Articles

Found 3 Documents
Search

PELAKSANAAN QUALITY CONTROL PROSES PEMBELAJARAN PADA PASCASARJANA UNIVERSITAS ISLAM NEGERI (UIN) ALAUDDIN MAKASSAR Yani, Ahmad; Arsyad, Azhar; Syamsudduha, Syamsudduha; S, Arifuddin
Jurnal Diskursus Islam Vol 6, No 3 (2018)
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil penelitian terkait quality control terhadap proses pembelajaran menunjukkan bahwa pelaksanaan quality control pada perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi hasil pembelajaran telah dilaksanakan sesuai standar yang ditetapkan baik internal maupun berdasarkan standar nasional pendidikan tinggi (SNPT), dengan indikator tersedianya program tahunan maupun semester, dan kalender akademik yang menjadi acuan dalam proses pembelajaran, penyediaan sarana dan prasarana pembelajaran, dan tersedianya RPS/Silabus. Adapun program yang dilakukan Pascasarjana terkait dengan quality control, yakni: 1) pelaksanaan rapat edukasi setiap awal tahun akademik berjalan yang bertujuan untuk mengevaluasi pembelajaran yang telah terlaksana sekaligus mendengarkan masukan-masukan dan aspirasi dosen dalam rangka peningkatan mutu dan proses penyelenggaraan pendidikan, 2) control terhadap kehadiran dosen kegiatan pembelajaran, 3) control pelaksanaan tugas dosen dengan mekanisme penilaian course evaluation survey yang terintegrasi dengan sistem informasi akademik, 3) control yang dilakukan oleh pengelola program studi terkait dengan terhadap pelaksanaan pembelajaran baik secara langsung di ruangan, maupun melalui absensi setelah perkuliahan dilaksanakan, 4) control yang dilakukan oleh ketua program studi terkait kesesuaian materi yang diberikan oleh dosen dengan silabi yang telah dibuat dan disetujui melalui instrumen jurnal perkuliahan, 5) kontrol pelaksanaan evaluasi terkait ujian yang dilaksanakan baik ujian semester maupun ujian lainnya seperti ujian kualifikasi proposal, hasil tutup maupun ujian terbuka (promosi). Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat dinyatakan bahwa pelaksanaan quality control di Pascasarjana Universitas Islam Alauddin Makassar dilaksanakan dengan menerapkan konsep mutu yang lebih mengacu pada standar-standar, baik itu standar nasional pendidikan tinggi maupun standar mutu internal yang ditetapkan olen lembaga, dan belum sepenuhnya mempertimbangkan kebutuhan pasar serta keinginan konsumen (stakeholders). Hal ini menguatkan teori mutu yang dikemukakan oleh Philip B. Crosby yang menyatakan bahwa mutu adalah kesesuaian dengan yang dipersyaratkan/distandarkan. Penelitian ini diharapkan dapat berimplikasi terhadap upaya peningkatan mutu layanan administrasi akademik melalui penguatan sistem dan kebijakan pengelolaan pendidikan yang bermutu dan berdaya saing.
PEMBARUAN PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM MUHAMMAD BASIUNI IMRAN (1906-1976 M) Nasrullah, Nasrullah; Sewang, Ahmad M; Syamsudduha, Syamsudduha; Said, Nurman
Jurnal Diskursus Islam Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Pascasarjana UIN Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pembaruan pemikiran Pendidikan Islam Muhammad Basiuni Imran tahun 1906 sampai 1976. Tahun 1906 adalah tahun ia mulai mengajar di sekolah Sultaniyah. Tahun 1909 ia melanjutkan pendidikan ke Mesir dengan tujuan al-Azhar. Pada saat itulah ia mengenal pembaruan pemikiran pendidikan Islam Muhammad Rasyid Rida. Tahun 1913 ia pulang ke Sambas dan dilantik menjadi Maharaja Imam. Tahun 1916 menjadi guru di Madrasah al-Sultaniyah. Tahun 1918 ditunjuk menjadi pengawas pada sekolah yang sama. Tahun 1936 mendirikan sekolah Tarbiyatul Islam. Tahun 1963 mendirikan sekolah Kulliyatul Muballighin. Penelitian ini menggunakan metode s}ejarah dengan pendekatan sosiologi, antropologi, prosopografi dan sejarah intelektual. Teori yang digunakan adalah teori pembaruan dan perubahan sosial. Penelitian ini juga menggunakan dua kajian yaitu pustaka dan lapangan. Kajian pustaka untuk melacak pemikiran pembaruan melalui karya-karyanya yang banyak. Sementara kajian lapangan melihat praktek pembaruan yang dilakukan Muhammad Basiuni Imran. Penelitian ini menunjukkan bahwa pada tahun 1906 Muhammad Basiuni Imran memotivasi para siswa akan pentingnya pendidikan. Pendidikan bagi Muhammad Basiuni Imran adalah kunci utama untuk meraih kemajuan. Tahun 1916 ketika ia diangkat menjadi guru pada Madrasah al-Sultaniyah, ia berhasil  mengintegrasikan kurikulum agama dan umum secara bertahap dan perlahan dan berlanjut pada sekolah Tarbiyatul Islam tahun 1936. Pada sekolah yang kedua yaitu sekolah Tarbiyatul Islam ia juga berhasil mengenalkan sekaligus menerapkan ko-edukasi dan manajemen sekolah berbasis administrasi. Upaya yang dilakukannya tersebut melawan arus.
Kesulitan Guru Dalam Pembelajaran Bahasa Arab Berdasarkan Kurikulum 2013 Di MTs Negeri Gowa Salmawati, Salmawati; Syamsudduha, Syamsudduha; Kasim, Amrah
Al Qodiri : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Keagamaan Vol 17 No 2 (2019): Agustus
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Qodiri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1047.723 KB)

Abstract

Abstrak: Penelitian ini membahas tentang “Kesulitan Guru dalam Pembelajaran Bahasa Arab Berdasarkan Kurikulum 2013 di MTS Negeri Gowa”. Penelitian ini adalah penelitian lapangan (field research) dan jenisnya adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini yaitu sumber data primer yakni guru yang mengajarkan mata pelajaran Bahasa Arab di Madrasah Tsanawiyah Negeri Gowa dan sumber data sekunder berupa dokumentasi penting menyangkut profil sekolah, dokumen kurikulum, petunjuk teknis pengembangan silabus untuk mata pelajaran bahasa Arab. Adapun kesulitan Guru dalam pembelajaran Bahasa Arab berdasarkan Kurikulum 2013 di MTS Negeri Gowa antara lain: 1) kesulitan yang dialami dalam merencanakan pembelajaran adalah menganalisis Kompetensi inti (KI), Kompetensi Dasar (KD), Merumuskan Indikator, merumuskan tujuan pembelajaran, Media dan Metode yang akan digunakan, 2) Kesulitan dalam  melaksanakan  pembelajaran adalah  menerapkan pendekatan  scientific yang  mengarahkan pembelajaran berpusat kepada  peserta didik, akan  tetapi minimnya minat  belajar bahasa Arab sehingga peserta didik kurang memperhatikan pelajaran serta menganggap bahwa bahasa Arab itu susah untuk dipelajari, dan 3) Kesulitan dalam  menilai hasil  pembelajaran  yaitu  pada tekhnik penilaian sikap sulit dalam menumbuhkan  sikap  mandiri dan gemar membaca dalam diri peserta didik. Kemudian pada tekhnik penilaian  pengetahuan dan  keterampilan  yaitu karena dalam suatu ruangan terlalu banyak  jumlah  peserta didik  sedangkan alokasi waktu yang disiapkan  terbatas sehingga peserta didik tidak memiliki kesempatan melakukan unjuk kerja demikian juga halnya dengan proyek dan portofolio belum berjalan sesuai dengan langkah-langkah penilaian  karena guru belum memahami tekhnik penilaian tersebut. Kata Kunci: Kesulitan Guru, Bahasa Arab, Kurikulum.