cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Preventia
ISSN : 25282999     EISSN : 25283006     DOI : -
Core Subject : Health,
Jurnal Preventia merupakan jurnal dari program studi ilmu kesehatan masyarakat. Jurnal Preventia terbit pertama kali bulan Juni tahun 2016. Terbit dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Juni dan Desember, memuat artikel hasil penelitian dan hasil pemikiran dibidang Kesehatan Masyarakat.
Arjuna Subject : -
Articles 57 Documents
HUBUNGAN STRES DENGAN RISIKO PENYAKIT KARDIOVASKULER PADA PERAWAT RUMAH SAKIT Arifin, Samsul; Tualeka, Abdul Rohim
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um044v4i2p75-80

Abstract

Perawat merupakan profesi yang memiliki tingkat stres yang tinggi. Stres yang tinggi diduga berperan menimbulkan penyakit kardiovakuler. Penelitian ini bertujuan menganalisa hubungan stres kerja dengan risiko penyakit kardiovakuler. Rancangan penelitian cross sectional. Responden adalah seluruh perawat Rumah Sakit Islam Malang sebanyak 84 orang. Uji Chi Square digunakan untuk mengetahui hubungan tingkat stres kerja dengan risiko penyakit kardiovaskuler.Sebagian besar perawat memiliki stres yang tidak normal yaitu sebesar 72,6% atau 61 perawat. Sebagian besar memiliki risiko yang rendah yaitu sebanyak 90,5% atau 76 orang. Jumlah perawat yang memiliki stres tidak normal mempunyai risiko penyakit kardiovakuler yang lebih tinggi yaitu 11,5% dibandingkan perawat yang memiliki stres normal yaitu 4,3%. Hasil uji Chi Square nilai signifikansinya adalah 0,321 artinya lebih besar dari 0,05 sehingga dapat disimpulkan tidak ada hubungan yang bermakna antara tingkat stres kerja dengan risiko penyakit kardiovakuler.
GAMBARAN PENGETAHUAN KESEHATAN REPRODUKSI SISWA SMK WISNUWARDHANA KOTA MALANG Kartikasari, Dhian; Ariwinanti, Desi; Hapsari, Anindya
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (420.889 KB)

Abstract

Abstract: Adolescence is characterized by growth, development, and the emergence of opportunities to face reproductive health problems. Reproductive health problems that often arise are risky sexual behavior, pregnancy outside marriage, early marriage, abortion and sexually transmitted diseases such as HIV and AIDS. The results of the 2017 IDHS KRR show that knowledge of adolescent reproductive health in Indonesia is still low. This study aims to describe the reproductive health knowledge of adolescents in Wisnuwardhana Vocational School, Malang City. The number of samples was 44 students of Malang Wisnuwardhana Vocational School students who were taken by quota sampling. This type of research is descriptive research. The instrument used was a questionnaire to find out general respondents' data and questions about adolescent reproductive health. The results showed the number of respondents who had good knowledge was 9.1%, moderate knowledge was 81.1%, and knowledge was less than 9.1%. The average results of respondents' knowledge seen from gender factors have the results of male respondents having a higher average value of 8.8 than female respondents who have an average value of 8.1.Keywords: Knowledge, Reproductive Health, AdolescentsAbstrak: Masa remaja ditandai oleh pertumbuhan, perkembangan, dan munculnya kesempatan-kesempatan menghadapi masalah kesehatan reproduksi. Masalah kesehatan reproduksi yang sering timbul adalah perilaku seks berisiko, kehamilan di luar pernikahan, pernikahan dini, aborsi dan penyakit menular seksual seperti HIV dan AIDS. Hasil SDKI KRR tahun 2017 menunjukkan bahwa pengetahuan kesehatan reproduksi remaja di Indonesia masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja di SMK Wisnuwardhana Kota Malang. Jumlah sampel sebanyak 44 orang siswa siswi SMK Wisnuwardhana Kota Malang yang diambil dengan cara quota sampling. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner untuk mengetahui data umum responden dan pertanyaan tentang kesehatan reproduksi remaja. Hasil penelitian menunjukkan jumlah responden yang berpengetahuan baik sebesar 9,1%, pengetahuan sedang sebesar 81,1%, dan berpengatahuan kurang sebsesar 9,1%. Hasil rata-rata pengetahuan responden yang dilihat dari faktor jenis kelamin memiliki hasil responden laki-laki lebih memiliki nilai rata-rata yang tinggi yaitu 8,8 daripada responden perempuan yang memiliki nilai rata-rata 8,1.Kata kunci: Pengetahuan, Kesehatan Reproduksi, Remaja
HUBUNGAN PENGETAHUAN GIZI ORANGTUA DAN PENDAPATAN ORANGTUA DENGAN KEPATUHAN ORANGTUA DALAM PENERAPAN DIET AUTIS PADA ANAK AUTIS DI SLB AUTIS LABORATORIUM UNIVERSITAS NEGERI MALANG Handayani, Poncowuri; Devi, Mazarina; Kurniawan, Agung
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 4, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.713 KB)

Abstract

Abstract: Autism is a behavioral deviation syndrome in children that involves sensory systems, communication skills, and socialization skills in community. Parental obedience in applying the diet should be consistent in order to reduce symptoms are undergone by children with autism. This study aims to determine the relationship between parental nutrition knowledge and parental income to parent’s obedience of complience in the application of autism diet in children with autism in the SLB Autis Laboratorium Malang State University. The type of this research is quantitative research with cross sectional study design. Parental knowledge was measured from a knowledge questionnaire, and income was measured by the per-capita income category per month and parental compliance was measured from Food Frequency Questionare (FFQ). The results showed that there was a significant correlation between parent’s nutritional knowledge and parent’s obedience to the application of the autism diet at SLB Autis Laboratorium Malang State University (p = 0,004) and there was a significant correlation between parent’s income with parent’s obedience to the application of the autism diet at SLB Autis Laboratorium Malang State University (p = 0,020). Suggestions for the next research to conduct more detailed research about per capita income of family by considering another factor.Keywords: knowledge, income, obedience, autism dietAbstrak: Autisme adalah suatu sindroma penyimpangan perilaku pada anak yang melibatkan sistem sensoris, kemampuan komunikasi, serta kemampuan sosialisasi dimasyarakat. Kepatuhan orang tua dalam menerapkan diet harus konsisten agar dapat mengurangi gejala yang dialami oleh anak autis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan gizi dan pendapatan orangtua terhadap kepatuhan orangtua dalam penerapan diet autis pada anak autis di SLB Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Pengetahuan orangtua diukur dari kuesioner pengetahuan, dan pendapatan diukur berdasarkan kategori pendapatan perkapita keluarga perbulan dan kepatuhan orangtua diukur dari Food Frequency Questionare (FFQ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan gizi orangtua dengan kepatuhan orangtua dalam penerapan diet autis di SLB Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang (p=0,004) serta terdapat hubungan yang signifikan antara pendapatan orangtua dengan kepatuhan orangtua dalam penerapan diet autis di SLB Autis Laboratorium Universitas Negeri Malang (p=0,020).  Saran bagi peneliti selanjutnya agar melakukan penelitian lebih mendetail lagi mengenai pendapatan perkapita keluarga dan dengan melihat faktor lain. Kata kunci: pengetahuan, pendapatan, kepatuhan, diet autis
ANALISIS RISIKO BAHAYA PADA PEKERJA DI TEMPAT PENAMPUNGAN SAMPAH TERPADU REDUCE REUSE RECYCLE (TPST 3R) MULYOAGUNG BERSATU DAU KABUPATEN MALANG Alma, Lucky Radita; Ulfah, Nurnaningsih Herya; Utomo, Yudhi; Afifah, Afifah; Adawiyah, Uciatul; Kholifah, Wakhi Datul Nur; Merillarosa, Iing
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 4, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um044v4i2p110-115

Abstract

Tempat penampungan sampah terpadu reduce reuse recycle (TPST 3R) Mulyoagung Bersatu Dau merupakan salah satu diantara TPS yang ada di Kabupaten Malang. Setiap harinya TPS tersebut menampung berbagai macam sampah dari masyarakat di sekitar Kecamatan Dau sebelum diangkut ke TPA. Kegiatan pengelolaan sampah yang dilakukan pekeja, pengumpulan dan pemilahan sampah, mempunyai potensi terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja terlebih pelaksanaan K3 belum dilakukan sesuai standar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran risiko bahaya pada pekerja di TPST 3R Mulyoagung Bersatu Kecamatan Dau Kabupaten Malang. Penelitian ini merupakan penelitian diskriptif observasiional. Responden penelitian sebanyak 36 orang. Hasil dari penelitian ini, sebanyak 58% pekerja menyatakan bahaya yang ?Sering? terjadi pada pekerja adalah tergores dan terjatuh. Sebesar 58% pekerja menyatakan ?Sering? mengalami diare dan gangguan gastroinstestinal. Diperlukan upaya pencegahan dan penanggulangan terhadap bahaya ditempat kerja misalkan dengan praktik kerja yang aman, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) yang sesuai standart dan praktik higiene perorangan untuk mencegah terjadinya penularan penyakit bawaan sampah.
ANALISIS FAKTOR RISIKO DIABETES MELLITUS TIPE 2 PADA USIA PRODUKTIF DENGAN PENDEKATAN WHO STEPWISE STEP 1 (CORE/INTI) DI PUSKESMAS KENDALKEREP KOTA MALANG Kistianita, Ayu Nindhi; Yunus, Moch.; Gayatri, Rara Warih
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (679.326 KB)

Abstract

ABSTRACT : Based on data from IDF globally the number of DM sufferers by 2015 is 415 million people and is expectedly by 2040 to increase to 642 million people. DM Type 2 is one of the four major diseases in the category of non-communicable disease (NCDs) that should be addressed immediately. The incidence of DM type 2 is closely related to the number of age. The purpose of this study was to determine risk factor of DM type 2 at productive age  using WHO STEPwise STEP 1 (core) approach at Primary Health Care Kendalkerep Malang City. The type of this research is descriptive analytic with cross sectional study design. The sample size is 88 people at Public Health Center of Primary Health Care Kendalkerep in 1-28 February 2017 which has fulfilled the criteria inclusion, obtained by Quota Sampling. The instrument used is questionnaires WHO STEPwise STEP 1 (core). Data were analyzed by univariate and bivariate analysis using chi square test. The results showed a significant correlation between DM type 2 occurrence with history of DM (p = 0.000), fruit and vegetable consumption (p = 0.000), and physical activity (p = 0.000). Keyword : risk factor, DM type  2, STEPwise STEP 1 (core)ABSTRAK : Berdasarkan data dari IDF secara global, jumlah penderita Diabetes Mellitus (DM)  pada tahun 2015 sebanyak 415 juta orang dan diperkirakan pada tahun 2040 akan meningkat menjadi 642 juta orang. DM tipe 2 merupakan satu dari empat penyakit utama dalam kategori Non-Communicable Disease (NCDs) yang harus segera ditangani. Kejadian DM tipe 2 berkaitan erat dengan pertambahan umur seseorang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko DM tipe 2 pada usia produktif menggunakan pendekatan WHO STEPwise STEP 1 (core/inti)  di Puskesmas Kendalkerep Kota Malang. Jenis penelitian adalah deskriptif analitik dengan desain studi cross sectional. Besar sampel berjumlah 88 orang di Poli Umum Puskesmas Kendalkerep pada tanggal 1-28 Februari 2017 yang telah memenuhi kriteria inklusi, diperoleh dengan cara Quota Sampling. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner WHO STEPwise STEP 1 (core/inti). Data dianalisis dengan analisis univariat dan bivariat menggunakan uji chi square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kejadian DM tipe 2 dengan riwayat DM (p = 0,000), konsumsi buah dan sayur (p = 0,000), dan aktivitas fisik (p = 0,000).Kata Kunci : faktor risiko, DM tipe 2, STEPwise STEP 1 (core/inti)
HUBUNGAN ANTARA TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG DIABETES MELLITUS DAN GAYA HIDUP DENGAN TIPE DIABETES MELLITUS DI PUSKESMAS WONODADI KABUPATEN BLITAR Amalia, Wizna Choirul; Sutikno, Ekawati; Nugraheni, Reny
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 1, No 1 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.133 KB)

Abstract

Abstract: Based on data obtained from the office of blitar district health , the incident Diabetes Mellitus fall into the order to 8 out of 10 largest disease , puskesmas who ranks first with of diabetes mellitus are puskesmas wonodadi Diabetics Mellitus year 2014 at puskesmas wonodadi 1.178 people as much as . This research aims to understand the relationship between the level of knowledge about Diabetes mellitus and life style to puskesmas wonodadi diabetes mellitus in the blitar district . The kind of research used is analytic survey by using technic sampling purposive of sampling. Population as many as 37 respondents and 37 samples from respondents . The collection of data using a questionnaire. To analyze the relationship between the level of knowledge about diabetes mellitus and lifestyle against diabetes mellitus scene used statistical tests bivariate test with using chi square . The results of research known that the level of knowledge 10,82 percent of respondents having enough and 89,18 percent of respondents having a level of lacking knowledge . Of respondents having the style of life is not healthy by 67,6 percent while respondents who have a healthy lifestyle by 32,4 % . Of the chi square statistics showed there was an association between the level of knowledge of diabetes mellitus with an occurrence diabetes mellitus of 0,027 < α=0.05 , and there was an association between lifestyle with an occurrence diabetes mellitus of 0,049 < α =0.05 .Keywords: knowledge , life Style, diabetes mellitusAbstrak: Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, Tipe Diabetes mellitus masuk pada urutan ke 8 dari 10 penyakit terbesar, puskesmas yang menempati urutan pertama dengan penyakit Diabetes mellitus adalah puskesmas Wonodadi. Penderita Diabetes mellitus tahun 2014 di Puskesmas Wonodadi sebanyak 1.178 orang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan tentang Diabetes mellitus dan gaya hidup terhadap Tipe Diabetes Mellitus di Puskesmas Wonodadi Kabupaten Blitar. Jenis penelitian yang digunakan adalah survey analitik dengan menggunakan tehnik sampling purposive sampling. Populasi dan sampel sebanyak 37 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan tentang Diabetes mellitus dan gaya hidup terhadap Tipe Diabetes mellitus menggunakan uji chi square. Hasil penelitian diketahui sebesar 10,82% responden memiliki tingkat pengetahuan cukup dan sebesar 89,18% responden memiliki tingkat pengetahuan kurang. Responden memiliki gaya hidup tidak sehat sebesar 67,6%. Dari uji statistik chi square menunjukan ada hubungan antara tingkat pengetahuan tentang Diabetes mellitus dengan Tipe Diabetes mellitus sebesar 0,027 < α= 0,05, dan ada hubungan antara gaya hidup dengan Tipe Diabetes mellitus sebesar 0,049 < α= 0,05.Kata kunci: pengetahuan, gaya hidup, diabetes mellitus
HUBUNGAN ANTARA MOTIVASI KERJA DAN KEMAMPUAN KERJA DENGAN KINERJA PETUGAS REKAM MEDIS DI RUMAH SAKIT LAVALETTE MALANG Yolanda, Viska; Budiwanto, Setyo; Katmawanti, Septa
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (585.627 KB)

Abstract

Abstract :Medical record services in hospitals has not fulfill the quality of good medical record. Based on Minimum Service Standards (SPM) of medical record in Lavalette Hospital in 2015 shows that overall indicator of SPM medical record has not reached the target as stated in Kepmenkes No. 129/Menkes/SK/II/2008. It is because performance of medical record officer in the Lavalette Hospital can be said that not good enough in its implementation. The factors that cause high low performance is an ability factor and motivation factor. This research aims to study the relationship between work motivation and work ability with performance of medical record officer at Lavalette Hospital. This method of research was explanatory survey. The subject of research was all medical record officers with number of people is 7 . C ollecting data using questionnaires, observation and interview sheets. Analysis of data using statistical test of Rank Spearman. Based on these results of research by comparing rho count value with rho table value (α=0.05) 0.786, shows that there is no significant relationship between work motivation and performance (0.661<0.786) and there is a significant relationship between work ability and performance (0.813>0.786).Keywords :Work Motivation, Work Ability, Perfomance of Medical Record OfficersAbstrak :Pelayanan rekam medis di rumah sakit masih belum memenuhi mutu rekam medis yang baik. Berdasarkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) rekam medis Rumah Sakit Lavalette tahun 2015, menunjukkan bahwa keseluruhan indikator SPM rekam medis belum mencapai sasaran sesuai yang tercantum pada Kepmenkes No. 129/Menkes/SK/II/2008. Hal ini disebabkan karena kinerja petugas rekam medis di Rumah Sakit Lavalette masih kurang baik dalam pelaksanaannya. Faktor yang berhubungan dengan tinggi rendahnya kinerja adalah faktor kemampuan dan faktor motivasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara motivasi kerja dan kemampuan kerja dengan kinerja petugas rekam medis di Rumah Sakit Lavalette. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian survei explanatory. Subyek penelitian adalah seluruh petugas rekam medis yang berjumlah 7 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner, lembar observasi dan wawancara. Analisis data yang digunakan adalah uji korelasi Rank Spearman. Berdasarkan hasil penelitian dengan membandingkan nilai rho hitung dengan nilai rho tabel (α=0,05) 0,786 menunjukkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara motivasi kerja dengan kinerja (0,661<0,786) dan ada hubungan yang signifikan antara kemampuan kerja dengan kinerja (0,813>0,786).Kata kunci :Motivasi Kerja, Kemampuan Kerja, Kinerja Petugas Rekam Medis
PENGETAHUAN DAN PERSEPSI PESERTA PROLANIS DALAM MENJALANI PENGOBATAN DI PUSKESMAS Purnamasari, Vivien Dwi
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (537.68 KB)

Abstract

Abstract: PROLANIS was a system of health services and proactive approach that can be implemented in an integrated manner involving participants, health facilities, and BPJS. Presence of PROLANISTS would encourage participants with chronic illness to achieve optimal quality of life with an indicator of 75% had good results on a specific examination. The purpose of this reasearch was to analyzing correlation between knowledge and perceptions of PROLANIS participants with PROLANIS adherence in treatment at Puskesmas. This research design used correlational method with Cross Sectional approach. The population of this research was 101 PROLANIS’s participants who have met the inclusion criteria. Samples were taken with total sampling with total of 101 participants. Univariate and bivariate analysis (Chi Square) was used in this research. The results showed PROLANIS adherence level was only 48.5%. In bivariate analysis, knowledge (p = 0,002), and perception (p = 0,008) correlated to PROLANIS adherence at Puskesmas Kota Kediri. The conclusion is knowledge and perception level correlated to PROLANIS’s participants compliance in treatment at Puskesmas. Suggestion in this research is Puskesmas officer can give information related to illness clearly and accurately to PROLANIS’s participants and their family.Key words : Adherence PROLANIS, Knowledge, PerceptionAbstrak: PROLANIS adalah suatu sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif yang dilaksanakan secara terintegrasi yang melibatkan peserta, fasilitas kesehatan dan BPJS. Adanya kepatuhan PROLANIS akan mendorong peserta penyandang penyakit kronis mencapai kualitas hidup optimal dengan indikator 75% memiliki hasil yang baik pada pemeriksaan spesifik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan persepsi peserta PROLANIS dengan kepatuhan PROLANIS dalam menjalani pengobatan di Puskesmas. Desain penelitian ini menggunakan metode korelasional dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah 101 peserta PROLANIS yang telah memenuhi kriteria inklusi. Sampel diambil dengan total sampling dengan jumlah 101 peserta. Pada penelitian ini menggunakan analisa univariat, dan analisa bivariat (Chi Square). Hasil penelitian menunjukkan tingkat kepatuhan PROLANIS hanya sebesar 48,5%. Pada analisis bivariat diperoleh tingkat pengetahuan (p=0,002), persepsi (p=0,008) memiliki hubungan dengan kepatuhan PROLANIS di Puskesmas Kota Kediri. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan tingkat pengetahuan dan persepsi dengan kepatuhan peserta PROLANIS dalam menjalani pengobatan di Puskesmas. Saran pada penelitian ini adalah petugas Puskesmas dapat memberikan informasi terkait penyakit yang diderita dengan jelas dan akurat kepada peserta dan keluarga peserta PROLANIS.Kata Kunci : Kepatuhan PROLANIS, pengetahuan, persepsi
Analisis Konsep Diri Terhadap Kualitas Hidup Penderita Kusta Yang Mengalami Kecacatan Di Rumah Sakit Kusta Kediri Nugraheni, Reny
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 1, No 2 (2016)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.848 KB)

Abstract

ABSTRAK Penderita kusta yang tidak mengetahui penatalaksanaan dalam perawatan yang tepat dapat mengakibatkan kecacatan yang permanen, penderita kusta akan mengalami beberapa masalah diantaranya rendah diri, depresi, menyendiri, atau menolak diri, serta masyarakat akan mengucilkan pasien sehingga sulit mencari pekerjaan. Provinsi Jawa Timur merupakan daerah penyumbang penderita kusta tertinggi di Indonesia dengan 4.116 kasus. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui analisis konsep diri terhadap kualitas hidup penderita kusta yang mengalami kecacatan di Rumah Sakit Kusta Kediri. Desain penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Dengan teknik purposive Sampling diperoleh sampel 97 responden. Variabel independen konsep diri, variabel dependen kualitas hidup. Uji hipotesis menggunakan Spearman rank < (0,05). Hasil penelitian konsep diri penderita kusta yang mengalami kecacatan diketahui sebagian besar gambaran diri kurang, yaitu 55 responden (56,7%), hampir setengah ideal diri cukup, yaitu 40 responden (41,2%), hampir setengah harga diri dalam kategori cukup, yaitu 55 responden (56,7%), sedangkan sebagian besar peran diri dalam kategori cukup, yaitu 55 responden (56,7%) dan hampir setengah identitas diri dalam kategori cukup, yaitu 42 responden (43,3Sebesar 47,4% kualitas hidup pada kategori kurang. Hasil analisis terbukti bahwa ada hubungan konsep diri terhadap kualitas hidup penderita kusta yang mengalami kecacatan. Pembentukan konsep diri melalui komunikasi antarpribadi merupakan cara seseorang memandang dirinya melalui interaksi dengan orang lain. Konsep diri yang akan mempengaruhi diri seseorang dalam melakukan kontak komunikasi atau interaksi dengan orang lain.Kata Kunci: Konsep Diri, Kualitas Hidup, Penderita Kusta.Abstract The Analysis Self-Concept Against Quality Of Life Leprosy Patient’s Who Have Defects In Kediri Special Leprosy HospitalLeprosy will lead to changes in self-concept among low self-esteem, depression, withdrawn, or self deny, and society will isolate the patient so he get difficulty to find a job. East Java is an area of highest contributor leprosy patients in Indonesia with 4,116 cases. The purpose of this study was to determine analysis self-concept against quality of life leprosy patient’s that have defects In Kediri Special Leprosy Hospital. The study design was observational analytic with cross sectional approach. With a purposive sampling techniques responden.Variabel sample obtained 97 independent self-concept, the dependent variable quality of life. Data were collected using a questionnaire was tested using Spearman rank < (0.05). The results of the study the concept of self-lepers who have defects are known as many self-image is less, as many as 55 respondents (56.7%), almost half the ideal self-sufficient, ie 40 respondents (41.2%), almost half the price in the category of pretty, ie 55 respondents (56.7%), while most of the roles in enough categories, as many as 55 respondents (56.7%) and almost half of identity in enough categories, as many as 42 respondents (43.3%). almost half the quality live in the poor category, as many as 46 respondents (47.4%). The result of the analysis proven that there is a relationship of self-concept to leprosy patient’s quality of life that have defects. The formation of self-concept through interpersonal communication is the way a person sees himself through interaction with others. The concept of self that will affect one's self in contact communication or interaction with others.Keywords: Self-Concept, Quality of Life, Leprosy Patient
PENGARUH INTENSITAS KEBISINGAN TERHADAP TEKANAN DARAH DAN DENYUT NADI PADA MAHASISWA PESERTA PRAKTIKUM PENGELASAN II DI UNIVERSITAS NEGERI MALANG Dwiyanti, Erni; Marji, Marji; Fanani, Erianto
Preventia : The Indonesian Journal of Public Health Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (473.981 KB)

Abstract

Abstract: Long term noise exposure is a stressor to human body that associated with hormonal system and cardiovascular responses that can cause hypertension and cardiovascular diseases. Measurement of blood pressure and heart rate are well established methods for measuring overall cardiovascular responses. The purpose of this research is to analyze effect of noise on blood pressure and heart rate in participant of Welding Practicum II at State University of Malang. This research is an analytic survey with cross sectional approach  and conduct on 31 participant of Welding Practicum II who were taken by purposive sampling technique. Noise intensity was measured by using sound level meter. Blood pressure was measured by using mercury sphygmomanometer and heart rate was measured by using pulse oxy meter. Data analysis of mean arterial pressure and  heart rate was performed by using paired t test meanwhile systole and diastolic blood pressure was performed by Wilcoxon test. The result of this research indicate that noise intensity in Welding Laboratory was 92.54 dB(A). When the student uses earmuff, noise intensity was 83.89 dB. From the statistical test, it was found that there is a significantly difference systolic, diastolic blood pressure, mean arterial pressure and heart rate when the student  use earmuff and when the student didn’t use earmuff. The advice for the student participant of Welding Practicum II should be aware to use personal protective equipment during the work correctly to prevent the effect noise in health. Keywords: noise, blood pressure, heart rate, MAPAbstrak: Paparan kebisingan merupakan stressor yang berhubungan dengan sistem hormon dan respon kardiovaskular yang dapat menyebabkan hipertensi dan penyakit kardiovaskular. Pengukuran tekanan darah dan denyut nadi merupakan metode yang tepat untuk mengukur respon kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh intensitas kebisingan terhadap tekanan darah dan denyut nadi pada mahasiswa peserta praktikum pengelasan II di Universitas Negeri Malang. Penelitian menggunakan rancangan cross sectional yang melibatkan 31 sampel yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran intensitas kebisingan menggunakan sound level meter. Pengukuran tekanan darah menggunakan tensimeter raksa sedangkan pengukuran denyut nadi menggunakan pulse oxy meter. Data penelitian mean arteri pressure (MAP) dan denyut nadi dianalisis menggunakan paired t-test sedangkan analisis tekanan darah sistol dan diastol menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan intensitas kebisingan di Laboratorium Pengelasan mencapai 92,54 dB(A). Saat mahasiswa menggunakan earmuff, intensitas kebisingan yang diterima oleh mahasiwa sebesar 83,89 dB(A). Hasil uji statitistik menunjukkan bahwa terdapat perbedaan secara signifikan tekanan darah sistolik, diastolik, mean arteri pressure (MAP) dan denyut nadi pada saat mahasiswa tidak menggunakan earmuff dengan saat mahasiswa menggunakan earmuff. Para mahasiwa pratikum pengelasan II disarankan untuk menggunakan alat pelindung telinga untuk mengurangi gangguan kesehatan akibat kebisingan.Kata Kunci: kebisingan, tekanan darah, denyut nadi, MAP