This Author published in this journals
All Journal ALQALAM
Djuhana, Ade
Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Published : 1 Documents
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : ALQALAM

PENGEMBANGAN BERFIKIR DALAM PENULISAN KARYA ILMIAH Djuhana, Ade
ALQALAM Vol 21 No 102 (2004): September - December 2004
Publisher : Center for Research and Community Service of UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten-Serang City-Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (990.453 KB) | DOI: 10.32678/alqalam.v21i102.1641

Abstract

Salah-satu cara untuk mengukur sejauhmana kemampuan ''pengajar''menguasai bidang ilmu yang dipelajarinya ialah mewajibkan menyusun suatu karya tulis ilmiah dilihat dari jenjang pendidikan tinggi yang diterapkan, karya tulis ilmiah yang dibuat tentu mempunyai istilah yang berbeda pula. Perbedaan sebutan karya tulis ilmiah itu tidak hanya untuk menunjukkan tingkat atau jenjang pendidikan, tetapi juga menuntut adanya perbedaan kualifikasi atau bobot tulisannya. Sementara ini ada kesan bahwa perbedaan tingkat karya ilmiah itu seolah-olah didasarkan pada jumlah halaman tulisannya. Tidak heran kalau ada upaya agar karya tulis kelihatan tebal, maka diperbanyak penyajian tulisan pada hal-hal yang memungkinkan. Penyajian materi dalam pustaka dianggap tidak terlalu sulit karena bersumber dari bacaan. Akibatnya, terjadilah penyajian materi dalam pustaka yang tidak proporsional lagi, yaitu jumlah halamannya jauh lebih besar dari isinya. Sehingga ada kesan kekurang mengertian tentang apa yang dimaksud dengan informasi kepustakaan dalam suatu karya.Membuat karya ilmiah bagi "pengajar" merupakan suatu kewajiban yang harus dilaksanakan, hal ini berkaitan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dan sebagai konsekwensi, terdapat hak yaitu predikat jabatan akademis bagi adequasi kretiria. Bila ditelusuri dengan seksama, seseorang yang banyak menulis karya ilmiah, sudah barang tentu akan banyak membaca buku-buku, namun tidak sebaliknya bahwa mereka yang rajin membaca buku. Perlu disadari sepenuhnya bahwa kepandaian, kayanya gagasan, luasnya wawasan, ketepatan prediksi, sensitifnya berfikir seseorang tanpa penuangan di dalam suatu karya ilmiah, maka akan susah dipegang dan cenderung tidak dapat diliterasikan. de Facto bahwa pikiran dan ucapan saja sangat mudah berubah seketika, tetapi karya ilmiah lain halnya karena merupakan produk yang berkali-kali dikaji. Dan yang membahayakan adalah munculnya: "argumentum ad ignorantium dan argumentum ad verecundium".