Filter By Year

1988 2020


Found 216 documents
Search RADIOLOGI

ANALISIS TINGKAT KUALITAS PELAYANAN JASA MENGGUNAKAN METODE SERVICE QUALITY (SERVQUAL) FUZZY DI INSTALASI RADIOLOGI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) PANEMBAHAN SENOPATI BANTUL TAHUN 2012 Suharyanta, Dwi
Jurnal Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health) Vol 7, No 1 (2013): Jurnal Kes Mas FKM UAD Januari 2013
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (28.302 KB)

Abstract

Background: To provide a quality service to the customer (patient) needs to be a measure of the quality of existing services, covering five dimensions, namely reliability, responsiveness, assurance, empathy, and tangibles  in order to create a patient satisfaction. To determine the level of quality, can be measured from the expectations and perceptions of customers (patients). Method: Using the Service Quality (Servqual) method integrated in the Fuzzy. Fuzzy Servqual method  is the instrument to measure the service quality between costumer’s (as patient) expectation and costumer’s (as patient) perception. Fuzzy set theory to accomode subjectivity and ambiguity on quality service judgement. Conclusion: Using the method acquired Fuzzy Sevqual five attributes / criteria that are a priority for improved quality of services because it has a value of Servqual (Gap) weighted the most. Attributes that are Facilities provided incomplete and inadequate with a value of -1.417 servqual, for the second order The equipment used not using the latest technology (advanced) of -1.313, which is third on The officer has not been attentive to treat patients  with a value of -1.250 servqual, for the fourth and final fifth Handling of complaints and Non-radiology is not convenient  of -1.146. Where three of the above criteria is of dimension Tangibles, so the main priority to be repaired and improved quality of care is of the dimension Tangibles with a total score of -1.161.The quality of service in the Installation of Radiology of the overall gap calculation results show a negative gap value is -0.961, meaning what is expected according to what the customer has not obtained the customer at the Hospital Radiology Installation Panembahan Senopati Bantul.   Keywords: Installing Panembahan Senopati Bantul District Hospital Radiology, Fuzzy, Servqual Gap, Fuzzy-Servqual, Quality service.  
ANALISIS PENGEMBANGAN INVESTASI PERALATAN RADIOLOGI DI RUMAH SAKIT UMUM RAJAWALI CITRA BANTUL YOGYAKARTA Wahyudi, Nur; Rosyidah, .
Jurnal Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health) Vol 6, No 2 (2012): Jurnal Kes Mas FKM UAD Juni 2012
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (28.302 KB)

Abstract

Background: Investment is basically an effort of investing resources (capital) in business. The radiology unit in Rajawali Citra Hospital is cooperatively performed by the third party or an investment from the third party. The investment of the radiology tools has been performed for more than 5 years, yet a reliability study from the investment has been conducted. This study aimed at assessing the reliability of developing the investment of radiology tools in Rajawali Citra Hospital over 5 years Method: This study is a study with descriptive analysis method in quantitative and qualitative approach without using hypothesis. The subject of the study is parts of finance, radiology unit and medical support and financial balance of radiology in 2007 – 2011. The technique of data collection was interview and documentation of financial balance of the radiology unit. The data analysis was done descriptively by applying quantitative and qualitative analysis approach. Result: The result of the study from the financial aspect indicated that payback period (3 years) 327 was quicker than the economical value of the tools (5 years), NPV = Rp 5,252,878.3 investment was accepted because it resulted positive value, ARR = 150% investment was accepted because it provided more advantage than which has specified 100%, IRR = 15,2% investment was accepted because the result was more than the interest (10%), PI = 1,10 the investment was accepted because the result was more than 1. Conclusion: From the whole aspect in the reliability assessment of the investment such as market aspect, technology, law, management and financial resulted in positive value to the investment development of the radiology tools. Keywords: Investment, Reliability, Finance, Radiology.
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT NYERI BERDASARKAN NUMERICAL RATING SCALE DENGAN DERAJAT OSTEOARTRITIS SECARA RADIOLOGI MENURUT KELLGREN-LAWRENCE GRADING SYSTEM PADA PENDERITA OSTEOARTRITIS LUTUT DI RUMAH SAKIT SANGLAH Tika, Pradnya
E-Jurnal Medika Udayana Vol 7 No 6 (2018): Vol 7 No 6 (2018): E-Jurnal Medika Udayana
Publisher : Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (174.312 KB)

Abstract

Osteoartritis merupakan salah satu penyakit sendi yang paling sering dijumpai dan angka kejadiannya meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Keluhan tersering dari penderita osteoartritis adalah nyeri. Nyeri pada penderita OA bersifat multifaktorial. Untuk menentukan tingkat keparahan osteoartritis, diperlukan pemeriksaan penunjang berupa pemeriksaan radiologi yang hasilnya dapat diinterpretasikan ke dalam kellgren-lawrence grading system. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat nyeri berdasarkan numerical rating scale dengan derajat radiologi menurut kellgren-lawrance grading system pada penderita osteoartritis di rumah sakit Sanglah. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan sampel sejumlah 43 orang. Data yang digunakan dalam penelitian ini bersumber dari data rekam medis pasien. Data yang berupa tingkat nyeri dan derajat keparahan osteoartritis lutut menurut kellgren-lawrence grading system kemudian dianalisis menggunakan uji statistik chi-square pada aplikasi SPSS. Hasil penelitian ini didapatkan tidak adanya hubungan yang bermakna antara tingkat nyeri dan derajat radiologi menurut kellgren-lawrence grading system pada penderita osteoartitis lutut (p=1,000). Prevalensi penderita osteoartritis lutut di rumah sakit sanglah adalah perempuan (62,79%) dan laki-laki (27,21%) dengan rentang usia 31 sampai 80 tahun. Berdasarkan tingkat nyerinya, tingkat nyeri terbanyak yang dirasakan oleh penderita osteoartritis lutut di rumah sakit Sanglah adalah tingkat nyeri ringan (88,37%), dan tingkat keparahan menurut derajat radiologi kellgren-lawrence adalah derajat 2 (55,14%). Kata kunci : osteoartritis lutut, nyeri, kellgren-lawrance grading system
GAMBARAN FOTO WATERS PADA PENDERITA DENGAN DUGAAN KLINIS SINUSITIS MAKSILARIS DI BAGIAN RADIOLOGI FK UNSRAT/SMF RADIOLOGI BLU RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO PERIODE 1 JANUARI 2011–31 DESEMBER 2011 Posumah, Allan Hespie; Ali, Ramli Hadji; Loho, Elvie
eBiomedik Vol 1, No 1 (2013): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.1.1.2013.1176

Abstract

Abstract: Sinusitis is an inflammation of the mucous membranes that can be on one or several paranasal sinuses, and the most commonly affected are the maxillary sinus and etmoidalis sinus. An anamnesis and physical examination can already diagnonse suspect of maxillary sinusitis. Radiological examination perfomed to get an early diagnose. Photo Waters is one of the best examination because can already diagnose an abnormality in maxillary sinus with 85 % and 80  % sensivity and specifity. This study aims is to know the description of Photo Waters in patient with suspect of maxillary sinusitis based on age, sex, and description of Photo Waters in Radiology Department of BLU Prof. Dr. R. D. Manado Kandou within period 1st January 2011 to 31st December 2011. This research is retrospective descriptive study. The data was a request and answer form of Photo Waters in Radiology Department and analyze in descriptive form. The number of patients with maxillary sinusitis radiology diagnose in the Radiology Department of BLU Prof. Dr. R.D. Kandou are 60 patients. Most cases are women in the amount of 56.67%, with 30-40 years age is the most common. With the results of description of Photo Waters in poor veil image is 71.67%. Keywords: Maxillary sinus, Photo Waters, sinusitis. Abstrak: Sinusitis merupakan suatu peradangan membran mukosa yang dapat mengenai satu ataupun beberapa sinus paranasal, dan yang paling sering terkena yaitu sinus maksilaris dan sinus etmoidalis. Anamnesis dan pemeriksaan fisik sudah dapat mencurigai adanya sinusitis maksilaris. Untuk mendapatkan diagnosis yang lebih dini diperlukan pemeriksaan radiologis. Foto Waters merupakan pemeriksaan yang paling baik karena sudah mampu mendiagnosis suatu kelainan di sinus maksilaris dengan sensitifitas dan spesifisitas yaitu 85% dan 80%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran Foto Waters pada penderita dengan dugaan klinis sinusitis maksilaris berdasarkan jenis kelamin, umur, dan hasil gambaran Foto Waters di Bagian Radiologi BLU Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Periode 1 Januari-31 Desember 2011. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif retrospektif. Data berupa lembaran permintaan dan jawaban Foto Waters di Bagian Radiologi dan diolah dalam bentuk deskriptif. Jumlah penderita dengan diagnosis radiologis sinusitis maksilaris di Bagian Radiologi BLU RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou sebanyak 60 penderita. Kebanyakan kasus adalah perempuan yaitu sebesar 56,67%, dengan umur tebanyak 30-40 tahun. Dengan hasil gambaran Foto Waters terbanyak pada gambaran perselubungan yaitu 71,67%. Kata kunci: Foto Waters, sinus maksilaris, sinusitis.
GAMBARAN HASIL CT SCAN KEPALA PADA PENDERITA NYERI KEPALA DI BAGIAN RADIOLOGI FK UNSRAT/SMF RADIOLOGI BLU RSUP PROF. DR. R. D. KANDOU MANADO PERIODE 1 JANUARI-31 DESEMBER 2011 Madja, Muhammad Nugraha; Ali, Ramli Hadji; Loho, Elvie
eBiomedik Vol 1, No 1 (2013): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.1.1.2013.4592

Abstract

Abstract: Headache is one of the most complaints in clinical practices. CT Scan is needed as second diagnostic tool to patients who came with headache complaint. CT Scan is able to give the clear picture if there is a intracranial lesions, so it helps the doctor to determine the diagnosis of the patient, because there are so many disease that caused headache. The purpose of this research  is to figure out the result of the CT Scan picture of the headache patient at the Department of Radiology BLU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado period of January 1st to December 31st 2011. This research is retrospective descriptive research with the use of secondary data which is the medical record that accessible at the Department of Radiology BLU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado period of January 1st to December 31st  2011. From the whole result of the CT scan examination from 189 people who suffer headache, 76,19% patients show the normal picture of their heads and 23,81% patients show abnormality picture of their heads, 57.78% headache patients are women, 40% headache patients are adults in the range of ages 41 to 65, and the most CT Scan abnormal picture shows by the patients of cerebral infarct 26.67%. Patient who came with suspicious complaints such as severe, chronic, and repeatable headache will be better if the causes can be determined with the use of head CT Scan, to help to diagnose and prevent the cause of the headache to be more severe. Keywords: Head CT Scan, Headache.     Abstrak: Nyeri kepala merupakan salah satu keluhan yang paling sering ditemukan dalam praktek klinis sehari-hari. CT Scan diperlukan sebagai penunjang diagnostik pada pasien yang datang dengan keluhan nyeri kepala. CT Scan dapat memberikan gambaran yang jelas apabila terdapat kelainan intrakranial, sehingga mempermudah dokter untuk menentukan diagnosis pasien, mengingat sangat beragamnya penyakit yang dapat menyebabkan nyeri kepala. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran hasil CT Scan kepala pada penderita nyeri kepala di bagian Radiologi BLU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Periode 1 Januari-31 Desember 2011. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif retrospektif dengan memanfaatkan data sekunder berupa catatan medik yang terdapat di bagian Radiologi BLU RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Periode 1 Januari-31 Desember 2011. Keseluruhan hasil pemeriksaan CT Scan kepala berjumlah 189 orang penderita nyeri kepala dan lebih banyak menunjukkan gambaran normal (76,19%) dibandingkan  gambaran abnormal (23,81%), penderita nyeri kepala lebih banyak terjadi pada perempuan (57,78%), penderita nyeri kepala terbanyak pada kelompok umur dewasa madya 41-65 tahun (40%) dan gambaran CT Scan abnormal didapatkan terbanyak adalah infark cerebri (26,67%). Penderita yang datang dengan keluhan nyeri kepala berat, kronik, dan berulang sebaiknya dipastikan penyebabnya melalui pemeriksaan CT Scan kepala. Untuk membantu mendiagnosis, menyingkirkan kemungkinan kelainan intrakranial lainnya dan mencegah memberatnya penyebab nyeri kepala. Kata Kunci: CT Scan Kepala, Nyeri kepala.
Praktik Penggunaan Film Badge di Instalasi Radiologi Rumah Sakit di Kota Semarang Utami, Asih Puji; Shaluhiyah, Zahroh; Wahyuni, Ida
Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Volume 7, No. 1, Januari 2012
Publisher : Master Program of Health Promotion Faculty of Public Health Diponegoro University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (38.09 KB) | DOI: 10.14710/jpki.7.1.20-29

Abstract

ABSTRAKPemanfaatan film badge pada pekerja radiologi di rumah sakit umum di Jawa Tengah dan Bali tahun 2003 menunjukkan bahwa 12% tidak memiliki film badge, 18% jarang memakai film badge, 34% kurang percaya terhadap hasil pencatatan film badge. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis praktik penggunaan film badge di Instalasi Radiologi Rumah Sakit di Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional study. Teknik pengumpulan data menggunakan kuesioner. Sampel adalah total populasi yaitu 73 orang. Hasil menunjukkan bahwa terdapat variabel paling dominan yang mempengaruhi praktik penggunaan film badge yaitu persepsi radiografer tentang peraturan penggunaan film badge. Jika persepsi radiografer tentang peraturan penggunaan film badge baik maka mempunyai peluang sebesar 6,160 kali untuk melakukan praktik penggunaan film badge dari pada persepsi radiografer tentang peraturan penggunaan film badge yang kurang baik.Kata Kunci : radiografer, peraturan, praktik penggunaan film badge.ABSTRACTBadge Film Practical Utilization in Radiology Installation at Hospital in Semarang; Use of badge film from radiographer at hospital in Central Java and Bali at 2003 shows that 12% not possessing badge film, 18% rarely using badge film, 34% lack of trust in badge film recording result. The aim of this research is to analyze badge film practical use in radiology installation at hospital in Semarang. This research uses quantitative approach with cross sectional study design. Data collecting technique uses questionnaire. Sample is total population comprising 73 persons. The result there is most dominant variable influences badge film practical use i.e.: radiografert perception in regulation of badge film use, 6.160 of avalibility of badge film practical are not good.Keywords : radiographer, regulation, badge film practical use.
ANALISIS PROBABILISTIK KESELAMATAN RADIOLOGI RSG-GAS PADA TERAS SETIMBANG URANIUM SILISIDA 300 GRAM M,S., Pudjijanto; Udiyani, Pande Made
Jurnal Sains dan Teknologi Nuklir Indonesia (Indonesian Journal of Nuclear Science and Technology) Vol 7, No 2 (2006): Agustus 2006
Publisher : BATAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17146/jstni.2006.7.2.2149

Abstract

ANALISIS PROBABILISTIK KESELAMATAN RADIOLOGI RSG-GAS PADA TERAS SETIMBANG URANIUM SILISIDA 300 GRAM. Dengan telah dimulainya penggunaan bahan bakar uranium silisida 250 g di teras RSG-GAS dan akan dilanjutkan dengan penggunaan bahan bakar uranium silisida 300 g, maka dilakukan penelitian tentang perhitungan lepasan radioaktif RSG-GAS jika menggunakan bahan bakar ini. Perhitungan dilakukan dengan paket program ORIGEN2.1 untuk menghitung karakteristik sumber, serta paket program PC-COSYMA untuk menghitung lepasan radioaktif RSG-GAS, untuk keadaan yang dipostulasikan. Perhitungan dilakukan untuk kondisi reaktor yang diasumsikan mengalami kecelakaan LOCA yang menyebabkan satu bahan bakar meleleh. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa aktivitas dan dosis radiasi yang diterima masyarakat dalam radius 5 km dari RSG-GAS, masih di bawah batas yang diijinkan untuk masyarakat yang bukan pekerja radiasi.
PEMODELAN DISTRIBUSI RADIONUKLIDA 137Cs DI MUARA SUNGAI CISADANE PERAIRAN TELUK JAKARTA BERDASARKAN DATA RADIOLOGI DAN OSEANOGRAFI Sinaga, Agustini; Muslim, Muslim; Suseno, Heny
Journal of Oceanography Vol 4, No 4 (2015)
Publisher : Program Studi Oseanografi, Jurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.327 KB)

Abstract

Radionuklida merupakan unsur cemaran yang sangat penting untuk diketahui persebarannya. Radionuklida137Cs bersifat konservatif sehingga penyebarannya dalam laut sangat dipengaruhi oleh proses pencampuran dan difusi. Tujuan dari penelitian ini memodelkan distribusi radionuklida137Cs di Perairan Teluk Jakarta seandainya di Muara Sungai Cisadane terdapat limbah 137Cs dengan pendekatan model hidrodinamika menggunakan Software Surface Water Modelling System (SMS). Penelitian ini dibagi dalam dua tahap yaitu tahap survey lapangan dan tahap pemodelan hidrodinamika menggunakan Software Surface Water Modeling System (SMS) modul Resources Management Associates-2 (RMA2) untuk memodelkan arah dan kecepatan arus laut serta dilanjutkan modul Resources Management Associates-4 (RMA4) untuk memodelkan distribusi 137Cs. Metode penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan penetapan lokasi penelitian dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa kondisi hidrodinamika perairan Teluk Jakarta menunjukkan bahwa kecepatan arus maksimum yaitu 0,036 m/s pada saat pasang. Distribusi Radionuklida 137Cs di perairan Teluk Jakarta selama 15 hari menunjukkan, bahwa 137Cs telah menyebar lebih dominan ke arah timur, namun nilai aktivitasnya masih lebih banyak terdapat didaerah awal mulanya lepasan. Hal ini menunjukan ternyata waktu simulasi selama 15 hari nilai aktivitas 137Cs belum mampu tersebar seluruhnya ke perairan laut, karena lemahnya arus.
ANALISIS PENGENDALIAN KUALITAS DENGAN PENDEKATAN P.D.C.A. (PLAN-DO-CHECK-ACT) BERDASARKAN STANDAR MINIMAL PELAYANAN RUMAH SAKIT PADA RSUD Dr. ADHYATMA SEMARANG (STUDI KASUS PADA INSTALASI RADIOLOGI) Dewi, Ariani Puspita; Nugraha, Hari Susanta; Listyorini, Sari
Jurnal Ilmu Administrasi Bisnis Volume 3, Nomor 1, Tahun 2014
Publisher : Departemen Administrasi Bisnis, FISIP Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.312 KB)

Abstract

good quality health care is health care that can satisfy every user services. One of the activities in order to create quality standards is to implement appropriate quality control system, have clear objectives and stages, as well as providing innovation in the prevention and resolution of problems faced by the hospital, according to the Ministry of Health Decree No. 129/Menkes/SK/II/2008 on hospital minimum service standards. This research studies about the quality control process of Radiology Department in Dr. Adhyatma Public Hospital Semarang by using the approach of P.D.C.A. cycle (Plan-Do-Check-Act), based on a minimum standard of hospital services. Based on analysis, it was found that the overall service quality control has been going well. But there is still a level of damage x-rays that are above the standard which more than (>) 2%, so it’s need an improvement of the quality of x-rays to be able to provide high quality x-rays in order to create the right diagnosis and provide a satisfactory health care for patients of Radiology Department in Dr. Adhyatma Public Hospital Semarang.
Gambaran CT-Scan Tanpa Kontras pada Pasien dengan Batu Saluran Kemih di Bagian Radiologi FK Unsrat/SMF Radiologi RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Periode Juli 2016 - Juni 2017 Tubagus, Yanuar E.; Ali, Ramli Haji; Rondo, Alfa G.
e-CliniC Vol 5, No 2 (2017): Jurnal e-CliniC (eCl)
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.5.2.2017.18765

Abstract

Abstract: Urinary tract stone is the third most common disease after urinary tract infection and prostate cancer. Symptoms of urinary tract stones such as pain, hematuria, infection, fever, nausea, and vomiting appear when an obstruction occurs. To confirm the diagnosis of urinary tract stone, further examination can be performed such as radiology examination using CT-Scan which can provide a much better imaging compared to plain photo and ultrasonography. CT-scan is usually performed without contrast because the imaging of stone is clearly visible. This study was aimed to obtain the CT-scan imaging without contrast of patients with urinary tract stones in the Radiology Department of Faculty of Medicine Sam Ratulangi University/ SMF Radiology Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado in the period of July 2016 - June 2017. This was a descriptive retrospective study using patients’ medical records at the Radiology Department. The results showed that there were 190 patients suffering from urinary tract stones. The majority of cases were males (66.32%), age group of 48-57 years (30%), and had stones located in the renal region (67.38%). Conclusion: Based on the CT-Scan examination without contrast performed on patients with urinary tract stones, the prevalence of urinary tract stone was higher in males and the age group of 48-57 years with the most common location of the stones in the renal region.Keywords: urinary tract stones, CT-Scan without contrast Abstrak: Batu saluran kemih merupakan penyakit tersering ketiga setelah infeksi saluran kemih dan kanker prostat. Gejala batu saluran kemih muncul ketika terjadi obstruksi berupa rasa nyeri, hematuria, infeksi, demam, mual dan muntah. Untuk menegakkan diagnosis dapat dilakukan pemeriksaan lanjutan seperti pemeriksaan radiologi dengan menggunakan CT-Scan yang dapat memberikan hasil pencitraan yang lebih baik dibandingkan foto konvensional dan ultrasonografi. Pemeriksaan CT-Scan biasanya tanpa menggunakan kontras karena gambaran batu sudah tampak dengan jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran CT-Scan tanpa kontras pada pasien dengan batu saluran kemih di Bagian Radiologi FK Unsrat/SMF Radiologi RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado pada periode Juli 2016 - Juni 2017. Jenis penelitan ialah deskriptif retrospektif menggunakan data sekunder dari rekam medis pasien di Bagian Radiologi. Hasil penelitian mendapatkan sebanyak 190 pasien yang menderita batu saluran kemih dengan proporsi paling banyak pada laki-laki (66,32%), kelompok usia 48-57 tahun (30%), dan lokasi tersering pada daerah ginjal (67,38%). Simpulan: Berdasarkan hasil pemeriksaan CT-Scan tanpa kontras pada pasien batu saluran kemih didapatkan angka kejadian batu saluran kemih paling banyak pada laki-laki dan kelompok usia 48-57 tahun dengan lokasi tersering di daerah ginjal.Kata kunci: Batu saluran kemih, CT-Scan tanpa kontras.

Page 1 of 22 | Total Record : 216