Articles

Found 4 Documents
Search

Profesionalisme Militer pada Pemerintahan Soeharto dan Abdurrahman Wahid Siddiq, Mohammad
Madani Jurnal Politik dan Sosial Kemasyarakatan Vol 11 No 1 (2019): Februari 2019
Publisher : Madani Jurnal Politik dan Sosial Kemasyarakatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The reforms that rolled out in 1998 were one of the important momentum in the history of civil-military relations in Indonesia. The thick political and bureaucratic culture of military domination in the 32 years of Soeharto's reign with Dwi The function of his ABRI turned to Abdurrahman Wahid's government which put forward civilian supremacy especially in terms of politics and bureaucracy to be interesting to discuss. This study is a comparison of the role of the military during the Soeharto government and Abdurrahman Wahid's administration with a historical social qualitative approach. The findings indicate that the New Order government regime tended to be authoritarian in that the power rested on one President who was able to control military power to maintain power, whereas during Abdurrahman Wahid's administration system tended to shift towards a more democratic regime. Through this study, it can be concluded that in the transition to a democratic regime, restructuring the role of the military in political life is an important prerequisite that must be carried out.
TINDAK TUTUR DAN PEMEROLEHAN PRAGMATIK PADA ANAK USIA DINI Siddiq, Mohammad
KREDO : Jurnal Ilmiah Bahasa dan Sastra Vol 2, No 2 (2019): JURNAL KREDO VOLUME 2 NO 2 TAHUN 2019
Publisher : Universitas Muria Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (564.427 KB) | DOI: 10.24176/kredo.v2i2.2868

Abstract

Manusia dilahirkan di dalam dunia sosial dimana mereka harus bergaul dengan manusia lain yang ada disekitarnya. Sejak awal hidupnya seorang individu sudah bergaul sosial dengan orang terdekat, meskipun bentuknya masih satu arah, seperti orang tua berbicara dan bayi hanya mendegarkan saja. Dalam perkembangan hidup selanjutnya, bahasa diperoleh sedikit demi sedikit. Pada saat yang sama individu tersebut dibawa ke dalam kehidupan sosial di mana terdapat rambu-rambu perilaku kehidupan. Sebagian dari norma-norma ini tertanam dalam bahasa sehingga kompetensi anak tidak hanya terbatas pada pemakaian bahasa (laguage usage)  tetapi juga penggunaan bahasa (language use). Dengan kata lain, anak harus pula menguasai kemampuan pragmatik. Penelitian tindak tutur pada anak usia dini yang ditinjau dari aspek pragmatik ini berfokus pada aspek lokusi, ilokusi dan perlokusi, disamping itu melihat pula bagaimana pemerolehan pragmatik yang mencakup (1) perolehan niat komunikatif dan pengungkapan bahasanya, (2) pengembangan kemampuan bercakap dengan segala urutannya, dan (3) pengembangan piranti untuk membentuk wacana yang kohesif.
Paradigma dan Metode Pendidikan Anak dalam Perspektif Aliran Filsafat Rasionalisme, Empirisme, dan Islam Siddiq, Mohammad; Salama, Hartini
Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah Vol 3 No 2 (2018): Jurnal Pendidikan Agama Islam Al-Thariqah
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/althariqah.2018.vol3(2).2308

Abstract

Memahami realitas paradigma pendidikan yang beragam dalam kebudayaan manusia sama saja dengan memahami eksistensi manusia itu sendiri. Setiap paradigma menunjukkan tujuan serta bagaimana proses penyelenggaraan pendidikan dilaksanakan di masyarakat. Kajian literatur (studi pustaka) ini berupaya untuk memahami bagaimana Pendidikan anak itu ditinjau dari aspek paradigma dan metode pendidikan anak dalam perspektif aliran rasionalisme dan empirisme serta perbandingannya dengan paradigma pendidikan anak dalam pandangan Islam yang ditinjau dari Al-Qur’an dan sosial historis. Hasil kajian ini menunjukkan bahwa Empirismemelihat manusia lahir seperti kertas kosong (tabula rasa) yang memosisikan anak sebagai objek pendidikan. Adapun Rasionalisme melihat manusia lahir dengan membawa potensi (innate knowledge) yang memosisikan anak menjadi subjek dari pendidikan. Berbeda dengan pendidikan dalam perspektif Islam yang memandang anak sebagai makhluk Allah SWT yang diberikan segenap potensi akal untuk mengenali penciptanya.
Etnografi Sebagai Teori Dan Metode Siddiq, Mohammad; Salama, Hartini
Kordinat | Jurnal Komunikasi Antar Perguruan Tinggi Agama Islam Vol 18, No 1 (2019): Jurnal Kordinat
Publisher : Kopertais Wilayah I DKI Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Memahami masyarakat manusia merupakan suatu upaya yang selalu menarik untuk dilakukan. Di tengah-tengah upaya tersebutlah, etnografi hadir. Etnografi ditinjau secara harfiah dapat berarti tulisan atau laporan tentang suatu suku bangsa. Ciri khas dari metode penelitian lapangan etnografi ini adalah sifatnya yang menyeluruh dan terpadu (holistic-integratif), deskripsi yang kaya (thick description) dan analisa kualitatif dalam rangka mendapatkan cara pandang pemilik kebudayaan (native’s point of view). Umumnya etnografi digunakan oleh sebagian peneliti untuk memahami kebudayaan lain (other cultures). Sedangkan, sebagian lain berpendapat bahwa etnografi telah menjadi alat yang fundamental untuk memahami masyarakat kita sendiri dan masyarakat multikultural di seluruh dunia. Dalam tradisi pengetahuan Islam, sejenis deskripsi etnografi dapat kita temukan dalam berbagai literatur, misalnya deskripsi kebudayaan yang ditulis Ibnu Battutah seorang pengembara (traveler), petualang (adventurer), dan pengamat (viewer) pada abad ke XIII dalam perjalanannya mengelilingi dunia dan berinteraksi dengan berbagai kebudayaan lain. Selain Ibnu Bathuthah, ada pula ilmuan muslim bernama Ibnu Khaldun, seorang filosof, ahli sejarah, dan politikus abad ke XIV yang pemikirannya terus digulirkan dan menjadi bahan kajian dalam berbagai diskursus pemikiran sosial politik kontemporer. Berangkat dari pengalaman dan pengamatannya yang tajam, Ibnu Khaldun merajut pikiran-pikiran kritis tentang hal-hal yang berkaitan dengan sistem kemasyarakatan dan kenegaraan berikut kritik-kritik inovatif terhadap cakupan sejarah sebagaimana tertuang dalam karya besarnya Muqaddimah yang merupakan pengantar dari kitab Al Ibar.