cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : 35803786     EISSN : 25803786     DOI : -
Core Subject : Education,
Panrita Abdi - Jurnal Pengabdian pada Masyarakat diterbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Hasanuddin. Jurnal ini berisi hasil-hasil penghiliran penelitian pada bidang agrokompleks, medikal, teknosains, dan sosbudkum dan diterbitkan dua kali dalam setahun yaitu pada bulan April dan Oktober.
Arjuna Subject : -
Articles 97 Documents
PEMANFAATAN SOLAR SEL DAN BUDIDAYA PERIKANAN SEBAGAI UPAYA MENUJU KEMANDIRIAN FINANSIAL DI SEKOLAH KAMI Dwiyaniti, Murie; Riandini, Riandini; Supriyono, Eddy
E-ISSN 2580-3786
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Utilization of Solar Cells and Fisheries Culture as Efforts Towards Financial Independence in Sekolah KAMIAbstract. Sekolah Kami is a non-profit school that provides free non-formal education to scavengers and poor children. This school is located in the middle of scavenger shanties and landfills located in Pemulung Village, Bintara Jaya Village, West Bekasi District, Bekasi City. As an informal school that is managed independently, it requires substantial funding for operations. So far, funding has only relied on donors and the personal money of the School owner. So that the purpose of community service, strive for schools to obtain sustainable income for school operations by utilizing solar cells and aquaculture. The method consists of two stages, namely, build physical capital in the form of fish ponds and solar cell electricity sources; train and assist teachers in Sekolah Kami so that they can manage the facilities and infrastructure built. The results of this activity are the construction of fish ponds with 3x1x0.8 meters of cast cement with two ponds for catfish and tilapia, the realization of DC power sources from renewable energy, namely solar cells with 300 WP power for garden lighting, two pond pumps and an aquaponics pump, and aquaponics are built to grow mustard and watercress, and trained teachers can manage everything well. Good yields and sold in the market indicate this. Money from the sale has been used for school operations and buying fish seeds.Keywords: Catfish cultivation, tilapia, financially independent, solar cells, Sekolah Kami.Abstrak. Sekolah Kami merupakan sekolah nonprofit yang menyediakan pendidikan gratis non formal kepada anak-anak pemulung dan dhuafa. Sekolah ini terletak di tengah lapak pemulung dan tempat pembuangan sampah yang berlokasi di Kampung Pemulung Kelurahan Bintara Jaya, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi. Sebagai sekolah informal yang dikelola secara swadaya sangat memerlukan dana yang cukup besar untuk operasional. Selama ini pembiayaan hanya mengandalkan donatur dan uang pribadi pemilik Sekolah. Pengabdian masyarakat ini bertujuan mengupayakan agar sekolah mendapatkan pemasukan secara berkelanjutan untuk operasional sekolah dengan memanfaatkan solar sel dan perikanan budidaya. Metode yang dilakukan terdiri dari dua tahap, yaitu membangun modal fisik berupa kolam ikan dan sumber listrik solar sel; melatih dan melakukan pendampingan untuk guru di Sekolah Kami agar dapat mengelola sarana dan prasarana yang dibangun. Hasil kegiatan ini adalah terbangunnya kolam ikan dengan bahan semen cor berukuran 3x1x0,8 meter sebanyak dua kolam untuk ikan lele dan nila, terwujudnya sumber listrik DC dari energy terbarukan, yaitu solar sel dengan daya 300 WP untuk penerangan taman, dua buah pompa kolam dan satu buah pompa aquaponik, dan terbangunnya aquaponik untuk menanam pokcay dan selada air, serta guru-guru yang telah dilatih dapat mengelola semuanya dengan baik. Hal ini ditandai dengan hasil panen yang cukup baik dan laku dipasaran. Uang hasil penjualan telah digunakan untuk operasional sekolah dan membeli bibit ikan dan pakan.  Kata Kunci: Budidaya lele, nila, solar sel, Sekolah Kami.
INOVASI MESIN-MESIN TEKNOLOGI PASCAPANEN KOPI SEBAGAI PRODUK USAHA INTELEKTUAL KAMPUS POLITEKNIK NEGERI LHOKSEUMAWE Mawardi, Indra; Nurdin, Nurdin; Zulkarnaini, Zulkarnaini
E-ISSN 2580-3786
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Innovation of Coffee Postharvest Technology Machines as Campus Intellectual Business Products Lhokseumawe State PolytechnicAbstract. The growth of the area of coffee plantations continues to increase every year needs to be supported by the readiness of postharvest technology that is suitable to be able to produce quality coffee beans. The Lhokseumawe State Polytechnic has taken the opportunity to form a business unit for the production of appropriate the technology of the postharvest coffee machine, through a service program with the scheme of the Campus Intellectual Product Business Development Program. The center for production of machinery for appropriate technology for postharvest coffee The Lhokseumawe State Polytechnic aims to increase the productivity of coffee farmers through the mechanization of the coffee postharvest process by innovating appropriate technology technologies for coffee postharvest. Besides that to support campus independence through the business of producing coffee postharvest machines. The method of implementing activities starts from machine design, provision of raw materials, production processes, to product marketing. From the results of the activity has been formed production centers of appropriate technology for postharvest coffee machines. The center for production of machinery appropriate technology postharvest coffee has made innovations in coffee postharvest technology machines. Innovative products from the machine production center for appropriate technology for postharvest coffee include mobile pulper machines, coffee bean washing machines, mobile huller machines and multi-functional hullers, coffee bean sorting machines, and vibrating systems. These machines have advantages of construction and mobilization compared to products that have been circulating in the market so far. Product marketing has been done through a showroom as a place to showcase products, sales websites, and online stores.Keywords: innovation, postharvest technology, coffee, campus intellectual products.Abstrak. Pertumbuhan luas perkebunan kopi terus meningkat setiap tahun perlu didukung dengan kesiapan teknologi pascapanen yang cocok untuk dapat menghasilkan biji kopi bermutu. Politeknik Negeri Lhokseumawe telah mengambil peluang tersebut dengan membentuk unit usaha teknologi tepat guna pascapanen kopi, melalui program pengabdian dengan skim Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus (PPUPIK). Kegiatan PPUPIK ini bertujuan menunjang kemandirian kampus melalui usaha produksi mesin-mesin pascapanen kopi melalui inovasi dan produksi mesin-mesin TTG pascapanen kopi. Kegiatan ini pada akhirnya akan meningkatkan produktifitas petani kopi melalui mekanisasi proses pascapanen kopi yang baik. Metode kegiatan PPUPIK  terbagi dalam tiga tahapan, yaitu tahapan produksi, pemasaran dan pendirian unit usaha. Tahapan produksi  dimulai dari design mesin, penyediaan bahan baku, proses produksi, sampai pemasaran produk. Dari hasil kegiatan telah terbentuk unit usaha Pusat Produksi Mesin-mesin Teknologi Tepat Guna Pascapanen Kopi. Unit usaha ini telah melakukan inovasi mesin teknologi pascapanen kopi. Produk inovasi dari Pusat Produksi Mesin-mesin Teknologi Tepat Guna Pascapanen Kopi antara lain mesin pulper mobile, mesin pencuci biji kopi, mesin huller mobile dan huller multi fungsi, dan mesin sortasi biji kopi sistem getar. Mesin-mesin TTG tersebut mempunyai keunggulan dari konstruksi dan mobilisasi dibandingkan produk yang telah beredar dipasaran selama ini. Pemasaran produk telah dilakukan melalui showroom sebagai tempat lokasi pamer produk, website penjualan, dan toko online.Kata kunci:  inovasi, teknologi pascapanen, kopi, produk intelektual kampus.
PELATIHAN EDUKATOR SEBAYA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN KOMPONEN SINDROM METABOLIK PADA REMAJA DI KABUPATEN SOPPENG Jafar, Nurhaedar; Kurniati, Yessy; Indriasari, Rahayu; Syam, Aminuddin; Arundhana, Andi Imam
E-ISSN 2580-3786
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peer Educator Training as an Effort to Prevent Components of Metabolic Syndrome in Adolescents  of Soppeng DistrictAbstract. Increased incidence of obesity can trigger the occurrence of Metabolic Syndrome (BC) in adolescents. This activity aims to carry out prevention of SM components in adolescents through peer educator training in Soppeng District. This activity was carried out with a training method that was packaged in providing education about the components of the SM and its prevention and demonstration about the assessment of nutritional status in adolescents. This activity can increase the knowledge of the target audience in the good category by 46%. The activities carried out are quite effective in increasing peer educator knowledge about the components of SM and its prevention in adolescentsKeywords: Obesity, metabolic syndrome, adolescents, peers, school.Abstrak. Kejadian obesitas yang meningkat dapat memicu terjadinya Sindrom Metabolik (SM) pada remaja. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pencegahan komponen SM pada remaja melalui pelatihan edukator sebaya di Kabupaten Soppeng. Kegiatan ini dilakukan dengan metode pelatihan yang dikemas dalam pemberian edukasi tentang komponen SM dan pencegahannya dan demonstrasi tentang penilaian status gizi pada remaja. Kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan khalayak sasaran dalam kategori baik sebesar 46%. Kegiatan yang dilakukan cukup efektif untuk meningkatkan pengetahuan edukator sebaya tentang komponen SM dan pencegahannya pada remajaKata Kunci: Obesitas, sindrom metabolik, remaja, sebaya, sekolah. 
PENINGKATAN KAPASITAS ISTRI NELAYAN DALAM PENGOLAHAN HASIL PERIKANAN DI DUSUN KUWARU DESA PONCOSARI, KECAMATAN SRANDAKAN, KABUPATEN BANTUL Setyaningrum, Agustina; Hartanto, Broto Widya
E-ISSN 2580-3786
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Capacity Building of Fisherman?s Wife in the Processing of Fishery Product in Kuwaru, Poncosari Village, Srandakan, Bantul RegencyAbstract. Wife has an important role in helping the family economy. Dusun Kuwaru in Poncosari Village, Bantul Regency is one of Dusun that has a fishing community. During the fishing season many fish catches but some fish are unsold for sale. Fishermen?s wife has the opportunities in processing fishery products. However, there are several problem related to this opportunity, namely institutional problem, weak capacity in the processing of fishery product and the difficulty of raw materials during the high wave season. This community partnership program is expected to increase empowerment and increase the capacity of fisherman wife in processing fishery products. The Participatory Rural Appraisal (PRA) approach was used in this activity. With this approach the community has a large role in implementing it. The steps are forming a business group, FGD on mapping the potential of fishery product, socialization of entrepreneuship and business licensing, training of fishery products and training on packaging and marketing. Increasing the capacity of fishermens?s wife can be seen through the formation of fish processing groups with their organizational structure, the realization of processed fish products and the realization of more attractive packaging. Processing of fishery products is able to increase the added value of fish and has the potential to become a superior fish product in Yogyakarta.Keywords: Fishermen?s wife, capacity, fishing product Abstrak. Istri memiliki peran yang penting dalam membantu perekonomian keluarga.  Dusun Kuwaru di Desa Poncosari, Srandakan Kabupaten Bantul merupakan salah satu dusun yang memiliki masyarakat yang bermata pencaharian sebagai nelayan. Pada saat musim melaut hasil tangkapan ikan sangat banyak, dan terkadang beberapa jenis ikan kurang laku dijual. Istri nelayan dapat mengambil peluang dalam pemanfaatan hasil perikanan melalui pengolahan hasil perikanan. Mekipun demikian, terdapat beberapa permasalahan terkait dengan peluang ini yaitu permasalahan kelembagaan, lemahnya kapasitas dalam usaha pengolahan hasil perikanan dan sulitnya  bahan baku saat musim gelombang tinggi. Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan keberdayaan dan meningkatkan kapasitas istri nelayan dalam pengolahan hasil perikanan. Pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA) digunakan dalam kegiatan ini. Dengan pendekatan ini masyarakat memiliki peran yang besar dalam pelaksanaanya. Tahapan yang dilakukan adalah pembentukan kelompok usaha bersama, FGD pemetaan potensi dan rantai produksi hasil perikanan, Sosialisasi peningkatan jiwa kewirausahaan dan perizinan usaha, Pelatihan hasil perikanan dan Pelatihan pengemasan dan pemasaran. Peningkatan keberdayaan dan kapasitas istri nelayan dapat dilihat melalui terbentuknya kelompok istri nelayan bersama dengan struktur organisasinya, peningkatan jiwa kewirausahan dan pemahaman terkait dengan perizinan, terwujudnya produk olahan ikan serta terwujudnya labeling kemasan yang lebih menarik. Produk olahan ikan  dengan menggunakan jenis ikan yang kurang laku mampu meningkatkan nilai tambah ikan dan berpotensi menjadi produk olahan ikan unggulan di DIY.Kata Kunci: Istri nelayan, kapasitas, hasil perikanan
PELATIHAN PENGUKURAN STATUS GIZI BALITA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING SEJAK DINI PADA IBU DI DUSUN RANDUGUNTING, SLEMAN, DIY Isni, Khoiriyah; Dinni, Siti Muthia
E-ISSN 2580-3786
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Toddler Nutrition Status Measurement Training as an Early Prevention of Stunting to Mothers in Dusun Randugunting, Sleman, DIYAbstract. Dusun Randugunting has the highest number of toddlers, among other hamlets in the area of Tamanmartani Village, Kalasan, Sleman. It is very risky contributing to the number of cases of stunting if parents pay less attention to children's health and development. The role of parents as the vanguard and take full responsibility for children's health problems, especially nutrition problems for children under five. Parents should have sufficient knowledge and skills to be able to measure the nutritional status of infants by using a simple anthropometric method. The purpose of this training activity is to increase awareness of target skills in early detection of independent stunting by using anthropometric methods. The method of implementing this community service activity uses a combination of education, training, and simulation methods. The targets are pregnant women, mothers with children under the age of five, and health cadres. The results of the implementation of the activity showed quite high enthusiasm from the target. The showed that there were differences in the mean scores before and after the training. It hoped to increase parental awareness on toddler nutrition health problems so that it can have an impact and can contribute to reducing the number of stunting cases in Indonesia.Keywords: Antropometri, stunting, nutrition, randugunting.Abstrak. Dusun Randugunting memiliki jumlah balita terbanyak diantara Dusun lain di wilayah Desa Tamanmartani, Kalasan, Sleman. Hal ini sangat berisiko menyumbang angka kasus stunting apabila para orang tua kurang memperhatikan kesehatan dan tumbuh kembang anak. Peran orang tua sebagai garda terdepan dan bertanggung jawab penuh terhadap masalah kesehatan anak, terutama masalah gizi balita. Seyogyanya orang tua memiliki pengetahuan dan keterampilan cukup memadai untuk dapat melakukan pengukuran status gizi balita dengan menggunakan metode antropometri sederhana. Tujuan dari kegiatan pelatihan ini adalah meningkatkan kesadaran akan keterampilan sasaran dalam deteksi dini stunting secara mandiri dengan menggunakan metode antropometri. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini menggunakan gabungan dari metode edukasi, pelatihan, dan simulasi. Sasarannya adalah ibu hamil, ibu yang memiliki anak usia dibawah lima tahun, dan kader kesehatan. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan antusiasme yang cukup tinggi dari sasaran. Harapannya melalui kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran orang tua dalam masalah kesehatan gizi balita, sehingga berdampak dan dapat berkontribusi mengurangi angka kasus stunting di Indonesia.Kata kunci: Antropometri, stunting, gizi, balita, randugunting.
PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT MELALUI INOVASI PANGANAN BERBAHAN DASAR LABU SIAM DAN PELATIHAN E-COMMERCE UNTUK MENINGKATKAN EKONOMI Munawarah, Munawarah; Hayati, Keumala; Pulungan, Delyanti Azzumaritho
E-ISSN 2580-3786
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Community Partnership Program Through Chayote  Based Handling Innovation and E-Commerce Training to Improve the EconomyAbstract. The purpose of this community development program is to increase the ability and creativity of housewives in creating a product that can later be sold and improve the economy in Lingkungan XI Kelurahan Suka Maju, Kecamatan Medan Johor Sumatera Utara. The team provides training in the form of processing products from chayote to become syrup,candy, jam and chips. In addition to processing products, partners are also introduced and taught how to prepare simple financial reports such as the calculation of cost of goods manufactured, cost of goods sold, and estimated profit and loss to control finances. After the product training process, partners are also taught the marketing process by maximizing technology through digital e-commerce platforms, one of which is shoppe to market their products to be more widely known. The results obtained after the training program show that there is community satisfaction as a partner for the empowerment program. This is also marked by the increased ability of partners in terms of making products from chayote, as well as being able to market it through digital marketing platforms through e-commerce so as to increase sources of incomeKeywords: Chayote, e-commerce, Medan Johor.Abstrak. Tujuan dari program kemitraan masyarakat ini adalah untuk meningkatkan kemampuan serta kreatifitas ibu-ibu rumah tangga dalam menciptakan suatu produk yang nantinya dapat dijual dan meningkatkan ekonomi di Lingkungan XI Kelurahan Suka Maju Kecamatan Medan Utara.Tim memberikan pelatihan berupa pengolahan produk dari labu siam untuk dijadikan sirop, permen, selai dan keripik(stick labu). Selain mengolah produk, mitra juga diperkenalkan serta diajarkan cara menyusun laporan keuangan sederhana seperti perhitungan harga pokok produksi, harga pokok penjualan, serta estimasi untung rugi untuk mengontrol keuangan. Setelah proses pelatihan pembuatan produk, mitra juga diajarkan proses marketing dengan memaksimalkan teknologi melalui platform digital e-commerce salah satunya shoppe untuk memasarkan produk mereka agar lebih dikenal luas. Hasil yang diperoleh setelah program pelatihan menunjukkan bahwa adanya kepuasan masyarakat selaku mitra terhadap program pemberdayaan. Hal ini juga ditandai dengan meningkatnya kemampuan mitra dalam hal membuat produk dari labu siam, serta mampu memasarkannya melalui platform digital marketing melalui e-commerce sehingga dapat menambah sumber penghasilan.Kata Kunci: Labu siam, e-commerce, Medan Johor.
OPTIMALISASI PEMBERDAYAAN NARAPIDANA LEMBAGA PERMASYARAKATAN TERBUKA MELALUI LITERASI KEUANGAN Farliana, Nina; Setiaji, Khasan; Murniawaty, Indri; Hardianto, Hanif
E-ISSN 2580-3786
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Optimalization of Empowerment to Convicted Criminal in the Open Prison through Financial LiteracyAbstract. One of the empowerment of convicted criminals is done by increasing financial literacy. The aims of community service are: empowering convicted criminals class II B Kendal open prison through training financial management system, and give positive contribution by training financial management systems to improve financial literacy. The method of implementing community service activities is carried out by: coordination and mapping needs in prisons, focus group discussions (FGD) and financial literacy workshops, as well as post workshop assistance. The strategic steps of service are: convicted criminals in the prison class II B Kendal is given knowledge about financial literacy, convicted criminals are given training and understanding to develop financial literacy through financial management training, discussion sessions, questions and answers by giving opportunities to convicted criminals and prison management related to financial literacy, simulations implementation of financial literacy through personal and family financial management, as well as assisting and monitoring implementation financial literacy, and evaluating the results of service activities that have been carried out. Convicted criminals the prison class II B Kendal are dominated by elementary and junior high school graduates, who commit violations of the law due to economic needs. This community service program is a solution to overcome the low financial literacy of fostered citizens. The success of this service program is due to the achievement of target participants as well as the achievement of objectives and activity material. People who have good financial literacy are able to make the right decisions in financial management in order to face global challenges based on technological progress.Keywords: Empowerment, convicted criminal, financial literacy.Abstrak. Pemberdayaan narapidana salah satunya dilakukan dengan peningkatan literasi keuangan. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah memberdayakan narapidana lembaga permasyarakatan terbuka kelas II B Kendal melalui pelatihan sistem pengelolaan keuangan, serta memberikan kontribusi positif dengan adanya pelatihan sistem pengelolaan keuangan untuk meningkatkan literasi keuangan. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian dilakukan dengan: koordinasi dan pemetaan kebutuhan di lapas, focus group discussion (FGD) dan workshop literasi keuangan, serta pendampingan pasca workshop. Langkah strategis pengabdian yaitu: narapidana lapas terbuka kelas II B Kendal diberikan pengetahuan tentang literasi keuangan, narapidana diberikan pelatihan dan pemahaman untuk mengembangkan literasi keuangan melalui pelatihan pengelolaan keuangan, yaitu pencatatan keuangan, sesi diskusi dan tanya jawab dengan memberikan kesempatan kepada narapidana dan pengelola lembaga permasyarakatan terkait literasi keuangan, simulasi implementasi literasi keuangan melalui pengelolaan keuangan pribadi dan keluarga, serta melakukan pendampingan dan monitoring kepada narapidana dalam pengimplementasian literasi keuangan, terakhir melakukan evaluasi hasil kegiatan pengabdian yang telah dilakukan. Warga binaan Lapas Terbuka Kelas II B Kendal didominasi oleh lulusan SD dan SMP, yang melakukan pelanggaran hukum karena dorongan kebutuhan ekonomi. Program pengabdian kepada masyarakat ini sebagai solusi mengatasi rendahnya literasi keuangan warga binaan. Keberhasilan program pengabdian ini karena ketercapaian target peserta serta ketercapaian tujuan dan materi kegiatan. Masyarakat yang memiliki literasi keuangan yang baik mampu membuat keputusan yang tepat dalam pengelolaan keuangannya guna menghadapi tantangan global yang berbasis kemajuan teknologi.Kata kunci: Pemberdayaan, narapidana, literasi keuangan
APLIKASI WIND POWERED COMPOSTER DI KAWASAN PESISIR KELURAHAN CAMBAYYA KOTA MAKASSAR Ramdiana, Ramdiana; Anggraini, Nani; Yunus, Sattar; Kudsiah, Hadiratul
E-ISSN 2580-3786
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Application of Wind Powered Composter in the Coastal Area of Cambayya Village, Makassar CityAbstract. Cambayya Village is one of the coastal areas of Makassar City which has a very complex waste condition, which is garbage from the people who live and carry out activities in the coastal area, garbage sent from land area that flows from rivers or gutters that flow into the coast. The Community Service Program aims to conduct activities in the form of training, practice and assistance in processing organic waste into compost using Wind Powered Composter technology located in the RT A community group of Cambayya Village. The problem by partners is the large amount of garbage generated in the coastal settlements of Cambayya Village, residents do not yet know how to process organic waste, and there is no practical application of renewable technology that is acceptable to the community in environmental management. The technology applied is Wind Powered Composter Technology which is an organic waste processing technology using wind power as an energy source to produce compost that can be useful for greening and economic value. This method is contained from a few stages: Preparation stage, namely processing permits, socializing activities to partners, and preparing training materials, Implementation stage conducting motivational training in processing waste, training on organic waste sorting, making composter equipment, making use of SOP training, the practice of composting, harvest compost and compost packaging, The evaluation stage by providing assistance and periodic checking of the composting process. The results of the implementation of this activity are the reduction in the volume of 60 kg of organic waste in each composting process, increased knowledge of citizens about organic waste processing, and the application of appropriate technology in coastal areas.Keywords: Organic waste, composter, wind poweredAbstrak.   Kelurahan Cambayya merupakan salah satu wilayah pesisir Kota Makassar yang memiliki kondisi sampah yang sangat kompleks yaitu sampah dari masyarakat yang tinggal dan melakukan aktivitas di wilayah pesisir, sampah kiriman dari wilayah daratan atas yang mengalir dari sungai atau selokan yang bermuara ke pesisir. Adanya program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan melakukan kegiatan dalam bentuk pelatihan, praktek dan pendampingan dalam pengolahan sampah organik menjadi kompos dengan menggunakan teknologi Wind Powered Composter yang berlokasi di kelompok warga RT A Kelurahan Cambayya. Masalah yang dihadapi mitra  adalah  banyaknya timbulan sampah yang dihasilkan di permukiman pesisir Kelurahan Cambayya, warga belum mengetahui cara mengolah sampah organik, dan belum ada penerapan teknologi terbarukan yang praktis dan mampu diterima masyarakat dalam pengelolaan lingkungan. Teknologi yang diterapkan adalah Teknologi Wind Powered Composter yang merupakan teknologi pengolahan sampah organik menggunakan tenaga angin sebagai sumber energi menghasilkan kompos yang dapat bermanfaat untuk penghijauan dan bernilai ekonomi. Metode kegiatan ini diantaranya: Tahap persiapan yaitu pengurusan surat izin, sosialisasi kegiatan ke mitra, dan persiapan materi pelatihan, Tahap pelaksanaan melakukan pelatihan motivasi dalam mengolah sampah, pelatihan pemilahan sampah organik, pembuatan alat komposter, pelatihan SOP penggunaan alat, praktek pembuatan kompos, panen kompos, dan  pengemasan kompos, Tahap evaluasi dengan melakukan pendampingan dan pengecekan berkala terhadap proses pembuatan kompos. Hasil pelaksanaan kegiatan ini adalah berkurangnya volume sampah organik maksimal 60 kg dalam setiap proses pengomposan, meningkatnya pengetahuan warga tentang pengolahan sampah organik, dan telah diterapkannya teknologi tepat guna di kawasan pesisir.Kata Kunci: Sampah organik, komposter, tenaga Angin 
PKM KONSERVASI AIR TANAH DI KECAMATAN MAPPAKASUNGGU DAN MANGGARABOMBANG KABUPATEN TAKALAR Syahruddin, Muhammad Hamzah; Amiruddin, Amiruddin; Halide, Halmar; Sakka, Sakka; Makhrani, Makhrani
E-ISSN 2580-3786
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Groundwater Conservation in Mappakasunggu and Manggarabombang, District TakalarAbstract. Groundwater is water that is contained in layers of soil or rocks below the surface. Many damages are caused by excessive groundwater extraction. For example, one of the residents' wells in Tamaona Lengkese that had been closed because the water had turned to salt water after being used for 10 years. This phenomenon shows that there is sea water intrusion because the rate of groundwater exploitation is greater than the rate of recharge. Besides that, every year there is a drought in the dry season and flooding in the rainy season. Therefore, to avoid a prolonged water crisis, there must be efforts from the government and all levels of society to conserve groundwater. To overcome the various problems of the partners, the Unhas PPMU-PKM team conducted groundwater conservation counseling and training. Counseling is done to the community to understand the existence of ground water and how its conservation. While training was given to improve the skills of the community to conserve groundwater. The results of this education and training are that more than 80% participants have understood how the presence of ground water and its conservation and are able to conserve groundwater with infiltration holes and injection wells.Keywords: Biopore, permeability, ground water, conservation.Abstrak. Air tanah adalah air yang terdapat dalam lapisan tanah atau bebatuan di bawah permukaan tanah. Banyak dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat pengambilan air tanah yang berlebihan. Sebagai contoh, salah satu sumur  warga di Tamaona Lengkese yang telah ditutup karena airnya sudah berubah menjadi air asin setelah digunakan 10 tahun. Fenomena ini menunjukkan adanya intrusi air laut karena laju pengambilan air tanah jauh lebih besar dibandingkan dengan laju pengimbuhan. Selain itu setiap tahun di daerah tersebut terjadi kekeringan pada musim kemarau dan banjir pada musim hujan. Oleh karena itu, harus ada upaya pemerintah dan lapisan masyarakat untuk melakukan konservasi air tanah untuk menghindari krisis air berkepanjangan. Untuk mengatasi berbagai persoalan mitra tersebut tim PPMU-PKM Unhas melakukan penyuluhan dan pelatihan konservasi air tanah. Penyuluhan dilakukan kepada masyarakat untuk memahami keberadaan air tanah dan bagaimana konservasinya. Sedangkan pelatihan diberikan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat untuk melakukan konservasi air tanah. Hasil dari penyuluhan dan pelatihan ini adalah peserta telah memahami bagaimana keberadaan air tanah dan konservasinya diatas 80% dan mampu melakukan konservasi air tanah dengan lubang resapan dan sumur injeksi.Kata kunci:  Biopori, permeabilitas, air tanah, konservasi.
PENGEMBANGAN KOMPETENSI GURU SMKN 1 LABANG BANGKALAN MELALUI PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN AUGMENTED REALITY DENGAN METAVERSE Sari, Ariesta Kartika; Ningsih, Puji Rahayu; Ramansyah, Wanda; Kurniawati, Arik; Siradjuddin, Indah Agustien; Sophan, Mochammad Kautsar
E-ISSN 2580-3786
Publisher : LP2M Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

An Improvement on Competence of SMKN 1 Labang Bangkalan Educators by Creating Augmented Reality Learning Media Using MetaverseAbstract. Currently, technology has entered the Information Technology Era 4.0, where technology using the internet is increasingly being used. Along with the development of technology and information and referring to the competence of teachers in the Teacher Law and Lecturer Number 14 of 2005, a teacher is expected to be able to utilize technology, information and communication in the application of learning. This is needed in order to improve the quality of education and learning in schools. One of the efforts in increasing teacher competency related to instructional media is through training in making augmented reality learning media using the metaverse application. The learning media development activity is located at SMK Negeri 1 Labang Bangkalan Madura with the Participants being 14 teachers. The method of this activities is workshops and presentations. The evaluation method in this activity is through the distribution of the questionnaire response instruments. This activity produces: (a)  augmented reality learning media by using the metaverse application and (b) teacher responses. This activity giving conclusion that: (a) training in the development of Augmented Reality learning media using metaverse application can develop the competency of teacher skills which related to learning media, (b) 100% of the activity participants expressed interest, and (c) 93% of the training participants stated that the development of media Augmented Reality learning by using the metaverse application is useful.Keywords: competence, learning media, Augmented Reality, MetaverseAbstrak. Saat ini teknologi telah memasuki Era Teknologi Informasi 4.0, yang mana teknologi dengan memanfaatkan internet makin banyak digunakan. Seiring dengan perkembangan teknologi dan informasi tesebut serta mengacu pada kompetensi guru dalam Undang-undang Guru dan Dosen Nomor 14 Tahun 2005 tersebut, maka seorang guru diharapkan mampu memanfaatkan teknologi, informasi  dan komunikasi dalam penerapan pembelajaran.  Hal ini diperlukan dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan dan pembelajaran dalam sekolah. Salah satu upaya dalam peningkatan kompetensi guru terkait media pembelajaran adalah melalui adanya pelatihan pembuatan media pembelajaran Augmented Reality dengan menggunakan aplikasi metaverse.  Kegiatan pengabdian pengembangan media pembelajaran ini bertempat di SMKN 1 Labang Bangkalan Madura, Peserta Kegiatan adalah guru-guru sebanyak 14 orang. Metode kegiatan pengabdian adalah berupa workshop dan presentasi. Metode evaluasi pada kegiatan pengabdian ini adalah melalui penyebaran instrumen angket respon. Kegiatan ini menghasilkan media pembelajaran Augmented Reality dengan menggunakan aplikasi metaverse serta respon guru. Kegiatan pengabdian ini menghasilkan kesimpulan bahwa: (a) pelatihan pengembangan media pembelajaran Augmented Reality dengan aplikasi metaverse dapat mengembangkan kompetensi keterampilan guru terkait media pembelajaran, (b) 100% peserta kegiatan menyatakan tertarik, dan (c) 93% peserta pelatihan menyatakan bahwa pengembangan media pembelajaran Augmented Reality dengan menggunakan aplikasi metaverse adalah bermanfaat.Kata Kunci:  kompetensi, media pembelajaran, Augmented Reality, Metaverse

Page 1 of 10 | Total Record : 97


Filter by Year

0000


Filter By Issues
All Issue