Syaiful, Yuanita
Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Published : 20 Documents
Articles

Found 20 Documents
Search

Abdominal Stretching Exercise Menurunkan Intensitas Dismenorea Pada Remaja Putri syaiful, yuanita; Naftalin, Siti Varyal
coba Vol 7 No 1 (2018): Nopember 2018
Publisher : Akademi Keperawatan Dharma Husada Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (456.741 KB) | DOI: 10.32831/jik.v7i1.195

Abstract

Dysmenorrhea is a menstrual disorder with complaints of pain or cramps in the lower abdomen during menstruation that can be experienced by some women. Abdominal Stretching Exercise is a stretching exercise for the abdominal muscles that can reduce the intensity of menstrual pain. The purpose of this study is to determine the effect of Abdominal Strength Training Exercise on the intensity of pain during menstruation (Dismenorrhea) in adolescent girls. The research methode used pre-experimental (one group pre test-post design). The population involved in this study were 30 students of SMK Dharma Wanita Gresik, with a samples size of 28 respondents using purposive sampling. Independent variable in this study is the Abdominal Strength Exercise and dependent variable of this study is the intensity of dimenorrhea pain. Instrument of this study were the operational standard of the Abdominal Stretching Exercise procedure was prepared by researchers based on the principles of Thermacare and Questionnaire sheet and observation of the intensity of pain in the Bourbanis scale. Datawere analized using wilcoxon sign rank test. The results obtained mean before 2.50 and mean after 1.82, while standartd deviation before 0,509 and standart deviation after 0,612. The results of the Wilcoxon statistical test with a sig (2-tailed) p = 0.000 which means (αcount)) ≤ 0, 05 which means that there is an influence of Abdominal stretching Exercise on the intensity of dysmenorrhea in adolescent girl. Abdominal stretching exercise carried out 3 days before menstruation with a duration of 30 minutes can affect the intensity of dysmenorrhea so that it can be applied in providing comprehensive nursing care for adolescent girl who experience dysmenorrhea.   
PENDIDIKAN KESEHATAN PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI TERHADAP PERILAKU SADARI PADA REMAJA (Health Education Breast Self Examination Toward BSE Behavior in Adolescent) Syaiful, Yuanita; Aristantia, Riski
Journals of Ners Community Vol 7, No 2 (2016): Journals of Ners Community
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (504.483 KB)

Abstract

ABSTRAK          Perilaku pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) adalah aktivitas pemeriksaan payudara yang dilakukan seseorang pada payudaranya untuk mengetahui adanya gangguan pada payudaranya, apabila hal ini tidak dilakukan akan berdampak kegagalan deteksi dini kanker payudara. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan pendidikan kesehatan tentang pemeriksaan payudara sendiri terhadap perilaku SADARI pada remaja.          Desain penelitian ini menggunakan one-group pre-post-test design, dengan purposive sampling. Sampel yang diambil sebanyak 58 responden. Variabel independen  adalah pendidikan kesehatan tentang pemeriksaan payudara sendiri dan variabel dependen adalah perilaku SADARI. Data penelitian ini diambil dengan menggunakan kuisioner dan observasi.            Dari hasil uji statistik Wilcoxon Signed Rank Test didapatkan hasil pengetahuan (α hitung) = 0,001 artinya ada pengaruh kuat pendidikan kesehatan tentang pemeriksaan payudara sendiri terhadap pengetahuan tentang SADARI  pada remaja. Sikap (α hitung) = 0,000 artinya ada pengaruh kuat pendidikan kesehatan tentang pemeriksaan payudara sendiri terhadap sikap SADARI pada remaja. Tindakan (α hitung) = 0,000 artinya ada pengaruh kuat pendidikan kesehatan tentang pemeriksaan payudara sendiri terhadap tindakan SADARI pada remaja.            Pendidikan kesehatan tentang pemeriksaan payudara sendiri sangat dibutuhkan untuk mempengaruhi perilaku SADARI remaja. Agar remaja tidak mengalami gangguan kesehatan pada payudaranya dan juga di perlukan peran petugas kesehatan untuk melakukan health education agar remaja mengerti SADARI. Kata kunci : Pendidikan Kesehatan, Pemeriksaan Payudara Sendiri, Perilaku SADARI, Remaja ABSTRACT               Breast self-examination (BSE) behavior is a breast examination activity undertaken someone at her breasts to detect disorders of the breasts. If this is not done so will impact the failure of early detection of breast cancer. The purpose of this study was to determine the effect of health education education about breast self-examination (BSE) to breast self-examination behavior in adolescents.               This study design used a one-group pre-post-test design, with purposive sampling. Samples were taked as many as 58 respondents. Independent variable was health education on breast self-examination (BSE) and the dependent variable was breast self examination (BSE behavior. The research data was used questionnaires and observation.               From Wilcoxon Signed Rank Test results obtained knowledge (α count) = 0.001 means that there was strong influence of health education about breast self-examination of knowledge about breast self-examination in adolescents. Attitudes (α count) = 0,000 means that there was strong influence of health education about breast self-examination of the attitudes of breast self-examination in adolescents. Action (α count) = 0,000 means that there was strong influence of health education about breast self-examination to the actions of breast self-examination in adolescents.               Health education on breast self-examination was needed to influence the behavior of adolescents about breast self-examination. So that teenagers don’t have problems in her breast and also need nurses role’s to conduct health education for teens understand about breast self-examination. Keywords: Health Education, Breast Self Examination, BSE Behavior, Adolescent.DOI : 10.5281/zenodo.1405464
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN KONTROL PADA KLIEN DIABETES MELLITUS TIPE 2 Syaiful, Yuanita; Hidayati, Nur; Riwahtini, Riwahtini
Journals of Ners Community Vol 4, No 1 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (324.957 KB)

Abstract

ABSTRAK Diabetes Mellitus tipe 2 merupakan efek penyakit metabolik kurangnya insulin absolut atau relatif dengan masalah utama di metabolisme karbohidrat, lemak dan protein. Pengetahuan merupakan hasil dari pengamatan, setelah orang melakukan sesuatu objek tertentu. Pengetahuan merupakan domain yang sangat penting dalam membentuk tindakan seseorang. Kepatuhan adalah sikap positif dari klien dalam menunjukkan ketaatan menjalankan terapi obat tertentu. Tujuan penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan kontrol pada Diabetes Mellitus tipe 2.Penelitian ini menggunakan rancangan cross sectional, melalui teknik purposive sampling didapatkan jumlah sampel sebanyak 44 responden. Variabel independen (variabel bebas) yang mempengaruhi adalah tingkat pengetahuan, sedangkan variabel dependen (variabel dipengaruhi) adalah kepatuhan kontrol. Data dianalisis menggunakan uji statistik rho spearman.Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan kontrol pada DM tipe 2, didapatkan hasil uji statistik Spearman rho p=0,004 dan tingkat hubungan yang rendah dengan koefisien korelasi= 0,305.Pengetahuan pasien Diabetes Mellitus tipe 2 dapat meningkatkan kepatuhan kontrol. Kepatuhan kontrol pasien DM tipe 2 akan meningkatkan kualitas hidup. Kata Kunci: Tingkat Pengetahuan, Kepatuhan kontrol, Diabetes Mellitus tipe 2. ABSTRACT Diabetes Mellitus type 2 representing metabolic disease effect of lack of insulin by absolute or relative with primary trouble at fat metabolism and protein. Knowledge alone represents result from soybean cake and this after people conduct to something certain object. Target of this research is meant to know relation between knowledge level with obedient control at Diabetes Mellitus type client 2 knowledge alone represent result from soybean cake and this after people conduct to something certain obeys, knowledge represent very important domain in forming someone action. Obedient is positive attitude of client in showing with the existence of change by meaning in line with specified medication.This research use cross sectional design purposional, sampling technique, amount of sample is 44 respondent, independent variable (free variable) variable influencing is knowledge level, while dependent variable (variable influenced) that is obedient of control, data collecting cross sectional analyzed using and rho spearman statistic test.From result of research there are 44 checked respondent here in after in test with rho spearman statistic test getting low relation level with correlation coefficient = 0.004 rho = 0.305.Research of big as knowledge mount of Diabetes Mellitus client type 2 enough, entirely almost because SMA mount education. it, compliance while of between relation there are meaning obedient control of respondent. Big some of. control mount knowledge to obedient control at Diabetes Mellitus type 2 client. Keyword : Level of Knowledge, Obedient of Control, Diabetes Mellitus Type 2 Client.
PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT DENGAN TINDAKAN RESUSITASI NEONATUS GAWAT NAFAS Syaiful, Yuanita; Choiriyah, Siti
Journals of Ners Community Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKAsuhan keperawatan gangguan pernapasan neonatus membutuhkan pengetahuantentang kualitas, sikap, dan keterampilan perawat dalam memberikan perawatan yangcepat, akurat dan hati-hati. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan hubunganpengetahuan dan sikap terhadap tindakan resusitasi pada gangguan pernapasan bayi barulahir.Desain penelitian yang digunakan cross sectional. Sampel 24 responden (perawatdan bidan) di gedung pusat Bersalin Rumah Sakit Muhammadiyah Gresik. Sampel diambilmenggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan dengan kuesioner dan checklist.Data dianalisis dengan korelasi Spearman Rank dengan nilai signifikansi α <0,05.Hasil penelitian sebagian besar responden menunjukkan pengetahuan cukup dengantindakan cukup sebanyak 11 orang (45,8%) dari 24 responden, dengan hasil uji statistik p=0.000, r= 0,752. Ada hubungan kuat pengetahuan dengan tindakan resusitasi neonatusgawat nafas. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar bersikap negatif dengantindakan resusitasi cukup sebanyak 10 orang (41,7%) dari 24 responden, dengan nilai p=0,003, r= 0,319. Data menunjukkan bahwa ada hubungan sedang antara sikapbidan/perawat dengan tindakan resusitasi neonatus gawat nafas.Penting bagi bidan/perawat untuk meningkatkan pengetahuan mereka dan memilikisikap positif dalam tindakan resusitasi dengan mengikuti pelatihan/ seminar perawatan danpenatalaksanaan neonatus gawat nafas serta perawatan intensif neonatal.Kata kunci: Pengetahuan, Sikap, Tindakan resusitasi, Neonatus, Gawat nafasABSTRACTNursing care of neonatal respiratory distress requiring knowledge of quality,attitudes, and skills in order to provide care quickly, accurately and carefully. The purposeof this study was to explain the relationship of knowledge and attitudes to resuscitation ofthe newborn respiratory distress.The research designs was used a cross sectional. Sample of 24 respondents (nursesand midwifery) in the Maternity central building Muhammadiyah Gresik Hospital. Sampletaken using purposive sampling method. Data were collected by questionnaire andchecklist. Analyzed by Spearman Rank Corelation level of significant with values α<0.05.The results of this study were most respondents showed enough knowledge to actfairly as many as 11 people ( 45.8 % ) of the 24 respondents, with the statistical test p=0.000, r= 0.752. There was a strong relationship with the knowledge of neonatalresuscitation respiratory distress. The results showed that most of the negative attitudewith resuscitation quite as many as 10 people ( 41.7 % ) of the 24 respondents, with p=0.003, r= 0.319. The data indicate that there was a relationship between attitudes ofmidwifes/ nurses with neonatal respiratory distress resuscitation.It was important for nurses to enhance their knowledge and have positive attitudein by joining training of neonatal intensive care unit and reading nursery book more often,and joining nursery seminar treating neonatal respiratory distress.Keywords: Knowledge, Attitude, Action nursing, Neonatal, Respiratory distress
PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT MEMENUHI KEBUTUHAN SPIRITUAL PASIEN KRITIS DENGAN IMPLEMENTASI KEPERAWATAN Syaiful, Yuanita; Wibawa, Setya
Journals of Ners Community Vol 5, No 1 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.702 KB)

Abstract

ABSTRAKPerawat dalam memberikan asuhan keperawatan harus melihat klien secara holistikuntuk memenuhi kebutuhan bio-psiko-sosial-spiritual. Perawat seringkalai kurang peduliterhadap kebutuhan spiritual klien. Perawat lebih cenderung peduli terhadap aspekfisiologis daripada pemenuhan kebutuhan spiritual klien. Hal ini disebabkan olehpemahaman perawat yang kurang tentang aspek spiritual klien untuk proses penyembuhanklien. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan antara pengetahuan dansikap perawat dalam klien spiritual kebutuhan pemenuhan dengan implementasikeperawatan karena krisis ilness / penderitaan / kematian.Metode penelitian yang digunakan dalam diteliti ini adalah cross sectional.Populasi adalah perawat yang bekerja di ruang operasi dan interna di RSIA PusuraTegalsari. Teknik sampling menggunakan total sampling. Jumlah responden yangmemenuhi syarat kriteria inklusi sebanyak 24 responden. Data dikumpulkan dengankuesioner dan dilakukan analisis statistik dengan menggunakan korelasi Spearman rhopemeriksaan dengan  = 0,05.Berdasarkan korelasi pemeriksaan yang mendapat nilai p = 0,000  0,05 yangberarti Ho ditolak atau ada hubungan antara pengetahuan dan sikap perawat dalam klienspiritual kebutuhan pemenuhan dengan implementasi keperawatan krisis penyakit.Perawat perlu meningkatkan pengetahuan dan sikap mereka dalam memenuhikebutuhan spiritual klien dengan implementasi keperawatan illnes crisis.Kata kunci: pengetahuan Perawat, sikap perawat, diperlukan pemenuhan Spiritual,pelaksanaan Keperawatan krisis penyakit.ABSTRACTNurse in the giving nursing care see client holistically that having bio-psychosocial-spiritual need. But, actually nurse who less care client spiritual need. Nurse moretends care current aspect than client spiritual need fulfillment. This is caused by lack ofnurse understanding about client spiritual aspect and advantage to healthy and illnesshealing. This purpose of this research was to identify whether there are relationshipbetween knowledge and nurse attitude in the client spiritual need fulfillment with nursingimplementation because of ilness crisis/suffering/death.Researched method that used in this researched was cross sectional method. Thepopulation was nurse who worked was the surgery room and interna in RSIA PusuraTegalsari. Sampling technique was total sampling. Total sampling that was 24 respondentsthat qualify inclusion criteria. Data was collected with quesioner and done statisticalanalysis using correlation examination Spearman rho with  = 0.05.Based on correlation examination that got p value = 0,000  0,05 that means Howas refused or there were relationship between knowledge and nurse attitude in the clientspiritual need fulfillment with nursing implementation of illness crisis. In conclusion, it is important for nurse to enhance their knowledge and attitude, inthe client spiritual need fulfillment with nursing implementation of illnes crisis.Keywords: Nurse knowledge, Nurse attitude, Spiritual needed fulfillment, Nursingimplementation of illness crisis.
BEBAN KERJA DAN MOTIVASI KERJA PERAWAT DENGAN KELENGKAPAN DOKUMENTASI KEPERAWATAN Syaiful, Yuanita; Mujafafa, Eni
Journals of Ners Community Vol 3, No 1 (2012)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (582.619 KB)

Abstract

ABSTRAKDokumentasi keperawatan adalah salah satu tindakan keperawatan yang sangatpenting dilakukan sebagai pedoman dalam memberikan asuhan keperawatan sesuai denganstandar dokumentasi keperawatan.Masalah dokumentasi keperawatan yang tidak lengkap berhubungan dengan bebankerja perawat. Kualitas pelayanan yang diberikan perawat menurun karena faktor tingginyabeban kerja yang menyebabkan perawat menjadi lelah. Kondisi perawat yang lelah akanmempengaruhi motivasi kerja seseorang dalam memberikan asuhan dan dokumentasikeperawatan yang lengkap. Tujuan dari penelitian ini untuk menjelaskan hubungan bebankerja dan motivasi kerja perawat dengan kelengkapan dokumentasi keperawatan.Desain penelitian menggunakan desain Cross Sectional. Pengambilan sampelmengguanakan metode Total Sampling berjumlah 18 perawat di ruang Bersalin dan AnakRumah Sakit Nyai Ageng Pinatih Gresik pada bulan Januari 2009. Data diambil denganmenggunakan lembar kuesioner, check list dan lembar observasi. Data dianalisis denganmenggunakan uji korelasi Spearman’s Rho dengan tingkat signifikansi 0,05. Hasilpenelitian menunjukkan adanya hubungan beban kerja dengan kelengkapan dokumentasikeperawatan (ρ = 0,006) dan hubungan motivasi kerja dengan kelengkapan dokumentasikeperawatan (ρ = 0,007).Berdasarkan hasil penelitian tersebut diperlukan adanya restrukturisasi sistemkeseimbangan yaitu jumlah perawat dan beban kerja harus benar-benar diperhitungkansehingga dapat mendorong motivasi kerja perawat untuk mencapai kinerja yang optimalsehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan keperawatan.Kata kunci : Beban Kerja, Motivasi Kerja, Kelengkapan Dokumentasi KeperawatanABSTRACTNursing documentation is one of the important nursing actions form in givingtreatment upbringing as according to standard of treatment documentation. Problem ofincomplete treatment documentation is missed communication between who nurse takecare of hereinafter is so that happened by the repetition and do not implementation of is atall. Quality of downhill service not because of factor of quality of energy because highof work load causing nurse become worn-out. Condition of worn-out nurse will influencethe motivation work the someone in giving upbringing of treatment and complete treatmentdocumentation. The objective of this research to explain correlation of work load andwork motivation with completion of nursing documentation.Design research used cross sectional. Sampling method used total sampling. Samplewere 18 nurses at Maternity and Pediatric Hospital of Nyai Ageng Pinatih Gresik inJanuary 2009. Data were taken by using questionnaire and also observation by checkinglist. Data were analyzed by using test of Rank Spearmans Rho correlation withsignificance level 0.05. The resulted shows was correlation work load with the completionof nursing documentation (ρ= 0.006 ) and relation work motivation with completion ofnursing documentation (ρ= 0.007 ). Based on result of this research needed the existence of restructuring of balancesystem of was amount of energy and work load have to really reckoned by was goodness ofquality and amount so that can push the motivation work the nurse to reach the optimalperformance and rising of quality of service and treatment up bringing.Keywords : Work Load, Work Motivation, Completion Of Nursing Documentation
TERAPI BERMAIN: ORIGAMI TERHADAP PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS DAN KOGNITIF ANAK PRASEKOLAH Syaiful, Yuanita; Rahmawati, Dwi Wahyuni
Journals of Ners Community Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKAnak prasekolah adalah mereka yang berusia antara 3-6 tahun. Pada masa kanakkanakketerampilan motorik berkembang sejalan dengan perkembangan kemampuankognitif anak. Anak-anak berusia 4-6 tahun memiliki banyak keunggulan dalam hal fisikmelalui motorik bila dilakukan dengan permainan atau modifikasi permainan. Salah satupermainan yang dapat meningkatkan motorik halus dan perkembangan kognitif anak-anakprasekolah adalah terapi bermain: origami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisispengaruh terapi bermain: origami pada motorik halus dan perkembangan kognitifprasekolah (4-5 tahun).Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental dengan satu kelompokpretest-posttest. Populasi sebanyak 25 anak, sampel direkrut menggunakan purposivesampling didapatkan besar sampel 24 anak usia 4-5 tahun dari kelas A2 TK Aisyiyah 24BP Wetan pada bulan Maret 2012. Variabel bebas adalah terapi origami dan variabelterikat adalah pengembangan baik motorik dan kognitif. Data dikumpulkan denganmenggunakan lembar observasi dan data tersebut dianalisis uji Wilcoxon dengan tingkatsignifikansi p <0,05.Hasil uji statistik dari motorik halus dan perkembangan kognitif anak-anakprasekolah (4-5 tahun) sebelum dan sesudah terapi origami (p = 0,001). Ini berarti bahwaterapi origami memiliki efek yang signifikan terhadap motorik halus dan perkembangankognitif anak prasekolah (4-5 tahun).Lembaga pendidikan, terutama anak-anak TK keperawatan dapat menggunakanterapi origami untuk meningkatkan motorik halus dan perkembangan kognitif anakprasekolah.Kata kunci: Origami, motorik halus, kognitif, anak prasekolahABSTRACTPreschool children are those aged between three to six years. On childhood motorskills develop in line with the development of childrens cognitive abilities. Children aged4-6 years through the preschool has many advantages in physical terms through the motorwhen its done with the games or game modifications. One game that can improve finemotor and cognitive development of preschool children is origami therapy. The researchwas aimed to analyze the effect of origami therapy on fine motor and cognitivedevelopment of preschool children (4-5 years).This researched used a pre-experimental with one group pretest-posttest design.Population of 25 children, the sample were recruited used purposive sampling with asample of 24 children aged 4-5 years from A2 class kindergarten Aisyiyah 24 BP Wetan onMarch 2012. The independent variable is origami therapy and the dependent variable wasthe development of fine motor and cognitive. Data were collected using observation sheetand those data were analysed Wilcoxon signed rank test with significance level p <0,05.The results of statistical tests of fine motor and cognitive development of preschoolchildren (4-5 years) before and after origami therapy (p = 0,001). It means that origamitherapy had significant effect to fine motor and cognitive development of preschoolchildren (4-5 years). Based on the results, educational institutions, especially the kindergarten nursingchildren can use origami therapy to improve fine motor and cognitive development ofpreschoolers.Keywords: Origami, Fine motor, Cognitive, Preschool child
RECOMBINANT ERYTHROPOIETIN MENINGKATKAN KADAR HEMOGLOBIN PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIS YANG MENJALANI HEMODIALISA Syaiful, Yuanita; Rahmawati, Rita; Maslachah, Maslachah
Journals of Ners Community Vol 4, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.831 KB)

Abstract

ABSTRAKAnemia adalah umum pada kebanyakan pasien dengan penyakit ginjal kronis yangmenjalani hemodialisis. Dari uraian di atas maka membuat studi tentang pengaruhpemberian eritropoietin rekombinan untuk meningkatkan kadar hemoglobin pada pasiendengan penyakit ginjal kronis yang menjalani hemodialisis di rumah sakit Ibnu SinaGresik.Desain penelitian menggunakan desain pra eksperimental dengan pre-post testdalam satu kelompok. Wich meliputi 17 sampel menggunakan purposive sampling. Datadikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan observasi. Data proses dan dianalisismenggunakan uji wilcoxon sign test.Hasil penelitian menunjukkan bahwa hemoglobin semua responden sebelummemperoleh rekombinan Erythropoietin 100% dari responden berpengalaman dalamlipatan hemoglobin. Berdasarkan uji wilcoxon stastistical signifikansi diperoleh di kantor p= 0,000 lebih kecil dari 0,005, berarti ada pengaruh pemberian rekombinan erythropoietinterhadap peningkatan kadar hemoglobin.Terapi rekombinan erythropoietin adalah konsep dasar yang cepat meningkatkankualitas hidup penderita. Memberikan eritropoetin rekombinan sangat efektif untukmemperbaiki anemia dan mengurangi insiden komplikasi penyakit kardiovaskular.Kata kunci: rekombinan Erythropoietin, Jumlah Hemoglobin, Penyakit Ginjal Kronis.ABSTRACTAnemia is common in most patients with cronic kidney disease who undergohemodialysis. From the above description then made a study of the effect of givingrecombinant erythropoietin to increase hemoglobin levels in patient with cronic kidneydisease that undergo hemodialysis in hospital Ibnu Sina Gresik.The design of the research used a pra eksperimental design with pre-post test inone group. Wich include 17 samples using purposive sampling. Data were collected usingquestionaire and observation. Data on process and analyzed using the wilcoxon sign test.The results showed that the hemoglobin all respondent before obtainingrecombinant Erythropoietin 100% of respondent experienced in crease of hemoglobin.Based on the wilcoxon stastistical test of significance obrained p= 0.000 is smaller than0.005, wich means there is the influence of recombinant Erythropoietin to elevated levelsof hemoglobin.Erythropoietin recombinant theraphy is the basic concept that quickly improves thequality of life of patiens. Giving recombinant erythropoietin very effective for correctinganemia and reducing the incidence of complication of cardiovascular disease.Keywords: Recombinant Erythropoietin, Hemoglobin Levels, Cronic Kidney Disease.
PERILAKU DALAM PERAWATAN INFUS DENGAN KEJADIAN PLEBITIS PASIEN USIA 20-60 TAHUN Rahayuningrum, Lina Madyastuti; Syaiful, Yuanita; Masruroh, Dewi
Journals of Ners Community Vol 4, No 2 (2013)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKSalah satu efek dari pemberian infus adalah flebitis. Flebitis disebabkan olehmekanik, kimia, dan faktor bakteri. Flebitis dapat dicegah dengan meminimalisirmikroorganisme pada kulit pasien dan menjaga sistem jalur intravena ditutup dan sistemfiksasi dalam kondisi baik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubunganantara pengetahuan, sikap, dan praktek perawat dalam keperawatan infus dan kasusplebitis.Populasi adalah perawat yang merawat dan pasien yang mendapat terapi infus diRuang Wijaya Kusuma, Cempaka Room, dan ICU Room RSUD Gresik. Total sampeladalah 28 perawat dan 55 pasien. Sampel diambil dengan menggunakan teknik purposivesampling. Variabel dependen penelitian ini adalah plebitis dan variabel independen adalahpengetahuan, sikap, dan praktek perawat. Data dikumpulkan dengan menggunakankuesioner dan observasi, kemudian dianalisis dengan menggunakan Spearman Rhokorelasi, dengan tingkat signifikansi (ρ)> 0,05.Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan yang cukupperawat di keperawatan infus dan kasus plebitis (ρ = 0,023 dan r = 0.428). Ada korelasiyang rendah antara sikap perawat dalam keperawatan infus dan kasus flebitis (ρ = 0,048dan r = 0.377). Ada korelasi yang rendah antara praktek perawat dalam keperawatan infusdan kasus flebitis (ρ = 0,047 dan r = 0.374).Perilaku perawat dalam keperawatan infus memiliki korelasi yang rendah dancukup dengan kasus plebitis. Seorang perawat yang telah belajar tentang plebitispencegahan kejadian maka dia akan mempraktekkan apa yang diketahui dan menanganidalam bentuk tindakan perawatan yang baik dan benar.Kata kunci: Perilaku (pengetahuan, sikap, dan praktek), kasus plebitis.ABSTRACTOne of the effect of intravenous feeding is phlebitis. Phlebitis is caused bymechanical, chemical, and bacterial factors. Phlebitis can be prevented by minimalizingmicroorganism in patient’s skin and keeping the intravenous line system closed andfixation system in good condition. The purpose of this research is to identify thecorrelation between knowledge, attitude, and practice of nurse in nursing infuse and thephlebitis case.The population is nurses who nursed and patients who got infuse therapy in WijayaKusuma Room, Cempaka Room, and ICU Room of RSUD Gresik. Total sample is 28nurses and 55 patients. The sample were taken using purposive sampling. For thisresearch, dependent variable is phlebitis and independent variable is knowledge, attitude,and practice of nurse. Data were collected by using quetioner and observation, thenanalyzed by using Spearman’s Rho Correlation, with level significance (ρ) > 0.05.Result showed that there was sufficient correlation between knowledge of nurse innursing infuse and phlebitis case (ρ=0,023 and r=0,428). There was low correlationbetween attitude of nurse in nursing infuse and phlebitis case (ρ=0,048 and r=0,377). There was low correlation between practice of nurse in nursing infuse and phlebitis case(ρ=0,047 dan r=0,374).Behavior of nurse in nursing infuse has low and sufficient correlation with thephlebitis case. A nurse who had learned about the incident prevention plebitis then hewould practice what is known and addressing in the form of maintenance action is goodand right.Keywords : Behavior (knowledge, attitude, and practice), phlebitis case.
TEKNIK DISTRAKSI MENDENGARKAN AYAT SUCI AL-QURAN MENURUNKAN KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI SEKSIO SESAREA Syaiful, Yuanita; Nurwan, Nurwan
Journals of Ners Community Vol 3, No 2 (2012)
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Bedah sectio caesaria selalu didahului dengan reaksi emosional/ kecemasan pre operasi. Respon ketakutan dapat mempengaruhi proses anestesi/ pembiusan dan proses operasi. Terapi alternatif untuk mengatasi ketakutan yaitu teknik mengalihkan perhatian pendengaran: mendengarkan kalimat suci Al-quran. Efek teknik mengalihkan perhatian pendengaran: mendengarkan kalimat suci Al-quran untuk kecemasan pasien pra operasi untuk operasi sectio caesaria masih belum dapat dijelaskan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh teknik mengalihkan perhatian pendengaran: mendengarkan kalimat suci Al-quran untuk kecemasan pasien pra operasi untuk operasi sectio caesaria.Desain penelitian menggunakan satu kelompok Pra test-Post test. Populasi sebanyak 33 pasien di Rumah Sakit Wijaya Surabaya, sampel diambil dengan teknik purposive sampling yang memenuhi kriteria inklusi didapatkan 30 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dengan kuesioner skala HARS, analisis selanjutnya dengan uji statistik Wilcoxon Signed Ranks dengan tingkat kemaknaan p< 0,05.Hasil penelitian menunjukkan r = 0,003 yang berarti ada efek teknik mengalihkan perhatian pendengaran: mendengarkan kalimat suci Al-Quran terhadap kecemasan pasien pra operasi sectio caesaria.Berdasarkan hasil penelitian diharapkan perawat menjelaskan pada keluarga pasien tentang teknik yang penting dari mengalihkan perhatian pendengaran: mendengarkan kalimat suci Al-Quran secara benar dan menerapkannya, dalam upaya menurunkan ketakutan pra beroperasi untuk operasi caesar sectio agar tidak menjadi terfokus pada penyakit untuk dioperasikan. Kata kunci: Mendengarkan Ayat Suci Al-Quran, Pra Operasi Sectio caesaria ABSTRACT Surgery of sectio cesarean is always preceded with an emotional reaction / anxieties pre operation. The response dread can affect the anesthesia process / anesthesia and process the surgery. Alternative therapy to overcome the dread that is technique of distracts hearing: listening holy sentence of Al-qur’an. But effect of technique of distracts hearing: listening holy sentence of Al-qur’an to dread of patient pre operate for the sectio cesarean still unclear. This research aim to analyze the effect of technique of distracts hearing: listening holy sentence of Al-quran to dread of patient pre operate for the sectio caesarean.Design of research is One Group Pra-Post Test the Design. Population counted 33 patients at Wijaya Hospital Surabaya, sample taken with the technique of purposive sampling fulfilling criterion inclusion got 30 respondens. Data collecting done with the interview of structure HARS, hereinafter analyst with the statistical test of Wilcoxon Signed Ranks Test with the meaning level 0.05.Result of research show r = 0.003. There is effect of treatment of technique of distracts hearing: listening holy sentence of Al-Quran to dread of patient pre operate for the sectio cesarean.Pursuant to research result expected a nurse explain at patient family about its important technique of distracts hearing : listening holy sentence of Al-Quran real correctly and apply it, in the effort degrading dread pre operate for the sectio cesarean in order not to be focused at its disease to be operated. Keywords: Distraction Listening Holy Qur-an, Pre Operation Sectio Caesarean