Yuningtyas, Sitaresmi
Universitas Pakuan

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

AKTIVITAS INHIBISI ENZIM α-GLUKOSIDASE EKSTRAK AIR DAN ETANOL UMBI LAPIS BAWANG MERAH (Allium ascalonicum) Yuningtyas, Sitaresmi; Setiawati Artianti, Dian
FITOFARMAKA | Jurnal Ilmiah Farmasi Vol 5, No 1 (2015): FITOFARMAKA
Publisher : Universitas Pakuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (311.493 KB)

Abstract

Umbi lapis bawang merah (Allium ascalonicum) mempunyai potensi sebagaianalgesik, antiinflamasi, antimikobakterial, antifungi, dan antikanker. Namun mekanismeantidiabetes pada tanaman ini belum ditentukan. Salah satu varietas bawang merah diIndonesia adalah varietas Bima Brebes. Penelitian ini dilakukan untuk menguji potensiekstrak air dan etanol umbi lapis A. ascalonicum pada konsentrasi 1% sebagai inhibitor enzimα-glukosidase dan dibandingkan aktivitasnya dengan akarbosa 1% sebagai kontrol positif.Umbi lapis A. ascalonicum diekstraksi dengan menggunakan metode maserasi. Ekstrak airdan etanol dianalisis kandungan fitokimia dan daya inhibisinya terhadap enzim α-glukosidasesecara metode in vitro. Aktivitas α-glukosidase ditentukan dengan mengukur produk pnitrofenol yang dihasilkan dari reaksi enzim dan substrat p-nitrofenil-α-D-glukopiranosida (pNPG) menggunakan microplate absorbance reader pada panjang gelombang 410 nm. Hasiluji fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak air umbi lapis A. ascalonicum mengandung flavonoid dan tanin. Selain itu, ekstrak etanol 96% dan ekstrak etanol 70% umbi lapis A. ascalonicum mengandung flavonoid, tanin, dan saponin. Ekstrak air, etanol 70%, etanol 96%umbi lapis A. ascalonicum pada konsentrasi 1% (b/v) dan akarbosa 1% dapat menginhibisiaktivitas enzim α-glukosidase berturut-turut sebesar 11,75%, 4,48%, 20,92%, dan 99,37%.Hasil aktivitas inhibisi ketiga ekstrak ini berbeda nyata (p < 0,05) dengan daya inhibisiakarbosa 1%. Hal ini mengindikasikan bahwa ekstrak air dan etanol umbi lapis A.ascalonicum berperan sebagai inhibitor enzim α-glukosidase.
Toksisitas kombinasi ekstrak etanol 70% daun petai cina (Leucaena leucocephala (Lam.) de Wit) dan kulit jengkol (Archidendron jiringa (Jack) I.C.Nielsen) dengan metode Brine Shrimp Lethality Test Noviardi, Harry; Yuningtyas, Sitaresmi; Tri R, Diah Ajeng; Ben, Ahmad; Citroreksoko, Padmono
Riset Informasi Kesehatan Vol 8 No 1 (2019): Riset Informasi Kesehatan
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Harapan Ibu Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (186.112 KB) | DOI: 10.30644/rik.v8i1.216

Abstract

Latar Belakang: Daun Petai cina dan kulit jengkol merupakan tumbuhan suku polong-polongan yang mengandung senyawa bahan alam seperti alkaloid, flavonoid, saponin, tanin dan triterpenoid. Senyawa bahan alam tersebut diduga berpotensi sebagai antikanker.Uji toksisitas digunakan untuk mendeteksi potensi senyawa antikanker.Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan nilai toksisitas dari kombinasi ekstrak daun petai cina dan kulit jengkol. Metode:Proses ekstraksi menggunakan daun petai cina dan kulit jengkol yang digunakan secara berturut-turut 1:1, 1:3, 1:5, 1:7, dan 1:9. Metode toksisitas yang digunakan adalah Brine Shrimp Lethality Test (BSLT)dengan hewan uji Artemia salina L. Parameter yang diukur adalah nilai lethal concentration (LC50). Hasil:Nilai LC50 yang diperoleh dari kombinasi ekstrak daun petai cina dan kulit jengkol 1:1, 1:3, 1:5, 1:7 dan 1:9 secara berturut-turut sebesar 85.27, 30.41, 21.76, 14.06 &amp; 1.358 ppm. Hasil penelitian ini menunjukkan semua kombinasi ekstrak daun petai cina dan kulit jengkol termasuk dalam kategori sangat toksik. Kesimpulan:Kombinasi ekstrak daun petai cina dan kulit jengkol memberikan efek sangat toksik yang diduga berpotensi sebagai antikanker.