Raharjo, Eka Indah
Universitas Muhammadiyah Pontianak

Published : 55 Documents
Articles

Found 54 Documents
Search
Journal : Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan

PENGARUH KONSENTRASI PENYUNTIKAN HORMON HCG DAN OVAPRIM TERHADAP DAYA TETAS TELUR DAN SINTASAN LARVA IKAN KELABAU (Osteochilus melanopleura Blkr.) ., Rachimi; Raharjo, Eka Indah; Sudarsono, Andy
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2015): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.414 KB) | DOI: 10.29406/rya.v5i1.494

Abstract

Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan  Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan yang terdiri dari Perlakuan A : HCG : 300 IU/kg + ovaprim 0,6 ml/kg induk, Perlakuan B : HCG : 500 IU/kg + ovaprim 0,8 ml/kg induk, Perlakuan C : HCG : 700 IU/kg + ovaprim 1 ml/kg induk, Perlakuan D : HCG : 900 IU/kg + ovaprim 1,2 ml/kg induk. Hasil penelitian menunjukkan pemberian dosis HCG 900 IU/kg dan ovaprim 1,2 ml/kg induk pada peroses pemjahan ikan kelabau dapat mempersingkat waktu ovulasi ikan kelabau dan menghasilkan derajat pembuahan telur ikan kelabau (fertilisasi) mencapai 74,53%, menghasilkan daya tetas telur sebesar 72,22%. kelangsungan hidup larva tertingi mencapai 36,27% pada perlakuan HCG : 900 IU/kg dan ovaprim 1,2 ml/kg.Kata Kunci: HCG, Ovaprim, hatching rate, kelangsungan hidup larva, kelabau, Osteochilus melanopleura Blkr.
PENGGUNAAN EKSTRAK BIJI PALA (Myristica fragnans Houtt) SEBAGAI ANESTESI DALAM PROSES TRANSPORTASI SISTEM BASAH CALON INDUK IKAN BELIDA (Notopterus chitala ) ., Dayatino; Raharjo, Eka Indah; ., Rachimi
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (91.383 KB) | DOI: 10.29406/rya.v1i1.232

Abstract

Penelitian ini di laksanakan di BBI Kelansin Kecamatan Mentebah Kabupaten Kapuas Hulu dari 31 Juli sampai 6 Agustus 2013. Tujuan penelitian ini adalah untuk memperoleh kosentrasi optimal dari ekstrak biji pala yang dapat digunakan sebagai ansestasi untuk calon Induk ikan belida. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan meliputi A.0(kontrol),B. 3ppm C.5ppm dan D 7ppm. Sebagai unit percobaan calon induk ikan belida dengan ukuran 400-600 gram yang diangkut dengan mobil selama 12 jam. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada masa induksi konsentrasi tercepat untuk memingsankan ikan belida adalah 7 ppm dengan waktu 7 menit. Untuk masa sedatif yang tercepat terhadap penyadaran ikan belida adalah dengan konsentrasi 3 ppm.Sedangkan kelangsungan hidup tertinggi terlihat pada konsentrasi 3 ppm dengan kelangsungan hidup 83,33%, dan tingkat kelangsungan hidup terendah terlihat pada perlakuan D (7 ppm) yaitu 16,67%. Konsentrasi ekstrak biji pala yang optimal untuk  pengangkutan ikan belida ukuran 400-600 adalah 3 ppm.Kata Kunci: Ekstrak Biji Pala, ikan belida, Anestasi
PENGARUH BEBERAPA JENIS PAKAN ALAMI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP LARVA IKAN TENGADAK (Barbonymus schwanenfeldi) ., Farida; Raharjo, Eka Indah; Sahrio, Mely
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Ruaya
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (129.883 KB) | DOI: 10.29406/rya.v4i2.694

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis pakan alami yang sesuai untuk larva ikan tengadak. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menurut Hanafiah (2012), yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Dalam penelitian ini telah diuji empat jenis pakan yaitu, Kuning telur, Artemia, Chlorella sp., dan Skeletonema costatum. Hasil peneitian menunjukkan bahwa pemberian pakan alami artemia memberikan hasil terbaik dari segi pertambahan berat ( 12,48%), pertambahan panjang (6,051%) dan lelangsungan hidup (65,33%).Kata Kunci: pakan alami, larva tengadak, pertumbuhan, kelangsungan hidup ABSTRACT The objective of the research is to determine the suit-able natural feed for tengadak fish larvae. Research using Complete Random Design ( CRD) according to Hanafiah (2012), consisting of 4 treatments and 3 replications. Four natural feed were evaluated in this study, egg yolk, Artemia, Chlorea sp., and Skeletonema costatum. Research result in addition  artemia resulted in higher grow performance (12,48%) of weight, (6,051%) total long and (65,33%) survival rate. Keywords: natutal feed, tinfoil barb, growth, survival rate
PENGARUH GETAH PEPAYA (Carica papaya L.) KERING TERHADAP DERAJAT PEMBUAHAN DAN PENETASAN TELUR IKAN JAMBAL SIAM (Pangasius hypothalamus) saputra indra, indra sukma; Raharjo, Eka Indah; ., Rachimi
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (122.837 KB) | DOI: 10.29406/rya.v3i1.475

Abstract

Terbatasnya ketersediaan benih ikan jambal siam tidak terlepas dari permasalahan yang ada pada pembenihan ikan. Meskipun ikan tersebut sudah dapat dipijahkan secara alami namun cukup rendahnya jumlah telur yang menetas dari seluruh telur yang telah dibuahi. Derajat penetasan telur ikan patin berkisar antara 30-60%, hal ini disebabkan karena telur ikan jambal bersifat adhesif atau memiliki daya rekat sehingga telur menumpuk pada salah satu areal pemijahan. Gumpalan telur menghambat masuknya oksigen pada telur sehingga bisa menghambat perkembangan telur dan akan berdampak terhadap daya tetas telur akan kecil. Lapisan lendir ini juga merupakan media ideal bagi pertumbuhan cendawan patogen. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi optimum getah pepaya kering dalam meningkatkan derajat pembuahan dan penetasan telur ikan jambal siam (Pangasius hypothalamus). Rancangan percobaan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Analisis statistik menggunakan ANAVA (Analysis of Variance) dan untuk mengetahui perbedaan antara perlakuan satu dengan perlakuan yang lainnya dilakukan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Perlakuan yang dilakukan terdiri dari empat perlakuan pencucian telur yaitu A (control), B (10 ppm) C (20 ppm) dan D (30 ppm) dengan pengulangan sebanyak tiga kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan papain kasar yang berbeda memberikan pengaruh terhadap derajat pembuahan dan  daya tetas telur. Rata-rata derajat pembuahan dan daya tetas telur ikan jambal siam tertinggi terdapat pada perlakuan D (97,22 % dan 77,50%).Kata Kunci : papain kasar, derajat pembuahan, daya tetas telur, ikan jambal siam
Pengaruh Konsentrasi Minyak Sereh (Cimbopogon Citrates Dc Stapf) Terhadap Kelangsungan Hidup Pada Anestesi Benih Ikan Ringau (Datnioides Mescrolepis) Dengan Metode Transportasi Tertutup ., Rachimi; Raharjo, Eka Indah; Id’ham, Khoiron
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Ruaya
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.804 KB) | DOI: 10.29406/rya.v4i1.667

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh konsentrasi minyak sereh yang optimal sebagai pembiusan pada pengangkutan ikan ringau dengan metode transportasi tertutup. Penelitian ini di awali dari desa selimbau kabupaten Kapuas Hulu menggunakan transportasi darat dan berakhir di laboratorium basah Universitas Muhammadiyah Pontianak di kabupaten Kubu Raya dan penelitian ini dilaksanakan kurang lebih 14 jam pada bulan juli 2015. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan dengan konsentrasi minyak sereh yang dipergunakan adalah perlakuan. A, tanpa pembiusan (kontrol), Perlakuan B, Konsentrasi minyak sereh 1 ml/L, Perlakuan C, Konsentrasi minyak sereh 2 ml/L, Perlakuan D, Konsentrasi minyak sereh 3 ml/L. Parameter pengamatan yang dilakukan adalah tingkah laku ikan selama pembiusan, masa induksi dan masa sedatif serta kelangsungan hidup. Hasil dari pengamatan menunjukan minyak sereh cukup efektif untuk memingsankan benih ikan ringau (Datnioides mescrolepis)  untuk pengangkutan sistem tertutup. Hal ini dikarenakan Minyak sereh merupakan minyak atseri yang banyak mengandung senyawa geraniol sitronelol mampu menurunkan tingkat metabolisme ikan dengan cara membuat ikan pingsan atau menenangkan ikan. Senyawa tersebut berperan penting dalam mekanisme anestesi melalui jaringan pernapasan. Kata kunci : minyak sereh, anestesi, ikan ringau
KERAGAMAN GENETIK IKAN KELABAU PADI (Osteochilus schlegeli Blkr) ASAL PERAIRAN UMUM KALIMANTAN BARAT BERDASARKAN ANALISIS KARAKTER MORFOMETRIK Ratnasari, Novita; Raharjo, Eka Indah; Hasan, Hastiadi
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (177.548 KB) | DOI: 10.29406/rya.v4i2.489

Abstract

Ikan kelabau padi merupakan ikan asli kalimantan yang potensial untuk dikembangkan.  Penelitian keragaman genetik ikan kelabau padi bertujuan untuk mengetahui keragaman genetik ikan kelabau padi yang berasal dari perairan umum Kalimantan Barat berdasarkan karakter morfometriknya. Pengukuran morfometrik dilakukan dengan analisis Component Analysis (PCA) atau komponen utama,serta hubungan kekerabatan interpopulasi dianalisis berdasarkan jarak genetik dengan program SPSS versi 17 yang disajikan dalam bentuk dendogram. Hasil analisis dendogram menyebutkan bahwa stok populasi ikan kelabau dapat dibagi menjadi dua yaitu stok populasi asal Danau Sentarum (Kapuas Hulu) dan Sungai Melawi (Melawi) serta stok populasi asal Sungai Sekayam (Sanggau) dan Sungai Kapuas (Kubu Raya). Nilai koefisien keragaman tertinggi di peroleh asal Danau Sentarum (Kapuas Hulu) 10.77%, Sungai Kapuas (Kubu Raya) 10.43%, Sungai Melawi (Melawi) 9,24% dan Sungai Sekayam (Sanggau) 6.89%.Kata kunci: kelabau padi, truss morfometrik, Kalimantan Barat
TINGKAT SERANGAN EKTOPARASIT PADA IKAN PATIN (Pangasius hypophtalmus) YANG DIBUDIDAYAKAN DALAM KARAMBA DI SUNGAI KAPUAS KOTA PONTIANAK ., Suhardi; Raharjo, Eka Indah; ., Sunarto
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.261 KB) | DOI: 10.29406/rya.v1i1.228

Abstract

Keberhasilan suatu usaha budidaya ikan tidak terlepas dari masalah penyakit dan parasit ikan, salah satunya adalah ektoparasit. Kerugian akibat infeksi ektoparasit memang tidak sebesar kerugian akibat infeksi organisme pathogen lain seperti virus dan bakteri, namun menurut Scholz (1999) infeksi Ektoparasit dapat menjadi salah satu faktor predisposisi bagi infeksi organisme pathogen yang lebih berbahaya. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat serangan ektoparasit pada ikan patin yang dibudiayakan dalam karamba di sungai Kapuas Kota Pontianak. Data yang didapat baik prevalensi dan intensitas serta data pendukung lainnya dianalisa secara diskriptif dan dibahas  dengan pendekatan berdasarkan literatur yang relevan. Hasil penelitian di empat stasiun sekitar sungai kapuas Pontianak ditemukan 2 jenis parasit yang dominan menyerang ikan patin yaitu, Ichthyopthyrius multifiliis dan dan Dactylogyrus sp.Kata kunci : ektoparasit, patin, KJA Sungai Kapuas Pontianak 
FREKUENSI PEMBERIAN CACING TUBIFEX SP YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN SEMAH (Tor douronensis) fikri, rilo al; Raharjo, Eka Indah; Prasetio, Eko
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 1 (2018): JURNAL RUAYA
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (384.011 KB) | DOI: 10.29406/rya.v6i1.931

Abstract

Ikan semah (Tor douronensis) tersebar di Sumatra, Kalimantan, dan Jawa. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan frekuensi pemberian cacing tubifex yang tepat untuk menghasilkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan semah yang terbaik.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Susunan perlakuan A, frekuensi pemberian pakan 2 kali sehari B, frekuensi pemberian pakan 4 kali sehari C, frekuensi pemberian pakan 6 kali sehari D, frekuensi pemberian pakan 8 kali sehari. Variabel pengamatan meliputi pertumbuhan panjang mutlak, pertumbuhan bobot mutlak, tingkat kelangsungan hidup.Rata-rata pertumbuhan bobot dan panjang mutlak adalah perlakuan C (1,237±0,015) dan (2,970±0,062).Tingkat kelangsungan hidup 100%.
PENGGUNAAN MEDIA YANG BERBEDA DALAM MENINGKATKANPERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN ARWANA SILVER ( Osteoglossum bicirroshum ) DIFFERENT USE OF MEDIAIN INCREASING GROWTHAND SURVIVAL RATE SEED ARWANA SILVER FISH (Osteoglossum bicirroshum) Amri, Ulil; Raharjo, Eka Indah; ., Farida
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Ruaya
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.703 KB) | DOI: 10.29406/rya.v5i1.711

Abstract

Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui media budidaya yang terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan arwana silver. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan di BBI (Balai Benih Ikan) Klansin Kapuas Hulu.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 3 perlakuan dan 3  ulangan dengan wadah antara lain adalah perlakuan A (wadah kolam terpal), B (wadah bak semen), dan C (wadah fiberglass). Parameter pengamatan yang dilakukan adalahPertumbuhan Berat Mutlak, Pertumbuhan Panjang Mutlak, Efesiensi Pakan, Kelangsungan Hidup Larva, dan Parameter Kualitas Air. Hasil dari pengamatan menunjukanpenggunaan wadah bak fiberglass  dapat meningkatkan pertumbuhan berat benih, pertumbuhan panjang benih, nilai efesien pakan, dan kelangsungan hidup benih. Hal ini dikarenakan penggunaan bak fiber sangat berpengaruh terhadap intensitas cahaya yang masuk hingga ke dasar bak. Semakin kuat intensitasnya maka respon ikan semakin tinggi dalam hal mencari makanan.Perbedaan intensitas ini menyebabkan ikan memberikan respon yang berbeda pada setiap perlakuan dan pertambahan berat ikan disebabkan padat tebar yang rendah sehingga tidak terjadi persaingan terhadap ruang gerak dan makanan yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal. Kata kunci : Kolam Terpal, Bak Semen, Wadah Fiberglass,Pertumbuhan Berat, Pertumbuhan Panjang, Kelangsungan Hidup,  BenihArwana Silver
PENGARUH PADAT TEBAR YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN TENGADAK(Barbonymus schwanenfeldii) ., Rachimi; Raharjo, Eka Indah; Halim, Dodi Abdul
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.395 KB) | DOI: 10.29406/rya.v3i1.480

Abstract

Ikan tengadak (Barbonymus Schanenfeldii) merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang populasinya dialam mulai merun. Oleh karena itu perlu dilakukan upaya budidaya untuk memenuhi stok dan permintaan pasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui padat penebaran yang memberikan pertumbuhan dan kelangsungan hidup terbaik dalam sistem budidaya. Benih ikan tengadak yang berukuran 1-2 cm dan berat rata-rata 0,016 g ditebar dengan kepadatan 3, 5, 7, dan 9 ekor/liter dalam akuarium yang berukuran 60×30×40 cm3. Selama pemeliharaan, benih ikan ini diberi pakan komersil dua kali dalam satu hari yang di berikan pagi dan sore secara at satiation. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlakuan padat penebaran yang berbeda memberikan pengaruh yang berbeda pada setiap perlakuan, tetapi tidak memberikan pengaruh pada kelangsungan hidup. Pertumbuhan terbaik adalah pada perlakun A kepadatan 3 ekor/liter.  Kata kunci: tengadak, Barbonymus schwanenfeldii, padat penebaran, pertumbuhan, kelangsungan hidup