cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. kutai timur,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Pertanian Terpadu
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Pertanian Terpadu (Jpt.) merupakan jurnal ilmiah yang memuat hasil penelitian bidang pertanian dalam skala luas yang mencakup bidang agroteknologi, kehutanan, kelautan, perikanan, agribisnis serta peternakan. Jpt. dikelola oleh Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur (STIPER Kutai Timur). Diterbitkan pertama kali dalam versi cetak sejak tahun 2013, hingga kini Jpt. rutin menerbitkan jurnal sebanyak 2 (dua) kali dalam satu tahun, yaitu pada bulan Juli dan Desember. Jpt. menerbitkan 12 (dua belas) artikel pada setiap terbitannya. Jpt. dalam menerbitkan naskah telah bekerjasama dengan reviewer dari berbagai instansi penelitian yang bergelar minimum doktor (S-3) yang sesuai dengan bidang keahlian masing-masing. Sebagai jawaban terhadap perkembangan teknologi, Jpt. dengan ini diterbitkan dalam versi online dan dapat diakses melalui URL http://ojs.stiperkutim.ac.id. Versi online Jpt. menampilkan artikel-artikel ilmiah yang telah diterbitkan melalui versi cetak. Sebelum diterbitkan, naskah terlebih dahulu diseleksi oleh tim editor untuk kemudian dapat diajukan kepada reviewer. Hanya naskah yang lolos review yang akan diterbitkan dalam versi cetak. Penerbitan versi online dilakukan setelah versi cetak terbit. Pendaftaran naskah untuk dapat diterbitkan dapat diserahkan langsung kepada sekretariat redaksi Jpt. di Kampus STIPER Kutai Timur jalan Soekarno-Hatta, Sangatta, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur atau melalui email: Jpt(a)stiperkutim.ac.id. Segala naskah yang diterbitkan oleh Jpt. menjadi hak milik Jpt. Versi online ini menggunakan sumber terbuka open journal system, dan segala ketentuan mengenai versi online ini tunduk dan patuh terhadap kebijakan dari pemegang hak cipta software. Sesuai dengan perkembangan informasi dan teknologi, tampilan dalam versi online ini akan terus diperbaiki pada masa yang akan datang.
Arjuna Subject : -
Articles 162 Documents
Distribusi Unsur Hara di Dalam Tanah dan Biomassa Tegakan Jati Berumur 8 tahun di Teluk Pandan Kabupaten Kutai Timur Murtinah, Veronika; Komara, Liris Lis
Jurnal Pertanian Terpadu Jurnal Pertanian Terpadu Jilid VII Nomor 1 Juni 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberhasilan pembangunan hutan tanaman memiliki konsekuensi terhadap pemilihan jenis yang bernilai ekonomi tinggi dan memperhatikan faktor tapak, terutama bertalian dengan distribusi hara pada tanah dan biomassa. Penelitian dilaksanakan pada tegakan jati berumur 8 tahun di areal tanaman jati masyarakat di Teluk Pandan, Kutai Timur. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui jumlah distribusi hara di dalam tanah dan biomassa tegakan jati. Penelitian dilakukan dengan mengukur jumlah hara yang berakumulasi di dalam tanah dan jumlah hara yang berakumulasi pada komponen biomassa tegakan jati (batang, cabang+ranting, daun, kulit kayu) pada umur 8 tahun. Berdasarkan hasil penelitian ini, diketahui bahwa unsur P dan K merupakan unsur hara yang paling kritis dibandingkan dengan unsur hara lainnya, sebab hampir seluruhnya telah berada dalam vegetasi. Selain itu unsur hara yang perlu mendapat perhatian adalah Ca dan Mg. Unsur hara N hampir sebagian sudah berada di dalam tegakan.
PENGARUH TINGKAT KEMATANGAN BUAH TERHADAP VIABILITAS BENIH KOPI (COFFEA ROBUSTA L.) Rohaeni, Nani; Farida, Farida
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 7 No 2 (2019): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid VII Nomor 2 Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v7i2.202

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tingkat kematangan buah kopi terhadap viabilitas benih, dan mengetahui tingkat kematangan buah kopi yang terbaik untuk dikecambahkan. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2017 sampai bulan Maret 2018. Penelitian ini bertempat di Jl. Poros Kabo Gang Bumi Taka Swarga Bara Sangatta Kutai Timur. Menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial, yang diulang sebanyak 5 kali ulangan. Faktor tingkat kematangan buah (M) terdiri dari M1 = Coklat, M2 = Merah, M3 = Merah kekuningan, M4 = Kuning, M5 = Kuning Kehijauan, untuk mengetahui pengaruh perlakuan maka dilakukan analisis sidik ragam dan bila terdapat pengaruh yang nyata maka dilanjutkan dengan uji BNT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kematangan buah berpengaruh terhadap viabilitas benih, dan tingkat kematangan buah kopi warna merah menunjukkan yang terbaik.
PENGARUH FAKTOR SOSIAL EKONOMI DAN EFISIENSI PEMANFAATAN FAKTOR PRODUKSI TERHADAP PRODUKSI USAHATANI PEPAYA CALLINA (CARICA PAPAYA L.) DI KOTA BALIKPAPAN Dewi, Indah Novita; Zaini, Achmad; Imang, Ndan
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 7 No 2 (2019): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid VII Nomor 2 Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v7i2.203

Abstract

Kota Balikpapan termasuk salah satu sentra penanaman buah pepaya, salah satunya yang sedang berkembang adalah pepaya Callina. Usahatani pepaya Callina di Kota Balikpapan dipengaruhi oleh berbagai faktor. Berfluktuasinya produksi dapat disebabkan dari faktor-faktor tersebut. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor produksi (input) dan faktor sosial ekonomi yang mempengaruhi produksisertatingkat efisiensi usahatani pepaya Callina. Penelitian ini dilaksanakan di Kota Balikpapan dari bulan Agustus sampai dengan November 2017.Data yang dikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Daerah penelitian dilakukan secara purposive samplingdan penentuan petani sampel secara proportional random sampling. Analisis data untuk mengetahui pengaruh faktor produksi dan sosial ekonomi dilakukan dengan menggunakan analisis regresi linier berganda dan untuk mengetahui tingkat efisiensi menggunakan pendekatan efisiensi harga.Hasil penelitian menunjukkan faktor produksi (input) luas lahan, tenaga kerja, bibit, pupuk, dan pestisida secara bersama-sama berpengaruh nyata terhadap produksi pepaya callina dengan Fhitung > Ftabel (26,404 > 2,57).Faktor sosial ekonomi seperti umur, tingkat pendidikan, jumlah tanggungan keluarga, dan pengalaman berusahatani secara bersama-sama berpengaruh tidak nyata terhadap produksi pepaya callina dengan Fhitung < Ftabel (1,812 < 2,71), sedangkan efisiensi usahatani pepaya callina di Kota Balikpapan belum tercapai. Hal ini disebabkan pengalokasian faktor produksi (input) yang diberikan belum tepat.
INVENTARISASI TUMBUHAN TINGKAT PANCANG DAN SEMAI BERKHASIAT OBAT DI LEMBO YANG DIGUNAKAN OLEH SUKU DAYAK TUNJUNG KAMPUNG NGENYAN ASA KECAMATAN BARONG TONGKOK KABUPATEN KUTAI BARAT Parliansyah, Eldi; Matius, Paulus; Hastaniah, Hastaniah; Ruslim, Yosep
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 7 No 2 (2019): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid VII Nomor 2 Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v7i2.189

Abstract

Salah satu cara pengelolaan hutan oleh masyarakat tradisional suku Dayak di kabupaten Kutai Barat adalah dengan menanam berbagai macam tumbuhan buah-buahan lokal yang biasa mereka sebut lembo. Selama ini lembo dikenal luas sebagai penghasil buah-buahan, namun pada penelitian ini bertujuan untuk mempelajari manfaat lain yang dapat diperoleh dari lembo tersebut, yang dalam hal ini adalah pemanfaatan tumbuh-tumbuhan sebagai bahan obat tradisional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, hasil inventarisasi dua lokasi lembo yaitu di lembo  labakng iweeq dan lembo labakng mooq, pada lokasi pertama diperoleh tumbuhan tingkat pancang 43 jenis dari 22 famili dengan jumlah individu 1.255 dan dengan kerapatan 125.946 individu ha-1, tingkat semai dan tumbuhan bawah 54 jenis dari 35 famili kerapatan 6.784 individu ha-1, Pada lokasi kedua diperoleh, tingkat pancang  33 jenis dari 20 famili dengan kerapatan 3.961 individu ha-1, semai dan tumbuhan bawah 35 jenis dari 25 famili dengan kerapatan 3.961 individu ha-1. Hasil wawancara tentang pemanfaatan tumbuhan sebagai bahan obat tradisional oleh masyarakat ditemukan 34 jenis dalam 27 famili tumbuhan yang dimanfaatkan untuk mengobati 37 macam penyakit diantaranya adalah, Poikilospermum suaveolens (Blume) Merr yang digunakan untuk mengobati kencing batu, sakit pinggang, kanker, sariawan, penambah berat badan. Eurycoma longifolia Jack diginakan untuk mengobati rematik, tipes, sakit pinggang, susah buang air kecil, luka luar dan impoten. Fordia splendissima (Blume ex Miq.) Buijsen digunakan untuk penawar racun binatang, keracunan makanan, bedak dan peralatan dalam ritual pengobatan. Proses  pengolahan yang paling banyak dilakukan sebelum pemakaian adalah dengan merebus bagian tumbuhan dan meminumnya 11 jenis (20%), pemanfaatan bagian tumbuhan secara langsung 10 jenis (19%), sebagai peralatan dalam ritual pengobatan 8 jenis (15%).
SELEKSI TOMATILLO (PHYSALIS IXOCARPA BROT. EX HORNEM) UNTUK HIBRIDISASI BERDASARKAN KARAKTER MORFOLOGI Widyaelina, Ermila; Waluyo, Budi
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 7 No 2 (2019): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid VII Nomor 2 Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v7i2.190

Abstract

Tomatillo (Physalis ixocarpa Brot ex. Hornem) adalah spesies dari family Solanaceae yang baru diintroduksi ke indonesia. Tomatillo dikonsumsi dalam berbagai macam olahan dan memiliki kandungan flavonoid, alkaloid, terpen, vitamin A dan C yang tinggi. Perakitan varietas unggul tomatillo dari Indonesia belum dilakukan. Pemuliaan tanaman tomatillo perlu dilakukan untuk pengembangan genotipe potensial sebagai induk untuk pembentukan varietas unggul baru. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menentukan keragaman karakter dan pengelompokan genotipe tomatillo berdasarkan karakter morfologi. Penelitian ini menggunakan 20 genotipe dengan rancangan acak kelompok diperluas (augmented design). Keragaman karakter dianalisis dengan Principal Component Analysis (PCA) menggunakan pendekatan koefisien korelasi Pearson, dan analisis pengelompokan menggunakan Agglomerative Hierarchical Clustering (AHC) dengan ukuran kemiripan berdasarkan koefisien korelasi Pearson dan metode aglomerasi Unweighted Pair Group Average (UPGMA). Hasil penelitian menunjukkan keragaman antar karakter sebesar 90,62% dari 10 komponen utama dengan 27 karakter morfologi yang berkontribusi. 20 genotipe potensial memiliki kemiripan antar genotipe pada nilai 89,4% dan terbagi menjadi 3 kelompok pada nilai kemiripan 96,4%. Jarak genetik antar kelompok pertama dan kedua sebesar 0,026, antara kelompok kedua dan ketiga sebesar 0,032, dan antara kelompok pertama dan ketiga sebesar 0,081. Genotipe yang memiliki kemiripan paling tinggi atau jarak genetik paling dekat adalah Pixo[P14] dan Pixo[P22] serta Pixo[G35] dan Pixo[GY21 dengan nilai kemiripan 99,5% atau jarak genetik sebesar 0.005. Genotipe yang memiliki jarak genetik terjauh yaitu Pixo[P35] dan Pixo[GY11] dengan nilai kemiripan sebesar 81,8% atau memiliki jarak genetik sebesar 0,182.
FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT PETANI BEKERJA DI LUAR SEKTOR PERTANIAN DI DESA BESUKI, KECAMATAN WADASLINTANG, KABUPATEN WONOSOBO Aryanto, Lukas Dwi; Sunaryanto, Lasmono Tri
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 7 No 2 (2019): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid VII Nomor 2 Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v7i2.195

Abstract

Penduduk desa saat ini lebih memilih bekerja diluar sektor pertanian karena luas penguasaan lahan yang minim dan minat yang kurang di bidang pertanian, namun untuk menangani permasalahan tersebut banyak penduduk desa memilih bekerja diluar sektor pertanian untuk meningkatkan pendapatan dan mensejahterakan kehidupan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk; 1) Mengetahui pengaruh usia, luas lahan usaha tani, jumlah anggota keluarga, tingkat pendidikan dan pendapatan di luar sektor pertanian terhadap minat petani bekerja di luar sektor pertanian, dan 2) Mengetahui variabel mana yang paling kuat pengaruhnya terhadap minat petani bekerja diluar sektor pertanian. Lokasi penelitian di Desa Besuki, Kecamatan Wadaslintang, Kabupaten Wonosobo. Jenis penelitian diskriptif kuantitatif. Teknik  pengambilan sampel dengan metode simple random sampling sebanyak 35 orang.  Hasil penelitian menunjukan bahwa; 1) usia (X1), luas penguasaan lahan (2), jumlah anggota keluarga (X3), tingkat pendidikan (X4), pendapatan di luar sektor pertanian (X5), minat petani bekerja diluar sektor pertanian (Y). 2) usia (X1) dan pendapatan diluar sektor pertanian (X5) secara parsial berpengaruh nyata terhadap minat petani bekerja diluar sektor pertanian (Y) sedangkan luas penguasaan lahan (X2), jumlah anggota keluarga (X3), dan tingkat pendidikan (X4) tidak berpengaruh nyata terhadap minat petani bekerja diluar sektor pertanian (Y). 3) variabel usia (X1) dan pendapatan diluar sektor pertanian (X5) memiliki pengaruh yang paling besar terhadap minat petani bekerja diluar sektor pertanian (Y).
PENGARUH DOSIS DAN INTERVAL WAKTU PEMBERIAN PUPUK ORGANIK CAIR DAUN GAMAL TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN SAWI (BRASSICA JUNCEA L.) Triadiawarman, Dian; Rudi, Rudi
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 7 No 2 (2019): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid VII Nomor 2 Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v7i2.196

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dosis dan interval waktu pembarian pupuk organik daun gamal terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman sawi (Brassica juncea L). Penelitian dilakukan pada Maret 2019 s/d Mei 2019 di Kebun Percobaan Agroteknologi STIPER Kutai Timur. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap(RAL), dengan pola faktorial, dimana perlakuan  pemberian dosis pupuk organik daun gamal  terdiri atas 4 perlakuan yaitu : D0 = 0 ml L-1, D1 = 40 ml L-1, D2 = 80 ml L-1, D3 = 120 ml L-1, sedangkan perlakuan interval waktu pemberian terdiri atas 3 perlakuan yaitu I1 = 3 hari sekali, I2 = 5 hari sekali, I3 = 7 hari sekali. Seluruh perlakuan diulang sebanyak 3kali. Data dianalisis dengan analisis sidik ragam yangdilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil pada tingkat signifikasi 5%. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman sawi, jumlah daun tanaman sawi, berat segar per tanaman sawi.Tidak terjadi interaksi antara perlakuan dosis pupuk organik cair daungamal dan interval waktu pemberian terhadap seluruh variabel yang diukur.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pupuk organik cair daun gamal memberikan pengaruh yang nyata terhadap tinggi tanaman (8,332), jumlah daun (7,911) dan berat segar (7,027), sedangkan perlakuan interval waktu pemberian berpengaruh nyata hanya pada tinggi tanaman (8,076) dan jumlah daun (7,683).
STRUKTUR DAN KOMPOSISI HUTAN DI KAWASAN KARST TEMEANG Arbain, Arbain; Sugiarto, Sugiarto; Syah, Titis Hutama
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 7 No 2 (2019): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid VII Nomor 2 Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v7i2.197

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur dan komposisi vegetasi di kawasan hutan karst Temeang, Kecamatan Karangan, Kabupaten Kutai Timur. Metode yang digunakan adalah membuat petak ukur dengan luas 1 ha, yang dibagi menjadi 25 petak ukur berukuran 20x20m, Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indeks Nilai penting, Kerapatan, dan frekuensi tertinggi terdapat pada  jenis Pterospermum javanicum. Jenis tersebut merupakan jenis yang mudah tumbuh dengan sebaran yang luas. Dominansi tertinggi terdapat pada jenis Shorea guiso, yang memiliki diameter batang yang besar-besar. Strata tajuk tersusun berlapis, dari lapisan atas sampai lapisan bawah yang terdiri dari tumbuhan bawah hingga pohon-pohon yang tinggi. Masih terdapatnya bagian-bagian tajuk yang terbuka menunjukkan bahwa perlu adanya campur tangan manusia untuk mempercepat suksesi.
PENGARUH PEMBERIAN PROBIOTIK TERHADAP KANDUNGAN PROTEIN PADA PAKAN KOMERSIAL Haryasakti, Anshar; Imanuddin, Imanuddin; Wahyudi, Muhammad Hirwan
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 7 No 2 (2019): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid VII Nomor 2 Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v7i2.198

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian probiotik terhadap kandungan nutrisi (Protein) pakan komersial. Penelitian ini dilaksanakan pada Juni sampai dengan September 2017 selama 3 bulan bertempat di Laboratorium Akuakultur Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur dan di Laboratorium Teknologi Hasil Perikanan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Mulawarman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Sampel yang digunakan ada 4 perlakuan yaitu 0 ml, 6 ml, 7 ml, dan 8 ml dosis EM4 dalam setiap kilogram pakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis 7 ml kg-1 pakan memberikan nilai yang tertinggi (10,14%), kemudian secara berturut-turut dosis 8 ml kg-1 pakan (9,79%), dosis 6 ml kg-1 pakan (6,30%) dan yang terendah adalah dosis 0 ml kg-1 pakan (6,11%).
TINGKAT KESEJAHTERAAN RUMAH TANGGA PETANI KARET DI KECAMATAN BARONG TONGKOK KABUPATEN KUTAI BARAT Zaini, Achmad; Pendi, Yulianus; Juraemi, Juraemi
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 7 No 2 (2019): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid VII Nomor 2 Desember 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v7i2.199

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui seberapa besar kontribusi pendapatan usaha tani karet terhadap pendapatan rumah tangga serta tingkat kesejahteraan petani karet. Penelitian ini dilaksanakaan di Kecamatan Barong Tongkok Kabupaten Kutai Barat. Jumlah responden yang diambil sebanyak 40 orang dari 436 petani berdasarkan metode acak berstrata. Hasil penelitian menunjukan bahwa total produksi  karet yang dihasilkan oleh seluruh petani yang menjadi responden adalah 178.485 kg dalam satu tahun dengan rata-rata 4.462,125 kg dan dengan harga jual Rp 6.000/kg. Jumlah penerimaan yang diperoleh dalam satu tahun sebesar Rp 1.070.910.000, dengan rata-rata per responden sebesar Rp 26.772.750 per tahunnya. Total pendapatan keluarga yang diperoleh sebesar Rp 1.211.184.750 dengan rata-rata Rp 30.279.618,75. Kontribusi usahatani karet terhadap pendapatan rumah tangganya sebesar 85,91% terhadap total pendapatan rumahtangga, sedangkan untuk kontribusi pendapatan dari usaha pertanian non karet sebesar 6,27% dan kontribusi pendapatan non pertanian sebesar 7,81%. Berarti usaha tani karet ini sangat besar kontribusinya terhadap pendapatan rumah tangga. Tingkat kesejahteraan sebagian besar rumah tangga petani karet termasuk dalam kategori hidup layak 65%.

Page 1 of 17 | Total Record : 162