Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan
Vol 12 No 1 (2018)

POLICY OPTIONS TO LOWER RICE PRICES IN INDONESIA

Respatiadi, Hizkia (Unknown)
Nabila, Hana (Unknown)



Article Info

Publish Date
31 Jul 2018

Abstract

Di Indonesia, harga beras membuat 28 juta masyarakat pra-sejahtera menghabiskan nyaris separuh penghasilannya. Menanggapi hal ini, pemerintah menerapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan menugaskan Badan Urusan Logistik (Bulog) untuk menstabilkan harga beras. Sebagai salah satu perwujudan tugasnya, Bulog ditunjuk menjadi importir tunggal beras. Kajian ini menganalisis efektiitas HET, kinerja Bulog sebagai importir beras, dan korelasi antara harga beras di Indonesia dan pasar internasional. Makalah ini mengusulkan opsi kebijakan untuk menurunkan harga beras dengan menggarisbawahi potensi perdagangan internasional. Makalah ini menggunakan Error Correction Model (ECM) dan hasil wawancara. Hasilnya: (1) HET menekan para pedagang eceran, sementara para tengkulak, pemilik penggilingan, dan pedagang grosir yang mengambil laba terbesar dari sistem distribusi beras dalam negeri; (2) Akibat kendala birokrasi, Bulog kerap mengimpor beras ketika harga internasional sudah telanjur meningkat; (3) Harga beras di Indonesia terdeviasi dan lebih mahal dibandingkan pasar internasional. Makalah ini merekomendasikan agar pemerintah mengkaji HET, memberikan kebebasan kepada Bulog untuk menentukan waktu maupun kuantitas beras yang perlu diimpornya dengan berdasarkan pada analisis pasar, dan membentuk forum konsultasi dengan sektor swasta yang memenuhi syarat. Hal ini akan menjaga harga beras senantiasa kompetitif baik bagi konsumen maupun pedagang eceran, serta akan membawa Indonesia lebih dekat dengan rantai nilai regional. In Indonesia, rice prices cost around 28 million poor nearly half of their income. In response, the government implements price ceiling (HET) and assigns National Logistics Agency (Bulog) to stabilize rice prices. As part of its duties, Bulog was appointed as the sole rice importer. This study analyzed the effectiveness of HET, Bulog’s performance as rice importer, and the correlation between rice prices in Indonesia and in international market. This paper explores policy options to lower rice prices by highlighting the potential of international trade. This study used Error Correction Models (ECM) and semi-structured interviews. The results: (1) HET pressures retailers, while middlemen, rice millers, and wholesalers benefit the most from domestic rice distribution; (2) Due to bureaucratic constraints, Bulog frequently imported rice when international prices were already rising; (3) Rice prices in Indonesia deviate away from and higher than the international market. This paper recommends the government to review HET, to give freedom to Bulog to determine the timing and quantity of rice importation based on its market analysis, and to organize consultative forums with qualified private sector. This will keep the prices competitive for both consumers and retailers and bring Indonesia closer to the regional value chain.

Copyrights © 2018






Journal Info

Abbrev

bilp

Publisher

Subject

Economics, Econometrics & Finance

Description

First published in 2007, Buletin Ilmiah Litbang Perdagangan (BILP) is a scientific journal published by the Trade Analysis dan Development Agency (Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan - BPPP), Ministry of Trade, Republic of Indonesia. This bulletin is expected to be a media of dissemination ...