Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia
Vol 1, No 1 (2013): April 2013

Pelaksanaan Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) Ditinjau dari Aspek Bidan Desa sebagai Pelaksana di Kabupaten Jepara

Sokhiyatun, Sokhiyatun (Unknown)
Widagdo, Laksmono (Unknown)
Sriatmi, Ayun (Unknown)



Article Info

Publish Date
29 Feb 2016

Abstract

Kematian ibu di Kabupaten Jepara tahun 2011 sebesar 24 orang (AKI 113/100.00 KelahiranHidup), terutama pada periode kehamilan dan persalinan yang diakibatkan perdarahan.Program P4K sebagai terobosan untuk mengurangi kematian ibu telah dilaksanakan diKabupaten Jepara sejak tahun 2009. Survey pendahuluan menunjukkan meski cakupanindikator P4K sudah baik, namun tidak semua kolom stiker diisi, bidan hanya memberikanstiker pada ibu hamil dan seringkali tidak mendiskusikan rencana persalinan dengan ibu hamildan keluarga. Tujuan penelitian yaitu menjelaskan pelaksanaan P4K dari aspek bidan desasebagai pelaksana di wilayah puskesmas Kabupaten Jepara tahun 2012. Jenis penelitiandeskriptif observasional dengan metode kualitatif. Populasi seluruh bidan desa yang ada diKabupaten Jepara, Informan utama 8 bidan desa dari 4 puskesmas terpilih dengan kriteriapuskesmas di daerah perkotaan sebanyak 2 puskesmas dan 2 puskesmas daerah pedesaan.Informan triangulasi yaitu ibu hamil (8 orang), kader kesehatan (8 orang), Bidan Koordinator(4 orang ) dan Kasie Kesga Dinas Kesehatan. Pengumpulan data melalui wawancaramendalam.. Analisis data dilakukan dengan content-analysis. Berdasarkan hasil penelitiandiperoleh informasi umur bidan desa antara 25–36 tahun, berpendidikan D3 Kebidanan danmasa kerja 3-15 tahundengan rata-rata kerja 9 tahun. Pengetahuan dan sikap bidan tentangP4K sudah baik karena dari 8 bidan sudah memahami tujuan dari P4K dan mendukung P4Kdengan alasan program tersebut dapat membantu pencapaian program KIA, meski pelatihankhusus P4K tidak ada, hanya penunjang dari P4K yaitu APN dan BBLR, namun dana khususpenunjang kegiatan P4K, tidak tersedia. Buku KIA dan stiker P4K sebagai sarana danprasarana tersedia cukup, namun bidan kit belum lengkap. Tidak ada SOP khusus P4K,kecuali SOP penapisan awal dan deteksi bumil resti. Indikator keberhasilan yang dipahamibidan bahwa stiker harus terpasang di setiap rumah ibu hamil yang ada di wilayahnya. Bidandesa melakukan aspek perencanaan persalinan cukup baik, serta melakukan koordinasi dankomunikasi melalui sosialisasi dan pertemuan rutin.

Copyrights © 2013