Jurnal Masyarakat dan Budaya
Vol 19, No 3 (2017)

KYAI SELEBRITI DAN MEDIA BARU

kiptiyah, siti mariatul ( UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta )



Article Info

Publish Date
27 Feb 2018

Abstract

Tulisan ini menganalisis munculnya kyai selebriti di Indonesia utamanya pada K.H. Anwar Zahid yang ceramahnya banyak diunggah di media YouTube. Model dakwah dari waktu ke waktu terus berubah, dan ceramah di YouTube adalah salah satu bentuk bagaimana dakwah disebarluaskan melalui media baru. Studi ini akan menguji seberapa besar peran YouTube sebagai media baru dalam menciptakan otoritas baru bagi seorang kyai melalui pengajiannya. Kajian ini penting untuk melihat bagaimana kehadiran media baru memperkuat otoritas kyai sebagai pemimpin agama di masyarakat. Pertanyaan yang hendak saya jawab dalam penelitian ini adalah seperti apakah otoritas kyai di era media baru?. Bagaimana K.H. Anwar Zahid membangun otoritasnya?, serta, bagaimana K.H. Anwar Zahid menggunakan otoritas tersebut dalam ceramahnya?. Penelitian ini mengkombinasikan data empiris dan teoritis terhadap ceramah K.H. Anwar Zahid yang bersifat online (YouTube) dan offline (langsung). Hasil studi ini menunjukkan bahwa media baru tidak menggeser otoritas tradisional seorang kyai sebagai pemimpin agama, tetapi justru otoritas tersebut semakin diperkuat dengan otoritas selebriti dari media baru yang mendapat pengakuan secara konsensus oleh masyarakat. This paper analyses the xin Indonesia, mainly on K.H. Anwar Zahid whose are widely uploaded in the YouTube. The model of has changed over time, and on YouTube is one of the models in which xis disseminated through new media. This study will examines how far the roles of YouTube as a new media in creating new authority for a . This study is important to see how the existence of new media strengthens the 's authority as a religious leader in society. The questions to be answered in this research are the following: How is ’s authority in the era of new media? How did K.H. Anwar Zahid builds his authority? How did K.H. Anwar Zahid use that authority in his dakwah? This research combines empirical and theoretical data on K.H. Anwar Zahid which explore the online (YouTube) and offline (direct) data. The results of this study indicate that the new media does not shift the traditional authority of a as a religious leader, but rather the authority is further strengthened with the celebrity’s authority of a new media that gets consensus recognition by the public.

Copyrights © 2017






Journal Info

Abbrev

Publisher

Subject

Description

Jurnal Masyarakat dan Budaya (JMB) or Journal of Society and Culture is a peer-reviewed journal that aims to be an authoritative academic source on the study of society and culture. We publish original research papers, review articles, case studies, and book reviews focusing on Indonesian society, ...