JPM (Jurnal Pemberdayaan Masyarakat)
Vol 2 No 1 (2017): Mei

IbM KELOMPOK INDUSTRI MAKANAN RINGAN DESA REJOYOSO KECAMATAN BANTUR KABUPATEN MALANG

Heriyawati, Dwi Fita (Unknown)
Sari, Ifit Novita (Unknown)



Article Info

Publish Date
25 May 2017

Abstract

Usaha makanan ringan Desa Rejoyoso, Bantur merupakan salah satu usaha kecil sebagai upaya untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, namun kini usaha tersebut mulai menjadi usaha tambahan pengahasilan bagi masyarakat.Sebenarnya usaha keripik dan rengginang singkong dapat berkembang dengan pesat, mengingat wilayah Bantur menghasilkan singkong yang berlebih, sehingga kelompok usaha keripik dan rengginang tidak khawatir bahan baku. Namun demikian masih banyak kendala yang dihadapi oleh kelompok usaha keripik dan renginang di Desa Rejoyoso.Dampaknya kualitas dan kuantitas keripik dan rengginang yang dihasilkan kurang, sehingga belum mampu bersaing dengan yang lain. Artikel ini memaparkan hasil kegiatan IbM yang bertujuan untuk mengatasi masalah kelompok usaha makanan ringan.Kegiatan yang dilaksanakan yaitu: a) Memodifikasi perajangan yang manual menjadi alat perajang singkong yang menggunakan mesin, b) membuat keripik dan rengginag yang hygienes, aneka rasa dan warna dengan pewarna dan perasa yang alami, c) membuat kemasan label makanan ringan yang menarik yang dilengakapi petunjuk penyimpanan, cara memasak, kandungan gizi, khasiat, ijin perdagangan dan kehalalan, serta d) pemasaran yang  dikembang dengan cara online.   Kata Kunci: pelatihan, pendampingan, pengemasan, dan pengolahan makanan ringan

Copyrights © 2017






Journal Info

Abbrev

jpm

Publisher

Subject

Economics, Econometrics & Finance Languange, Linguistic, Communication & Media Social Sciences Other

Description

JPM (Jurnal Pemberdayaan Masyarakat) is Community Service Journal with registered number ISSN 2541-1977 (online), ISSN 2615-2649 (print). JPM published two issues in a year (May and Nopember). Every manuscript will be reviewed by at least two-peer-reviewers using double blind review method. JPM was ...