Alfiyah, Siti Nur
Universitas Padjadjaran

Published : 2 Documents
Articles

Found 2 Documents
Search

Adolescent Moslem Students Sleep Hygiene Behaviour Description At Pondok Pesantren Alfiyah, Siti Nur; Susilaningsih, F. Sri; Yudianto, Kurniawan
Journal of Nursing Care Vol 1, No 1 (2018): Journal of Nursing Care
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/jnc.v1i1.15760

Abstract

School activities and socialization consume a lot of time for adolescents and leave a little time for adolescents to rest or sleep. Changes in environment, independence and changes in sleep patterns commonly occur for students who undergo pesantren activities, thus affecting the quantity and sleep quality of students. Sleep deprivation is associated with poor sleep hygiene behaviour. This study used descriptive quantitative method with single variable. Sampling technique used at this study is stratified random sampling. This study involved as many as 161 adolescent moslem students at the age of 11-20 years in Pondok Pesantren Darul Hikmah Tanjungmekar Tanjungkerta Sumedang Distric. Data collected by using Adolescent Sleep Hygiene Scale Questionnaire and analyzed by using mean value. The result of this study showed that more than half of the respondents had good sleep hygiene practices (68,3%). There are four aspects of adolescent moslem students sleep hygiene in good category : cognitive/emotional aspect, sleep environment aspect, sleep stability aspect and substance use aspect. Two aspects of sleep hygiene in bad category are in the daytime sleep aspect and bedtime routine aspects. Meanwhile physiological aspect and behavioural arousal aspect have an almost balance values. Monitoring moslem students sleep schedule not to exceed 24.00, providing separate room for moslem study self study, habits of toothbrush before bed, monitoring of cigarette use in cottage environment, not providing tea at dinner time, and monitoring of moslem students activity outside school or cottage Pesantren is a thing that should be attention.Keyword: Adolescent, moslem students, sleep hygiene. Gambaran Sleep Hygiene Santri Remaja Pondok PesantrenAbstrakAktivitas sekolah dan sosialisasi yang dilakukan oleh remaja mengakibatkan banyaknya waktu yang tersita dan hanya sedikit waktu yang disisakan untuk beristirahat ataupun tidur. Perubahan lingkungan, kemandirian dan perubahan pola tidur yang tajam biasa terjadi bagi siswa yang menjalani kegiatan pesantren, sehingga berpengaruh terhadap kuantitas dan kualitas tidur siswa. Kekurangan tidur ini berhubungan dengan buruknya perilaku sleep hygiene. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran 8 aspek sleep hygiene, serta gambaran sleep hygiene berdasarkan latar belakang demografi santri. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan variabel tunggal. Adapun teknik sampling yang digunakan yaitu stratified random sampling. Penelitian dilakukan terhadap 161 santri remaja usia 11-20 tahun di Pondok Pesantren Darul Hikmah Tanjungmekar Kecamatan Tanjungkerta Kabupaten Sumedang. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Adolescent Sleep Hygiene Scale serta dianalisis menggunakan nilai mean. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa sebanyak 68,3% responden memiliki praktik sleep hygiene yang baik. Aspek-aspek sleep hygiene santri yang berada dalam kategori baik terdapat pada aspek kognitif emosional, aspek lingkungan tidur, aspek stabilitas tidur dan aspek penggunaan substansi. Adapun 2 aspek sleep hygiene yang berada dalam kategori buruk terdapat pada aspek tidur siang dan aspek rutinitas sebelum tidur. Sedangkan aspek fisiologis dan aspek perilaku penggugah memiliki hasil yang hampir seimbang. Memantau jadwal tidur santri agar tidak melebihi pukul 24.00, menyediakan ruangan terpisah bagi santri untuk belajar mandiri, pembiasaan sikat gigi sebelum tidur, pemantauan penggunaan rokok di lingkungan pondok, tidak menyediakan teh pada saat jam makan malam, dan pemantauan kegiatan santri diluar jam sekolah ataupun pondok pesantren merupakan hal yang sebaiknya pengurus pondok pesantren perhatikan.Kata kunci : Remaja, santri, sleep hygiene.
GAMBARAN SLEEP HYGIENE SANTRI PONDOK PESANTREN DARUL HIKMAH TANJUNGMEKAR KABUPATEN SUMEDANG alfiyah, siti nur
Journal of Nursing Care Vol 1, No 1 (2018): Journal of Nursing Care
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (21.451 KB) | DOI: 10.24198/jnc.v1i1.15634

Abstract

Aktivitas sekolah dan sosialisasi yang dilakukan oleh remaja mengakibatkan banyaknya waktu yang tersita dan hanya sedikit waktu yang disisakan untuk beristirahat ataupun tidur. Perubahan lingkungan, kemandirian dan perubahan pola tidur yang tajam biasa terjadi bagi siswa yang menjalani kegiatan pesantren, sehingga berpengaruh terhadap kuantitas dan kualitas tidur santri. Kekurangan tidur ini berhubungan dengan buruknya perilaku sleep hygiene. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran 8 aspek sleep hygiene, dan gambaran sleep hygiene berdasarkan latar belakang demografi santri. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif dengan pendekatan waktu cross sectional study. Penelitian dilakukan pada 161 santri remaja usia 11-20 tahun di Pondok Pesantren Darul Hikmah Tanjungmekar Kecamatan Tanjungkerta Kabupaten Sumedang.Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Adolescent Sleep Hygiene Scale serta dianalisis menggunakan nilai mean. Hasil penelitian ini menunjukkan lebih dari setengah jumlah responden memiliki praktik sleep hygiene yang baik (68,3%). Terdapat 6 aspek sleep hygiene santri dalam kategori baik, yaitu: aspek fisiologis, aspek perilaku penggugah, aspek kognitif emosional, aspek lingkungan tidur, aspek stabilitas tidur dan aspek penggunaan substansi. Adapun 2 aspek sleep hygiene dalam kategori buruk terdapat pada aspek tidur siang dan aspek rutinitas sebelum tidur. Memantau jadwal tidur santri agar tidak melebihi pukul 24.00, menyediakan ruangan terpisah bagi santri untuk belajar mandiri, pembiasaan sikat gigi sebelum tidur, pemantauan penggunaan rokok di lingkungan pondok, tidak menyediakan teh pada saat jam makan malam, dan pemantauan kegiatan santri diluar jam sekolah ataupun pondok pesantren merupakan hal yang harus pengurus pondok pesantren perhatikan.