Sa’dijah, Cholis
Graduate School of Universitas Negeri Malang

Published : 6 Documents
Articles

Found 6 Documents
Search

Desain Fisik Kelas Berbasis Tema untuk Sekolah Dasar Cahyanto, Bagus; Akbar, Sa’dun; Sa’dijah, Cholis
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 3, No 1: JANUARI 2018
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.671 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v3i1.10354

Abstract

The classroom physical design can be interpreted as an arrangement of everything related to physical component in the class. The physical component is divided into two parts, namely classroom and classroom furniture. The classroom physical design is developed based on the theme for elementary school. The product embodied in the form of classroom design and guidebook for teachers which includes room design and classroom furniture. The product was developed with Borg and Gall model. The results of product trials indicated that the product categorized as eligible criteria from the aspect of validity, cohesiveness, and effectiveness to apply in elementary schools.Desain fisik kelas dapat dimaknai sebagai pengaturan segala sesuatu yang berkaitan dengan komponen fisik di dalam kelas. Komponen fisik kelas dibagi menjadi dua bagian yaitu ruang kelas dan perabot kelas. Pengembangan desain fisik kelas disusun berbasis tema untuk sekolah dasar yang diwujudkan dalam produk berupa desain dan buku panduan penerapan desain untuk guru yang mencakup desain ruang dan perabot kelas. Produk dikembangkan dengan mengadopsi langkah-langkah model Borg and Gall. Hasil uji coba produk menunjukkan bahwa produk mencapai kriteria layak dari aspek validitas, kepraktisan, dan keefektifan untuk diterapkan di SD.
Orisinalitas Desain Masalah Matematika Siswa SMP Wardhani, Rizka Zulvana; Sa’dijah, Cholis; Chandra, Tjang Daniel
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 3, No 10: OKTOBER 2018
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (581.549 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v3i10.11616

Abstract

Abstract: This research aimed at describing originality of mathematics problem design. Data were obtained from Desain Masalah Matematika who posed by 25 students. Research subjects were taken based on students who could develop their ideas through the task sheet. Furthermore, data is analyzed into three levels of originality (LO), that is high (modification of information, problem content is same/different, and mathematics concept is different), moderate (modification of information, problem content is different, and mathematics concept is same), and low (modification of information, problem content is same, and mathematics concept is same). The result is 9 students including high LO, 12 students including moderate LO, and 4 students including low LO.Abstrak: Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan orisinalitas desain masalah matematika. Data diperoleh dari Desain Masalah Matematika yang diajukan 25 siswa. Subjek penelitian diambil berdasarkan siswa yang dapat mengembangkan ide-idenya melalui lembar tugas. Selanjutnya, data dianalisis menjadi tiga level orisinalitas (LO), yaitu level tinggi (modifikasi informasi, isi masalahnya sama/berbeda, dan konsep matematikanya berbeda), level sedang (modifikasi informasi, isi masalahnya berbeda, dan konsep matematikanya sama), dan level rendah (modifikasi informasi, isi masalahnya sama, dan konsep matematikanya sama). Hasilnya yaitu 9 siswa termasuk LO tinggi, 12 siswa termasuk LO sedang, dan 4 siswa termasuk LO rendah.
Profil Berpikir Kreatif Matematis Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar Huljannah, Miftha; Sa’dijah, Cholis; Qohar, Abd.
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 3, No 11: NOVEMBER 2018
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.591 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v3i11.11730

Abstract

Abstract: This research aims to describe the profile of creative thinking of elementary school teacher education students at Tadulako University. Data collection used open-ended problem solving tests and guidelines interview. The subjects of this research consisted of 2 students in high-ability, 2 students in medium-ability, and 1 student in low-ability. The results show that in solving problem three-dimensional figure, subject in high-ability can achieve indicators of fluency, flexibility, and novelty. Subject in medium-ability dan subject in low-ability do not achieve any indicator of creative thinking. While in problem two-dimensional figure, subject in high-ability can achieve the indicator of fluency and flexible, subjek in medium-ability achieve the indicator of fluency, and subject in low-ability do not achieve the three indicators of creative thinking. Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan profil berpikir kreatif mahasiswa Pendidikan guru sekolah dasar di Universitas Tadulako. Pengumpulan data menggunakan tes pemecahan masalah open-endeddan pedoman wawancara. Subjek penelitian terdiri dari dua mahasiswa berkemampuan tinggi, dua mahasiswa berkemampuan sedang, dan satu mahasiswa berkemampuan rendah. Hasil penelitian menunjukkan dalam memecahkan masalah pada bangun ruang, subjek berkemampuan matematis tinggi dapat memenuhi ketiga indikator berpikir kreatif. Subjek berkemampuan matematis sedang dan rendah tidak memenuhi ketiga indikator berpikir kreatif. Untuk masalah bangun datar, subjek berkemampuan tinggi memenuhi indikator kefasihan dan fleksibel, subjek berkemampuan matematis sedang memenuhi indikator kefasihan, serta subjek berkemampuan rendah tidak memenuhi ketiga indikator berpikir kreatif.Abstract: This research aims to describe the profile of creative thinking of elementary school teacher education students at Tadulako University. Data collection used open-ended problem solving tests and guidelines interview. The subjects of this research consisted of 2 students in high-ability, 2 students in medium-ability, and 1 student in low-ability. The results show that in solving problem three-dimensional figure, subject in high-ability can achieve indicators of fluency, flexibility, and novelty. Subject in medium-ability dan subject in low-ability do not achieve any indicator of creative thinking. While in problem two-dimensional figure, subject in high-ability can achieve the indicator of fluency and flexible, subjek in medium-ability achieve the indicator of fluency, and subject in low-ability do not achieve the three indicators of creative thinking.Abstrak: Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan profil berpikir kreatif mahasiswa Pendidikan guru sekolah dasar di Universitas Tadulako. Pengumpulan data menggunakan tes pemecahan masalah open-ended dan pedoman wawancara. Subjek penelitian terdiri dari dua mahasiswa berkemampuan tinggi, dua mahasiswa berkemampuan sedang, dan satu mahasiswa berkemampuan rendah. Hasil penelitian menunjukkan dalam memecahkan masalah pada bangun ruang, subjek berkemampuan matematis tinggi dapat memenuhi ketiga indikator berpikir kreatif. Subjek berkemampuan matematis sedang dan rendah tidak memenuhi ketiga indikator berpikir kreatif. Untuk masalah bangun datar, subjek berkemampuan tinggi memenuhi indikator kefasihan dan fleksibel, subjek berkemampuan matematis sedang memenuhi indikator kefasihan, serta subjek berkemampuan rendah tidak memenuhi ketiga indikator berpikir kreatif.
Pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah Khotimah, Khusnul; Akbar, Sa’dun; Sa’dijah, Cholis
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 3, No 11: NOVEMBER 2018
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (709.943 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v3i11.11778

Abstract

Abstract: This research was aimed to see the portrait and to examine School Literacy Movement implementation in elementary school in accordance with Permendikbud 23/2105 related to implementation stages, problems in implementation, and achievement of School Literacy Movement. This research was designed using qualitative approach with case study. The conclusion is that the implementation of School Literacy Movement has not been fully compliant witH the School Literacy Movement guidelines. Implementation of School Literacy Movement in SDN Lesanpuro IV still up to the stage of habituation with the percentage of achievement that is equal to 63.8%. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk melihat potret dan mengkaji pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah di Sekolah Dasar sesuai dengan Permendikbud No. 23/2015 terkait tahapan pelaksanaan, masalah dalam pelaksanaan, dan pencapaian Gerakan Literasi Sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Simpulan yang diperoleh yaitu pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah belum sepenuhnya sesuai buku panduan. Pelaksanaan Gerakan Literasi Sekolah di SDN Lesanpuro IV masih sampai pada tahap pembiasaan dengan persentase ketercapaian sebesar 63,8%.
Pengembangan Bahan Ajar Berdasarkan Pendekatan Kontekstual pada Materi Bangun Datar untuk Siswa Kelas IV Prastitasari, Herti; Qohar, Abd; Sa’dijah, Cholis
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol 3, No 12: DESEMBER 2018
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.547 KB) | DOI: 10.17977/jptpp.v3i12.11815

Abstract

Abstract: This research was aimed to produce an textbooks for teacher and students with the contextual teaching and learning river environment based in the geometry material. The results of the study as follows: (1) Test result from material expert to teacher textbooks are obtained 3,87 and students textbooks are obtained 3,17, (2) test result from design expert to teacher textbooks are obtained 3,17 and students textbooks are obtained 3,40, teacher assess to textbooks for teacher and students are obtained 3,18, and (4) student activity and learning outcomes in six learning of whole into effective category.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan buku guru dan siswa dengan menggunakan pendekatan kontekstual berbasis lingkungan sungai pada materi bangun datar. Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. (1) hasil uji ahli materi terhadap buku guru memperoleh skor 3,87 valid dan buku siswa memperoleh skor 3,87, (2) hasil uji ahli desain terhadap buku guru memperoleh skor 3,17, dan buku siswa memperoleh skor 3,40, (3) penilaian guru terhadap buku guru dan buku siswa memperoleh skor 3,18, dan (4) keaktifan siswa dan hasil belajar dalam enam pembelajaran masuk kategori efektif.
Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa SMP Dalam Menyelesaikan Soal Adopsi ‘PISA’ Handayani, Ucik Fitri; Sa’dijah, Cholis; Susanto, Hery
Jurnal Math Educator Nusantara: Wahana Publikasi Karya Tulis Ilmiah di Bidang Pendidikan Matematika Vol 4 No 2 (2018): JMEN : Jurnal Math Educator Nusantara
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (378.237 KB) | DOI: 10.29407/jmen.v4i2.12109

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kreatif matematis siswa kelas IX dalam menyelesaikan soal adopsi PISA di MTsN 6 Banyuwangi. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan 4 subjek penelitian sesuai dengan Tingkat Berpikir Kreatif matematis (TBKM). Pengumpulan data menggunakan instrumen soal adopsi PISA domain change and relationship dan domain space and shape dan pedoman wawancara. Indikator pengkategorian kemampuan berpikir kreatif meliputi fluency, flexibility, dan novelty. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 1 siswa tidak kreatif, 22 siswa kurang kreatif, 2 siswa kreatif, tidak ada siswa cukup kreatif dan sangat kreatif. Terdapat perbedaan karakter siswa dalam menyelesaikan soal meskipun dalam level TBKM yang sama. Secara keseluruhan siswa berada pada level kurang kreatif, karena jarangnya pemberian soal non rutin, terbiasa menggunakan satu cara dalam penyelesaian dengan jawaban tunggal dalam pembelajaran.