Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS PENGARUH ORIENTASI SERAT TERHADAP KEKUATAN IMPAK DAN MODEL PATAHAN KOMPOSIT POLYESTER BERPENGUAT SERAT GAHARU Yuliyanto, Yuliyanto; Masdani, Masdani
Machine : Jurnal Teknik Mesin Vol 4 No 2 (2018): Journal Machine Vol. 4 No. 2 Oktober 2018
Publisher : Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (494.395 KB) | DOI: 10.33019/jm.v4i2.642

Abstract

Abstract   Komposit merupakan sistem yang tersusun melalui pencampuran dua material atau lebih yang berbeda, dalam bentuk dan komposisi. Antara kedua material atau lebih tidak larut satu sama lainnya. Komposit sangat berpengaruh terhadap sifat mekanik. Faktor yang  sangat berpengaruh adalah Fraksi serat, panjang serat serta perendaman yang digunakan. Penelitian ini bertujuan melihat pengaruh panjang serat, Perendaman dan perbandingan fraksi volume terhadap sifat mekanik untuk bahan komposit berpenguat serat kulit gaharu. Penelitian ini menggunakan fraksi panjang serat 20 mm, 40 mm, 60 mm, dengan waktu perendaman 1 jam, 2 jam, 3 jam dengan perbandingan fraksi volume 30%:70%, 40%:60% dan 50%:50% .Bahan yang digunakan serat Kulit Gaharu dengan kadar air 10%-12%. Pembuatan komposit menggunakan metode hand lay up. Pengujian yang dilakukan adalah uji Impact Charpy dengan standar pengujian ISO-179. Hasil penelitian uji impak akan dianalisa dengan perangkat lunak Design Expert 9. Hasil kekuatan impak terkecil dengan hasil 24.94 kj/m2 dengan parameter dengan panjang serat 3 mm, perendaman serat 3 jam dan persentase serat 30/70%. Hasil percobaan terbesar dengan dengan panjang serat 4 mm, perendaman serat 2 jam dan persentase serat 40/60%. Hasil Kekuatan impaknya  77.112 kj/m2.. Hasil percobaan tersebut memberikan pengaruh terhadap kekuatan impak, dimana perendaman dan persentase memberikan pengaruh yang sangat besar. Ini dikarenakan lamanya perendaman akan mempengaruhi serat sehinga mudah putus dan rapuh. persentase serat memberikan pengaruh yang besar pula disebabkan karena jika serat diatas 10% dan dibawah 50 % maka nilai uji impak besar pula. Tetapi jika persentase serat diatas 50 % maka nilai uji impak semakin kecil
Analisis Pengaruh Moment Gyroscope Pada Keseimbangan Pendulum Cartessian Nugraha, Muhammad Iqbal; Hartati, J; Afridani, W; Masdani, Masdani
Manutech : Jurnal Teknologi Manufaktur Vol 9 No 02 (2017): Manutech : Jurnal Teknologi Manufaktur
Publisher : Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33504/manutech.v9i02.39

Abstract

Alat berat berupa crane memiliki karakteristik yang identik dengan pendulum dalam mekanisme pengontrolannya. Artinya secara model matematik, kedua perangkat ini sangat mirip dan oleh sebab itu, pendulum bisa dijadikan prototipe untuk pengontrolan sebuah crane. Penelitian ini bertujuan untuk mengontrol keseimbangan atau meredam ayunan pada pendulum dengan memanfaatkan gaya momen pada gyroscope dengan massa pendulum hingga 1,5 kg. Gyroscope dirancang dan dibuat dalam bentuk piringan, yang mana dimensi dan material yang digunakan dihitung berdasarkan gaya momen yang diinginkan. Kontroler PID digunakan untuk mengendalikan kecepatan putaran gyroscope berdasarkan sudut kemiringan pendulum (θ). Berdasarkan hasil uji coba, diperoleh settling time yang dihasilkan adalah rata-rata 2,29 kali lebih cepat dibandingkan tanpa kontrol. Untuk overshoot dan rise time tidak banyak berubah, sedangkan steady state error adalah nol. Dapat disimpulkan bahwa moment gyroscope bisa digunakan untuk mengontrol pendulum dan sangat memungkinkan dalam pengendalian crane.
Rekondisi Mesin Bubut DoALL LT 13 BU01 Di Laboratorium Mekanik Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung Aswin, Fajar; Masdani, Masdani; Randa, Randa; Yulianto, Otniel
Manutech : Jurnal Teknologi Manufaktur Vol 9 No 01 (2017): Manutech : Jurnal Teknologi Manufaktur
Publisher : Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33504/manutech.v9i01.29

Abstract

Makalah ini membahas proses mengembalikan kondisi awal (rekondisi) mesin bubut DoAll LT 13 Bu01dengan memfokuskan perbaikan pada system kelistrikan, ketelitian geometris dan kinerja mesin. Metodeobservasi langsung diterapkan untuk menyelesaikan permasalahan yang mencakup hubungan sebab danakibat menggunakan analisa 5 (lima) mengapa (5 whys). Tahapan rekondisi dimulai dari pengumpulan dataawal kerusakan yang didapatkan dari pemeriksaan visual, pengujian fungsi dan pengujian geometris padamesin; kemudian dilanjutkan dengan menganalisa kerusakan; dan tindakan perbaikan terhadap hasil analisa. Metode pengujian fungsi, pengujian penyimpangan geometris, pengujian kinerja mesin dilakukan untuk melihat ketercapaian tujuan rekondisi. Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan, diperoleh fungsi system kelistrikan kembali normal, rata-rata nilai penyimpangan geometris masih masuk toleransi berdasarkan standar ISO-1708 dan kinerja mesin untuk nilai putaran spindle dengan penyimpangan sebesar 5%, nilai kebulatan dan ketirusan hasil pembubutan benda kerja sebesar 0 dan 0,004mm/255mm serta getaran spindle pada range 0, 33 – 0, 66 mm/s RMS untuk kecepatan 50 – 2500 RPM masih dianggap normal berdasarkan standar ISO 10816.
Potensi Pengembangan Komposit Berpenguat Serat Kulit Gaharu Sebagai Material Pengganti Fiberglass Pada Pembuatan Dashboard Masdani, Masdani; Dharta, Yuli
Manutech : Jurnal Teknologi Manufaktur Vol 10 No 01 (2018): Manutech : Jurnal Teknologi Manufaktur
Publisher : Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33504/manutech.v10i01.56

Abstract

Perkembangan dunia industri dalam pemanfaatan komposit sebagai pengganti bahan logam yang banyak digunakan adalah fiberglass. Namun demikian, fiberglass dianggap tidak ramah lingkungan karena limbahnya sulit terurai. Seiring dengan kemajuan teknologi maka saat ini telah banyak digunakan dari bahan komposit dengan serat alam. Penelitian ini dilakukan untuk mendapatkan data tentang kemampuan mekanik berupa kekuatan tarik, kekuatan impak serta bentuk fisik dari serat kulit gaharu menggunakan matriks polyester BQTN 157 dengan variasi fraksi volume yang dibuat dengan metode hand lay-up. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat dalam bidang otomotif, industri manufaktur dan peralatan rumah tangga yang ramah lingkungan. Nilai maksimum kekuatan tarik adalah 34,574 MPa terdapat pada fraksi volume serat 45%. Namun ada penurunan nilai kekuatan tarik pada fraksi volume serat 50% yaitu 22,635 MPa, ini disebabkan karena banyaknya kandungan serat sehingga penyebaran matriks terhadap serat tidak merata. Nilai kekuatan impak maksimum yaitu 62,76 kJ/m2 pada persentase volume serat 50%. Berdasarkan hasil pengujian perbandingan fraksi volume serat dan matriks sangat mempengaruhi kekuatan tarik dan impak. Hasil ini menunjukkan uji tarik dan uji impak sudah memenuhi standar plastik yang digunakan dashboard mobil.