Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam
Vol 2, No 1 (2017)

Autonomi Perempuan dalam Dunia Maskulin (Analisis Feminisme Liberal Terhadap Film Dangal)

Jenab, Siti (Unknown)



Article Info

Publish Date
26 Feb 2019

Abstract

Film merupakan alat dalam proses sosialisasi yang membuka pandangan baru masyarakat tanpa menggurui. Salah satu pandangan yang ada di masyarakat ialah kesenjangan antara laki-laki dan perempuan. Laki-laki lebih diutamakan, salah satunya dalam pendidikan dan kesempatan bekerja. Sedangkan kaum perempuan selalu di nomor dua kan. Film sebagai media mampu merefleksikan isu yang berkembang dalam masyarakat. Film Dangal diambil dari kisah nyata perempuan India yang berhasil di bidang olahraga Gulat yang biasanya di dominasi laki-laki. Penelitian ini bertujuan untuk mengenal lebih dalam mengenai makna autonomi perempuan. Dimana perempuan berhak menentukan pilihannya, baik dalam ranah publik maupun ranah privat. Dengan autonomi perempuan akan mampu membawa perubahan untuk dirinya dan memotivasi perempuan lain. Dalam bahasa yunani autonomi berasal dari kata autos dan nomos. Autos berarti sendiri dan namos aturan. Sehingga dapat diartikan autonomi adalah wewenang untuk mangatur diri sendiri. Feminisme adalah paham yang mendukung hak-hak sosial dan politik yang setara bagi perempuan. wollstonecraft menekankan bahwa pendidikan perempuan dan laki-laki harus setara agar perempuan mampu mengimbangi laki-laki. Jenis penelitian menggunakan deskriftif kualitatif. Teori feminisme liberal yang mengkategorikan perempuan dan lak-laki memiliki hak dan kesempata yang sama. Teknik analisis data menggunakan semiotika Roland Bartes dimana ia menganalisis berdasarkan makna denotasi, konotasi dan makna mitos yang mengarah ke makna kultural, simbol-simbol dan makna emosonal. Pertama peneliti memilih kata-kata dan kalimat yang mengadung autonomi perempuan dan tindakan yang mengandung gender. Kedua mengurai kalimat yang mengandung kemandirian perempuan. Terakhir peneliti menginterpretasikan dengan tanda-tanda tersebut dengan mitos yang berkembang di masyarakat. Hasil penelitian menunjukan bahwa perempuan mampu berprestasi di wilayah maskulin, dengan pendidikan atau pelatihan yang serius. Selain itu ditemukan juga perubahan terhadap pemberdayaan sosial, dimana perempuan memiliki kekuasaan, hak dan kemampuan untuk menunjukan hasil latihan dan usaha kepada masyarakat. Dengan semangat untuk mengambil resiko akan memunculkan inspirasi baru dan perubahan. Sosialisasi gender sejak dini akan menghilangkan stereotipe yang merugikan perempuan dan menghambat perempuan dalam berbagai partisipasi.

Copyrights © 2017






Journal Info

Abbrev

jaqfi

Publisher

Subject

Religion Education

Description

Jurnal Ilmiah JAQFI: Jurnal Aqidah dan Filsafat Islam adalah jurnal yang mempublikasikan hasil-hasil kajian dan penelitian orisinal terbaru dalam ilmu murni Filsafat Islam dan Aqidah (Teologi Islam), serta cakupannya meliputi kajian filsafat kontemporer, pendidikan, sosial, dan keagamaan dari ...