Seminar Nasional Kota Berkelanjutan
2018: Prosiding Seminar Nasional Kota Berkelanjutan

Kajian Perseptual Terhadap Revitalisasi Lanskap pada Makam Juang Mandor, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat (Perceptual Study to Landscape Revitalisation at Juang Mandor Grave, Landak Regency, West Kalimantan)

Ryan, Achmad (Unknown)
Widjaja, Hinijati (Unknown)
Uniaty, Quintarina (Unknown)



Article Info

Publish Date
25 May 2018

Abstract

Makam Juang Mandor merupakan kawasan situs cagar budaya, terletak di wilayah pedalaman Kalimantan Barat, tepatnya di Kabupaten Landak (10°19’02,38’’ LU –109°20’10,94’’ BT) dengan permasalahan fisikmaupun non-fisik yang memerlukan upaya revitalisasi. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian dengan pendekatan kualitatif yang dikombinasikan dengan observasi langsung ke lokasi penelitian sebagai bahan kajian penyusunan kriteria pengembangan revitalisasi lanskap. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dimana data yang dikumpulkan akan diolah dan dikelompokan menjadi tabel, metode perolehan data dilakukan melalui kuesioner terhadap 100 responden yang disebarkan keberbagai lapisan masyarakat di Kalimantan Barat; mulai dari pelajar, ibu rumah tangga, karyawan swasta, sampai pegawai negeri. Hal ini dilakukan untuk menggali persepsi dan aspirasi masyarakat Kalimantan Barat terhadap rencana pengembangan revitalisasi kawasan Makam Juang Mandor, dan juga menggali nilai-nilai kesejarahan bagi upaya penyusunan kriteria perancangan lanskap. Hasil dari penelitian menunjukan bahwa mayoritas responden menyetujui untuk dilakukan revitalisasi lanskap yang bertujuan untuk meningkatkan nilai sejarah, kebudayaan, dan peningkatan perekonomian masyarakat sekitar dengantetap memperhatikan nilai budaya dari masyarakat setempat. Usulan kepada PEMDA daerah Kalimantan Barat dalam bentuk revitalisasi kawasan Makam Juang Mandor pada berberapa segmen tetap mempertahankan nilai keorisinilan, kesejarahan, dan pengembangan situs cagar budaya serta tempatwisata bagi masyarakat.Kata Kunci: cagar budaya, ekonomi kawasan, makam juang mandor, nilai budaya, revitalisasi

Copyrights © 2018