Jurnal Kesehatan Andalas
Vol 1, No 1 (2012)

Neuropati Auditori

Rahman, Sukri (Unknown)
Rosalinda, Rossy (Unknown)



Article Info

Publish Date
01 Jul 2012

Abstract

Abstrak Latar belakang: Neuropati auditori merupakan suatu gangguan pendengaran yang jarang terjadi dengan prevalensi yang belum diketahui secara pasti dan membutuhkan identifikasi dan diagnosis secara dini. Tujuan: Untuk menjelaskan gambaran audiologi dan elektrofisiologi neuropati auditori sehingga dapat menentukan terapi dan intervensi yang efektif. Tinjauan Pustaka: Neuropati auditori merupakan bagian dari tuli sensorineural, dimana suara dapat masuk hingga telinga dalam, tetapi transmisi sinyal dari telinga dalam ke otak terganggu pada jaras tertentu. Kelainan ini dapat mengenai semua umur mulai dari bayi hingga dewasa. Pasien dengan neuropati auditori dapat memiliki derajat pendengaran yang normal atau mengalami penurunan dari ringan hingga tuli sangat berat, tetapi selalu memiliki kemampuan persepsi bicara yang buruk. Neuropati auditori ditandai dengan hasil abnormal pada brainstem evoked response audiometry (BERA), tetapi otoacoustic emission (OAE) yang normal. Kelainan ini membutuhkan pendekatan manajemen yang berbeda untuk masalah pendengaran dan komunikasi dibandingkan tuli perifer lainnya. Kesimpulan: Evaluasi klinis dan audiologi yang akurat dibutuhkan pada neuropati auditori, dan pada akhirnya, diagnosis yang tepat memberikan strategi terapi dan rehabilitasi yang lebih baik. Kata kunci: Neuropati auditori, BERA, OAE, persepsi bicara Abstract Background: Auditory neuropathy is a rare hearing disorder which is the prevalence not well established and need an early identification and diagnosis. Purpose: To describe the audiological and electrophysiological features of auditory neuropathy in order to determine the effective treatment and intervention. Literature Review: Auditory neuropathy is a kind of sensorineural hearing loss, in which sounds enter the inner ear normally, but the signal transmission from the inner ear to the brain is impaired in some ways. It can affect people of all ages from infant to adult. Patients with auditory neuropathy may have normal hearing or hearing loss ranging from mild to profound hearing loss, but they always have poor speech perception abilities. Auditory neuropathy is characterized by the abnormal result of the auditory brainstem response (BERA), but in the presence of preserved otoacoustic emissions (OAE). It requires a different management approach to the auditory and communication problems that used for usual peripheral hearing losses. Conclusion: An accurate clinical and audiological evaluation are needed in auditory neuropathy, and finally, a correct diagnosis allow better treatment and rehabilitative strategies. Keywords: Auditory neuropathy, BERA, OAE, speech perception

Copyrights © 2012






Journal Info

Abbrev

JKA

Publisher

Subject

Health Professions

Description

Jurnal Kesehatan Andalas merupakan Jurnal yang diterbitkan oleh Fakultas Kedokteran Universitas ...