajaran Make A Match berbantuan media konkret terhadap hasil belajar matematika siswa kelas 4 SD Negeri 1 Jipang. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas dengan 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi Data penelitian diperoleh melalui observasi, dan tes. Data hasil observasi aktivitas guru dan siswa dianalisis dalam ketuntasan belajar secara individu dan klasikal kemudian dijabarkan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukan adanya peningkatan persentase hasil belajar siswa pada siklus I dan siklus II. Hasil belajar yang diperoleh siswa kelas 4, hal ini ditunjukan dengan hasil belajar siswa pada evaluasi mengacu pada kriteria keberhasilan yang sudah ditentukan 65. Nilai rata-rata ketuntasan belajar siswa secara klasikal mengalami peningkatan sebesar 89,39% pada matapelajaran Matematika, dengan rincian pra siklus ketuntasan 42,86% dari 8 siswa yang mencapai keberhasilan dengan rata-rata 57,7, siklus I menjadi 73,43% dari 19 siswa yang mencapai keberhasilan dengan rata-rata 70,42 dan menjadi 89,39% pada siklus II dari 21 siswa yang mencapai ketuntasan belajar dengan rata-rata 80,64. Berdasarkan hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan model Make A Match berbantuan media konkret dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas 4 SD Negeri 1 Jipang. Abstract: Make A Match method assisted by concrete media on mathematics learning outcomes of 4th grade students at SD Negeri 1 Jipang. The type of the research is used classroom action research which consist of 2 cycles. Each cycle in this reserch pass through 4 stages which are planning, implementation, observation and reflection. The subjects of this study were all students in grade 4. Research data was collected through observation, and tests. The observation data of the teacher and students activities were analyzed in completeness of individual and classical learning and then described descriptively. The results showed an increase in the percentage of student learning outcomes in the first cycle and second cycle learning outcomes by grade 4 students, this is indicated by student learning outcomes on evaluation refers to the success criteria that have been determined 65. The average value of student learning completeness in the classical experience increases by 89.39% in Mathematics subjects, with pre-cycle details completeness of 42.86% of the 8 students who achieved success with average of 57.7, cycle I became 73.43% of 19 students who achieved success with average of 70.42 become 89.39% in cycle II, from 21 students who achieved mastery learning with an average of 80.64. Based on the results obtained, it can be concluded that learning using the Make A Match method assisted by concrete media can improve the learning outcomes of 4th grade students of SD Negeri 1 Jipang.
KEMAMPUAN CRITICAL THINKING DAN HASIL BELAJAR KELAS IV SD TINGKIR TENGAH 02 rudi, susilo; Koeswanti, Henny Dewi; Giarti, Sri
JIKAP PGSD: Jurnal Ilmiah Ilmu Kependidikan Vol 3, No 2 (2019): Mei
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (718.193 KB) | DOI: 10.26858/jkp.v3i2.9125

Abstract

This study aims to improve critical thinking skills and mathematics learning outcomes of fourth-grade students of SD Tingkir Tengah 02 Salatiga in the second semester of the 2018/2019 academic year. Critical thinking and learning outcomes are low because the teacher uses the lecture method. The author chooses the Open-Ended model assisted by powerpoint media as a solution. Research procedures include planning, action, observation, and reflection. The results showed an increase from the initial condition with 9 students or 25.71% completed and 29 students or 74.29% not complete. The implementation of the first cycle results obtained 29 students or 82.86% completed and 6 students or 17.14% did not complete. Cycle II as a follow-up and improvement of the first cycle with the acquisition of achieving attainment of 35 students or 100%. The results obtained by the conclusion of the application of Open-Ended learning assisted by powerpoint media can improve critical thinking skills and mathematics learning outcomes of fourth-grade students of SD Tingkir Tengah 02 Salatiga second semester of the 2018/2019 academic year.