Pauzi, Gurum Ahmad
Jurnal Fisika

Published : 40 Documents
Articles

Found 40 Documents
Search

Sistem Identifikasi dan Pengenalan Pola Citra Tanda-Tangan Menggunakan Sistem Jaringan Saraf Tiruan (Artificial Neural Networks) Dengan Metode Backpropagation Zaitun, Z; Warsito, W; Pauzi, Gurum Ahmad
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v3i2.1290

Abstract

Sistem pengenalan citra pola tanda-tangan merupakan salah satu aplikasi dalam ilmu computer, aplikasi ini dapat membantu proses pengolahan data pola tanda-tangan. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan image processing sebagai pembantu (assistance system) yang dapat meningkatkan kinerja dari sistem kontrol dan informasi, khususnya pada bidang perbankkan maupun kenoktarisan serta pada instansi-instansi lain. Ada beberapa tahap dalam sistem pengenalan citra pola tanda-tangan ini yaitu citra pola tanda-tangan dihasilkan melalui proses scanning (pemindaian), kemudian citra tanda-tangan digital yang dihasilkan dipotong secara manual, proses selanjutnya dilakukan threshold, deteksi batas, pembagian citra, dan representasi nilai input. Proses pelatihan dilakukan dengan menggunakan dua perlakuan yaitu pertama dengan nilai laju pemahaman berbeda dan yang kedua pelatihan dengan jumlah unit berbeda, pelatihan paling baik didapat dengan laju pemahaman 0.3 dan jumlah unit tersembunyi 10 dengan menghasilkan waktu pelatihan singkat dan error relatif kecil. Pengenalan pola tanda-tangan dilakukan dengan dua percobaan, yaitu berdasarkan 1 jumlah pola pelatihan dan 5 jumlah pola pelatihan. Dari data penelitian, kemampuan sistem dalam mengenali pola luaran semakin besar jika jumlah pola pelatihan semakin banyak, dengan jumlah 1 pola pelatihan maka sistem mampu mengenali pola luaran sebesar 50% sedangkan dengan 5 pola pelatihan sistem mampu mengenali pola luaran sebesar 70%.
ANALISIS KARAKTERISTIK ELEKTRIK AIR LAUT TERSARING SEBAGAI SUMBER ENERGI ALTERNATIF BERKELANJUTAN (SUSTAINABLE ENERGY) Jannert, Edward; Pauzi, Gurum Ahmad; Supriyanto, Amir
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v6i2.1915

Abstract

The electrical characteristics of filtered seawater can be determined by using Cu-Zn electrode pairs. Seawater is filtered by using a 1 micron sediment filter. Measurement of electrical characteristics of water is carried out using a 3 watt DC LED load and when the load is removed. The electrolyte cell consists of 40 cells, which are arranged in series and parallel with 300 ml per cell. Tool testing is carried out for 144 hours with 6 times electrolyte filling every 24 hours. The test results show that the longer the tool is used, the more electrical characteristics produced will be decreasing. The produce of maximum voltage (Vbl) by seawater is not filtered with a series of 31.5 V. The produce of maximum power (P) by seawater is not filtered with a series of 101.1 mW. The produce of maximum illumination by seawater is not filtered with a series of 426.4 Lux, the duration of the light is 8 hours. Despite the produce of maximum illumination by filtered seawater with a series of 319.7 Lux series, the duration of the light is 11 hours.
Rancang Bangun Sistem Telemetri Pengukuran Suhu dan Kelembaban Udara Menggunakan Sensor SHT11 dengan Memanfaatkan RF APC220 Wahyuni, Siti; Pauzi, Gurum Ahmad; Warsito, W
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v4i2.1330

Abstract

Telah direalisasikan sistem telemetri pengukuran suhu dan kelembaban udara menggunakan Temperature/Humidity Sensor (SHT11) dengan memanfaatkan RF APC220. Sistem telemetri ini dikendalikan oleh mikrokontroler Atmega128 dan diuji dengan alat ukur standar seperti termometer dan higrometer digital. Sistem ini memanfaatkan sel surya 20 WP dan aki 12 V 12Ah sebagai sumber tegangan sehingga dapat dioperasikan di daerah pedalaman selama 24 jam. Pengujian dilakukan di daerah dataran tinggi Pesawaran dan dataran rendah di pantai Tirtaysa. Kemudian, nilai hasil pengukuran ditampilkan pada Liquid Crystal Display (LCD) dan Personal Computer (PC) serta tersimpan pada micro Secure Digital ( micro SD). Pengambilan data dilakukan selama 24 jam dengan setiap satu jam diamati. Dalam penelitian ini, sensor mampu mendeteksi suhu terendah sebesar 20,65°C dan suhu tertinggi sebesar 41,79°C. Sementara, kelembaban udara terendah sebesar 37,36% dan tertinggi sebesar 94,94%.
Analisis Distribusi Medan Magnet Pada Daerah Sekitar Gardu Induk (GI) PT PLN (Persero) P3B Sumatra Teluk Betung Selatan-Bandar Lampung Menggunakan Surfer Septiani, Riza; Pauzi, Gurum Ahmad; Warsito, W; Handriyanto, Wahyu
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v4i1.1320

Abstract

Telah dilakukan penelitian analisis distribusi medan magnet di daerah sekitar Gardu Induk (GI) PT.PLN (Persero) P3B Sumatra, Teluk Betung Selatan, Bandar Lampung. Gardu Induk (GI) berfungsi untuk menyalurkan tenaga listrik dari sistem transmisi listrik ke distribusi konsumen. Hal tersebut menyebabkan timbulnya medan magnet di sekitar peralatan instalasi listrik dan sekitar kawat berarus yang ada di GI. World Health Organization (WHO) dan SPLNmenetapkan baku mutu medan magnet, yaitu 1000 μT, sementara Kemenkes dan SPLN menetapkan baku mutu medan magnet, yaitu 5000 μT. Berdasarkan hasil penelitian pengukuran medan magnet dengan alat ukur Milli Gauss Meter GU-3001pada waktu pagi, siang, dan malam hari (beban puncak) menunjukkan bahwa waktu penyaluran daya listrik cukup mempengaruhi besarnya medan magnet dan nilai yang ditimbulkan masih dalam ambang batas baku mutu medan magnet. Nilai medan magnet tertinggi, yaitu 10,71 μT (arus searah DC) dan 3,42 μT (arus bolak-balik AC). Nilai tersebut adalah hasil pengukuran medan magnet pada waktu malam hari (beban puncak) yang masih di bawah baku mutu medan magnet.
Analisis Penurunan Kualitas Minyak Pelumas Pada Kendaraan Bermotor Berdasarkan Nilai Viskositas, Warna dan Banyaknya Bahan Pengotor Diatniti, Wayan; Supriyanto, Amir; Pauzi, Gurum Ahmad
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol 3, No 2 (2015): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v3i2.1303

Abstract

Telah dilakukan analisis penurunan kualitas minyak pelumas pada kendaraan bermotor. Pada penelitian ini digunakan dua motor 4tak, yaitu motor Vixon tahun 2008 dan motor Vixon tahun 2013 dan pelumas yang digunakan, yaitu Yamalube dengan SAE 10W-40. Parameter yang akan dianalisis, yaitu nilai viskositas dengan metode Stormer (mengamati waktu alir fluida pada buret dan menggunakan persamaan Poiseuille). Analisis warna dengan memanfaatkan nilai histogram grayscale pada pengolahan citra Delphi. Analisis banyaknya bahan pengotor menggunakan sentrifugasi. Hasil penelitian menunjukkan semakin bertambah jarak tempuh motor, maka nilai viskositas dan nilai histogram grayscale pelumas mengalami penurunan. Untuk parameter analisis banyaknya bahan pengotor tidak didapatkan hasil, karena pelumas dengan bahan pengotor cukup homogen sehingga tidak dapat dilihat dengan kasat mata.
Aplikasi Sensor Tgs 2620 Sebagai Pendeteksi Kadar Alkohol Pada Produk Pangan Berbasis Mikrokontroler Atmega 8535 Rohmanto, R; Supriyanto, Amir; Pauzi, Gurum Ahmad
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol 3, No 1 (2015): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v3i1.1285

Abstract

It has been designed and fabricated a gauge levels of alcohol (C2H5OH) on microcontroller ATMega 8535 based food products using gas sensorTGS2620. Alcohol content measuring instrument has calibrated using to Alkoholmeter. Data from the sensors has processed by microcontroller which results displayed by the LCD16x2. The process of collecting, processing, and communication of data was set by microcontroller ATMega8535 program with BASCOM programming language. Measurements were made on samples in the form of a liquid mixture of alcohol and distilled water with 100mlevaporated. Measurements were performed in5repetitions. Calibration of the instrument that by taking the data from the sensor voltage fluids that have been in dilute alcohol. This gauge has a measurement range of 0% to 97% with a 4.9% error. As a food product samples that will be used in the application of this tool isBintang Bir Pilsanier Zero, Vodka Mixmax, Anker Beer, Pepsi Twist, Kratindaeng Energy Drink, Yogurt, Kecap, Permen Mints, Saos, Calpico Soda, Maya Sarden, and Tapai.
Analisis Percepatan Getaran Tanah dan Tingkat Kerentanan Tanah di Daerah Lampung Locita, Septika; Pauzi, Gurum Ahmad; Supriyanto, Amir
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v6i1.1824

Abstract

The measurement of peak ground acceleration and ground vulnerability index in Lampung area has been done. This study aims to analyze the acceleration of ground vibration and ground vulnerability index with soil types namely, entisol, inceptisol and ultisol. The tool used to perform the measurement is the vibration meter VB-8213. The results of the analysis show that changes in the acceleration value of ground vibration and ground vulnerability have the same pattern of change with distance. The further distance to the vibration source the acceleration value of ground vibration and ground vulnerability index will be smaller. The greatest vibration acceleration value is found in ultisole and inceptisol soil type. The smallest vibration acceleration value of the soil type is entisol. While the value of ground vulnerability index for all types of soil entisol, inceptisol and ultisol have relatively small ground vulnerability index.
Desain dan Realisasi Akumulator Elektrolit Air Laut dengan Penambahan Sodium Bicarbonate (NaHCO3) sebagai Sumber Energi Alternatif Pauzi, Gurum Ahmad; Aewaditha, Randha Kentama; Supriyanto, Amir; Suciyati, Sri Wahyu; Surtono, Arif; Junaidi, Junaidi; Warsito, Warsito
Jurnal Fisika Vol 8, No 2 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jf.v8i2.16982

Abstract

Penelitian tentang karakteristik elektrik sel elektrokimia dengan elektrolit air laut dengan penambahan NaHCO3 menggunakan elektroda Cu-Zn telah dilakukan. Sistem elektrokimia ini dirancang agar dapat dilakukan penggantian elektrolit air laut tanpa membuat elektroda yang digunakan terpapar udara secara langsung. Pengukuran karakteristik elektrik  meliputi tegangan, arus, dan  daya, serta luminasi yang dihasilkan beban LED 1,2 watt. Penelitian ini melakukan perbandingan karakteristik elektrik sel elektrokimia dengan dan dengan tanpa penambahan NaHCO3. Pengukuran dilakukan selama 5 hari (120 jam) dengan penggantian elektrolit setiap 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem elektrokimia  dengan penambahan NaHCO3 mampu menyalakan LED lebih lama (5 hari) dibandingkan dengan tanpa penambahan NaHCO3 yang hanya mampu menyalakan LED selama 3 hari. Laju korosi pada elektroda Cu-Zn tanpa penambahan NaHCO3 semakin lama digunakan semakin besar, sedangkan dengan penambahan NaHCO3 tidak terjadi korosi.
Pengukuran Panjang Gelombang Sumber Lampu Monokromatis dari Pola Difraksi Cahaya Berbasis Webcamdan Borland Delphi Sariyanto, Eko; Suciyati, Sri Wahyu; Pauzi, Gurum Ahmad; Junaidi, J
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol 2, No 2 (2014): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v2i2.1276

Abstract

Telah dilakukan penelitian untukpengukuran panjang gelombang dari pola difraksi cahaya yang terbentuk ketika melewati sebuah celah tunggal. Penelitian dilakukan dengan memanfaatkan alat ukur pola difraksi cahaya yang terintegrasi langsung dengan sebuah kamera sebagai pengindra. Hasil penelitianmenunjukkan bahwapanjang gelombang dari sumber diperoleh sebesar 583-589 nm. Proses pengukuranpola difraksi dilakukan dengan menggunakan kisi 100 celah/mm, 300 celah/mm, dan 600 celah/mm dengan variasi jarak 50-100 cm. Nilai akurasi pengukuran diperoleh sebesar 99,45-99.59% dengan error sebesar 0,04-0,55%. Sistem yang dibangun telah mampu pula untuk mengukur panjang gelombang cahaya monokromatis denganrange panjang gelombang 450-630 nm.
Pengukuran Suhu dan Kelembaban Udara Melalui Analisis Perubahan Tingkat Penyerapan Bunyi dan Kecepatan Gelombang Bunyi di Udara Ringkeh, Amria Sukma; Pauzi, Gurum Ahmad; Warsito, W
Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Teori dan Aplikasi Fisika
Publisher : Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jtaf.v4i2.1328

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik penyerapan bunyi pada udara dengan menghitung koefisien absorbsi bunyi. Selanjutnya, menganalisis perubahan suhu dan kelembaban udara yang terjadi. Pengambilan data dilakukan dengan melakukan pengukuran intensitas bunyi menggunakan Sound Level Meter (SLM) dengan variasi jarak, frekuensi dan suhu serta kelembaban udara. Perhitungan koefisien absorbsi bunyi menggunakan persamaan perbandingan tekanan akustik pada dua jarak yang berbeda. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan pada suhu rendah dan kelembaban tinggi (suhu 23,4℃ dan kelembaban 82%) koefisien serap bunyi yang dihasilkan tinggi. Kemudian, saat suhu tinggi dan kelembaban rendah (suhu 39,5℃ dan kelembaban 53%) koefisien serap bunyi yang dihasilkan semakin rendah. Tetapi, hal tersebut tidak terjadi pada saat suhu 29℃ dan kelembaban 57% dikarenakan beberapa faktor.