Articles

Found 4 Documents
Search

AKTIVITAS ANTIHIPERURISEMIA EKSTRAK ETANOL DAUN LADA (Piper nigrum L.) PADA MENCIT (Mus musculus L.) Hardian, Hardian; Sulistiarini, Riski; Rijai, Laode
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol 2 No 5 (2014): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (140.37 KB) | DOI: 10.25026/jtpc.v2i5.75

Abstract

A study of pepper leaves (Piper nigrum L.) ethanol extract anti-hyperuricemia activity in mice has been done. The aim of this study was to know the effect of administration, to look for the best dose and to know the potency of pepper leaves ethanol extract in decreasing uric acid level of mice (Mus musculus L,). The method was in vivo anti-hyperuricemia activity using potassium oxonate-induced hyperuricemia mice. The mice were divided into 5 groups, i.e negative control, positive control, extract dose of 12.5 mg/kg BW, extract dose of 25 mg/kg BW and extract dose of 50 mg/kg BW. Each group consisted of 3 mice. The test substances were given orally at 0.75 hours after the induction of potassium oxonate then uric acid levels were measured at 1; 1.5; 2; 2.5 and 3 hours after induction. Uric acid levels of mice were measured using a test-strip uric acid. The results were analyzed visually by an average of the measured data and graphs. The results showed that the pepper leaves ethanol extract dose of 12.5 mg/kg BW, 25 mg/kg BW and 50 mg/kg BW capable to inhibit the increase of uric acid levels. The best dose was 25 mg/kg BW, but based on observation, it was not better than the positive control allopurinol. Keywords: Pepper leaves (Piper nigrum L.), anti-hyperuricemia, uric acid, potassium oxonate ABSTRAK Telah dilakukan penelitian mengenai aktivitas antihiperurisemia ekstrak etanol daun lada (Piper nigrum L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanol daun lada (Piper nigrum L.), mencari dosis terbaik dan mengetahui potensinya dalam menurunkan kadar asam urat pada mencit (Mus musculus L,). Metode yang digunakan adalah secara in vivo dengan menggunakan hewan uji mencit yang diinduksi kalium oksonat. Mencit dibagi ke dalam 5 kelompok, yaitu kelompok kontrol negatif, kontrol positif, ekstrak dosis 12,5 mg/kgBB, ekstrak dosis 25 mg/kgBB dan ekstrak dosis 50 mg/kgBB. Setiap kelompok terdiri dari 3 mencit. Pemberian bahan uji dilakukan 0,75 jam setelah induksi kalium oksonat lalu kadar asam urat diukur 1 jam; 1,5 jam; 2 jam; 2,5 jam dan 3 jam setelah induksi.  Kadar asam urat mencit diukur dengan menggunakan alat test-strip asam urat. Hasil yang didapat dianalisis secara visual berdasarkan rata-rata data hasil pengukuran dan grafik. Hasil yang diperoleh menujukkan bahwa ekstrak etanol daun lada dosis 12,5 mg/kgBB, 25 mg/kgBB dan 50 mg/kgBB dapat menghambat kenaikan kadar asam urat. Dosis terbaiknya adalah 25 mg/kgBB, namun berdasarkan pengamatan tidak lebih baik dibanding kontrol positif alopurinol. Kata kunci:  Daun lada (Piper nigrum L.), antihiperurisemia, asam urat, kalium oksonat
Perubahan Profil Farmakokinetika Ibuprofen yang Diberikan dengan Kombinasi Vitamin C pada Tikus Putih (Rattus Norvegicus L.) Prabowo, Sattrio Desrianto; Ibrahim, Arsyik; Sulistiarini, Riski
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol 3 No 3 (2016): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.083 KB) | DOI: 10.25026/jtpc.v3i3.103

Abstract

Ibuprofen is one of the NSAID (NonSteroid Anti Inflamation Drug) drugs that has been widely used as antipyretic agent, analgesic dan anti-inflamation. Vitamin C is an important nutrient for the body and has been widely used to maintain health. Earlier study indicate patterns of interaction between vitamin C and NSAID drugs. The aims of this research were to study the influence of vitamin C to the pharmacokinetics profile of ibuprofen. The study was conducted using 9 rats rats, divided into 3 groups (n=3 per group). Each group was treated the following treatment : control ibuprofen (ibuprofen 7.2 mg/200 gBW), dose 1 group (ibuprofen 7,2 mg/200 gBW, and vitamin C 4,5 mg/200 gBW), and dose 2 group (ibuprofen 7,2 mg/200 gBW and vitamin C 9 mg/200 gBW). Blood sampling is done from the vein of rat’s tail at minutes 15, 30, 45, 60, 75, 90, 120, 180, 240, 300 and 360. The quantitation of ibuprofen in plasma was determined by UV spectrophotometer at maximum wavelength. Result showed that vitamin C changed the absorption of ibuprofen by prolonged the maximum plasma concentration time, reduce maximum levels of ibuprofen and vitamin C also changed the elimination of ibuprofen by prolonged the elimination time. Keywords: Ibuprofen, Vitamin C, Pharmacokinetics ABSTRAK Ibuprofen merupakan salah satu obat golongan NSAID (Non Steroid Anti-Inflamation Drug) yang secara luas digunakan oleh masyarakat sebagai antipiretik, analgesik, dan anti-inflamasi. Vitamin C merupakan nutrisi penting bagi tubuh yang dikonsumsi secara luas oleh masyarakat untuk menjaga kesehatan. Penelitian awal menunjukkan bahwa terdapat pola akan kemungkinan teradinya interaksi antara vitamin C dengan obat golongan NSAID. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari pengaruh vitamin C terhadap profil farmakokinetika ibuprofen. Uji dilakukan dengan membagi 9 ekor tikus dalam 3 kelompok (tiap kelompok 3 ekor). Tiap kelompok diberi perlakuan sebagai berikut: kontrol ibuprofen (ibuprofen 7,2 mg/200 gBB), dosis 1 (ibuprofen 7,2 mg/200 gBB dan vitamin C 4,5 mg/200 gBB), dan dosis 2 (ibuprofen 7,2 mg/200 gBB dan vitamin C 9 mg/200 gBB). Pengambilan cuplikan darah dilakukan dari vena ekor tikus pada menit ke- 15, 30, 45, 60, 75, 90, 120, 180, 240, 300 dan 360. Kadar ibuprofen dalam plasma diukur menggunakan spektrofotometer UV - Vis pada panjang gelombang maksimum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa vitamin C dapat mempengaruhi absorpsi ibuprofen dengan memperpanjang waktu konsentrasi plasma mencapai maksimum, menurunkan kadar maksimum ibuprofen dalam darah, dan vitamin C juga mempengaruhi eliminasi ibuprofen dengan memperpanjang waktu eliminasi ibuprofen Kata Kunci: Ibuprofen, Vitamin C, Farmakokinetik
AKTIVITAS ANTIDOTUM AIR KELAPA HIJAU (Cocos nucifera L.) TERHADAP KERACUNAN SIANIDA PADA MENCIT (Mus musculus L.) Sulistia, Astri; Sulistiarini, Riski; Masruhim, Muhammad Amir
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol 3 No 3 (2016): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (229.951 KB) | DOI: 10.25026/jtpc.v3i3.106

Abstract

Cyanide is a toxic compound that can interfere with health and reduce the nutrients bioavailability in the body. These toxins inhibit the body cells to get oxygen so that the most affected are the heart and brain. The aim of this study was to know the effect of green coconut water (Cocos nucifera L.) as an antidote to cyanide poisoning in mice (Mus musculus L.). The method was in vivo antidote activity using potassium cyanide-induced toxic mice. The mice were divided into 3 groups, i.e. negative control, positive control and test group with green coconut water giving 100% concentration. Each group consisted of 5 mice. Observations of toxic symptoms after the induction of potassium cyanide performed in initial times and and the results are analyzed visually by comparing graphs based on each group of tests during 24 hours of observation. The results showed that the green coconut water with 100% concentration that given in mice showed the influence of the reduction in toxic symptoms such as abnormal posture.  Recovery of toxic effect in the test group by giving green coconut water was no better than the positive control group by giving sodium nitrite and sodium thiosulfate.  Keywords: Green coconut water (Cocos nucifera L.), Antidotum, Toxin, Potassium cyanide, Sodium nitrite, Sodium tiosulphate ABSTRAK Sianida merupakan senyawa beracun yang dapat mengganggu kesehatan serta mengurangi bioavailabilitas nutrien di dalam tubuh. Racun ini menghambat sel tubuh mendapatkan oksigen sehingga yang paling terkena dampaknya adalah organ jantung dan otak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian air kelapa hijau (Cocos nucifera L.) sebagai antidotum terhadap keracunan sianida pada mencit (Mus musculus L.). Metode yang digunakan adalah metode secara in vivo dengan menggunakan hewan uji mencit yang diinduksi kalium sianida. Mencit dibagi ke dalam 3 kelompok, yaitu kelompok kontrol negatif, kontrol positif dan kelompok uji dengan pemberian air kelapa hijau konsentrasi 100%. Setiap kelompok terdiri dari 5 ekor mencit. Pengamatan gejala toksik yang muncul setelah induksi kalium sianida dilakukan pada menit tertentu dan hasil yang didapat dianalisis secara visual berdasarkan berdasarkan grafik perbandingan pada masing-masing kelompok pengujian selama 24 jam pengamatan. Hasil menunjukkan bahwa air kelapa hijau dengan konsentrasi 100% yang diberikan pada mencit menunjukkan adanya pengaruh terhadap penurunan gejala toksik berupa sikap tubuh yang tidak normal. Efek pemulihan pada kelompok uji dengan pemberian air kelapa hijau tidak lebih baik dari kelompok kontrol positif dengan pemberian natrium nitrit dan natrium tiosulfat. Kata kunci: Air kelapa hijau (Cocos nucifera L.), Antidotum, Racun, Sianida, Natrium nitrit, Natrium tiosulfat
Observasi Klinik Ekstrak Air Umbi Segar Bawang Dayak (Eleutherine palmifolia L. Merr) Sebagai Obat Kista Ovarium Ramadhan, Adam M.; Sulistiarini, Riski; Rijai, Laode; Bahtiar, Emil
Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry Vol 3 No 4 (2016): Journal of Tropical Pharmacy and Chemistry
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Mulawarman, Samarinda, Indonesia, 75117

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.452 KB) | DOI: 10.25026/jtpc.v3i4.122

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memastikan secara observasi klinik tentang kemampuan ekstrak air umbi segar bawang dayak menghilangkan benjolan pada rahim (kista) ovarium dan memastikan waktu yang diperlukan atau lama pemberian ekstrak tersebut yang dapat menghilangkan benjolan atau kista rahim wanita. Kegiatan yang dilakukan adalah membuat sediaan teh herbal dari umbi segar bawang dayak. Dosis yang digunakan dalam teh herbal sebesar 8,4 gram/hari. Setiap partisipan mengkonsumsi teh herbal sebanyak 2 kali sehari  selama 7 hari dilanjutkan mengkonsumsi selama 14 hari. Kemudian dilakukan pemeriksaan USG untuk melihat ukuran kista ovarium baik sebelum mengkonsumsi maupun setelah mengkonsumsi teh herbal. Hasil penelitian observasi klinik umbi segar bawang dayak menunjukkan bahwa teh herbal memberikan perubahan ukuran kista ovarium terhadap masing-masing responden. Pemakaian teh herbal dalam observasi penelitian ini sebesar 4,2 gram dengan aturan minum 2 kali sehari (8,4 gram/sehari) dan terjadi perubahan ukuran kista ovarium yang dikonsumsi selama 7-14 hari. Kata kunci : Bawang Dayak, Teh Herbal, Kista Ovarium ABSTRACT This study aimed to ascertain clinical observations about the ability of the water extract of fresh garlic bulbs dayak eliminate lumps in the uterus (cysts) ovarian and ensure the necessary time or duration of administration of the extract to remove the lump or cyst woman's uterus. The activities are making herbal tea preparation of fresh garlic bulbs dayak. Doses used in herbal teas of 8.4 grams / day. Each participant consumed herbal tea 2 times a day for 7 days continued to consume for 14 days. Then do an ultrasound to see the size of ovarian cysts before consuming or after consuming a herbal tea. The results of the study of fresh garlic bulbs clinical observations show that the herbal tea dayak give change ovarian cyst size of each respondent. Use of herbal tea in the observation of this study was 4.2 grams with the rules of drinking 2 times daily (8.4 grams / day) and change the size of ovarian cysts are consumed during the 7 days and continued for 14 days. Keywords: Onion Dayak, Herbal Tea, Ovarian Cysts