Jurnal Manusia dan Lingkungan
Vol 22, No 1 (2015)

KARAKTERISTIK KUALITAS AIR DAN ESTIMASI RESIKO EKOBIOLOGI HERBISIDA DI PERAIRAN RAWA BANJIRAN LUBUK LAMPAM, SUMATERA SELATAN

Jubaedah, Dade ( Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Perairan, Departemen Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor (IPB), Kampus Dramaga, Bogor 16680 )
Kamal, M. Mukhlis ( Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Perairan, Departemen Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor (IPB), Kampus Dramaga, Bogor 16680 )
Muchsin, Ismudi ( Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Perairan, Departemen Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor (IPB), Kampus Dramaga, Bogor 16680 )
Hariyadi, Sigid ( Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Perairan, Departemen Manajemen Sumber Daya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor (IPB), Kampus Dramaga, Bogor 16680 )



Article Info

Publish Date
31 Mar 2015

Abstract

Perairan rawa banjiran Lubuk Lampam (RBLL) merupakan ekosistem khas yang mempunyai arti penting terutama secara ekologi sebagai habitat ikan khas rawa banjiran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik kualitas air di RBLL terkait dengan perubahan muka air dan adanya masukan bahan antropogenik terutama dari kegiatan perkebunan kelapa sawit yang berada di dalam dan sekitar area RBLL. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa curah hujan merupakan faktor utama yang mempengaruhi perubahan muka air di RBLL. Fluktuasi muka air yang tidak ekstrim sebagai akibat dari curah hujan yang relatif merata sepanjang tahun menyebabkan karakteristik kualitas air antar periode musim menjadi cenderung sama. Secara umum, karakteristik kualitas air RBLL dicirikan dengan pH cenderung asam, kandungan oksigen rendah, kekeruhan tinggi serta konsentrasi total nitrogen dan total fosfor yang tinggi. Bahan antropogenik berupa herbisida dari jenis paraquat dan glyfosat ditemukan dalam konsentrasi relatif kecil (rataan 0,004 mg/L dan 0,003 mg/L), sehingga berdasarkan nilai resiko (Risk Quotient, RQ) kedua jenis herbisida ini memiliki resiko ekobiologi rendah (<0,01) sampai dengan sedang (0,01<RQ≤0,1).

Copyrights © 2015