Jurnal Publikasi Kesehatan Masyarakat Indonesia
Vol 3, No 2 (2016)

HUBUNGAN TEMPAT PERSALINAN DAN JENIS PENOLONG PERSALINAN DENGAN PELAKSANAAN INISIASI MENYUSU DINI DI PUSKESMAS MARTAPURA

Norhana, Asyifa (Unknown)
Arifin, Syamsul (Unknown)
Yulidasari, Fahrini (Unknown)



Article Info

Publish Date
03 Feb 2017

Abstract

AbstrakInisiasi menyusu dini (IMD) adalah proses membiarkan bayi dengan nalurinya sendiri dapat menyusu segera dalam satu jam pertama setelah lahir, bersamaan dengan kontak kulit antara bayi dengan kulit ibu. Menurut data Riset Kesehatan Dasar (2013) persentase IMD Kabupaten Banjar sebesar 63,8%. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan tempat persalinan dan jenis penolong persalinan dengan pelaksanaan inisiasi menyusu dini di Puskesmas Martapura. Metode penelitian kuantitatif dengan rancangan observasional melalui pendekatan case control. Populasi penelitian adalah 1661 ibu yang melahirkan di wilayah kerja Puskesmas Martapura tahun 2014, perhitungan sampel menggunakan rumus uji hipotesis dua proporsi dengan jumlah sampel minimal sebesar 17 orang ibu yang melaksanakan IMD dan 17 orang ibu yang tidak melaksanakan IMD dan pengambilan sampel menggunakan systematic random sampling. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar ibu melakukan persalinan di non fasilitas kesehatan berjumlah 18 orang responden (52,9%) dan melakukan persalinan dengan ditolong oleh tenaga kesehatan berjumlah 25 orang responden (73,5). Hasil uji statistik menggunakan uji chi square dengan derajat kemaknaan 5% didapatkan hasil bahwa ada hubungan yang signifikan antara tempat persalinan dengan pelaksanaan IMD (p = 0,002 ; OR = 15,671). Hasil uji statistik menggunakan uji fisher exact didapatkan hasil bahwa ada hubungan yang signifikan antara jenis penolong persalinan dengan pelaksanaan IMD (p = 0,001). Kesimpulannya ada hubungan antara tempat persalinan dan jenis penolong persalinan dengan pelaksanaan inisiasi menyusu dini di Puskesmas Martapura.Kata-kata kunci : tempat persalinan, jenis penolong persalinan, inisiasi menyusu dini AbstractEarly breastfeeding initiation (IMD) is a process of allowing the baby to suckle by their own instinct immediately within the first hour after birth, along with the baby skin contact with the mothers skin. According to data of Basic Health Research (2013) the percentage of IMD in Banjar regency is 63.8%. The aim of this study is determine the correlation between childbirth place and types of childbirth helper to the implementation of the early breastfeeding initiation in the primary health care Martapura. This study use quantitative methods with design through case-control approach. Population in this study is 1661 mothers who gave birth in primary health care Martapura in 2014, sample of this study use the formula hypothesis test two proportions with a sample of a minimum of 17 mothers who carry IMD and 17 women do not carry out the IMD and sampling use systematic random sampling. Results of this study show most parents giving birth in non-health facilities 18 respondents (52.9%) and do giving birth to help by health workers 25 respondents (73.5%). The result use chi square test with 5% significance level show that there is a significant correlation between childbirth place with implementation of the IMD (p = 0.002 ; OR = 15.671). The result of statistical test using fisher exact show that there is a significant correlation between the types of childbirth helper with implementation of the IMD (p = 0.001). In conclusion there is a correlation between the childbirth place and the types of childbirth helper to the implementation early breastfeeding initiation in the the primary health care Martapura.Key words: place childbirth, types of childbirth helper, early breastfeeding initiation

Copyrights © 2016






Journal Info

Abbrev

JPKMI

Publisher

Subject

Public Health

Description

Jurnal ini berisi mengenai Editorial Kesehatan, Literature Review, dan Hasil Penelitian dalam bidang kesehatan masyarakat seperti Kesehatan Lingkungan, Kesehatan Kerja, Gizi Kesehatan, Administrasi Kebijakan Kesehatan, Epidemiologi, Biostatistika dan Kependudukan, Perilaku dan Promosi ...