qolamuna : Jurnal studi islam
Vol 1 No 1 (2015): Juli 2015

Relevansi Sad Al-Dharî‘Ah Dalam Pembaharuan Hukum Islam

Ghozali, Mahbub (Unknown)



Article Info

Publish Date
04 Oct 2016

Abstract

Proses pengambilan hukum melalui dalil-dalil syar’i terus berkembang seiring dengan berkembangnya problematika yang dihadapi masyarakat. Salah satu bagian dari jenis istinbat hukum adalah sad al-dhari‘ah. Konsep ini bermula dari prinsip memperhatikan konsekwensi suatu perbuatan. Konsekwensi suatu perbuatan merupakan hal yang dikehendaki oleh syariat Islam, makanya harus diperhatikan dalam penetapan hukum. Prinsip konsekuensi suatu perbuatan erat sekali kaitannya dengan azas kausalitas. Motode ini juga memfokuskan pada pemeliharaan kemaslahatan dan sekaligus mengindari kerusakan.Dengan adanya metode yang lebih memfokuskan pada kemaslahatan diharapkan menjadi satu solusi dalam pembentukan hukum yang dapat terus menjaga kemaslahatan hukum tanpa mengabaikan perkembangan zaman. Metode ini juga diharapkan menjadi sebuah metode preventif sehingga unsur-unsur yang mengarahkan pada perbuatan-perbuatan yang dilarang menjadi terminimalisir.Pembaharuan hukum Islam pada hakikatnya adalah usaha menetapkan hukum yang mampu menjawab permaslahan dan perkembangan baru yang timbul karena kemajuan ilmu pengetahuan dan tekhnologi, dengan menjadikan perkembangan baru itu sebagai pertimbangan hukum agar hukum tersebut betul betul mampu mewujudkan tujuan syari’at. Sedangkan sad al-dharî’ah merupakan suatu metode istinbat hukum yang mementingkan maqâshid al-syari’ah yaitu merealisasikan kemaslahatan umat. Dengan demikian sadd aldzarî’ah sangat relevan dengan pembaharuan hukum Islam yaitu sama sama bertujuan dan memelihara kemaslahatan. Memelihara kemashlahatan merupakan tujuan syara’ (maqashid syari’ah).Kata Kunci: Relevansi, sad al-dharî’ah, Hukum Islam

Copyrights © 2015