This Author published in this journals
All Journal JURNAL PANGAN
Wihardjaka, Anicetus
Pusat Unggulan Riset Pengembangan Lahan Suboptimal (PUR-PLSO) Universitas Sriwijaya

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Model Pertanian Ramah Lingkungan sebagai Jaminan Perbaikan Kuantitas dan Kualitas Hasil Tanaman Pangan Wihardjaka, Anicetus
JURNAL PANGAN Vol 27, No 2 (2018): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1539.559 KB) | DOI: 10.33964/jp.v27i2.376

Abstract

Keberhasilan peningkatan produktivitas tanaman pangan yang diikuti dengan kelestarian lingkungan hidup merupakan prinsip penerapan sistem pertanian ramah lingkungan berkelanjutan. Berbagai sistem pertanian ramah lingkungan telah dikembangkan dengan berpedoman pada budidaya pertanian yang baik melalui sinergis antar komponen teknologi, antara lain pengelolaan tanaman terpadu, jajar legowo super, sistem integrasi tanaman-ternak bebas limbah, dan pengendalian organisme pengganggu tanaman secara terpadu. Melalui sinergi komponen teknologi secara terpadu, penerapan sistem pertanian ramah lingkungan memantapkan capaian produktivitas tanaman pangan, kualitas tanah terpelihara, dan emisi gas rumah kaca dapat tereduksi. Beberapa komponen teknologi yang mampu memberikan hasil tanaman tinggi, emisi gas rumah kaca rendah, dan rendah kontaminan antara lain pengairan berselang, penggunaan bahan organik matang (nisbah C/N rendah) dengan bantuan biodekomposer, pemupukan berimbang, pengendalian hama secara terpadu dengan mengandalkan pestisida nabati, jarak tanam legowo, dan varietas padi unggul rendah emisi.  Melalui pengelolaan tanaman terpadu, hasil padi sawah dapat meningkat hingga 47%, pendapatan petani meningkat 29-76%, dan emisi GRK turun sekitar 18-26%.
Pengelolaan Tanaman Terpadu pada Padi Sawah yang Ramah Lingkungan (Integrated Crop Management in Rice Environmentally Friendly) Wihardjaka, Anicetus; Nursyamsi, Dedi
JURNAL PANGAN Vol 21, No 2 (2012): PANGAN
Publisher : Perum BULOG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1243.187 KB) | DOI: 10.33964/jp.v21i2.146

Abstract

Sistem usahatani ramah lingkungan diartikan sebagai usahatani untuk memperoleh produksi optimal tanpa merusak lingkungan baik secara fisik, biologis dan ekologis. Selain itu sistem ini juga harus menjamin keberlanjutan sistem produksi. Pendekatan Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) pada padi sawah yang bersifat ramah lingkungan diyakini dapat mengakomodasi teknologi untuk peningkatan produksi padi, sekaligus memelihara kelestarian lingkungan biofisik, serta menjaga keberlanjutan sistem produksi padi sawah.Penerapan teknologi mitigasi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) di lahan sawah selain dapat mempertahankan dan meningkatkan produksi padi, juga dapat mereduksi emisi GRK secara signifikan.Dengan demikian maka untuk menjamin peningkatan produksi padi, sekaligus memelihara kelestarian lingkungan lahan sawah serta menjaga keberlanjutan sistem produksi padi, maka teknologi mitigasi emisi GRK di lahan sawah perlu ditambahkan dalam paket PTT.Environmentally friendly farming system is defined as afarmto obtain an optimal production without physically, biologically andecologically damaging the environment. In additionthis system should also ensure the sustain ability of production systems. Integrated crop management (ICM) aproachin paddy ricefield is believed tobe able to accommodate environmentally friendly technologies which increaserice production, maintain sustainability of biophysical environment, as well asmaintain sustainability of rice production systems. Application of GlassHome Gas (GHG) emissions mitigation technologies in paddy rice field do not only maintainand increaserice production, but also reduce GHG missions significantly. Thus,toguarantee an increase inrice production, sustainability of bio physical environment, and sustainability of rice production systems, the GHG emission mitigation technology inpaddyrice fields should be addedin the ICM package.