Articles

Found 4 Documents
Search

PENGARUH PROPILEN GLIKOL TERHADAP LAJU DIFUSI KRIM NATRIUM DIKLOFENAK DENGAN BASIS HIDROFOBIK SECARA INVITRO Narsa, Angga Cipta; Soebagio, Boesro; Sriwidodo, Sriwidodo
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol 1 No 1 (2010): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.97 KB) | DOI: 10.25026/jtpc.v1i1.2

Abstract

ABSTRACT The research on effect of propylene glycol in diffusion of cream diclofenac sodium from hydrophobic base with in-vitro. The research has been used for concentrations propylene glycol (0, 3, 5, and 7%). The stability test included organoleptic, pH, viscosity, consistency, flow type for 56 days of storge, and diffusion test used diffusion franz cell and membrane spangler. The result showed that formula diclofenac sodium cream contained propylene glycol 7% was the one best in diffusion of 0.0203 ppm/menit.   Key words : Propylene glycol, diffusion, hydrophobic base   ABSTRAK Telah dilakukan penelitian mengenai pengaruh propilen glikol terhadap laju difusi krim natrium diklofenak basis hidrofobik secara invitro. Dalam penelitian ini dibuat formula dengan variasi konsentrasi propilen glikol yaitu 0, 3, 5, dan 7%. Pengujian stabilitas fisik sediaan krim meliputi organoleptis, pH, viskositas, konsistensi, dan uji sifat aliran selama 56 hari penyimpanan, serta uji difusi menggunakan alat difusi Franz dan membran spangler. Dari hasil penelitian ini didapat bahwa formula krim natrium diklofenak yang mengandung propilen glikol 7% memiliki laju difusi paling baik yaitu 0,0203 ppm/menit.   Kata kunci : Propilen glikol, laju difusi, basis hidrofobik  
PENINGKATAN KELARUTAN KETOKONAZOL DENGAN TEKNIK DISPERSI PADAT MENGGUNAKAN EUDRAGIT® E 100 Narsa, Angga Cipta
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol 2 No 1 (2012): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.592 KB) | DOI: 10.25026/jtpc.v2i1.42

Abstract

Ketoconazole is an antifungal azole synthetic which derivatived from imidazole. Ketoconazole is practically insoluble in water and its bioavailability depend on pH condition of the gastrointestinal tract. The purpose of the research is to increase the solubility of ketoconazole by solid dispersion method using Eudragit® E 100, PEG 6000, and glycerol. Solid dispersion was evaluated with respect to solubility, cristalinity, complexation and morphology of solid dispersion. The optimum formulation with the highest solubility was resulted by solid dispersion with ratio ketoconazole - Eudragit® E 100 - glycerol of 1:8:0.5. X-ray diffraction test revealed the change of crystalline ketoconazole and similar to Eudragit® E 100. This result was also supported by spectrum of infrared and endothermic peak of differential scanning calorimetry. Based on scanning electron microscopy morphology of pure Eudragit® E 100 and solid dispersion was similar. Solid dispersion of ketoconazole with Eudragit® E 100 and glycerol improved solubilty. Keywords : ketoconazole, solid dispersion, Eudragit® E 100   ABSTRAK Ketokonazol merupakan zat antijamur sintetik golongan azol yang merupakan turunan imidazol.Ketokonazol praktis tidak larut dalam air dan ketersediaan hayati melalui rute oral sangat beragam tergantung dari kondisi pH saluran pencernaan.Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kelarutan ketokonazol dengan cara pembuatan dispersi padat mengunakan Eudragit® E 100, PEG 6000, serta gliserol. Dispersi padat di evaluasi dengan uji kelarutan jenuh, kristalinitas, kompleksasi, dan morfologinya.Formula optimal dengan peningkatan kelarutan tertinggi dihasilkan oleh perbandingan dispersi padat ketokonazol - Eudragit® E 100 - gliserol 1:8:0,5. Pengujian difraksi sinar-X menunjukkan adanya perubahan kristalinitas ketokonazol yaitu sama seperti Eudragit® E 100.Hasil ini juga didukung oleh hasil pengujian spetkrofotometer infra merah dan puncak endotermik differential scanning calorimetry.Berdasarkan hasil scanning electrom microscopyterlihat morfologi dari Eudragit® E 100 murni dan dispersi padatnya yang hampir sama..Pembentukan dispersi padat ketokonazol dengan Eudragit® E 100 dan gliserol dapat meningkatkan kelarutan. Kata Kunci : ketokonazol, dispersi padat, Eudragit® E 100
EFEK ANTIMIKROBA SEDIAAN SALEP KULIT BERBAHAN AKTIF EKSTRAK ETIL ASETAT DAUN SUNGKAI (Peronema Canencens Jack.) TERHADAP BAKTERI PATOGEN PENGINFEKSI LUKA BAKAR Ibrahim, Arsyik; Ahmad, Islamudin; Narsa, Angga Cipta; Sastyarina, Yurika
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol 2 No 3 (2013): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.451 KB) | DOI: 10.25026/jtpc.v2i3.58

Abstract

Research on the effects of skin ointment dosage active ingredient ethyl acetate leaf extract Sungkai (Peronema canencens Jack.) has be done burns infection against pathogens bacteria. This study aims to determine the effective concentration of the ethyl acetate extract antimicrobial in skin ointment preparations against pathogens skin burns infection. Test material obtained by fractionation of the methanol extract of leaves Sungkai, further formulated into an ointment base, was tested to determine the effective concentration of activity. The results obtained by the concentration of effective skin ointment preparation with the active ingredient ethyl acetate leaf extract Sungkai is 4% for gram-positive bacteria: B. subtilis and S. aureus, dankonsentrasi 2% for gram-negative bacteria: P. aeruginosa and Str. mutans. Key words: P. canencens Jack, Formulation, Antimicrobials, B. subtilis, S. aureus, P. aeruginosa, Str. Mutans   ABSTRAK Telah dilakukan penelitian efek sediaan salep kulit berbahan aktif ekstrak etil asetat daun sungkai (Peronema canencens Jack.) terhadap bakteri patogen penginfeksi luka bakar. Penelitian ini bertujuan mengetahui  konsentrasi efektif antimikroba ekstrak etil asetat dalam sediaan salep kulit terhadap bakteri patogen penginfeksi luka bakar. Bahan uji diperoleh dengan fraksinasi ekstrak metanol daun sungkai, selanjutnya formulasikan ke dalam basis salep, diuji aktivitasnya untuk menentukan konsentrasi efektif. Hasil penelitian diperoleh konsentrasi efektif sediaan salep kulit dengan bahan aktif ekstrak etil asetat daun Sungkai adalah 4 % untuk bakteri gram positif: B. subtilis dan S. aureus, dankonsentrasi 2% untuk bakteri gram negatif: P. aeruginosa dan Str. Mutans. Kata kunci : P. canencens Jack,  Formulasi, Antimikroba, B. subtilis, S. aureus, P. aeruginosa, Str. mutans.
AKTIVITAS GEL MULUT BERBAHAN AKTIF EKSTRAK DAUN SIRIH HITAM KALIMANTAN SEBAGAI ANTIMIKROBA PENYEBAB RADANG GUSI (Gingivitis) DAN GIGI BERLUBANG (Caries) Prasetya, Fajar; Narsa, Angga Cipta
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol 2 No 3 (2013): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.847 KB) | DOI: 10.25026/jtpc.v2i3.60

Abstract

This study aimed to test the activity of active ingredient mouth gel preparation of kalimantan black piper betle leaf extract with the main base of Hydroxy Ethyl Cellulose namely (HEC) as a mucoadhesive polymer that is able to increase the attractive forces between the active material with a layer of mucus that will extend the contact time with the active ingredient tissue targets, moreover would be increase the effectiveness of antimicrobial activity causes inflammation of the gums (gingivitis) and tooth decay (caries). Activities that have been implemented are mouth gel activity assays with Kalimantan black piper betle leaf extract as in- vitro using the agar diffusion method pitting. In testing with active oral gel preparation of black piper betle leaf extract with the main base of Hydroxy Ethyl Cellulose namely (HEC) as in vitro, it can be seen that the sample may provide the inhibitory effect of the fungus Candida albicans and the bacterium Streptococcus mutans in the presence of a clear zone indicated on the medium. Furthermore, at this stage of the dilution of the gel in twice causing decline in the effectiveness of the inhibition of both the fungus Candida albicans and the bacterium Streptococcus mutans. The results of in- vitro testing without dilution is 19.8 mm in bacteria Streptococcus mutans and 34.4 mm in the fungus Candida albicans. Keywords: antimicrobial, oral gel, black piper betle, gingivitis , cavities   ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas sediaan gel mulut berbahan aktif ekstrak daun sirih hitam Kalimantan dengan basis utama yakni Hydroxy Ethyl Cellulose (HEC) sebagai mucoadhesive polymer yang mampu meningkatkan gaya tarik menarik antara bahan aktif dengan lapisan mukus sehingga akan memperpanjang waktu kontak bahan aktif dengan jaringan target, selanjutnya akan meningkatkan efektivitas aktivitas antimikroba penyebab radang gusi (gingivitis) dan gigi berlubang (caries). Kegiatan yang telah dilaksanakan adalah pengujian aktivitas gel mulut berbahan aktif ekstrak daun sirih hitam Kalimantan secara in vitro dengan menggunakan metode difusi agar teknik sumuran. Pada pengujian sediaan gel mulut berbahan aktif ekstrak daun sirih hitam Kalimantan dengan basis utama yakni Hydroxy Ethyl Cellulose (HEC) secara in vitro,  dapat diketahui bahwa sampel dapat memberikan efek penghambatan jamur Candida albicans dan bakteri Streptococcus mutans dengan ditunjukkan adanya zona bening pada agar. Namun pada tahap dua kali pengenceran terhadap gel terjadi penurunan efektivitas kerja penghambatan baik pada jamur Candida albicans maupun pada bakteri Streptococcus mutans. Hasil pengujian in-vitro tanpa pengenceran adalah 19.8 mm pada bakteri Streptococcus mutans dan 34.4 mm jamur Candida albicans. Kata kunci: antimkroba, gel mulut, sirih hitam, radang gusi, gigi berlubang