Articles

Found 1 Documents
Search

PERBANDINGAN PENGOLAHAN AIR SUNGAI CITARUM, AIR SUPERNATAN PRASEDIMENTASI, AIR EFLUEN GUTERTAP (GUGUS FILTER MULTITAHAP) MENGGUNAKAN KOAGULAN ALUMINUM SULFAT DAN SERBUK BIJI KELOR (MORINGA OLEIFERA) Cahyana, Gede; Heryana, Heri; Mulyani, Tri
ENVIROSAN : Jurnal Teknik Lingkungan Vol 1, No 2 (2018): ENVIROSAN Desember 2018
Publisher : Universitas Kebangsaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31848/ejtl.v1i2.64

Abstract

ABSTRAKSudah dilaksanakan penelitian pengolahan air Sungai Citarum menggunakan koagulan aluminum sulfat dan serbuk biji kelor (Moringa oleifera) dengan Jar Test. Ada tiga tingkat kekeruhan yang diteliti, yaitu air Citarum berkekeruhan 214 NTU, air Citarum yang diendapkan dua jam berkekeruhan 48,4 NTU, dan air Citarum yang diolah terlebih dahulu dengan Gutertap (Gugus Filter atau Filtrasi Multitahap), kekeruhan efluennya 14,7 NTU. Dosis optimum yang diperoleh bervariasi untuk tiga kekeruhan air dan tiga koagulan. Aluminum sulfat dan serbuk biji kelor tanpa lemak mampu menurunkan kekeruhan dengan efisiensi lebih dari 95%. Serbuk biji kelor berlemak perlu dosis yang lebih besar untuk menurunkan kekeruhan dengan efisiensi lebih dari 95%. Tetapi pada air efluen Gutertap yang rendah kekeruhannya, efisiensi ketiga koagulan tidak lebih dari 45%. Diperoleh bahwa makin keruh air, makin besar efisiensi penurunan kekeruhannya, baik dengan koagulan alum sulfat maupun biji kelor berlemak dan tanpa lemak. Serbuk biji kelor mampu memberikan muatan listrik positif (kation) yang menetralkan muatan negatif koloid. Selama pertumbuhan flok, koloid dan suspended solid ikut terperangkap di dalam flok sehingga air menjadi lebih jernih.  Kata kunci : Citarum, kekeruhan, aluminum sulfat, biji kelorABSTRACTWater treatment research for Citarum River has been done using coagulants aluminum sulphate and Moringa oleifera seeds powder with Jar Test. Three different turbidities have been tested, e.g. Citarum water with turbidity 214 NTU, supernatant water 48,4 NTU, and effluent of Multistage Filtration (Gutertap) 14,7 NTU. Dose of coagulants are varied for three turbidities and three kind of coagulants. Aluminum sulphate and nonfatty Moringa powder could reduce turbidity more than 95%. Fatty Moringa powder needs more dose to reduce turbidity for 95%. But in case of low turbidity of Gutertap effluent, efficiency of the three coagulants were less than 45%. Concluded that more turbid the water, the reduction of turbidity will be higher both for aluminum sulphate and Moringa powder with and without fat. This happened because of the electrical charge of Moringa powder. In the process of flocc growth, colloidal and suspended solid are trapped in floccs so that the water become clearer.Keywords: Citarum, turbidity, aluminum sulphate, Moringa seed